Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN PASCA KONVERSI LAHAN Sri Umyati; Kosasih Sumantri
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya konversi lahan pertanian akibat kebijakan pembangunan nasional saat ini salah satunya berdampak terhadap penurunan jumlah produksi komoditas pertanian, maka dari itu perlu dikembangkan suatu teknik perencanaan dan pengaturan pola tanam yang dapat meningkatkan pendapatan petani pasca konversi lahan. Untuk mengetahui model pola tanam optimum yang dapat menghasilkan keuntungan bagi petani, penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis metode simpleks. Teknik penentuan sampel ditentukan secara stratifield random sampling terhadap 45 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola tanam optimum yang diperoleh adalah pola padi-sayuran-palawija dan keuntungan optimum yang dapat diperoleh oleh petani dengan menerapkan pola tanam padi – sayuran – palawija berdasarkan hasil perhitungan menggunakan program linear adalah sebesar Rp. 81.304.740,- per musim tanam. Kata kunci : Keuntungan Maksimum, Linear Programing, Metode Simpleks, Pola Tanam  
KEPUTUSAN PETANI DALAM PENGALOKASIAN DANA GANTI RUGI KONVERSI LAHAN PERTANIAN (Suatu Kasus Konversi Lahan Sawah untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka) Sri Umyati; Dety Sukmawati
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui keputusan petani dalam mengalokasikan dana ganti rugi konversi lahan. Penelitian dilakukan di Bandaraudara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berada di Kecamatan Kertajati Kabpaten Majalengka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik penentuan responden dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa petani yang lahan pertaniannya terkena penggusuran pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) merupakan petani yang berlahan sempit (< 0,5 ha) dengan harga lahan per batanya antara sekitar Rp. 350.000,- sampai dengan Rp. 700.000,-. Sehingga dengan ganti rugi yang didapatnya tersebut petani lebih cenderung mengalokasikan uangnya untuk kegiatan konsumsi (70,4%), kegiatan usahatani (31%) dan kegiatan non usahatani seperti berdagang, bengkel, pemilik kost-kostan dan lain-lain (23,4%).  Kata Kunci : Ganti Rugi, Keputusan Petani, Konversi Lahan, Petani