Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KOMUNITAS MUDA PENCINTA SENI KOROMONG DI DUSUN CIKUBANG, DESA SUKAHAYU, RANCAKALONG, SUMEDANG, JAWA BARAT Sopian, Rahmat; Meganova Lyra, Hera; Ruhimat, Mamat
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58696

Abstract

Seni Koromong adalah sejenis kesenian tradisional dengan alat musik utama gamelan Koromong. Kesenian ini telah ada sejak lama dan masih eksis sampai dengan hari ini. Dalam perkembangannnya, seni Koromong tidak hanya dimainkan oleh para pemain senior, namun dimainkan pula oleh para generasi muda. Sebagai bentuk dukungan untuk komunitas muda pencinta seni Koromong tim PPM FIB Unpad bekerjasama dengan tim Mahasiswa KKN-PPM 2024 Universitas Padjadjaran kelompok 19 membuat program dokumentasi dalam bentuk pembuatan artikel feature dan booklet mengenai seni Koromong.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMPERKENALKAN SENI KOROMONG Sopian, Rahmat; Meganova Lyra, Hera; Ruhimat, Mamat
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61549

Abstract

Seni Koromong adalah sebuah seni pertunjukkan yang ada di Dusun Cikubang, Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Seni ini merupakan warisan budaya yang syarat dengan nilai-nilai luhung. Kesenian ini muncul dan tumbuh bersama masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan oleh Sang Maha Pencipta khususnya kepada warga Dusun Cikubang. Sebagai upaya edukasi kepada masyarakat luas dan pelestarian seni Koromong, tim PPM FIB Unpad bekerjasama dengan tim Mahasiswa KKN-PPM 2024 Universitas Padjadjaran kelompok 19 membuat program pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan seni Koromong. Media sosial yang digunakan adalah Instagram dan TikTok yang menampilkan video-video pendek dan poster terkait seni Koromong. Dalam waktu satu bulan, konten-konten yang ditampilkan telah ditayangkan lebih dari sembilan ribu tayangan.
REVITALISASI KESENIAN KOROMONG MELALUI PEMBUATAN BUKU ANAK Sopian, Rahmat; Ruhimat, Mamat; Meganova Lyra, Hera
Midang Vol 3 No 3 (2025): Midang, Oktober 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i3.63909

Abstract

The Community Service Program (PPM) is one of the Tri Dharma (three pillars) and an integral part of education and research for lecturers. At Padjadjaran University, one effort to optimize and regenerate PMM is by collaborating PPM with Student Study Service (KKN). This project was carried out by lecturers from the Faculty of Cultural Sciences and students of Padjadjaran University in Sukahayu Village, Rancakalong District, Sumedang Regency, with a focus on revitalizing the traditional art of Koromong. As a local cultural heritage, Koromong has been facing a decline due to reduced youth interest and limited documentation. The program aimed to revive this art through an educational approach by developing a children’s book titled “Jelajah Nada Ceria Koromong” ‘Exploring the Cheerful Melody of Koromong’. The book, designed as an illustrated story, introduces the history, instruments, costumes, and cultural values of Koromong in a way that is accessible to elementary students. The results indicate an increase in students’ understanding and appreciation of local arts, along with greater community awareness of cultural preservation. Collaboration among lecturers, students, traditional artists, educators, and the village government contributed to the program’s success. The team further recommends the digitalization of the book and documentation of Koromong performances to ensure long-term accessibility and sustainability in promoting cultural literacy in the digital era.
KETIDAKSANTUNAN KESEMBRONOAN DAN MELECEHKAN MUKA PADA TUTURAN ANTARPEMAIN GAME ROBLOX Mayang Novia Fitriani; Hera Meganova Lyra; Asri Soraya Afsari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15008

Abstract

Interactions among online gamers are increasingly dominated by language that violates norms of politeness, particularly on the Roblox platform, which offers a voice chat feature. This phenomenon forms the basis of this study, which analyzes forms of linguistic impoliteness in the game Kite Combat on the Roblox platform. This study aims to describe the categories and subcategories of linguistic impoliteness used in player-to-player discourse based on the theory by Rahardi et al. The approach used in this study is qualitative descriptive, employing the Free Listening and Speaking (SLBC) technique, along with recording and note-taking for data collection. Player-to-player discourse in the Kite Combat game serves as the subject of this study. The findings revealed a total of 35 instances of linguistic impoliteness, comprising 30 instances of the frivolous impoliteness category and 5 instances of the face-aggravating impoliteness category. The privolous impoliteness category was dominated by the subcategory of boasting in jest. Meanwhile, the face-aggravating category consided of criticizing through cynicism, insulting through ridicule, and swearing with offensive language. These findings indicate that frivolous impoliteness is more frequently employed in player interactions than face-aggravating impoliteness.
Campur Kode Bahasa Sunda Pada Live Streaming XXGANG di Channel Youtube Luthfi Halimawan Aprodhita Al Fattah Ar Razzaq; Cece Sobarna; Hera Meganova Lyra
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1276

Abstract

Penggunaan lebih dari satu bahasa dalam suatu tuturan merupakan fenomena yang umum terjadi pada masyarakat nilingual. Salah satu bentuknya adalah campur kode yang banyak ditemukan dalam konten live streaming di media sosial. Penelitian bertujuan untuk mengkaji serta menjelaskan berbagai jenis campur kode yang muncul pada live streaming XXGANG di channel Youtube Luthfi Halimawan. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak dan catat. Berdasarkan analisis terhadap 21 video live streaming, ditemukan 104 data campur kode yang terdiri atas 58 data campur kode ke dalam (inner code mixing), 41 data campur kode ke luar (outer code mixing), dan 5 data campur kode campuran (hybrid code mixing). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan bahasa Indonesia sebagai unsur campur kode ke dalam lebih dominan dibandingkan pemakaian bahasa asing. Penelitian ini menunjukan bahwa ruang yang mendorong munculnya praktik kebahasaan multilingual dalam komunikasi sehari-hari adalah media digital.