Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Synergistic Effects of Water Hyacinth Compost on Vegetative Development of Forage Corn in Degraded Soils Baluh Medyabrata Atmaja; Amelia Lulu Rosalin Hutabarat; Abdul Muta Ali; Wenni Meika Lestari; Alief Rahmania Safitri; Rifqi Hidayatulloh; Muhammad Irvan Ali; Muhammad Alfin
Jurnal Ternak Vol. 16 No. 2 (2025): Desember, 2025
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v16i2.274

Abstract

Post-mining lands in Indonesia are characterized by severely degraded soils with low fertility, high acidity, and poor water retention, posing major challenges for agricultural rehabilitation. This study investigates the effect of water hyacinth (Eichhornia crassipes) compost at varying dosages (0%, 25%, and 50%) on early vegetative growth parameters of forage maize over a 30-day period. A randomized complete block design was used with six replications per treatment. Key growth indicators—plant height, stem diameter, and their respective growth rates—were measured and statistically analyzed. Results showed that the 50% compost treatment significantly increased plant height (51.87 cm) and height growth rate (1.73 cm/day) compared to lower dosages. Stem diameter parameters, while numerically improved, did not yield statistically significant differences. The improved growth is attributed to enhanced nutrient availability, microbial activity, and water retention due to compost application. These findings confirm that compost from invasive biomass can effectively improve degraded soils and initiate early crop development. The study contributes to sustainable land reclamation strategies and emphasizes that there must be long-term assessments of compost.
Local Feed Exploration in Tanah Laut: Analisis Kualitas Fisikokimia dan Uji Fluoroglucinol pada Dedak Padi Berbasis Citra Digital Rifqi Hidayatulloh; Alief Rahmania Safitri; Baluh Medyabrata Atmaja; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Ahmad Zain; Muhammad Irvan Ali
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1684

Abstract

Dedak padi merupakan salah satu hasil samping penggilingan beras yang berpotensi besar sebagai bahan pakan ternak, namun kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan dan kandungan sekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia dedak padi yang diperoleh dari beberapa pabrik penggilingan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada periode Jani–Juli 2025. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, persentase sekam, serta uji floroglusinol dengan bantuan analisis citra digital. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan wilayah di Kabupaten Tanah Laut. Sampel dedak padi diperoleh dari 11 kecamatan yang memiliki aktivitas penggilingan padi, dengan setiap kecamatan diambil empat titik penggilingan dari desa berbeda. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menghitung nilai rata-rata, standar deviasi dari parameter kualitas dedak padi di tiap wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air dedak padi berkisar antara 9,36–12,18%, kadar abu 4,79–12,33%, persentase sekam 2,15–27,08%, serta intensitas warna merah dari hasil analisis warna berbasis citra digital pada uji floroglusinol sebesar 10,71–39,27%. Sebagian besar dedak padi tergolong mutu I, sedangkan dedak dari Kecamatan Panyipatan termasuk mutu II. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi persentase warna merah yang terdeteksi melalui analisis citra digital, semakin besar pula kandungan sekam dalam dedak padi. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan teknologi analisis sederhana dan akurat untuk mengklasifikasikan mutu dedak padi di tingkat lokal. Direkomendasikan untuk dilakukan penelitian lanjut mengenai analisis proksimat nutrisi untuk memperkuat basis data kualitas dedak padi sebagai bahan pakan.
EKSPLORASI DEDAK PADI SEBAGAI PAKAN LOKAL: EVALUASI KUALITAS FISIK DAN ORGANOLEPTIK DEDAK PADI DI KABUPATEN TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN: EXPLORATION OF RICE BRAN AS LOCAL FEED: EVALUATION OF PHYSICAL AND ORGANOLEPTIC ATTRIBUTES IN TANAH LAUT, SOUTH KALIMANTAN Rifqi Hidayatulloh; Muhammad Irvan Ali; Baluh Medyabrata Atmaja; Amelia Lulu Rosalin Hutabarat; Wenni Meika Lestari; Abdul Muta Ali; Akmad Rio Padilah; Alief Rahmania Safitri
Tropical Animal Science Vol. 8 No. 1 (2026): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v8i1.2098

Abstract

Rice bran, an important byproduct of the milling process, has enormous potential as a source of local feed ingredients. This research aims to evaluate the physical quality and organoleptic parameters of rice bran to ensure the availability of quality local feed. The research method used is the survey method with a purposive sampling technique, and the data obtained were analyzed descriptively. The findings of this study are expected to provide insights into the optimal use of rice bran in animal feed formulations. By assessing its nutritional value and overall quality, this research could contribute to more sustainable feeding practices in the local agriculture sector. The results show that the best physical quality of rice bran is found in the sub-districts of Panyipatan, Bajuin, and Batu Ampar, which meet the ideal specific gravity and bulk density ranges for use as feed ingredients. In contrast, Tambang Ulang and Kurau have relatively lower values for some parameters, requiring further processing before optimal application. Rice bran from most sub-districts in Tanah Laut Regency is considered suitable for use as feed raw material.
CORN COBS AND RUMEN MICROBES FOR COMPLETE GOAT FEED: A ZERO-WASTE CASE STUDY FROM THE TANAH LAUT GOAT FARMERS ASSOCIATION Ali, Muhammad Irvan; Hidayatulloh, Rifqi; Atmaja, Baluh Medyabrata; Bakti, Makmur Batara; Mecca, Rehad Edya; Santoso, Santoso; Rosidi, Maksum
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.67321

Abstract

This community service program addressed high feed costs and the underutilization of crop and slaughter by-products among goat-keeping households in Tanah Laut Regency, Indonesia, by introducing fermented complete feed made from corn cobs and hygienically processed bovine rumen digesta. The program aimed to strengthen farmer self-reliance while reducing open burning and the disposal of residues through a participatory action approach that iteratively combined co-design, hands-on training, on-farm application, evaluation, and refinement. Activities included orientation on feed management and waste-related issues, group mentoring on planning and record-keeping, practical production sessions using locally available inputs, and a thirty-day feeding trial on partner farms. Product quality was supported by simple process control and laboratory proximate analysis, which indicated a semi-dry fermented feed with moderate protein and high carbohydrate content, as is typical of upgraded crop residues. Goats readily consumed the feed, and farmers consistently reported improved appetite and palatability during the trial. Post-training surveys found that seventy-five percent of participants could independently reproduce the fermentation process and integrate it into routine management. Overall, the program demonstrated that converting corn cobs and rumen contents into fermented feed is feasible and acceptable at the farm level, supports skill adoption, and contributes to a zero-waste pathway. Follow-up monitoring will focus on batch consistency, spoilage prevention, feed intake, weight gain, and feed efficiency to document sustained impacts.Program pengabdian kepada masyarakat ini menanggapi tingginya biaya pakan dan belum termanfaatkannya limbah pertanian serta hasil samping rumah potong hewan di kalangan peternak kambing sekala rumah tangga di Kabupaten Tanah Laut, Indonesia, melalui penerapan pakan fermentasi berbahan tongkol jagung dan isi rumen sapi yang diproses secara higienis. Tujuan program adalah meningkatkan kemandirian peternak dalam penyediaan pakan, sekaligus mengurangi praktik pembakaran dan pembuangan limbah dengan mengubahnya menjadi pakan bernilai guna. Metode yang digunakan adalah partisipatif berbasis pemberdayaan yang dijalankan berulang melalui perancangan bersama, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan. Kegiatan meliputi sosialisasi manajemen pakan dan isu lingkungan, pendampingan perencanaan serta pencatatan, pelatihan praktik produksi pakan fermentasi menggunakan bahan lokal, analisis proksimat produk, dan uji pemberian pakan selama tiga puluh hari pada peternakan mitra. Pakan hasil pelatihan dikonsumsi dengan baik oleh kambing dan peternak melaporkan peningkatan nafsu makan serta palatabilitas selama masa uji. Survei pascapelatihan menunjukkan bahwa tujuh puluh lima persen peserta mampu memproduksi kembali pakan fermentasi secara mandiri dan menerapkannya dalam manajemen rutin. Secara keseluruhan, program menunjukkan bahwa pemanfaatan tongkol jagung dan isi rumen sebagai pakan fermentasi layak diterapkan di tingkat peternak, memperkuat adopsi keterampilan, dan mendukung pendekatan zero-waste; pendampingan lanjutan akan diarahkan pada konsistensi mutu, pencegahan kerusakan, konsumsi pakan, pertambahan bobot, dan efisiensi biaya pakan untuk memastikan keberlanjutan dampak.