Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENDONGENG MELALUI MEDIA DONGENG UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN EMOSI ANAK PADA GURU-GURU PAUD Irma Rosalinda; , Gumgum Gumelar Fajar Rakhman; Lupi Yudhaningrum
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.224 KB)

Abstract

Abstract Bekasi Regency is a district in West Java province of Indonesia which has environment-related and socioculture-related problems. Hence, the Faculty of Educational Psychology, Universitas Negeri Jakarta designed a psychoeducation as a community service program in Bekasi Regency to improve storytelling skills of early childhood education teachers to increase the children’s emotional development. Storytelling takes part to deliver good moral education for children. Due to the COVID-19 pandemic, the program was implemented online through the Zoom Meeting platform with a total of 857 participants and through YouTube live with a total of 549 participants who were not only from Bekasi Regency but also from various regions in Indonesia. The method of implementation divided into 4 stages activities with the fourth stage is the stage of evaluation using the four-level Kirkpatrick evaluation model. The result shows that participants know and understand the benefits and applications of storytelling for children. Abstrak Kabupaten Bekasi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia yang terdapat permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan sosial budaya. Oleh sebab itu, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta merancang program pengabdian masyarakat di Kabupaten Bekasi berupa psikoedukasi dalam meningkatkan kemampuan mendongeng untuk meningkatkan perkembangan emosi anak pada guru-guru PAUD. Mendongeng merupakan upaya yang turut ambil bagian dalam menyampaikan pesan pendidikan moral yang baik di kalangan anak-anak. Pelaksanaan program dilakukan secara daring dikarenakan adanya pandemi COVID-19 melalui platform Zoom Meeting dengan total 857 peserta dan melalui live YouTube dengan total 549 peserta yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Bekasi namun tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi 4 tahapan dengan tahap keempat adalah tahap evaluasi yang menggunakan model evaluasi empat level Kirkpatrick. Hasilnya peserta mengetahui dan memahami manfaat serta aplikasi mendongeng bagi anak.
SELF HEALING DENGAN MINDFUL COOKING PADA MASA PANDEMI COVID-19 Irma Rosalinda; Gumgum Gumelar Fajar Rakhman; Lupi Yudhaningrum
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.354 KB)

Abstract

Abstrack Covid-19 has made many changes in people's lives, including workers, so like it or not they have to implement government policies, namely the implementation of PSBB (Large-Scale Social Restrictions) so that some companies enforce WFH (Work from Home) or work from home. House. This situation according to several studies, newspapers, as well as interviews with several people, shows that working from home for an indefinite period of time makes them feel bored and often distracted at work because of the environment or situation at home. This Community Service Faculty of Psychology Education has the theme Self-healing with Mindful Cooking during the Covid-19 Pandemic. This Community Service involves PT Emina Cheese Indonesia, an industry engaged in the food sector, as a Community Service partner who will contribute to how cooking activities are carried out with focus and awareness so that it can be used as self-healing to reduce stress levels and boredom due to long WFH . can not be determined. Various studies on mindfulness are often beneficial for a person's psychological well-being. Abstrak Covid-19 telah membuat banyak perubahan dalam kehidupan termasuk juga masyarakat yang bekerja, sehingga mau tidak mau harus menjalankan kebijakan pemerintah yakni diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga beberapa perusahaan memberlakukan WFH (Work from Home) atau bekerja dari rumah. Situasi ini menurut beberapa penelitian, surat kabar, dan juga wawancara dengan beberapa masyarakat, menunjukkan bahwa bekerja dari rumah sampai dengan waktu yang tidak dapat ditentukan membuat mereka merasa jenuh dan seringkali terjadi distraksi dalam bekerja karena lingkungan atau situasi di rumah. Pengabdian Masyarakat Fakultas Pendidikan Psikologi akan bertemakan mengenai Self-healing dengan Mindful Cooking Pada Masa Pandemi Covid-19. Pengabdian Masyarakat ini melibatkan PT Emina Cheese Indonesia, Industri yang bergerak di bidang makanan, sebagai mitra Pengabdian Masyarakat yang akan berkontribusi bagaimana aktivitas memasak dilakukan dengan fokus dan sadar sehingga dapat dijadikan sebagai Self-healing untuk menurunkan tingkat stres dan dan kejenuhan akibat WFH yang lama waktunya tidak dapat ditentukan. Berbagai penelitian tentang mindfulness seringkali bermanfaat bagi kesejahteraan psikologis seseorang.
Series Talk Mindfulness Cooking untuk Meningkatkan Kesehatan Mental pada Ibu-Ibu yang Tinggal di Australia Yufiarti Yufiarti; Lara Firdani; Gusti Defri; Irma Rosalinda; Dwi Puji Lestari
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 2 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i2.4762

Abstract

Berbagai tantangan yang dihadapi para ibu yang tinggal di Australia, mulai dari adaptasi, merawat anak sampai pada mindfulness cooking. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan  wawasan tentang mindfulness cooking para ibu yang tinggal di Australia. Metode pengabdian ini berbentuk Serial Talk melalui zoom meeting. Peserta terdiri dari 17 ibu-ibu yang tinggal di Australia. Setelah pelaksanaan pengabdian via zoom dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memiliki manfaat yang signifikan bagi para ibu muda. Melalui praktik ini, para ibu dapat meningkatkan kesehatan mental sehingga dapat mengurangi stres, memahami lebih baik gizi makanan, memperkuat hubungan keluarga, mengembangkan kreativitas, mengelola waktu dengan lebih efisien, dan mengurangi pemborosan makanan. Pentingnya mindfulness cooking memberikan peluang untuk pemenuhan emosional, mengatasi gangguan eksternal, dan merawat diri sendiri. Selain itu, praktik ini dapat meningkatkan keterampilan memasak.
Psikoedukasi Literasi Kesehatan Mental pada Remaja di Desa Pasir Tanjung Iriani indri hapsari; Irma Rosalinda; Anggi Mayangsari
Jendela Akademika Vol. 2 No. 02 (2024): Jendela Akademika
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JendelaAkademika.202.01

Abstract

Masalah kesehatan mental pada remaja semakin meningkat. Hal ini seiring dengan tahap perkembangan remaja yang berada pada fase kritis kehidupan sehingga secara emosi mereka masih labil dalam menghadapi berbagai permasalahan dikehidupannya. Selain itu masih minimnya literasi remaja terkait Kesehatan mental membuat remaja masih minim informasi Tindakan preventif dan kuratif yang perlu dilakukan untuk meminimalisir masalah Kesehatan mental. Metode pelaksanaan dengan metode psikoedukasi (ceramah serta diskusi menggunakan ppt, modul serta poster literasi Kesehatan mental). Dalam pengabdian Masyarakat ini juga dilakukan pengukuran efektifitas kegiatan psikoedukasi dengan melakukan preposttest tentang literasi Kesehatan mental sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Peserta pengabdian Masyarakat adalah remaja di salah satu SMK di desa Pasir Tanjung berjumlah 28 siswa. Analisis data menggunakan t-test . Hasil analisis data menunjukkan bahwa program psikoedukasi literasi Kesehatan mental signifikan meningkatkan literasi kesehatan mental remaja di desa Pasir Tanjung. Luaran kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah artikel yang dipublikasikan pada media online, video pelaksanaan di youtube, HAKI modul Literasi Kesehatan mental.
PELATIHAN ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING UNTUK MENGURANGI BOARDING SCHOOL SYNDROME PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DI DESA PASIRTANJUNG, KECAMATAN TANJUNGSARI, KABUPATEN BOGOR Lupi Yudhaningrum; Yufiarti; Irma Rosalinda; Erik; Novitasari R. Damanik; Maulin; Nazwa; Pradna
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract As part of community service, the Faculty of Psychology Education, State University of Jakarta (UNJ) implemented a community service program in Pasir Tanjung Village, Tanjungsari District, Bogor Regency. This program aims to improve achievement motivation of Islamic Boarding School students through Achievement Motivation Training (AMT). Based on initial observations, it was found that achievement motivation among students was still low. AMT training, developed by McClelland in 1960, aims to increase an individual's internal drive to achieve success. This program includes goal setting, use of feedback, increased personal responsibility, and curiosity about new situations. In addition to helping with learning success, AMT is also useful in facing life's challenges and achieving goals. Evaluation of the effectiveness of the program was carried out through pre-tests and post-tests to measured by NGain Score which will look over the impact of this training. The result is that AMT can reduce Boarding School Syndrome which is often experienced by boarding school students, analyzed with N-Gain (0.58) and effectiveness of 58.46% indicates a significant decrease in boarding school syndrome. Abstrak Sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan program pengabdian di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Program ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi berprestasi santri Pondok Pesantren melalui pelatihan Achievement Motivation Training (AMT). Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa motivasi berprestasi di kalangan santri masih rendah. Pelatihan AMT yang dikembangkan oleh McClelland pada tahun 1960, bertujuan untuk meningkatkan dorongan internal individu dalam mencapai kesuksesan. Program ini mencakup penetapan tujuan, penggunaan umpan balik, peningkatan tanggung jawab pribadi, dan rasa ingin tahu terhadap situasi baru. Selain membantu dalam keberhasilan belajar, AMT juga bermanfaat dalam menghadapi tantangan hidup dan mencapai cita-cita. Evaluasi efektivitas program dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur dampak dari pelatihan ini. Hasilnya, Pelatihan AMT dapat mengurangi Boarding School Syndrome yang sering dialami oleh santri, dimana pada perlakuan ini dianalisis menggunakan N-Gain (0,58) dan efeketivitas sebesar 58,46% yang menunjukkan penurunan signifikan pada Boarding Schoole Syndrome yang dialami oleh santri.
Potrayal of Post-Traumatic Stress Diorder Among Flood Survivors Zakiah, Ernita; Rosalinda, Irma; Mauna, Mauna
Journal of Research and Measurement in Psychology: JPPP Vol 10 No 1 (2021): JPPP: Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, Vol 10 No 1 April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNJ dan Program Studi Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPPP.101.06

Abstract

This study aims to look at the description of post traumatic stress disorder (PTSD) in flood survivors. Data method using PCL-C measuring instrument. This study used the PCL-C scale from Weathers et al., (1994) developed by Solichah (2007). Data analysis was performed using descriptive analysis techniques with the help of SPSS version 22. Based on the results of the analysis, it was found that subjects who experienced symptoms of post-traumatic stress disorder (PTSD) who were in the high category were 24.6%, 61.5% moderate, and low 13,8%.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Siswa Sekolah Dasar Desa Pasirtanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor Yudhaningrum, Lupi; Rosalinda, Irma; Widyastuti, Liza Yudhita; Fajar Rakhman, Gumgum Gumelar
Jendela Akademika Vol. 1 No. 01 (2023): Jendela Akademika
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JendelaAkademika.101.02

Abstract

This paper is about the Psychology Universitas Negeri Jakarta Community Service team's activity in Tanjung Sari Village, Bogor Regency, West Java, as an effort to solve hygiene and environmental problems there. In this activity, children as the next generation were included as the target to apply clean and healthy behaviours for sustainable environmental hygiene. Activities were designated in interactive and exciting presentations, practices, games, and prizes for participants (elementary school students). As a result, there was enthusiasm for the activities and increased participants' understanding to apply in everyday life.
Self Healing dengan Mindfulness Cooking pada Ibu Rumah Tangga di Desa Pasirtanjung. Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor Rosalinda, Irma; Hapsari, Iriani Indri; Yudhaningrum, Lupi
Jendela Akademika Vol. 3 No. 01 (2025): Jendela Akademika
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JendelaAkademika.301.01

Abstract

Household chores are tasks performed daily, in a repetitive and routine manner. As a result, housewives may experience feelings of isolation and boredom. In some cases, these feelings can even become stressors for housewives. Furthermore, household work, which is mostly done at home, is often perceived as having little value because it lacks economic exchangeability. Consequently, many household responsibilities are considered trivial by others. A previous study indicated that career women or mothers who work outside the home tend to have better mental health compared to housewives. This is due to the monotonous nature of housework, which is primarily conducted within the home, indirectly creating psychological pressure on housewives. Over time, this pressure can impact their mental well-being. The Community Service Program of the Faculty of Psychology Education will focus on Self-Healing through Mindful Cooking for Housewives. This initiative involves housewives from Pasirtanjung Village, Tanjungsari, Bogor, as community partners who will participate in activities designed to cultivate focus and awareness while cooking. Through this practice, cooking can serve as a self-healing method to reduce stress and alleviate the exhaustion caused by repetitive and monotonous tasks. Numerous studies on mindfulness have highlighted its significant benefits for an individual’s psychological well-being.
Manajemen Kelas Berbasis Teknologi dan Gamifikasi untuk Meningkatkan Motivasi Guru Sekolah Dasar di Gugus Harapan, Karanganyar, Kebumen sebagai Implementasi SDG’s 4 (Quality Education) Khairina Widya Primandari H; Lupi Yudhaningrum; Irma Rosalinda; Nazir Ultama Anugrah; Zubaedah Kuswani; Syaiful Arif; Andienna Putri Dakakris; Lucky Davri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi guru Sekolah Dasar (SD) dalam menggunakan teknologi berupa gamifikasi dalam manajemen kelas, melalui pelatihan bertajuk "Manajemen Kelas Berbasis Teknologi dan Gamifikasi". Kegiatan ini dilaksanakan di Gugus Harapan dan melibatkan 61 guru sebagai kelompok eksperimen dan 61 guru sebagai kelompok control. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kuasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok. Penilaian dilakukan menggunakan ‘one single question”: "Saya menggunakan teknologi berupa gamifikasi dalam mengajar", dengan skala dua poin (1 = Tidak, 2 = Ya). Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji paired sample t-test (untuk mengukur perubahan dalam setiap kelompok) dan independent sample t-test (untuk membandingkan kelompok eksperimen dan kontrol setelah pelatihan). Selain itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali persepsi dan pengalaman guru setelah mengikuti pelatihan. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata dari 1,387 menjadi 1,839 setelah pelatihan, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan penurunan skor dari 1,226 menjadi 1,097 (p = 0,045). Hasil uji beda antara kelompok pada post-test juga menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001), mengindikasikan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap penggunaan gamifikasi oleh guru. Selain itu, hasil FGD menunjukkan bahwa para guru merasa terbantu dalam pengelolaan kelas setelah memahami konsep gamifikasi. Mereka menyatakan bahwa gamifikasi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, menciptakan suasana yang lebih interaktif, serta mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Mayoritas guru menyampaikan komitmen untuk menerapkan gamifikasi dalam proses pembelajaran mereka ke depan. Dengan demikian, Pelatihan Manajemen Kelas Berbasis Teknologi dan Gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi guru SD untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Program ini selaras dengan roadmap penelitian UNJ 2025 yang menggarisbawahi pentingnya dukungan pembelajaran sejak dini melalui penyediaan modul elektronik yang memudahkan akses aplikasi dan implementasi di kelas. Inisiatif ini juga merefleksikan komitmen terhadap SDG 4 untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan setara bagi semua.   Abstract UNJ’s community service program aims to enhance the motivation of elementary school (SD) teachers to use technology in the form of gamification for classroom management, through a training program entitled "Technology- and Gamification-Based Classroom Management". The activity was conducted in the Gugus Harapan cluster and involved 61 teachers in the experimental group and 61 teachers in the control group. The method employed was a quasi-experimental design using a pre-test and post-test structure across two groups. The evaluation was based on a single-item question: "I use technology in the form of gamification in my teaching", rated on a two-point scale (1 = No, 2 = Yes). Quantitative data analysis was carried out using a paired sample t-test (to measure changes within each group) and an independent sample t-test (to compare post-test results between the experimental and control groups). Additionally, a qualitative approach was conducted through Focus Group Discussions (FGD) to explore teachers' perceptions and experiences after participating in the training. Quantitative analysis showed that the experimental group experienced a significant increase in the average score from 1.387 to 1.839 after the training (p < 0.001). In contrast, the control group showed a decrease in the average score from 1.226 to 1.097 (p = 0.045). The between-group comparison of post-test scores also revealed a statistically significant difference (p < 0.001), indicating that the training had a positive impact on teachers’ use of gamification. Furthermore, results from the FGD revealed that teachers felt supported in managing their classrooms after understanding the concept of gamification. They reported that gamification increased student motivation, created a more interactive learning environment, and supported the achievement of learning objectives. The majority of teachers expressed a strong commitment to applying gamification in their future teaching practices. Thus, the Technology and Gamification-Based Classroom Management Training proved effective in increasing elementary school teachers' motivation to use technology in learning. This program aligns with UNJ’s 2025 research roadmap, which emphasizes the importance of early support in learning through the provision of electronic modules that facilitate access to applications and classroom implementation. This initiative also reflects a strong commitment to SDG 4, in promoting inclusive, equitable, and quality education for all.