Articles
Pengembangan Media Pembelajaran Tematik Game Menjelajah Ruang Berbasis Construct untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Bagi Siswa di Sekolah Dasar
Nova Aria Siswi;
Wahyudi Wahyudi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.5 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.5184453
The purpose of this study was to determine the effectiveness of the thematic learning media Construct-based Space Exploration Game to improve students' critical thinking skills with thematic-based problem solving in elementary schools. This research is a type of development research or R&D (Research and Development). Development research is the process used to develop and validate Educational products. The results showed that the game media exploring space in the thematic learning of grade 4 students was practical for use in learning. This can be shown from the questionnaire on the response results of grade 4 students. The results of the student response questionnaire obtained a score of 219, with a percentage of 91% which can be categorized as very good.
Pengembangan game edukasi labirin matematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VI sekolah dasar
Pelagia Angwarmasse;
Wahyudi Wahyudi
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 7, No 1 (2021): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/120212953
Penelitian pengembangan media pembelajaran game edukasi labirin matematika ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif siswa kelas 6 sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu 1) Anlysis, 2) Design, 3) Develop, 4) Implement, dan 5) Evaluate. Kevalidan produk dilakukan oleh pakar dengan lembar validasi pakar. Kepraktisan produk diuji dengan uji coba terbatas kepada 6 siswa dilanjutkan dengan membagikan angket untuk melihat tanggapan siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data studi pendahuluan yang terdiri dari tiga tahapan yaitu studi pustaka, survei lapangan, dan penyusunan draft produk awal. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat validitas pengembangan produk game edukasi labirin matematika dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas 6 sekolah dasar menurut pakar materi dan pakar media termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil penelitian uji terbatas oleh 6 siswa termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bawa Media game edukasi labirin matematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas 6 sekolah dasar layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
Efektivitas Problem Based Learning dan Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V dalam Pembelajaran Matematika
Elva Pristy Afifah;
Wahyudi Wahyudi;
Yohana Setiawan
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 4, No 1 (2019): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1052.51 KB)
|
DOI: 10.30651/must.v4i1.2822
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas model Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 pada pembelajaran matematika. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu. Sampel pada penelitian ini yaitu 23 siswa SDN Gedangdowo 02 dan 18 siswa SDN Soko. Keberhasilan penelitian ini dilihat berdasarkan hasil analisis uji N-Gain untuk mengetahui keefektifannya, eksperimen 1 yang menggunakan model Problem Based Learning dan kelas eksperimen 2 menggunakan model Problem Solving. Hasil uji N-Gain menunjukkan kelas eksperimen 1 sebesar 0,59 dan kelas eksperimen 2 sebesar 0,50. Berdasarkan hasil penelitian dikatakan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis antara siswa kelas V SDN Gedangdowo 02 menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa kelas V SDN Soko menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Dari hasil penelitian merekomendasikan pembelajaran dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, sebaiknya dijadikan alternatif dalam kegiatan pembelajaran matematika pada materi volume bangun ruang kubus dan balok.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE PADA PEMBELAJARAN TEMATIK PESERTA DIDIK KELAS V SD
Yunita Setyo Utami;
Wahyudi Wahyudi
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/jrpd.v4i1.5056
Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media interaktif berbasis articulate storyline terhadap minat belajar peserta didik pada pembelajaran tematik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD N Pringapus 03. Metode penelitian dengan RD menggunakan model pengembangan ADDIE yang memiliki 5 tahapan, yaitu 1) analysis (analisis), 2) design (perancangan), 3) development (pengembangan), 4) implementation (implementasi), 5) evaluation (evalusi). Untuk mengetahui kevalidan media ini, dilakukan uji pakar media dan uji pakar materi. Sedangkan kepraktisan dari media ini dengan melakukan ujicoba terbatas dengan melibatkan 6 peserta didik yang kemudian diberikan angket, untuk respon peserta didik terhadap media yang dikembangkan. Media interaktif berbasis articulate storyline terbukti valid, dengan hasil persentase 81,4% untuk uji pakar media dan materi. Media interaktif berbasis articulate storyline terbukti praktis berdasarkan hasil angket respon dari peserta didik, dengan hasil persentase 80,5%.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE PADA PEMBELAJARAN TEMATIK PESERTA DIDIK KELAS V SD
Yunita Setyo Utami;
Wahyudi Wahyudi
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/jrpd.v4i1.5056
Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media interaktif berbasis articulate storyline terhadap minat belajar peserta didik pada pembelajaran tematik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD N Pringapus 03. Metode penelitian dengan RD menggunakan model pengembangan ADDIE yang memiliki 5 tahapan, yaitu 1) analysis (analisis), 2) design (perancangan), 3) development (pengembangan), 4) implementation (implementasi), 5) evaluation (evalusi). Untuk mengetahui kevalidan media ini, dilakukan uji pakar media dan uji pakar materi. Sedangkan kepraktisan dari media ini dengan melakukan ujicoba terbatas dengan melibatkan 6 peserta didik yang kemudian diberikan angket, untuk respon peserta didik terhadap media yang dikembangkan. Media interaktif berbasis articulate storyline terbukti valid, dengan hasil persentase 81,4% untuk uji pakar media dan materi. Media interaktif berbasis articulate storyline terbukti praktis berdasarkan hasil angket respon dari peserta didik, dengan hasil persentase 80,5%.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK BERBASIS WEBSITE UNTUK PESERTA DIDIK KELAS V SD
LIONIDA ADHI PRAMESTIKA;
Wahyudi Wahyudi
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/jrpd.v4i1.5055
Tujuan dalam penelitian ini adalah pengembangan bahan ajar tematik berbasis website untuk peserta didik kelas V SD. Metode penelitian menggunakan RD dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 langkah, yaitu 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, dan 5) Evaluation. Penilaian kevalidan bahan ajar berdasarkan uji pakar materi dan bahan ajar yang dilakukan oleh validator. Kepraktisan bahan ajar dilakukan dengan uji coba terbatas 6 peserta didik kemudian diberikan angket untuk mengetahui respon peserta didik terhadap bahan ajar yang diberikan. Hasil penelitian ini berupa bahan ajar tematik berbasis website untuk peserta didik kelas V. Bahan ajar tematik berbasis website terbukti valid dengan persentase 75,7% untuk materi dan 84% untuk bahan ajar. Bahan ajar tematik berbasis website terbukti praktis berdasarkan hasil angket dari 6 peserta didik dengan persentase 87,8%.
Suite-based Monitoring Model to Control the Distance Learning Quality During the Covid-19 Pandemic
Ari Pujianto;
Bambang Ismanto;
Wahyudi
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 6 No 2 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jisd.v6i2.45467
The monitoring of the education quality standards on the implementasion of the distance learning during the Covid-19 pandemic had proven to be difficult. This study aims to develop a monitoring model by utilizing the Gsuite facility to assist principals in supervising learning activities carried out by teachers. This development research used the Borg and Gall model which had been adapted by Lawrence Cunningham. FGD (Focus Group Discussion) and SWOT analysis were used during the research, starting from collecting information, setting goals, making initial models, testing, and evaluating until the final model was produced. The trial was carried out by involving 20 respondents consisting of principals and teachers. The results of the trial and application of the model showed significant results. MMBGSuite's product have met the standard eligibility criteria by showing results of 82.9% for media validation and 76.2% for content or material validation so that it declare to get the “feasible” predicate. Likewise for practicality standards, MMBGSuite also received a percentage score of 80.6% from teachers and 85.4% from school principals indicating that this model is easy to use and practical. The results of this study indicate that the Gsuite-based monitoring model (MMBGSuite) can provide solutions to facilitate school principals in carrying out supervision and controlling the quality of the academic activities when distance learning was implemented during the Covid-19 pandemic.
HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN KEPALA RUANGAN DENGAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN PERAWAT BERDASARKAN AKREDITASI KARS 2012 DI RAWAT INAP RSUD SOLOK
Witri Witri;
Yulihasri Yulihasri;
Wawan Wahyudi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1321
Peningkatan pelayanan yang bermutu berhubungan erat dengan pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan yang tergambar dari pendokumentasian asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan dengan kelengkapan pendokumentasian perawat berdasarkan akreditasi KARS 2012 di Ruang Rawat Inap RSUD Solok. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat diruang rawat inap RSUD Solok yang berjumlah 147 orang dengan 109 sampel. Teknik pengampilan sampel secara proporsional random sampling dengan menyebarkan kuesioner dan observasi rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen kepala ruangan sebagian besar baik dan lebih dari separoh kelengkapan pendokumentasian keperawatan versi KARS di RSUD Solok adalah terpenuhi sebagian. Hasil uji bivariat didapatkan nilao p value < 0,05 (0,00) berarti adanya hubungan antara fungsi pengawasan dengan kelengkapan pendokumentasian perawat berdasarkan akreditasi KARS 2012 di RSUD Solok. Saran penelitian agar rumah sakit lebih meningkatkan fungsi pengawasan dari kepala ruangan yang sudah ada dengan melatih kembali cara kepala ruangan dan melakukan penilaian kembali tentang kelengkapan pendokumentasian keperawatan secara berkala.Kata kunci : fungsi manajemen, dokumentasi perawat, KARS 2012
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SD
Danang Pamungkas;
Wahyudi Wahyudi;
Endang Indarini
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 3, No 6 (2019)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33578/pjr.v3i6.7904
This research and development aims to develop and test the validity, practicality, and effectiveness of comic-based modules in mathematics in elementary schools. The research method used is R&D with the ADDIE development model which consists of five stages, namely 1) analysis, 2) design, 3) development, 4) implementation and 5) evaluation ). Product validity was obtained from expert testing with expert validation instruments. The practicality of the product in the form of comic media was obtained through limited trials with a questionnaire instrument. The effectiveness is obtained through one class trial with one group pretest-posttest design then the results are tested using Paired SamplesvT Test. The result of this research is that the comic-based media module generally improves the ability to solve mathematical problems in the classroom material of five elementary school students. Learning media are declared valid based on the test of media experts, material experts and learning experts. Learning media are declared practical based on the results of the questionnaire responses of teachers and students. Learning media are declared effective based on the results of students' Paired SamplesvT Test pretest-posttest.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 4 SD DALAM PELAJARAN MATEMATIKA
Sisnanto Sisnanto;
Wahyudi Wahyudi;
Endang Indarini
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33578/pjr.v3i4.7538
This study aims to determine the differences in the effectiveness of the Problem Solving and Group Investigation learning models for the improvement of critical thinking in Mathematics IV grade elementary school students. The subjects of this study were SDN Dukuh 05 with 21 students as the experimental class I and SDN Dukuh 02 with 30 students as experiments II. This type of research uses quasi-experimental. Before doing the research, a prerequisite test was conducted. The prerequisite test in this study shows that both experimental classes are homogeneous and normally distributed. The Independent Sample Test t test shows t count> t table which is 3.970> 3.1824 and significant with 0,000 <0.05 which means H0 is rejected and Ha is accepted. For the N-Gain score analysis that there is an increase after applying the Problem Solving model of 0.47, while after applying the Group Investigation model it is 0.36. This shows that there is a significant difference in effectiveness. And it can be concluded that the Problem Solving learning model is more effective than the Group Investigation learning model for improving critical thinking skills of fourth grade students.