Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MODEL PENGELOLAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN WONOSOBO Zaenal Sukawi
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 16 No 1 (2016): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya semua agama itu mengajarkan dan mencintai kerukunan serta perdamaian antar umat beragama, menghormati dan menghargai kemanusiaan, serta melakukan hubungan harmonis dengan semua makhluk Tuhan, meskipun berbeda etnik dan latar belakangnya. Sedang Kearifan lokal terdiri dari dua kata yaitu : kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan dan lokal (local) atau setempat, kearifan lokal (local wisdom) yang juga disebut dengan local knowledge atau seperangkat pengetahuan yang bisa terdiri dari nilai-nilai agama, budaya, peradaban, dan mitologi yang berkembang dan hidup dalam masyarakat sampai sekarang. Acuan atau dalil kearifan lokal bisa juga termanifestasikan kedalam bentuk yang amat beragam seperti gogon tuhon, pepatah, peribahasa, kisah pendek padat makna, dan sebagai pengetahuan lokal lainnya.Wonosobo sebagai kabupaten yang mempunyai keberagaman dalam beragama terkenal dengan kerukunannya.Hal ini salah satunya karena kaerifan localnya yang terkelola dengan model-model yang baik sehingga kerukunan umat Bergama berjalan dengan baik.
SPIRITUALISASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MEMBANGUN PERADABAN YANG HARMONIS RELIGIUS Z. Sukawi
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.921

Abstract

Perkembangan teknologi informasi perlu pelibatkan spiritual baik sebagaidasar pijakan, arah pengembangan dan orientasi penggunaan sertapenyempurnaanya. Spiritualisasi teknologi informasi memberikan posisi,peran dan fungsi yang sangat strategis agar semakin menguatkan fungsidan peran manusia sebagai hamba dan khalifah-Nya.Al-Qur’an sebagai kalamullah telah memberikan inspirasi akan perlunyaharmoni, keseimbangan, keberimbangan dan ketepatan dalam prosespengelolaan dan pengembangan teknologi informasi untuk meningkatkankapasitasnya menuju kesempurnaan untuk semakin mendekatkan diripada Allah. System spiritualisasi yang ditawarkan untuk menjalani prosesdan tahapan pengembangan teknologi informasi dengan mendasarkankonsep iqra, tauhid, ibadah dan maslahah.
EKONOMI ISLAM DAN PERSAINGAN GLOBAL ANTARA HARAPAN DAN TANTANGAN Z. Sukawi
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 19 No 1 (2019): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v19i1.1598

Abstract

Tulisan tentang pengembangan ekonomi Islam dalam persaingan global antara tantangan dan harapan ini dimaksudkan untuk meningkatkan eksistensi syariat Islam di tengah-tengah derasnya kompetisi global dan implementasi misi Islam yang rahmatan li al alamin. Hal ini dilakukan sebagai langkah pendasaran, pengawala dan mengarahkan orientasi dalam berbagai dimensi kehidupan terutama dibidang ekonomi Islam atau ekonomi syari’ah sekaligus sebagai antisipasi pemberlakuan MEA, GATT, dan pasar bebas secara global. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah simultan, integratif interkonektif dan menjauhkan pendekatan yang terpisah, individual dan terkotak-kotak. Dengan pendekatan tersebut diharapkan akan saling memberi masukan, mengontrol dan menyempurnakan. Kajian ekonomi Islam sesungguhnya tidak terlepas dari persoalan ekonomi sebagai aktifitas umat manusia dalam mencapai keinginan dan memenuhi kebutuhannya secara praktis-operasional sekaligus sebagai Ilmu pengetahuan (Ilmu ekonomi Islam) yang memberikan dasar dan orientasi secara teoritik-konseptual. Sebagaimana diketahui bahwa ekonomi Islam muncul di saat perekonomian modern lambat dalam menghadirkan solusi atas problematika ekonomi kontemporer, yang telah gagal menyelesaikan persoalan kemanusiaan, sosial ekonomi suatu Negara. Tulisan ini dimaksudkan sebagai upaya reaktualisasi dan revitalisasi ekonomi Islam yang pernah Berjaya dimasa lampau dan mencarikan solusi terhadap problem dan krisis ekonomi global yang banyak menyesatkan (memadu tradisi dan mengembangkan modernitas). Konsep ekonomi Islam yang khas, unik dan distingtif sangat berbeda dengan ekonomi kapitalisme atau sosialis. Sebagaimana dikatakan Abdul Gafur bahwa dalam dalam perkembangan kontemporer ekonomi Islam merupakan buah pikiran dari para ekonom Muslim pada abad ke-20 Masehi. Jika dalam pemikiran ekonomi Islam klasik dibagi menjadi tiga fase, maka pemikiran ekonomi Islam kontemporer ini dibagi menjadi tiga aliran, yaitu aliran iqtishādunā, aliran mainstream, dan aliran alternatif. Masing-masing dari ketiga aliran ini memiliki corak pemikiran yang berbeda-beda.
DINAMIKA PERTUMBUHAN PESANTREN (Melacak Akar-Akar Historis Perkembangan Pesantren di Jawa) Zaenal Sukawi; Sri Haryanto
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 14 No 1 (2014): Januari-Juni 2014
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren telah ada di Indonesia sejak dua abad lalu dan tidak mengalami penurunan peran. Bahkan justru semakin eksis dan diminati masyarakat. Ini bisa dilihat dari pertumbuhan jumlah pesantren dalam tiga dasa warsa terakhir.Jumlah lembaga pendidikan pesantren di seluruh Indonesia pada kurun waktu 20 tahun terakhir, berkembang sangat cepat. Pada tahun 2020 mendatang jumlah lembaga pesantren kemungkinan akan mencapai sekitar 25.000. Jumlah lembaga pesantren yang terus berlanjut tersebut disebabkan karena lembaga pendidikan pesantren inilah yang dengan cepat dapat memberikan santunan pendidikan bagi generasi muda pedesaan yang memerlukan pendidikan tingkat menengah dan tinggi. Di samping itu, dewasa ini juga banyak sekali generasi muda yang berlatar-belakang pendidikan pesantren berhasil menyelesaikan pendidikan guru di berbagai perguruan tinggi.Pesantren kini dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pesantren tradisional dan pesantren modern. Sistem pendidikan pesantren tradisional sering disebut sistem salafi. Pondok pesantren modern merupakan sistem pendidikan yang berusaha mengintegrasikan secara penuh sistem tradisional dan sistem sekolah formal (seperti madrasah). Proses modernisasi pondok pesantren ini merupakan upaya untuk menyempurnakan sistem pendidikan Islam yang ada di pesantren.
PENDEKATAN HERMENUTIKA DALAM STUDI PSIKOLOGI ISLAM Sri Haryanto; Z Sukawi
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 22 No 1 (2022): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v19i2.2706

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan posisi hermeneutika sebagai pendekatan dalam kajian psikologi Islam. Psikologi Islam sejatinya adalah kajian tentang konsep manusia dalam al-qur’an, yang akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang cukupp dinamis. Oleh karena perkembangan telaah psikologi islam maka memerlukan metode yang tepat agar dapat memahami psiikologi dalam perspektif Islam dengan lebih baik. Diantara metode yang untuk mengkaji dan menelaah konsep psikologi Islam adalah pedekatan hermeneutika, karena sifat metode hermeneutika yang dialogis dan dinamis. Penelitian ini, menghasilkan beberapa simpulan, pendekatan hermenetika dapat diaplikasikan sebagai metode dalam kajian psikologi Islam karena wujudnya yang berupa pemahaman atau intrepretasi atas manusia. Pendekatan hermeneutika memiliki arti penting dalam kajian psikologi Islam karena hermenetika bersifat dialogis dan dinamis sehingga berkesesuaan dengan dinamika perkembangan pemikiran dalam kajian psikologi islam
Format Universitas Transformatif, Humanis dan Qur’ani Berbasis Pesantren Z Sukawi; Abdul Majid; Sri Haryanto
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 9 No 1 (2023): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v9i1.4554

Abstract

Ditengah arus globalasisasi seperti saat ini, diperlukan adanya format kelembagaan yang kokoh dari sisi ideologi, moralitas dan kuat dalam mengembangkan sains dan teknologi untuk kemajuan peradaban Islam. Format kelembagaan perguruan tinggi itu adalah “Perguruan Tinggi Pesantren.” Ada beberapa alasan dalam memformulasi perguruan tinggi pesantren itu: Pertama, jumlah peserta didik usia 13-24 tahun yang berasal dari pedesaan cukup banyak, sementara jumlah lembaga pendidikan tinggi belum cukup memadai. Kedua, keinginan generasi muda pedesaan untuk memperoleh pendidikan tinggi semakin kuat, namun kemampuan ekonominya untuk pembiayaan pendidikan terbatas, sementara disisi lain, pesantren dapat mengelola pembiayaan pendidikan secara lebih efesien. Ketiga, dosen-dosen yang dibutuhkan dalam berbagai studi 5-10 tahun ke depan semakin mudah diperoleh, karena lulusan S.2 dan S.3 PTN/PTS dan PTAIN/STAIN/UIN semakin meningkat dan memerlukan pengembangan diri dan apalikasi keilmuannya pada masyarakat.
Educational Literacy Based on Local Wisdom to Equip the National Character of Indonesian Migrant Workers Khoiri, Ahmad; Sukawi, Z; Irianto, H; Affandi, A; Aprilia, RL; Maemunah, T; Hermawan, R; Priyanto, E; Sejati, H; Handriani, E; Legowo, YAS; Sutomo, S; Hafni, ND
Carmin: Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educational literacy based on local wisdom still needs to be improved among the children of Indonesian Migrant Workers (PMI) in Malaysia, specifically at the Sungai Mulia 05 Gombak Kuala Lumpur Learning Studio. Literacy is focused on strengthening national character and belonging to a sense of nationalism in one's country of origin. Based on this background, it is necessary to carry out international community service which is facilitated through the NU (Nahdlatul Ulama) higher education community in Indonesia. Implementation of the service takes 4 months (August-November 2024). Pre-implementation stages of coordination, MoU and MoA for 2 months, activity orientation (1 month) followed by introduction to Indonesian Local Wisdom Education, questions and answers and reflection or follow up on activities (1 month). The method of implementing service is through lectures, demonstrations and direct questions and answers with activity participants. The results obtained increased participants' understanding of local wisdom-based education literacy in Indonesia with the aim of paying attention to learning motivation and being able to strengthen the national character of the country of origin of Indonesia. The participants' responses were very varied, including only a small number of participants who knew iconic areas in Indonesia. The achievement of international service activities was 76.4% very good response. The benchmark for the success of this activity is to familiarize students with carrying out teaching and learning activities more focused and maximally. Applying appropriate learning methods can increase students' interest and enthusiasm for learning. As a follow-up to the activity, the learning studio participants have the enthusiasm to continue their education to junior high school level in Indonesia and strengthen their national character as the successor to the golden generation of 2045. Because the available learning studios are not like formal educational institutions in general, so they must be one of the considerations in evaluation and follow-up regarding the quality of education provision.
Tipologi Masyarakat Islam dalam Menghadapi Tantangan Global (Telaah terhadap Fenomena Umat Menjelang Pemilu 2004) Sukawi, Z
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 3 No 3 (2004): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan berbagai kecenderungan baru yang terjadi sebagaimana dimaklumi bahwa dari kondisi dunia yang semakin tak menentu dalam fase pluralisme, inklusifisme yang berbasis premordialisme ini ditandai dengan munculnya gerakan demokratisasi, liberalisasi, otonomisasi, desentralisasi, dekonsentrasi. Dalam menghadapi masalah yang sedemikian parah ini diperlukan penanganan secara serius agar tidak mengancam sendi-sendi kehidupan dan punahnya kebudayaan, peradaban serta kelestarian umat manusia. Sehingga dengan demikian muncul berbagai tawaran seperti pluralisme, inklusivisme, spiritualisme, universalisme, humanisme dan holitisisme.
BUILDING LEARNING COMITMENT DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SEKOLAH Sukawi, Zainal
AL-QALAM: JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN Vol 14 No 1 (2013): AL-QALAM: JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN
Publisher : FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS SAINS AL-QUR'AN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/al-qalam.v14i1.8111

Abstract

This article explores the importance of building commitment to learning and learning strategies in Islamic Religious Education (PAI) in schools. In the context of modern education, PAI faces the challenge of remaining relevant and effective in shaping students' character and spirituality. This study highlights the main principles that must be integrated in PAI learning design, including the integration of Islamic values ​​with modernity, the use of Islamic educational technology, and an active and reflective learning approach. In addition, this article discusses the importance of inclusivity and moderation in PAI learning to create a conducive learning environment for all students. Using a comprehensive literature approach, this article identifies implementation challenges and offers strategies to increase the effectiveness of PAI, such as developing responsive curricula and increasing teacher competency. In conclusion, effective PAI learning requires an adaptive and responsive approach to changing times while still maintaining the essence of Islamic teachings.
Kompetensi Managerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Guru di SMK Al Ghozaly Wonosobo Saefurrahman Saefurrahman; Z. Sukawi; Robingun Suyud El Syam
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Juni: Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v2i2.958

Abstract

It is very important for the principal to overcome teacher indiscipline by implementing effective management. This will be the basis for achieving educational goals. This field research is a form of qualitative descriptive taking the object of the principal's managerial competence in improving teacher discipline, located at SMK Al Ghozaly Wonosobo, conducted in March 2025 - June 2025 in semester 2 (two) of the 2024/2025 academic year. The subjects of the study included the principal, the curriculum vice principal, and several educators and education personnel. Data were obtained through interviews, observations, and documentation to then be analyzed descriptively. The results of the research show that the principal of SMK Al Ghozaly Wonosobo has implemented the five main functions of management, careful planning, effective organizing, clear notification, motivating direction, and comprehensive supervision. The principal's technical, human, and conceptual expertise play an important role in supporting the improvement of teacher discipline. The implementation of punishment is more prominent and felt directly compared to rewards, the effectiveness of punishment in encouraging minimal discipline, but not yet optimal for long-term behavioral changes, the relationship between leadership communication and clarity of reward-punishment criteria affects teacher acceptance. This finding leads to the direction of future research to examine more broadly the dominant and effective punishment system to encourage minimal teacher discipline through direct sanctions for the sake of more specific precision of findings.