Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : IJTIHAD

ANALYSIS OF THE DECISION OF THE COURT OF THE RELIGION OF SLEMAN, YOGYAKARTA (NO. 796/ Pdt.G / 2018 / PA. Smn) ON THE RESCHEDULING OF MURABAHAH FINAN Ghozali, Mohammad; Afifah, Isyna
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.926 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v13i2.3543

Abstract

The increasingly diverse needs of the community place financing as the most sought after product of bankservices. And Financial Institutions are a useful institutionto help launch an economic mechanism. Islamic financialinstitutions are developing very rapidly in Indonesia. Oneof them is the Islamic People?s Financing Bank which helpsin financing. One of the most attractive products for thecommunity is the Murabaha financing contract. However,Murabaha agreements are included in the high level ofproblematic financing. This is caused by the customersgiven that they cannot be fulfilled so that they becomebroken promises. This study aims to find out the descriptionof the decision of the Sleman Religious Court No.796 /Pdt.G / 2018 / PA.Smn, knowing the rescheduling of themurabaha contract in Islam and analyzing the decisions ofthe Sleman Religious Court in handling the renewal of themurabahah agreement according to Islam. The methodused in this study is descriptive qualitative, data presentationand conclusion drawing. In collecting data, researchers usethe method of observation, interviews and documentation.The results of this study are the decisions of the SlemanReligious Court in case No.796 / Pdt.G / 2018 / PA. Smn concerning the rescheduling of murabahah contracts inaccordance with Islamic law because they have used thefoundation of Islamic law. The decision of the SlemanReligious Court only strengthened the decision to bring upa peace agreement and to schedule a murabaha agreement
EKONOMI SYARIAH DALAM HEGEMONI FAHAM KAPITALISME DAN SOSIALISME; SEBUAH SOLUSI POLA HIDUP MUSLIM Mohammad Ghozali
Ijtihad Vol. 13 No. 1 (2019): IJTIHAD : Hukum dan Ekonomi
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.326 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v13i1.3234

Abstract

Ilmu ekonomi konvensional sebagai suatu disiplin ilmu yang diambil dari ide kapitalis dan sosialis telahdikembangkan selama lebih dari satu abad, hingga majudan berkembang, serta akhirnya mendominasi pemikiranekonomi modern. Kontribusinya sangatlah besar bagikemajuan kehidupan manusia secara materiil. Akan tetapi,seiring perkembangan zaman, sistem ini menunjukkankerapuhannya dan menyebabkan penyimpangan nilai sosialdan moral dalam masyarakat. Krisis ekonomi dan moral yang banyak terjadi pada beberapa negara yang menerapkansistem kapitalis adalah sebagian bukti kegagalan sistemyang dipaksakan oleh negara-negara Barat. Sistem initelah memperlebar jarak pemisah antara orang kaya dan orang miskin, antara pekerja dan pemilik modal, antaranegara maju dan negara berkembang, serta menyebabkantingginya inflasi, bertambahnya jumlah pengangguran, sertahilangnya keseimbangan alam karena aktifitas produksi yangberorientasi pada maksimalisasi profit semata. Di sampingitu, sistem ini juga memiliki andil dalam menciptakangaya hidup hedonisme, egoisme dan konsumerisme tanpabatas. Ironisnya, hal ini tidak hanya terjadi di negara-negaranon Islam, akan tetapi negara Islam pun ikut merasakanimbasnya.Di tengah kondisi seperti ini, muncul wacana untukmembangkitkan kembali sistem ekonomi Islam. Sebuahsistem yang berlandaskan kepada al-Quran dan hadits danpernah mencapai masa emasnya, serta terbukti efektif untukmencegah masalah-masalah sosial ekonomi. Sistem ekonomiyang mengembalikan fitrah ekonomi manusia pada tingkatandan kedudukan yang proporsional. Dari hal tersebut,penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kerapuhansistem ekonomi konvensional yang telah menguasaipemikiran masyarakat dunia, sekaligus membuktikan bahwasistem ekonomi yang efektif untuk diterapkan saat iniadalah sistem yang telah dirintis oleh Rasulullah SAW, dandikembangkan oleh para sahabat beliau.
ANALYSIS OF THE DECISION OF THE COURT OF THE RELIGION OF SLEMAN, YOGYAKARTA (NO. 796/ Pdt.G / 2018 / PA. Smn) ON THE RESCHEDULING OF MURABAHAH FINAN Mohammad Ghozali; Isyna Afifah
Ijtihad Vol. 13 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.926 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v13i2.3543

Abstract

The increasingly diverse needs of the community place financing as the most sought after product of bankservices. And Financial Institutions are a useful institutionto help launch an economic mechanism. Islamic financialinstitutions are developing very rapidly in Indonesia. Oneof them is the Islamic People’s Financing Bank which helpsin financing. One of the most attractive products for thecommunity is the Murabaha financing contract. However,Murabaha agreements are included in the high level ofproblematic financing. This is caused by the customersgiven that they cannot be fulfilled so that they becomebroken promises. This study aims to find out the descriptionof the decision of the Sleman Religious Court No.796 /Pdt.G / 2018 / PA.Smn, knowing the rescheduling of themurabaha contract in Islam and analyzing the decisions ofthe Sleman Religious Court in handling the renewal of themurabahah agreement according to Islam. The methodused in this study is descriptive qualitative, data presentationand conclusion drawing. In collecting data, researchers usethe method of observation, interviews and documentation.The results of this study are the decisions of the SlemanReligious Court in case No.796 / Pdt.G / 2018 / PA. Smn concerning the rescheduling of murabahah contracts inaccordance with Islamic law because they have used thefoundation of Islamic law. The decision of the SlemanReligious Court only strengthened the decision to bring upa peace agreement and to schedule a murabaha agreement
REALITA PENERAPAN SISTEM EKONOMI SYARIAH DI NEGARA MINORITAS MUSLIM Anwar Fatoni; Mohammad Ghozali; Mulyono Jamal; Hendri Setyo Wibowo
Ijtihad Vol. 15 No. 2 (2021): IJTIHAD: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.541 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v15i2.5535

Abstract

Dominasi Barat selama 300 tahun terakhir, telah membuat kita merasakan empat ideologi utama, yaitu kapitalisme, sosialisme, nasionalisme dan kesejahteraan negara (the welfare state), di mana semua itu telah gagal dalam ilmu ekonomi karena sistem ekonomi tersebut cenderung ke arah sekulerisme. Semua sistem itu berdasar pada premis Barat bahwa agama dan moralitas tidak relevan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi. Pencarian para ilmuwan terhadap sistem ekonomi yang terbaik terus dilakukan, hingga pada akhirnya para ekonom mulai melirik sistem ekonomi Islam yang telah diterapkan sejak zaman Rasulullah. Sistem ekonomi Islam diciptakan oleh para Muslimin bukan hanya diperuntukkan bagi kaum muslim tapi juga bagi seluruh umat manusia. Yang dapat dibuktikan dengan adanya beberapa karakteristik dalam sistem ekonomi Islam yang bersifat universal. Hingga tidak sedikit dari Negara minoritas Muslim yang telah mengadopsi sistem ekonomi Islam ini untuk dijadikan salah satu sistem perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan negaranya. Salah satunya ditandai dengan banyaknya lembaga-lembaga keuangan syariah. Singapura, Filipina, Amerika Serikat, dan Inggris adalah contoh dari Negara-negara minoritas muslim yang mengadopsi sistem ekonomi syariah dalam rangka melepaskan diri dari krisis yang melanda.
Co-Authors A'yun Nadhira Abdul Hafidz Bin Zaid Achadiyani Adinda Muftiviany Nur Jamilah Affrizal Berryl Dewantara Afifah, Isyna Ahmad Zakky Nasyiruddin Ahmat Muzaeni Arif Effendi Akhmad Novandi Nurtajuddin Akmal Hibatullah Ramadhan Amatullah Nur Afifah Ana Sopanah, Ana Andi Triyawan Andy Kurniawan Annas, Muhamad Annisa Silvi Kusumastuti Annisa Silvi Kusumastuti Anwar Fatoni As Saif Miftahul Husain Badria Nur Lailina Ulfa Bashari, Muhammad Hasan Budi Ispriyarso Devid Frastiawan Amir Sup Eko Fuji Ariyanto Hamid Fahmy Zarkasyi Hendri Setyo Wibowo Ika Prastyaningsih Imam Kamaluddin Iman Nur Hidayat Intan Muthoharoh Isyna Afifah Iza Hanifuddin Khusniati Rofiah Kurnia Firmanda Jayanti Lukman Hakim Luluk Wahyu Roficoh Luluk Wahyu Roficoh M. Ali Zi Khafid M. Ali Zi Khafid Maharani Pradnya Paramita Mohamad Andi Syamsul Maula Muhamad Fajar Pramono Muhamad Muhamad Muhamad Said Muhammad Irkham Firdaus Muhammad Tamliqon Muhammad Ulul Azmi Mulyono Jamal Mushlih Candrakusuma Nabila Zatadini Nadjwa Zamalek Dalimoenthe Norazzah Binti Kamri Nur Azizah Latifah Nur Ramadani Meliani Syukri Nurmayunita Nurmayunita putri alyumnah Putri Halleyana Rahman Resi Handayani ria khoirunnisa Ria Khoirunnisa ria khoirunnisa Rofifa Dhia 'Athifa Rofifa Dhia ‘Athifa Rohul Akbar Soritua Ahmad Ramdani Harahap Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsuri Syamsuri Syofi Aruni Mafaza Tajul Arifin Tesa Mellina Tesa Mellina Tryas Titi Sari Umar Ma’ruf Wahyu Nugroho Wahyu Nugroho Wahyudi Bakri Yoanda Syah Putra Yuni Susanti Pratiwi Yunita Wulandari Yunita Wulandari Yusi Septa Prasetia Zulfi Dian As Salam