Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Authenticity and Commodification in the Visual Representation of Toraja, Bali, and Manado MSME Packaging on E-Commerce Platforms Nurul S; Andry Priyadharmadi Purnama
Journal of Arts Education and Design Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Juni 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/artsedes.v3i1.693

Abstract

Pertumbuhan platform e-commerce di Indonesia telah mendorong jutaan UMKM berbasis budaya lokal untuk mengomunikasikan identitasnya melalui kemasan produk digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana identitas budaya lokal direpresentasikan secara visual dalam kemasan produk UMKM yang dipasarkan melalui platform e-commerce, serta memetakan posisi representasi tersebut dalam spektrum autentisitas hingga komodifikasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif kritis dengan semiotika sosial visual Kress dan van Leeuwen sebagai kerangka analisis utama, diperkuat oleh teori representasi Hall dan konsep komodifikasi budaya. Objek penelitian mencakup tiga produk UMKM yang beredar di Shopee, yaitu ikat kepala Beke' dari Toraja (TORAJAKU), minyak herbal dari Bali (Taru Bali Nature), dan sambal roa dari Manado (Ratu Rica). Data dikumpulkan melalui dokumentasi visual listing produk di platform Shopee dan dianalisis secara berlapis, mencakup pembacaan elemen visual, semiotis, hingga penempatan produk pada spektrum analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga produk menempati posisi berbeda dalam spektrum tersebut: Beke' TORAJAKU berada pada posisi autentik adaptif karena identitas kulturalnya melekat langsung pada materialitas tenunnya; Taru Bali Nature berada di zona hibrid yang menggunakan ikonografi Bali yang sah namun telah tereduksi menjadi bahasa pemasaran wellness global; sementara Ratu Rica menyimpan identitas kultural Manado hanya dalam lapisan verbal tanpa penanda visual yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa kedekatan dengan autentisitas berkorelasi dengan sifat produk sebagai artefak budaya, kematangan ekosistem desainer lokal, serta kesadaran produsen bahwa narasi kultural merupakan nilai kompetitif yang tidak dapat sekadar ditempelkan pada permukaan kemasan.
Research Trends in Studio Pedagogy and their Impact on Design Learning Outcomes: A Bibliometric Study Yati Bt samsuddin; Andry Priyadharmadi Purnama
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.5322

Abstract

This study aims to map research trends on studio pedagogy/Studio-Based Learning (SBL) and its linkage to design learning outcomes in the context of Visual Communication Design (VCD) using a bibliometric approach. Data were retrieved from Google Scholar via Publish or Perish (PoP) and visualized with VOSviewer to identify term co-occurrence patterns and thematic clusters. The PoP summary displayed at this stage indicates a corpus consisting of one document (publication year 2015–2025) with 7,980 citations and an h-index of 1, which is insufficient to represent longitudinal publication trends. VOSviewer visualizations (density, network, and overlay) show a dominant “sbl” node strongly associated with “sparse bayesian learning” and other technical terms, indicating acronym ambiguity that introduces cross-domain contamination into the dataset. Nonetheless, the maps also reveal a design-education cluster connecting “studio,” “design education,” “teaching,” and “course,” suggesting that part of the corpus is relevant to studio pedagogy. Overall, the findings highlight that valid bibliometric mapping of VCD studio pedagogy depends on precise query construction (using full phrases rather than acronyms) and rigorous data cleaning/term normalization. Future work should refine search queries and apply thesaurus-based filtering to capture VCD-specific themes, including digital/hybrid studios, outcome-based assessment, and feedback mechanisms.
Identifikasi Dimensi Utama, Tren Penelitian, dan Peluang Pengembangan Sustainability Design Melalui Pendekatan Systematic Literature Review Yati Bt samsuddin; Andry Priyadharmadi Purnama
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.5326

Abstract

This study aims to identify the main dimensions, research trends, as well as Research gaps and development opportunities in sustainability design through a systematic literature review (SLR) approach. The review process was conducted systematically by following the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) protocol, which includes the stages of identification, screening, eligibility, and inclusion. Data were collected from the Scopus database within the publication range of 2016–2026 using relevant keywords, resulting in four articles that met the inclusion criteria for analysis. The findings reveal that sustainability design is a multidimensional concept consisting of four main dimensions: environment-based systemic approach, user experience, human well-being, and technology integration in design education. In addition, the study identifies a shift in research trends from conceptual approaches toward empirical and integrative methods that combine quantitative and qualitative techniques. The study also highlights significant Research gaps, particularly the lack of integration among these dimensions within a comprehensive conceptual framework, as well as methodological limitations in previous studies. In conclusion, sustainability design needs to be developed through a more holistic and integrative approach to address the complexity of sustainability challenges.
Pemanfaatan Aplikasi Canva Magic AI Dalam Pembuatan Buku Cerita Bergambar Digital Andry Priyadharmadi Purnama; Yati Bt Samsuddin; Sri Riski Wulandari; Rahmat Kurniawan; Achmad Yasin
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 01 (April 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/kt56yn76

Abstract

Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) saat ini membuka peluang besar bagi transformasi media pembelajaran, khususnya dalam meningkatkan efisiensi produksi buku cerita bergambar digital yang interaktif. Namun, potensi ini seringkali terhambat oleh kendala teknis yang dihadapi para pendidik, seperti keterbatasan dalam memahami klasifikasi buku, kompleksitas tahapan produksi, hingga rendahnya penguasaan desain visual secara manual. Guna mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini menerapkan metode partisipatori melalui rangkaian sosialisasi dan workshop intensif yang berfokus pada pengoptimalan fitur Canva Magic AI. Melalui pelatihan ini, peserta dilatih secara praktis untuk menggunakan fitur Magic Design untuk tata letak, Magic Media (Text-to-Image) untuk menciptakan ilustrasi orisinal dari narasi teks, serta Magic Edit guna memastikan sinkronisasi visual yang harmonis dengan alur cerita. Hasil kegiatan membuktikan adanya peningkatan kompetensi digital yang signifikan, di mana tingkat keterampilan peserta melonjak dari 55% pada pengujian awal menjadi 85% setelah pelatihan. Implementasi Canva Magic AI terbukti menjadi solusi efektif dalam meningkatkan produktivitas serta kualitas estetika media ajar, yang pada akhirnya berperan krusial dalam mendukung penguatan literasi anak secara lebih optimal dan inovatif di era digital.