Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FORMULATION ANTIAGING CREAM MELASTOMA MALABATCHRICUM EXTRACT WITH POLYOXYETHYLENE MONOSTEARATE AND STEARIC ACID Mukti, Yusuf Anggoro; Gunawan Pamudji Widodo; Teuku Nanda Saifullah Sulaiman
JURNAL KATALISATOR Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Katalisator Volume 9 No.2, Oktober 2024
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v9i2.3045

Abstract

Karamunting fruit (Melastoma malabathricum L.) contains flavonoids, triterpenoids and tannins. The purpose of this study was to make anti-aging cream preparations using caramunting fruit extract with a combination of PEG 40 stearic acid and stearic acid to obtain optimum physical quality. Extract with 96% ethanol filter in the form of extracts used for cream preparations using a base of PEG 40 stearic and stearic acid, so that 8 formulas were obtained, then optimized based on the physical quality parameters of viscosity, spreadability, adhesion and pH, then optimization of the formula to determine the formula optimum using the Simplex Lattice Design method. The conclusion obtained based on this research is the optimum combination of PEG 40 stearic and stearic acid in the cream of caramunting fruit extract using the Simplex Lattice Design method, namely PEG 40 Stearate 4.76% and stearic acid 15.74%. The physical quality stability did not change during one month of storage and the cream did not cause irritation. Formula I had a better and almost equal effect on the collagen test while formula V had a better effect on the elasticity test and the moisture test.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ulkus Diabetikum Rawat Jalan Di RSUD Ulin Banjarmasin Sindi Kornelia; Mukti, Yusuf Anggoro; Aryzki, Saftia; Salwati, Salwati
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.725

Abstract

Latar Belakang: Ulkus diabetikum adalah komplikasi pasien diabetes melitus yang ditandai dengan luka kronis di kaki yang sulit sembuh, akibat kerusakan saraf dan gangguan alir darah. Resistensi antibiotik terjadi akibat penggunaan yang tidak tepat dan meningkatkan resiko amputasi menjadi masalah signifikan pada penanganan ulkus diabetikum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetikum rawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2023. Metode: Metode penelitian ini obsrvasional deskriftif secara kuantitatif dan kualitatif, diambil secara retrospektif data rekam medis, populasi dan sampel adalah pasien rawat jalan ulkus diabetikum di RSUD Ulin sebanyak 100 sampel. Hasil: Berdasarkan penelitian hasil pada 100 sampel evaluasi metode ATC/DDD dengan total penggunaan antibiotik sebanyak 978,66 DDD/100, antibiotik tertinggi yaitu Cefixim (41,429%) dan antibiotik terendah yaitu Metrodinazole (20,417%). Antibiotik yang termasuk segmen 90% yaitu Cotrimoxazole (36,13%), Cefixim (34,75%), dan Ciprofloxacin (11,18%), sedangkan segmen 10% yaitu Clindamycin (9,54%) dan Metrodinazole (8,41%). Evaluasi metode Gyssens diperoleh kategori 0 sebanyak 40 pasien, kategori I sebanyak 33 pasien, kategori IVA sebanyak 27 pasien. Hasil uji chi square analisis Fisher’s Exact Test kategori Gyssens dengan nilai sig. 0.000<0.05 dan pada penggunaan antibiotik Cefixim, Clindamycin, Ciprofloxacin, Cotrimoxazole, dan Metrodinazole dengan nilai sig. 0.000<0.05. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian penggunaan antibiotik secara kuantitaif dan kualitatif pasien ulkus diabetikum dapat di simpulkan bahwa kuantitas penggunaan antibiotik melebihi standar WHO berpotensi terjadinya resistensi, dan kualitas penggunaan antibiotik pasien ulkus diabetikum rasionalitas dan empiris, dan tidak terdapat hubungan penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetikum rawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin.
Edukasi Penggunaan Obat Rasional dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Kegiatan World Pharmacist Day di Kabupaten Bario Kuala Hikmah, Siti Nur; Mukti, Yusuf Anggoro
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.948

Abstract

World Pharmacist Day (WPD) merupakan momentum penting untuk meningkatkan pesan apoteker dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Permasalahan yang masih sering di jumpai di masyarakat adalah rendahnya pemahaman mengenai penggunaan obat yang rasional, seperti ketidakpatuhan terhadap aturan pakai obat, penggunaan obat tanpa resep, serta kurangnya pengetahuan mengenai efek samping dan interaksi obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar serta memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 28 September 2025 di Klinik Utama Setara, Kabupaten Barito Kuala, bekerja sama dengan PC IAI Kabupaten Barito Kuala. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pemberian pengobatan gratis sesuai indikasi, serta edukasi langsung terkait penggunaan obat rasional oleh Apoteker. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dan partisipasi aktif dalam sesi edukasi. Masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai aturan pakai obat, pentingnya kepatuhan terpai, serta risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memperkuat peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian berbasis komunitas.
Determination of Flavonoid Levels and Anti-Inflammatory Activity of Lime Root Extract (Citrus aurantifolia) by Granuloma Pouch Method Mukti, Yusuf Anggoro; Rohama, Rohama; Jannah, Ghina Raudhatul; Rizantha, M. Iqbal; Daud, Muhammad Alfian
Berkala Kedokteran Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v21i2.24410

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are still the leading cause of death at the global level. In Indonesia, NCDs contribute 71% of the total mortality rate. One of the causes of non-communicable diseases is the occurrence of oxidative stress in the body which is a condition of imbalance between free radical compounds and antioxidants. One of the sources of free radical formation in the body is when the inflammatory process occurs. Lime is used by the Indonesian people as a seasoning for cooking or empirically as an appetite enhancer, antipyretic and antibacterial. Research states that  lime root extract has very strong antioxidant activity with an IC50 value of 24.81 ppm and positively contains alkaloids, flavonoids, saponins and tannins. Flavonoids are thought to act as antioxidants and anti-inflammatory through their ability to donate hydrogen atoms and the ability to bind prostaglandins, COX-1 and COX-2 and lipooxygenase enzymes. The very strong antioxidant activity and the presence of flavonoids contained make lime root have the potential as an anti-inflammatory. Determination of flavonoid levels of lime root extract using UV-Vis spectrophotometry method with quercetin as a comparison and testing of anti-inflammatory activity of lime root extract using the Granuloma Pouch  method using mouse test animals. The results showed that the total flavonoid level was 36.8 mg QE (Quersetin Equialen)/g or 3.68%. And itexerts an anti-inflammatory effect through its ability to reduce the volume of exudate, lower the total exudate leukocytes, and lower the number of neutrophils in the exudate, most notably at a concentration of lime root extract of 20%.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Axillary Krim Ekstrak Kunyit (Curcuma longa Linn.) dengan Kombinasi Jahe (Zingiber officinale) sebagai Penghambat Pertumbuhan Bulu pada Aksila Andini, Meliana; Budi, Setia; Mukti, Yusuf Anggoro
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5588

Abstract

Pertumbuhan bulu pada aksila sering kali menimbulkan ketidaknyamanan serta menurunkan rasa percaya diri, terutama dari aspek estetika dan kebersihan. Berbagai metode penghilangan bulu tersedia, namun penggunaan bahan alami menjadi alternatif menarik karena dinilai lebih aman dan minim efek samping. Kunyit (Curcuma longa Linn.) mengandung kurkumin yang memiliki aktivitas antiandrogenik dengan menghambat pengikatan dihidrotestosteron (DHT) pada folikel rambut, sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan bulu. Sementara itu, jahe (Zingiber officinale var. amarum) mengandung gingerol yang berperan menekan proliferasi sel papila dermal rambut. Kombinasi ekstrak kunyit dan jahe diperkirakan memiliki efek sinergis sebagai penghambat pertumbuhan bulu aksila. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi optimal serta mengevaluasi stabilitas fisik sediaan krim aksila yang mengandung ekstrak kunyit dan jahe. Penelitian menggunakan rancangan kuasi-eksperimental dengan tiga variasi formulasi yang memodifikasi konsentrasi emulgator, yaitu asam stearat (10%, 15%, dan 20%) serta trietanolamin (4%, 3%, dan 2%). Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan tipe emulsi, disertai uji stabilitas menggunakan cycling test selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formulasi memiliki stabilitas fisik yang baik dengan rentang pH aman untuk kulit (4,5–6,5). Viskositas meningkat seiring peningkatan konsentrasi asam stearat, sementara daya sebar dan daya lekat memenuhi standar. Tipe emulsi seluruh formulasi adalah minyak dalam air (M/A). Berdasarkan hasil evaluasi, formulasi II dengan asam stearat 15% dan trietanolamin 3% menunjukkan karakteristik fisik paling optimal dan berpotensi dikembangkan sebagai produk kosmetik herbal.