Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMAMPUAN GENERIK SAINS MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA PRAKTIKUM ANATOMI TUMBUHAN Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i1.503

Abstract

Keterampilan generik sains merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa calon guru biologi. Dalam satu proses praktikum (eksperimen) mata kuliah Anatomi Tumbuhan mahasiswa calon guru biologi dituntut untuk dapat terampil tidak saja pada aspek psikomotorik tetapi juga menganalisis dan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keterampilan generik sains mahasiswa calon guru biologi pada praktikum anatomi tumbuhan dari ragam pengamatan, pemodelan dan inferensi. Kemampuan generik sains di perguruan tinggi salah satunya adalah melakukan pengamatan langsung, melakukan pemodelan maupun menggunakan inferensi logis. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode analisis kuantitatif dari data kualitatif deskriptif terhadap laporan akhir eksperimen mahasiswa dalam kegiatan praktikum. Objek penelitian adalah mahasiswa semester 2 berjumlah 38 orang di IAIN SN Cirebon. Berdasarkan hasil analisis data pada ragam pengamatan diperoleh KGS  sedang. Pada ragam pemodelan dan inferensi diperoleh KGS tinggi. Dengan demikian masih diperlukan bimbingan secara intensif guna meningkatkan KGS bagi mahasiswa calon guru biologi. Generic science skills are basic skills that must be held by prospective teachers of biology students. In the process of practicum (experimental) Plant Anatomy subject, prospective teachers of biology students are required to be skilled not only in the psychomotor aspect but also in analyzing and solving problems. This research aims to reveal the generic skills of prospective teachers of biology student at the anatomy of plants from various observations, modeling and inference. Ability of generic science in college one of them is a direct observation, perform modeling and logical inference. This research was descriptive using methods of quantitative analysis of qualitative data descriptive of the final report of a student experiment in lab activities. Object of research is the second semester students, amounting to 38 people at the IAIN SN Cirebon. Based on the analysis of data on a variety of observations were obtained KGS. On a variety of modeling and inference obtained high KGS. Thus, intensive guidance is still needed to improve the KGS for prospective teachers of biology students.
PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM MEMENUHI KECUKUPAN PANGAN NASIONAL Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i2.509

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia saat ini mengalami kondisi yang memprihatinkan, sebuah ironi bagi Negara kita yang notabene dikenal sebagai Negara agraris. Persoalan yang membelit sector pertanian antara lain adalah SDM, bidang teknologi, manajemen dan pengelolaan pasar sampai ketersediaan lahan pertanian. Semua itu berdampak pada kesejahteraan masyarakat petani maupun kondisi pangan nasional.  
PROFIL KOMPETENSI GURU DAN FASILITAS PENDUKUNG PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MADRASAH ALIYAH BERBASIS PESANTREN DI CIREBON (Studi Kasus di MAN Kalimukti dan MA As-Shighor Ad-Dauly) Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.522

Abstract

The teachers who teach science in schools based Islamic boarding are not all science educational background; some are teachers who "forced" to teach science. They were forced to "take advantage" of existing teachers to teach science because it does not have the ability to pay teachers from outside. The impact is learning science can not be implemented optimally, in terms of the depth of the material, the application of learning strategies, learning model selection and implementation of instructional media. The impact of teacher uncompetence and inadequate laboratory facilities are unoptimal science teaching learning process, in terms of the depth of the material, the application of learning strategies, learning model selection and implementation of instructional media. The purpose of this study is to know the competences of teachers and facilities of biology learning in Madrasah Aliyah based Islamic boarding school in Cirebon. The research method is descriptive qualitative method. The results showed that all the competences of teachers both in Madrasah Aliyah As-Shighor and Madrasah Aliyah Kalimukti are classified good and very good as well as biology laboratory. The implication of this research is science teaching and learning process both in Madrasah Aliyah As-Shighor and Madrasah Aliyah Kalimukti are could be implemented optimally. Background guru/tutor yang mengajar IPA di sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan pondok pesantren tidak semua berlatar belakang pendidikan IPA, sebagiannya adalah para ustad yang “dipaksa” untuk mengajarkan IPA kepada para santri. Mereka terpaksa “memanfaatkan” ustad yang ada untuk mengajarkan IPA karena tidak memiliki kesanggupan untuk membayar guru dari luar. Dampaknya adalah pada saat pembelajaran IPA tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, ditinjau dari kedalaman materi, penerapan strategi pembelajaran, pemilihan model pembelajaran maupun penerapan media pembelajaran. Dampak dari kompetensi guru yang tidak sesuai maupun pendukung pembelajaran berupa fasilitas laboratorium yang kurang memadai adalah pada saat pembelajaran IPA tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, ditinjau dari kedalaman materi, penerapan strategi pembelajaran, pemilihan model pembelajaran maupun penerapan media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kompetensi guru dan fasilitas pendukung pembelajaran biologi pada Madrasah Aliyah berbasis Pesantren di Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kompetensi guru di kedua Madrasah Aliyah As-Shighor dan Kalimukti sudah tergolong baik dan sangat baik. Demikian pula dengan fasilitas laboratorium Biologi di kedua sekolah tersebut belum sepenuhnya terpenuhi sarana dan prasarananya bahkan di MA As Shighor sangat minim. Implikasinya bahwa pembelajran IPA di kedua madrasah tersebut bisa terlaksana dengan baik dengan kompetensi guru yang dimilikinya meskipun fasilitas laboratorium belum sepenuhnya menunjang proses pembelajaran. Key Words: Kompetens Guru, Fasilitas Laboratorium Biologi, MA Pesantren
ANALISIS POLA WACANA PEDAGOGIS GURU BIOLOGI DI SMA NEGERI 7 CIREBON Edy Chandra; Novianti Muspiroh; Dede Cahyanti Syahrir
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.528

Abstract

Permasalahan yang berkembang di kalangan pengajar muda yang belum memiliki pengalaman dalam dunia pengajaran adalah membutuhkan profil seorang guru ideal  yang disenangi oleh siswa.Analisis wacana pedagogis guru tidak hanya dapat mengungkap kualitas pengajaran seorang guru di kelas, tetapi merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengungkap proses belajar mengajar secara totalitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil seorang guru Biologi yang terbaik di salah satu SMA Negeri di Cirebon berdasarkan kemampuannya dalam menyampaikan materi dan memberikan pemahaman kepada siswa. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah dengan mengamati tingkat relevansi penguasaan materi guru biologi pada indikator RPP, tingkat analisis wacana pedagogis guru menggunakan model representasi, tingkat analisis wacana pedagogis guru berdasarkan penyajian motif dan tingkat analisis wacana pedagogis guru berdasarkan level penyajian konsep.Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode Kualitatif Deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri dengan melakukan observasi, wawancara, penyebaran angket dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang guru biologi yang dianggap guru biologi terbaik di SMA Negeri 7 Cirebon.Data utama yang diperoleh berupa rekaman audio visual, diubah kedalam bentuk teks atau transkripsi untuk dapat dianalisis lebih lanjut.Hasil penelitian ini menunjukan tingkat relevansi penguasaan materi guru terhadap RPP yang dibuatnya dikatakan baik karena sebagian besar sudah teraktualisasi. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase tingkat relevansi indikator 90% materi terakomodasi, dan 10% tidak terakomodasi. Sementara itu, hasil analisis wacana pedagogis guru pada representasi teks mencapai struktur 5 level. Artinya semakin banyak konsep yang disampaikan guru dan semakin tinggi kompleksitas penguasaan materi guru. Analisis wacana pedagogis berdasarkan penyajian motif menunjukan bahwa motif yang dominan adalah motif eliciting yaitu sebesar 56%. Hal tersebut mengungkapkan bahwa dalam pengajarannya guru lebih banyak menggali pengetahuan siswa.Kemudian analisis wacana pedagogis berdasarkan level pencapaian konsep, menunjukan bahwa guru dalam pengajarannya masih sekitar 32% mengoptimalisasi kemampuan berfikir tingkat tinggi yaitu dengan pencapaian level classificatory dan level formal.Kata kunci: Profil Guru, Analisis Wacana Pedagogis, Pedagogi Materi Subyek
TANAMAN DALAM PENGATURAN RUANG KELAS UNTUK MENCIPTAKAN MEDIA DAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN YANG KONDUSIF Novianti Muspiroh; Asep Kurniawan
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.545

Abstract

The learning process in schools mostly occurs in the classroom where students learn to interact for many hours. Meanwhile the condition of the class frequently does not support, classes are too crowded, hot, stuffy, and others. So complete sufferings of those who learn in them. In fact comfortable classrooms can ensure the achievement of effective learning. In this case, how can it be achieved? One of the frequently overlooked in classroom management, to create a learning conducive atmosphere, is the placement of plants. In addition to the aesthetic of class decoration, plants are useful to create the ideal temperature, produce oxygen for the needs of the students in class that are generally crowded, and clean up pollutants. Thereby, the class will be lovely and comfortable which ultimately will lead to a positive attitude and mind in learning. Kata Kunci: Tanaman, Kelas, Pembelajaran, Kondusif
PEMBANGUNAN HUTAN KOTA DI KOTA CIREBON Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i1.557

Abstract

Cirebon is a growing city that is characterized by fast population growth. It influences on increase of needs, residential land, recreation, transportation, health, education, and other facilities that support the sustainability of social and economic life of Cirebon city dwellers. The development of industrial areas and the use of means of transportation, such as motorcycles and cars can cause pollution or contamination. Meanwhile, Cirebon is a coastal city which has a hot temperature. Therefore, Cirebon requires urban open space as a solution to the problem in order to create beautiful, cool, pollution free of the city lungs and the availability of public space to relieve fatigue from urban tension. Unfortunately, the local government provids only 9% city forest from 30% the ideal of the total area.Not to mention that the existing urban open space, actually, seem to be ignored. This situation is certainly not healthy for the life quality of Cirebon city dwellers.Key words: Hutan, Kota, Pembangunan, Manfaat
Penerapan Pembelajaran Biologi Berbasis Iman dan Taqwa (IMTAQ) pada Konsep Sistem Reproduksi Manusia untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ciwaringin Nayla Husna Afila; Nurul Azmi; novianti muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.960

Abstract

Kemajuan iptek memiliki dampak negatif dan positif, dimana dampak negatif juga banyak berimbas kepada para siswa. Informasi yang negatife dan sajian yang vulgar dapat diakses kapan saja dan hal tersebut memberikan peluang bagi siswa untuk meniru perbuatan-perbuatan yang negatife terutama dalam masalah seksualitas, free sex, aborsi, narkoba, dan HIV/AIDS. Hal ini disebabkan antara lain karena para siswa yang kurang memiliki pengetahuan reproduksi yang diintegrasikan dengan dengan nilai-nilai agama. Adanya proses pembelajaran biologi berbasis nilai IMTAQ diharapkan siswa akan memiliki keterampilan berfikir kritis yang dapat diukur berdasarkan parameter sikap dan hasil belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktifitas siswa, perbedaan peningkatan hasil belajar serta respon siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Ciwaringin pada kelas XI IPA 1 (Kelas eksperimen) dan kelas XI IPA 3 (kelas kontrol) dengan menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji beda hipotesis dengan software SPSS V.16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas belajar siswa melalui penerapan pembelajaran biologi berbasis IMTAQ mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya. Terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, hasil rata-rata N-Gain sebesar 0,66 (kriteria sedang) pada kelas eksperimen dan 0,52 (kriteria sedang) pada kelas kontrol. Respon siswa secara keseluruhan sebesar 59 % dengan kriteria sangat kuat, artinya siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran biologi berbasis IMTAQ.Kata Kunci : Penerapan Pembelajaran Biologi Berbasis Imtaq, Keterampilan Berfikir Kritis
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI STANDAR PROSES DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X DI SMA NEGERI 1 KRANGKENG Suci Rakhmawati; Nurul Azmi; novianti muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.973

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya mengacu pada (Permendikbud) Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses. Banyak sekali problematika yang dihadapi oleh guru Biologi saat pelaksanaan pembelajaran di kelas. Salah satu elemen perubahan yang penting dalam kurikulum 2013 adalah standar proses yang berisi standar minimal mengenai proses pembelajaran yang harus dilakukan. Sehubungan dengan masalah tersebut diatas maka peneliti ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran Biologi apakah pembelajaran Biologi mengacu pada Standar Proses. Peneliti melakukan penelitian mengenai analisis pelaksanaan kurikulum 2013 ditinjau dari standar proses dalam pembelajaran Biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) perencanaan pembelajaran Biologi di kelas X berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Krangkeng (2) mengkaji pelaksanaan pembelajaran Biologi di kelas X berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Krangkeng serta (3) mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran Biologi yang diterapkan oleh guru Biologi di SMA Negeri 1 Krangkeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Krangkeng pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menganalisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru Biologi kelas X serta pelaksanaan pembelajaran Biologi di kelas X-4 MIPA dan X-5 MIPA. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan (1) secara umum RPP yang disusun guru telah memenuhi sebagian besar indikator dalam Permendikbud No.65 Tahun 2013 tentang standar proses. RPP yang disusun guru Biologi SMA Negeri 1 Krangkeng telah memenuhi ketercapaian dengan kriteria baik. (2) secara umum pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri 1 Krangkeng sudah terlaksana dengan baik. Pelaksanaannya sesuai dengan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang standar proses. (3) siswa memberikan respon kuat terhadap proses pembelajaran Biologi yang diterapkan oleh guru Biologi di SMA Negeri 1 Krangkeng. Kata Kunci: Standar Proses, Pelaksanaan Pembelajaran Biologi, Kurikulum 2013
IDENTIFIKASI KESULITAN GURU BIOLOGI DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 1 SUSUKAN Usfatul Aeni; Edy Chandra; novianti muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.975

Abstract

Identifikasi bertujuan untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai landasan dalam menyusun program intervensi yang diharapkan dapat mencegah masalah di sekolah. Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Pembelajaran biologi berdasarkan kurikulum 2013 harus mencapai 5 ranah pembelajaran diantaranya mengamati, menanya, mengumpulkan, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) kesulitan guru biologi dalam tahapan perencanaan, (2) kesulitan guru biologi dalam tahapan pelaksanaan proses pembelajaran, (3) respon siswa terhadap proses pembelajaran biologi yang diterapkan oleh guru biologi di SMA Negeri 1 Susukan.Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 1 Susukan dengan objek penelitian Guru Biologi dikelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi, observasi, wawancara dan angket, adapun teknik analisis data diantaranya transkripsi, organisasi data, tahapan interprestasi, temuan, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, ada beberapa beberapa kesulitan diantaranya: 1) kesulitan pada tahap perencanaan yaitu guru biologi, kesulitan yang terdapat pada penyusunan RPP yaitu apek Perangkat awal, alokasi waktu, metode, sumber belajar, dan penilaian (Rubrik), 2) Kesulitan pada tahap proses pembelajaran, pada aspek kegiatan pendahuluan Guru sulit membuat peserta didik untuk berkonsentrasi dalam proses pembelajaran, Guru sulit untuk menyampaikan tujuan pembelajaran. Aspek kegiatan inti diantaranya guru sulit untuk menerapan pendekatan scientific, Guru masih mengalami kesulitan dalam pendekatan berbasis sainstifik (5M), Guru masih kesulitan menggunakan metode pembelajaran, Guru kurang aktif dalam proses pembelajaran. Aspek kegiatan penutup meliputi Guru sulit untuk membimbing siswa untuk menyimpulkan pembelajaran, Guru jarang memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, Guru sulit untuk menilai proses pembelajaran. 3) Respon siswa terhadap proses pembelajaran, hasil yang menjawab sering merupakan hasil yang paling tinggi dengan persentase 85%.Keywords: Identifikasi, Kesulitan Guru, Pelaksanaan Pembelajaran Biologi Kurikulum 2013
PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOENTREPRENEURSHIP PADA SUB KONSEP PISCES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 PLUMBON Khusnul Khotimah; Endang Endang; Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.978

Abstract

Penerapan pembelajaran Bioentrepreneurship pada sub konsep pisces merupakan pembelajaran biologi berbasis kewirausahaan yang bersifat kontekstual, artinya siswa dapat mengaitkan antara materi biologi seperti sub konsep pisces dengan penerapannya dalam kehidupan. Pembelajaran biologi berbasis entrepreneurship dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan inovasi siswa dalam berwirausaha. Tujuan dilakukan penelitian dengan menerapkan pembelajaran Bioentrepreneurship sebagai berikut: (1) aktivitas belajar siswa, (2) peningkatan hasil belajar siswa, dan (3) respon siswa terhadap pembelajaran Bioentrepreneurship. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Plumbon, tepatnya di kelas X MIPA 1 (kelas eksperimen) dan kelas X MIPA 2 (kelas kontrol), masing-masing berjumlah 40 siswa setiap kelas. Penelitian menggunakan desain Pretest Postest Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan angket respon. Data dianalisis dengan menggunakan software SPSS V 21. Hasil penelitian menunjukan 1) aktivitas belajar siswa kelas eksperimen terdapat peningkatan dari pertemuan pertama sampai ke dua; 2) Hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol meningkat, rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,60 dan rata-rata N-Gain kelas kontrol sebesar 0,32. Hasil uji statistik menghasilkan sig. 0,001 < 0,05, artinya Ho ditolak dan Ha diterima; 3) respon siswa terhadap pembelajaran bioentrepreneurship termasuk dalam kriteria kuat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu 1) aktivitas siswa mengalami peningkatan 2) terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol,3) siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran bioentrepreneurship.  Kata kunci : Pembelajaran Bioentrepreneurship dan Hasil Belajar