Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Teknika

Kajian Eksperimental Sifat Mekanis ASTM A532 Pada Hammer Crusher Batubara PLTU Tanjung Enim 3 X 10 MW Putra, M. Habib; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Hendradinata, Hendradinata
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026 (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18645696

Abstract

AbstrakHammer crusher merupakan komponen penting dalam sistem preparasi batubara pada PLTU yang bekerja pada kondisi keausan tinggi. ASTM A532 digunakan karena memiliki ketahanan aus yang baik, namun sifat mekaniknya sangat dipengaruhi oleh perlakuan panas dan media pendinginan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh hardening pada suhu 850 °C dengan variasi media quenching terhadap sifat mekanik ASTM A532. Pengujian meliputi uji kekerasan Vickers dan uji impak Charpy pada tiga kondisi spesimen, yaitu tanpa perlakuan panas, hardening dengan quenching air, dan hardening dengan quenching silikon oil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panas secara signifikan meningkatkan kekerasan material. Nilai rata-rata kekerasan meningkat dari 292,6 VHN (tanpa perlakuan panas) menjadi 459,6 VHN pada quenching air dan 434,1 VHN pada quenching silikon oil. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antar perlakuan (Fhitung = 24,23 > Ftabel = 3,89; α = 0,05). Uji lanjut BNT menunjukkan bahwa quenching air dan silikon oil tidak berbeda nyata, namun keduanya berbeda nyata dibandingkan material tanpa perlakuan panas. Uji impak Charpy menunjukkan quenching silikon oil menghasilkan ketangguhan impak tertinggi sebesar 1,038 J/mm². Hasil ini menunjukkan bahwa quenching silikon oil memberikan kombinasi sifat kekerasan dan ketangguhan yang lebih optimal untuk aplikasi hammer crusher. Kata kunci:Hammer crusher, ASTM A532, perlakuan panas, kekerasan, ketangguhan
Pemanfaatan Baja SKD 11 Sebagai Alternatif Pahat Bubut Afriadi, M. Faiz Muamar; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Triputra, Yuli Asmara; Gunawan, Indra; Hendradinata, Hendradinata
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026 (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18759636

Abstract

AbstrakKeterbatasan kekerasan dan ketahanan aus baja pahat High Speed Steel (HSS) mendorong perlunya material alternatif dengan performa yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan baja SKD11 sebagai bahan alternatif pahat bubut berdasarkan pengujian kekerasan dan keausan. Metode penelitian meliputi perlakuan panas baja SKD11 melalui proses hardening dan tempering dengan variasi media quenching air dan oli. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan metode Vickers, sedangkan pengujian keausan dilakukan dengan metode gesek menggunakan Ogoshi Wear Testing Machine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja SKD11 dengan quenching air menghasilkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 788,46 VHN, melebihi standar kekerasan baja HSS, serta memiliki ketahanan aus terbaik dibandingkan variasi lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, baja SKD11 dinyatakan layak digunakan sebagai bahan alternatif pahat bubut karena memiliki kekerasan dan ketahanan aus yang unggul, sehingga berpotensi meningkatkan umur pahat dan efisiensi proses pemesinan.Kata kunci— SKD11, HSS, perlakuan panas, kekerasan, keausan
Pengaruh Variasi Quenching Terhadap Kekerasan Material ASTM A532 Aditia, Dica; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Hendradinata, Hendradinata; Gunawan, Indra
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026 (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18645845

Abstract

AbstrakTyre roller merupakan salah satu komponen pada vertical roller mill yang berfungsi menghancurkan dan menggiling material bahan mentah dalam proses produksi semen. Selama operasi, tyre roller mengalami keausan tinggi sehingga diperlukan material dengan sifat mekanik dan ketahanan aus yang baik, umumnya menggunakan ASTM A532. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perlakuan quenching terhadap komposisi kimia dan kekerasan material ASTM A532 sebagai upaya peningkatan kinerja dan umur pakai komponen. Pengujian meliputi analisis komposisi kimia menggunakan XRF Analyzer dan pengujian kekerasan menggunakan metode Vickers. Variasi perlakuan yang digunakan meliputi material tanpa perlakuan, quenching dengan media silikon oil, dan quenching dengan media air. Hasil pengujian menunjukkan komposisi kimia material terdiri atas 1,03% C, 8,27% Cr, 1,06% Mn, 0,26% Mo, 0,23% Ni, dan 0,26% Cu. Nilai kekerasan meningkat dari 382,56 VHN (tanpa perlakuan) menjadi 411,16 VHN (quenching silikon oil) dan mencapai 440,84 VHN pada quenching air. Peningkatan kekerasan tertinggi pada media air menunjukkan terjadinya transformasi fasa yang lebih cepat dan pembentukan struktur mikro yang lebih keras. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pemilihan metode perlakuan panas yang optimal untuk meningkatkan ketahanan aus tyre roller, sehingga berpotensi memperpanjang umur pakai komponen, menurunkan frekuensi penggantian, dan meningkatkan efisiensi operasional pada industri semen. Kata kunci:Tyre roller, ASTM A532, Quenching, Kekerasan, Komposisi Kimia
Pengaruh Waktu Tunggu terhadap Nilai Kekerasan pada Perlakuan Panas Material ASSAB 709 Athallah, Ahmad Dzaki; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Hendradinata, Hendradinata; Gunawan, Indra
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026 (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18645633

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu tunggu terhadap kekerasan pada proses hardening baja ASSAB 709. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan perlakuan hardening pada suhu 850°C selama 30, 60, dan 90 menit. Uji kekerasan Vickers dilakukan untuk mengetahui nilai kekerasan masing-masing spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu tunggu, nilai kekerasan material cenderung menurun. Nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada waktu tunggu 30 menit sebesar 404,740 HV dan terendah pada 90 menit sebesar 356,997 HV. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa variasi waktu tunggu berpengaruh signifikan terhadap nilai kekerasan baja ASSAB 709. Kata kunci:hardening, waktu tunggu, hardness vickers, silicone oil, ASSAB 709
Investigasi Sifat Mekanis Hammer pada Mesin Limestone Crusher Muhammad, Nizar; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Hendradinata, Hendradinata; Gunawan, Indra
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026 (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18646253

Abstract

AbstrakHammer pada mesin limestone crusher di PT Semen Baturaja Tbk merupakan komponen utama dalam proses penghancuran batu kapur yang bekerja pada kondisi beban benturan dan gesekan tinggi, sehingga rentan mengalami keausan dan kegagalan. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan efisiensi operasi serta peningkatan biaya perawatan dan penggantian komponen. Material hammer yang dianalisis adalah baja mangan cor standar ASTM A128 Grade B2, yang dipilih karena kemampuannya mengalami pengerasan kerja (work hardening). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanis material hammer, meliputi komposisi kimia, kekerasan, dan ketangguhan impak, serta mengevaluasi pengaruh perlakuan panas (heat treatment) terhadap peningkatan kekerasan material. Metode penelitian bersifat eksperimental di laboratorium. Analisis komposisi kimia dilakukan menggunakan Optical Emission Spectrometry. Pengujian kekerasan Vickers dilakukan pada tiga kondisi spesimen, yaitu tanpa perlakuan panas, spesimen yang di-hardening pada suhu 850 °C dengan media quenching air, dan silicon oil. Pengujian impak Charpy dilakukan pada material tanpa perlakuan panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material hammer tergolong baja karbon tinggi dengan kandungan karbon 1,18% dan baja mangan tinggi dengan kandungan mangan 15,47%. Nilai kekerasan awal material sebesar 262 VHN. Perlakuan quenching menggunakan silicon oil meningkatkan kekerasan menjadi 320 VHN, sedangkan quenching air menghasilkan kekerasan tertinggi sebesar 348 VHN. Berdasarkan hasil tersebut, perlakuan panas hardening dengan quenching air dinilai paling efektif untuk meningkatkan kekerasan material hammer, sehingga berpotensi meningkatkan ketahanan aus dan umur pakai komponen pada aplikasi industri semen. Kata kunci:Hammer crusher, sifat mekanis, baja mangan, perlakuan panas, kekerasan vickers