Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Studi Literatur : Hubungan antara Kadar Glikemik Prediabet dan Diabet dengan Risiko Progresi Gagal Ginjal Novriyanti, Ernie; Kurniati, Rahmi; Fadillah, Hilda
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1857

Abstract

Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan global. Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF), prevalensi diabetes di dunia telah mencapai 9.3% pada tahun 2019 dan diperkirakan akan terus meningkat. Diabetes merupakan faktor risiko utama dalam perkembangan gagal ginjal, dimana sekitar 40% pasien gagal ginjal memiliki riwayat diabetes. Selain itu, prediabetes juga diketahui memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko progresi gagal ginjal. Meskipun hubungan antara kadar glikemik prediabetes dan diabetes dengan risiko progresi gagal ginjal telah banyak diteliti, namun masih terdapat kekurangan informasi terkait faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik, gaya hidup, dan pengobatan diabetes juga dapat memengaruhi progresi gagal ginjal pada pasien dengan kadar glikemik yang tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kadar glikemik prediabetes dan diabetes dengan risiko progresi gagal ginjal, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi observasional dengan pendekatan kohort. Penelitian ini akan dilakukan dengan mengumpulkan data dari pasien dengan kadar glikemik prediabetes dan diabetes yang telah didiagnosis dengan gagal ginjal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor genetik dan pengobatan diabetes dapat memengaruhi hubungan antara kadar glikemik prediabetes dan diabetes dengan risiko progresi gagal ginjal. Hasil penelitian ini memberikan dukungan yang kuat untuk penelitian lebih lanjut mengenai hubungan tersebut. Terdapat hubungan signifikan antara penyakit diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian penyakit gagal ginjal.
Pengembangan Pengembangan LKPD berbasis PjBL-STEM pada materi keanekaragaman hayati untuk peserta didik Fase E MAN 1 Kota Padang billa, salsa; Rahmi, Fitri Olvia; Syamsurizal, Syamsurizal; Kurniati, Rahmi
Al-Alam: Islamic Science Education Journal Vol 4 No 2 (2025): (Edisi Juli) Inovasi dalam Pembelajaran Sains
Publisher : LP2M UIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/al-alam.v4i2.12888

Abstract

This research is a development study using the Four-D Model development model. The research instruments used in this study were interview guidelines for teachers, student questionnaires, validity test questionnaires, and practicality test questionnaires. The LKPD was validated by two lecturers from the Department of Biology, FMIPA UNP, one biology teacher, and 28 students from MAN 1 Kota Padang Phase E Academic Year 2025/2026 to test the practicality of the product. Based on the results of the initial and final analysis, the LKPD developed is a PjBL-STEM-based LKPD on biodiversity material for Phase E students. The validity of the PjBL-STEM-based LKPD is 88.64% (highly valid), and the practicality test results by teachers are 90.97% (highly practical) and practicality scores by students are 89.97% (highly practical). The average practicality test results by teachers and students were 90.47% (very practical). Thus, the developed LKPD is highly valid and highly practical.
Inventory of Medicinal Plants in the Ethnobotanical Traditions of the West Sumatran Community Filza Yulina Ade; Fadilaturahmah Fadilaturahmah; Rahmi Kurniati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13136

Abstract

This study analyzes the ethnobotanical utilization of medicinal plants in West Sumatra based on the traditional Minangkabau territorial systems (Darek, Rantau, and Pesisir) and examines its implications for contextual science education. A mixed descriptive–quantitative ethnobotanical approach was employed involving 240 key informants (105 from Darek, 90 from Rantau, and 45 from Pesisir) selected through purposive and snowball sampling. Data were collected using structured interviews, participatory observation, and species documentation. Quantitative ethnobotanical indices, including Use Value (UV) and Fidelity Level (FL), were applied. The results identified 38 medicinal plant species from 24 families. Curcuma longa (UV=0.88), Zingiber officinale (UV=0.84), and Tinospora crispa (UV=0.81) were the most culturally important species. High FL values were observed for Andrographis paniculata in fever treatment (92.1%) and Curcuma longa for digestive disorders (89.6%), indicating strong cultural reliability. The findings demonstrate that Minangkabau ethnobotanical knowledge is territorially structured, culturally transmitted, and empirically reliable. This study provides a scientific foundation for the development of ethnoscience-based science learning resources, supporting contextual learning, scientific literacy, and cultural preservation in Indonesian secondary education