Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Effect of Counseling On Selfcare Behavior Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Lawawoi Community Health Center Sidrap Regency Asnuddin; Muhammad Ardianto Rodin; Wilda Rezki Pratiwi; Sahriah
Journal of Islamic Nursing Vol 9 No 2 (2024): Journal of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v9i2.51659

Abstract

The effect of counseling on selfcare behavior type 2 diabetes mellitus patients at lawawoi community health center sidrap regency. Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease that occurs either when the pancreas does not produce insulin or when the body cannot effectively use the insulin it produces. Type 2 diabetes mellitus occurs due to progressive loss of beta cell insulin secretion along with insulin resistance. The prevalence of diabetes mellitus worldwide is increasing from year to year. According to data, around 422 million people worldwide suffer from diabetes mellitus. Diabetes is expected to rank in the top 10 causes of death globally by 2022, according to data released by the World Health Organization (WHO). The purpose of this study was to determine the effect of counseling on selfcare behavior in patients with type 2 diabetes mellitus at the Lawawoi Health Center, Sidrap Regency in 2024. This type of research is quantitative research with the Quasy experiment method using a one group pre-posttest design approach where, after the first measurement (pre-test), then an intervention (treatment/action) is given, after which the next measurement (post-test) is carried out which occurs after the treatment is given. The results of the Wicoxon Test Distribution on the Self-care Behavior variable and Counseling Variable show that the significance value of the p-value is 0.05 < 0.000, which means that the Null Hypothesis (H0) is rejected and the Alternative Hypothesis (Ha) is accepted and meaningful. There is a significant influence between counseling on the selfcare behavior of people with type 2 diabetes mellitus at the Lawawoi Health Center, Sidrap Regency.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. N.E Umur 30 Tahun di Puskesmas Lalowaru Pratiwi, Wilda; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the maternal mortality rate is still very high. In 2017, approximately 295,000 women died from complications related to pregnancy and childbirth, which means approximately 810 women die every day from preventable causes. The role of midwives is very important in reducing MMR and IMR, one of which is through continuous midwifery care. This care includes a "continuity of care" from midwives who provide services starting from the preconception period, pregnancy, childbirth, postpartum, to family planning, in accordance with midwifery standards which can be carried out independently, collaboratively, or through referrals. The aim is to maintain the mother's physical and psychological health and detect complications or problems since early stage that requires immediate treatment. The method used in comprehensive care for pregnant, maternity, postpartum, neonate and family planning women is carried out by examining a problem through a case (case study) consisting of a single unit. Case study in this research is midwifery care for Mrs. H starting from pregnancy, maternity, newborn, postpartum, neonatal, selection of contraceptives and providing complementary midwifery care counter pressure which was carried out at the Maridan Community Health Center. The results of data collection will be documented in the form of recording midwifery care including subjective, objective, analysis and management, abbreviated as SOAP. Based on the results of a comprehensive case study on Mrs E from pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates, it was found that Mrs. E, 30 years old, G3P2A0, 36 weeks pregnant, found a problem, namely frequent urination. Mrs. E gave birth spontaneously at the Maridan Community Health Center and the newborn was in good condition, the postpartum period was normal and Mrs. E decided to use birth control condoms. The care provided by midwives to mothers during pregnancy and contraceptive services after giving birth is very important, namely as an early detection of complications that may occur, so that they can be avoided or managed better.   Abstrak Menurut World Health Organization (WHO), angka kematian ibu masih sangat tinggi. Pada tahun 2017, sekitar 295.000 wanita meninggal akibat komplikasi terkait kehamilan dan persalinan, yang berarti sekitar 810 wanita meninggal setiap harinya karena penyebab yang sebenarnya dapat dicegah. Peran bidan sangat penting dalam menurunkan AKI dan AKB, salah satunya melalui asuhan kebidanan berkesinambungan. Asuhan ini mencakup pendekatan "continuity of care" dari bidan yang memberikan layanan mulai dari masa prakonsepsi, kehamilan, persalinan, nifas, hingga KB, sesuai dengan standar kebidanan yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaboratif, atau melalui rujukan. Tujuannya adalah menjaga kesehatan fisik dan psikologis ibu serta mendeteksi komplikasi atau masalah sejak dini yang memerlukan penanganan segera. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB  ini dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus (case study) yang terdiri dari unit tunggal. Case study dalam penelitian ini adalah asuhan kebidanan pada Ny. E mulai dari kehamilan, bersalin, bayi baru lahir, nifas, neonatal, pemilihan alat kontrasepsi serta pemberian asuhan kebidanan komplementer counter pressure yang dilakukan di Puskesmas Maridan. Hasil dari pengumpulan data akan di dokumentasikan dalam bentuk pencatatan asuhan kebidanan meliputi subyektif, obyektif, analisa dan penatalaksanaan, disingkat SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komperehensif pada Ny E dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. E usia 30 Tahun G3P2A0 usia kehamilan 36 minggu ditemukan masalah yaitu ketuban rembes. Ny. E bersalin secara spontan di Puskesmas lalowaru dan bayi baru lahir dalam keadaan baik, masa nifas berlangsung normal dan Ny. E memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan. Asuhan yang diberikan oleh bidan kepada ibu selama masa kehamilan hingga pelayanan kontrasepsi setelah melahirkan sangat penting yaitu sebagai deteksi dini terhadap komplikasi yang mungkin terjadi, sehingga dapat dihindari atau ditanggulangi dengan lebih baik
Edukasi Tentang Makanan Bergizi Seimbang Untuk Cegah Anemia Pada Remaja Pratiwi, Wilda Rezki; Ariyana, Ariyana; Hasriani, St.; Asnuddin, Asnuddin; Sukarta, Asmah
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i2.662

Abstract

Prevalensi anemia remaja putri di Indonesia masih tinggi dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Mengacu pada undang–undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan Peraturan Presiden No 72 tahun tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, remaja putri merupakan salah satu sasaran kelompok prioritas atau kelompok rawan selain ibu hamil. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dpaat mengingkatkan penegtahuan remaja melalui edukasi tentang makanan bergizi untuk mecegah anemia. giatan ini dilaksanakan dengan menghadirkan 20 remaja sebagai peserta, Melalui penyuluhan dan diskusi interaktif, peserta diberikan pemahaman mengenai peran nutrisi dalam mencegah anemia, jenis makanan yang kaya zat besi, serta cara mengatur pola makan yang seimbang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi, dengan perubahan signifikan pada pemahaman mereka mengenai pencegahan anemia. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pola makan remaja dan meningkatkan kesadaran akan kesehatan gizi.
Peningkatan Upaya Preventif Kesehatan Remaja melalui Screning dan Konseling Diabetes Mellitus Asnuddin, Asnuddin; Roni, Roni; Arsad, Arsad; Pratiwi, Wilda Rezki
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 3 (2025): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i3.688

Abstract

Adolescence is a critical phase of life marked by significant physical, emotional, and social changes, which increase vulnerability to health issues such as Type 2 Diabetes Mellitus (DM). The rising incidence of DM among young people is influenced by poor dietary habits, lack of physical activity, and unhealthy lifestyles. Unfortunately, adolescents often lack awareness about the risks and consequences of DM. To address this, a community service initiative was conducted involving health screening and counseling on DM management and prevention using educational flipcharts. This activity aimed to detect early risk factors and enhance adolescents' understanding of how to independently manage and prevent DM. Evaluation results indicated a significant improvement in knowledge (p-value 0.003 0.05), demonstrating that counseling had a positive impact on adolescents' awareness and comprehension of diabetes management and prevention.
Pengaruh Inhalasi Pepermint terhadap ISPA pada Balita: The Effect of Peppermint Inhalation on ISPA in Toddlers Pratiwi, Wilda; Christiani, Ninik
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.586

Abstract

ARI (Acute Respiratory Tract Infection) is an acute infectious disease that can attack one or more of the respiratory tract. ARI that are commonly felt in children are coughing, shortness of breath, flu, decreased appetite or fever. One alternative treatment to of ARI is simple peppermint inhalation therapy. The results of a preliminary study conducted in the work area of the Tengaran Community Health Center, Semarang Regency, in 2021 there were 187 people with a prevalence aged 1-5 years, 11 people were found, in 2022 there were 173 people with a prevalence of 1-5 years old, 15 people were found, whereas in 2023 There were 126 with a prevalence of 1-5 years old, 14 people were found. This research is quantitative using a quasi- experiment with a one group pretest-posttest design. The population in this study were toddlers experiencing ISPA in December-January 2024 there were 24 ISPA toddlers with research instruments using checklist sheets. Used univariate and bivariate analysis and the Wilcoxon Rank test statistical test. That there was a significant effect between before and after being given simple peppermint steam inhalation therapy in patients with ARI disorders with a p-value of 0.000 or less than 0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. There is an effect between peppermint inhalation and ARI in toddlers in the working area of the Tengaran Public Health Center, Semarang Regency.   ABSTRAK ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang salah satu atau lebih dari saluran pernapasan. Tanda dan gejala ISPA adalah batuk, sesak napas, flu, nafsu makan menurun ataupun demam. Salah satu pengobatan alternatif ISPA yaitu terapi inhalasi sederhana peppermint. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Tengaran Kabupaten Semarang, pada tahun 2021 didapatkan sebanyak 187 orang prevelensi usia 1-5 tahun didapatkan 11 orang, pada tahun 2022 terdapat 173 orang dengan prevalensi usia 1-5 tahun didapatkan 15 orang, sedangkan pada tahun 2023 penderita ISPA sebanyak 126 orang dengan prevalensi usia 1-5 tahun didapatkan 14 orang.  Penelitian ini adalah kuantitatif Quasi eksperimen dengan desain one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah balita mengalami ISPA dan yang datang pada bulan Desember-Januari 2024 berjumlah 24 balita. Instrument penelitian menggunakan lembar Cheklist. Analisis data mengunakan analisis univariat dan bivariat dan uji statistik Wilcoxon Rank test. Ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan terapi inhalasi uap sederhana peppermint pada pasien dengan gangguan ISPA dengan p-value 0.000 atau kurang dari 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ada pengaruh antara inhalasi peppermint dengan ISPA pada balita diwilayah kerja puskesmas Tengaran, Kabupaten Semarang.
Pemberdayaan ibu balita melalui program edukasi tumbuh kembang dan pola asuh anak usia dini di wilayah kerja Puskesmas Bilokka Pratiwi, Wilda Rezki; Hasriani, Sitti; Asnuddin, Asnuddin; Meisyaroh, Meriem; Nisa, Rahmi Fitriani Karimatun
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1351

Abstract

Background: Introduction: Preliminary data from the Bilokka Community Health Center indicates that there are still toddlers with developmental disorders due to inappropriate parenting practices, particularly in nutrition, discipline, and communication. This condition risks hindering children's readiness to enter primary education and impacting the quality of future generations. Local surveys revealed that most mothers lack adequate knowledge regarding motor, cognitive, and socio-emotional stimulation of children. Purpose: To educate mothers of toddlers about the importance of monitoring early childhood growth and development and supporting factors such as parenting, nutrition, stimulation, and environmental health. Methods: This Community Service activity was conducted on August 4, 2025, at the Integrated Health Post (Posyandu) in Bilokka Village, Panca Lautang District, targeting 45 mothers of toddlers. The activity was implemented using a participatory approach through direct counseling, group discussions, child stimulation simulation practice, training on the use of the Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP), and mentoring through online communication media. Results: 38 of the 45 participating mothers reported gaining a new understanding of child growth and development through this program. Six toddlers at risk of malnutrition were identified and referred to advanced health services. The active involvement of participants in all stages of the program significantly contributed to the program's success. Conclusion: Empowering mothers of toddlers through participatory-based education has proven effective in increasing mothers' knowledge and involvement in early childhood stimulation, which is essential for optimizing child growth and development. Suggestion: Increased collaboration with community health centers (Puskesmas) and Posyandu (Integrated Service Post) cadres is needed by actively involving health workers and Posyandu cadres in participatory educational activities to increase mothers' understanding and involvement in ongoing programs on a regular basis. Keywords: Education; Growth and development; Parenting; Toddler Pendahuluan: Data awal dari Puskesmas Bilokka menunjukkan masih adanya balita dengan gangguan tumbuh kembang akibat praktik pengasuhan yang kurang tepat, terutama dalam aspek nutrisi, disiplin, dan komunikasi. Kondisi ini berisiko menghambat kesiapan anak memasuki pendidikan dasar serta berdampak pada kualitas generasi mendatang. Survei lokal mengungkapkan bahwa sebagian besar ibu belum memiliki pengetahuan memadai mengenai stimulasi motorik, kognitif, dan sosial-emosional anak. Tujuan: Mengedukasi ibu balita tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak usia dini serta faktor-faktor pendukung seperti pola asuh, gizi, stimulasi, dan kesehatan lingkungan. Metode: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 4 Agustus 2025 di Posyandu Kelurahan Bilokka Kecamatan Panca Lautang dengan jumlah sasaran sebanyak 45 ibu balita. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan langsung, diskusi kelompok, praktik simulasi stimulasi anak, pelatihan penggunaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), serta pendampingan melalui media komunikasi daring. Hasil: Sebanyak 38 dari 45 ibu peserta mengaku baru memperoleh pemahaman tentang tumbuh kembang anak melalui program ini. Ditemukan enam balita dengan risiko gizi kurang yang telah dirujuk ke layanan kesehatan lanjutan. Keterlibatan aktif peserta dalam seluruh tahapan kegiatan berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan program. Simpulan: Pemberdayaan ibu balita melalui edukasi berbasis partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan ibu dalam stimulasi dini, yang esensial bagi optimalisasi tumbuh kembang anak. Saran: Perlunya peningkatan kolaborasi dengan Puskesmas dan kader Posyandu dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader Posyandu secara aktif dalam kegiatan edukasi yang partisipatif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan ibu dalam program berkelanjutan secara  berkala.
PENGUATAN SIAGA KEGAWATDARURATAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT DESA WISATA LAGADING KABUPATEN SIDRAP Asnuddin, Asnuddin; Rodin, Muhammad Ardianto; Pratiwi, Wilda Rezki; Hasriani, Sitti
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.2032

Abstract

Indonesia  merupakan  salah satu  negara  yang  berada  diwilayah  yang  rawan terhadap  berbagai  bencana  alam (faktor  alam  atau non  alam). Kondisi   kegawat   daruratan   dapat   terjadi dimana  dan  kapan  saja.  kondisi  kegawatdaruratan diantaranya adalah kecelakaan lalu lintas, serangan jantung,keracunan,tenggelam,dll.Berdasarkan  hasil   riskesdas 2018,prevalensi  penyakit  jantung  di Indonesia sebesar  7,2%  dan  merupakan  lima  besar penyakit tidak  menular (9,3%)dan  masuk  dalam  10  besar penyebab  kematian  pada  semua  tingkatan  umur (Putri    et    al.    2019).Keadaan    ini    menuntut masyarakat untuk mengetahui tindakan pertolongan    pertama    pada    korban    yang    ada didalam    keadaan    gawat    darurat. Metode  Kegiatan yang dilaksanakan di desa lagading ini terpusat di kantor desa dengan melibatkan peserta penyuluhan yaitu masyarakat desa lagading secara umum, selain itu kegiatan ini juga melibatkan unsur tenaga kesehatan, dan pemerintah desa setempat yang berkontribusi dalam pendampingan dan penyediaan sarana dan prasarana serta sosialisasi ke masyarakat terkait kegiatan pengabdian masyarakat. Tahapan pelaksanaan Kegiatan di bagi menjadi 3 tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil; Menunjukkan bahwa 45 peserta yang ikut dalam kegiatan pengabdian Ini yang memiliki pengetahuan baik tentang kegawatdaruratan Kesehatan sebelum di berikan penyuluhan dan simulasi sebnayak 40% dan stelah di berikan intervensi berupa penyuluhan dan simulasi meningkat menjadi 85% memiliki pengetahuan baik. Sedangkan untuk demonstrasi BHD 15% yang bisa melakukan namun belum sempurna dan setelah dilakukan demonstrasi dan praktik mandiri meningkat menjadi 80% bisa malakukan BHD Sesuai SOP
Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia dengan Hipertensi Melalui Edukasi dan Konseling Selfcare Asnuddin, Asnuddin; Nurdin, Sulkifli; Indasah, Indasah; Prasetyo, Joko; Pratiwi, Wilda Rezki
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1492

Abstract

Hipertensi masih menjadi Permasalahan Kesehatan di Indonesia Khususnya di Sulawesi Selatan tepatnya di wilayah kerja puskesmas lawawoi tiap tahun angka kejadian hipertensi selalu mengalami peningkatan. Penyebab meningkatnya angka kejadian penyakit tersebut adalah ada kaitanya dengan gaya hidup pasien yang tidak sehat yang disebabkan karena rendahnya pengatahuan terkait pengelolaan penyakit hipertensi. Penggunaan teknologi dan mesin semakin banyak menggantikan aktivitas manusia, yang pada akhirnya mengubah gaya hidup manusia Dalam gaya hidup modern, orang lebih suka makan makanan cepat saji, tidak berolahraga, minum alkohol, merokok, dan terlalu banyak meminum kopi dan merokok. Penyebab terbesar untuk penyakit jantung dan pembuluh darah salah satunya adalah hipertensi. Secara global jumlah penduduk lansia tahun 2023 di dunia saat ini di perkirakan ada 500 juta jiwa dengan usia rata-rata 60 tahun. Oleh karena itu diperlukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian edukasi dan kosneling tentang Manajemen Selfcare pada lansia dengan Hipertensi dengan menggunakan media edukasi liflet dan Bookleat kepada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja puskesmas lawawoi kabupaten Sidenreng Rappang dengan tujuan untuk meningkatkan pengatahuan pasien terkait cara melakukan manajemen selafcare dengan baik dan benar. Pengatahuan partisipan setelah diberikan edukasi atau penyuluhan kesehatan tentang pengelolaan penyakit Hipertensi yaitu partisipan mampu mengenal lebih dekat dan memahami terkait pengelolaan Selfcare penyakit Hipertensi sehingga seluruh partisipan berantusias untuk mengikuti konseling berupa bagaimana melakukan selfcare secara mandiri. Dan berdasarakan hasil uji statistik di dapatkan nilai sig 0,000 <0,05 dengan begitu dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh edukasi dan konseling selfcare terhadap tingkat pengetahuan lansia dengan hipertensi.
PEMERIKSAAN PERTUMBUHAN SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK Hasriani, St.; Rezki Pratiwi, Wilda; Qardhawijayanti, Suci; Asnuddin, Asnuddin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1713-1717

Abstract

Pemeriksaan pertumbuhan merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak, terutama pada usia dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di TK Al-Iman Uluale, Kelurahan Uluale, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, pada 20 Desember 2024. Kegiatan ini melibatkan edukasi mengenai pentingnya jajanan sehat serta pemeriksaan tumbuh kembang anak melalui pengukuran antropometri, meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 19 anak memiliki berat badan di bawah standar usia, sementara 14 anak tergolong kurang dalam tinggi badan berdasarkan umur. Deteksi dini melalui pemeriksaan pertumbuhan ini menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi risiko gangguan pertumbuhan dan mencegah stunting. Penyuluhan yang dilakukan juga meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya asupan gizi seimbang dan pola makan sehat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap tumbuh kembang anak semakin meningkat, sehingga pertumbuhan optimal dapat tercapai.
Pemberdayaan remaja melalui edukasi gizi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini Hasriani, St. Hasriani; Pratiwi, Wilda Rezki; Qardhawijayanti, Suci; Murtini, Murtini
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1781

Abstract

Background: Indonesia has one of the highest stunting rates in the world, with nearly 25% of Indonesian children under five affected by stunting. The Nutritional Status Research (SSGI) from the Indonesian Ministry of Health revealed that in 2021, stunting affected 24.4% of children under five across the country. Providing adequate nutrition during adolescence and educating women about stunting is a strategy to prevent anemia and contribute to preventing future stunting. Purpose: To increase knowledge about nutrition and stunting among adolescents as an effort to prevent stunting from an early age. Method: This activity was held on September 16, 2025, in Amparita Village, Sidenreng Rappang Regency, with the theme "Preventing Stunting Through Early Nutrition Education." The activity was attended by village officials and local health cadres, and involved 24 adolescent respondents from the Amparita Village community. The outreach included educational material presented through leaflets, covering nutritional issues in adolescents, knowledge of the First 1,000 Days of Life, balanced nutrition, stunting prevention, and understanding healthy eating. Participants' knowledge gains and changes were evaluated by comparing pre-test and post-test data. Results: Data obtained showed that the majority of respondents' knowledge before (pre-test) the educational activity was in the poor category 20 respondents (83.3%), while the majority of respondents' knowledge after the education was in the good category 22 respondents (91.7%). Conclusion: The community service activity, which provided education on nutritional issues for adolescents, went well. The education provided was very effective in increasing adolescents' knowledge of nutritional issues and made a positive contribution as a strategic step in preventing stunting early in the community. Suggestion: It is hoped that health education activities can be implemented regularly both in schools and in adolescent communities. It is also hoped that in addition to educational activities, nutritional behavior mentoring and nutritional consultation interventions will be provided so that the knowledge gained can be effectively applied. Keywords: Adolescents; Health education; Nutrition; Stunting Pendahuluan: Angka stunting di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, dimana dengan hampir 25% anak balita di Indonesia terdampak stunting. Riset Status Gizi (SSGI) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2021, stunting memengaruhi 24.4% balita di seluruh Indonesia. Sebagai upaya dengan memberikan pemenuhan gizi pada masa remaja dan mengedukasi perempuan tentang stunting merupakan strategi untuk mencegah terjadi anemia dan berkontribusi dalam pencegahan terjadinya stunting di masa datang. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan stunting pada remaja sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 September 2025 di Desa Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang dengan tema “Cegah Stunting Melalui Edukasi Gizi Sejak Dini”. Kegiatan dihadiri perangkat desa, kader kesehatan setempat dan melibatkan 24 remaja sebagai responden yang merupakan bagian dari masyarakat Desa Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang. Penyuluhan berupa edukasi berupa pemaparan materi dengan media leaflet, yang meliputi masalah gizi pada remaja, pengetahuan tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan, asupan gizi seimbang, pencegahan stunting, dan pengertian menu makanan sehat. Peningkatan dan perubahan pengetahuan peserta, di evaluasi dengan membandingkan ata sebelum kegiatan (pre-test) dengan data sesudah kegiatan (post-test). Hasil: Mendapatkan data bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan responden sebelum (pre-test) kegiatan edukasi dalam kategori kurang yaitu sebanyak 20 orang (83.3%), sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah edukasi menjadi mayoritas dalam kategori baik yaitu sebanyak 22 orang (91.7%). Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan memberikan edukasi tentang masalah gizi pada remaja telah berjalan dengan baik. Edukasi yang diberikan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang masalah gizi pada remaja dan memberikan kontribusi positif menjadi langkah strategis dalam pencegahan terjadinya stunting sejak dini pada masyarakat. Saran: Diharapkan kegiatan edukasi kesehatan dapat dilaksanakan secara berkala baik disekolah maupun dikomunitas remaja. Diharapkan juga selain kegiatan edukasi untuk dilakukan pendampingan perilaku gizi dan intervensi konsultasi gizi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik.