Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK PENYANDANG DISABILITAS DI SEKOLAH LUAR BIASA Wilda Rezki Pratiwi; Wanda Resky Putri; Asnal Bebang; Fitriani; Kasamming
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.472

Abstract

Latar belakang: Setiap orangtua ingin memiliki anak dengan pertumbuhan dan perkembangan yang baik, bai secara fisik, psikis, kognitif, dan sosial. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwasanya anak yaitu seseorang yang usianya belum masuk 18 tahun, termasuk pada seseorang yang masih di dalam kandungan ibunya. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial anak disabilitas di SLB Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian kuantitatif dengan metode analitik deskriptif yang dimana menggunakan rancangan cross sectional. Hasil: Ada hubungan yang signifikan diantara hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak tuna rungu dengan nilai p-value 0,002. Sedangkan tidak ada hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan anak tuna grahirta dengan nila p-value 0,555. Kesimpulan: Simpulan tidak ada hubungannya yang signifikan diantara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak tunagrahirt dan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak tunarungu terdapat hubungan yang signifikan.
HUBUNGAN PEKERJAAN DAN KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP TINDAKAN KEKERASAN VERBAL PADA ANAK USIA DINI Wilda Rezki Pratiwi; Nurul Hilal Kadir; Asnal Bebang; Kassaming; St. Hasriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.532

Abstract

Latar belakang: Anak usia dini adalah kelompok usia anak yang berada pada periode perkembangan yang sangat penting dan kritis, yaitu dari lahir hingga sekitar usia 6 tahun. Pada masa ini, pertumbuhan fisik, kognitif, sosial, emosional, dan bahasa anak berkembang dengan pesat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pekerjaan dan keharmonisan keluarga terhadap tindak kekerasan verbal pada anak usia dini di wilayah kerja puskesmas cakkuridi. Metode: Jenis dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study adalah jenis penelitian yang digunakan untuk mencari hubungan antara masing-masing variabel independent (pekerjaan dan keharmonisan keluarga) dan variabel dependen (tindak kekerasan verbal pada anak usia dini) pada saat bersamaan dilakukannya sebuah penelitian. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square diperoleh p Value = 0,649 > nilai α = 0,05, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak menunjukkan tidak ada hubungan pekerjaan dengan tindak kekerasan verbal pada anak. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square diperoleh p Value = 0,649 > nilai α = 0,05, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak menunjukkan ada hubungan keharmonisan keluarga dengan tindak kekerasan verbal pada anak. Kesimpulan: Tidak ada hubungan pekerjaan dan keharmonisan keluarga dengan tindak kekerasan verbal pada anak usia dini di Puskesmas Cakkuridi Kabupaten Soppeng.
Optimalisasi literasi gender dan psikososial perempuan berbasis masyarakat sebagai upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga Pratiwi, Wilda Rezki; Hasriani, St.; Asnuddin, Asnuddin; Aprilia, Moudy; Aulyanti, Aulyanti
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 2 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i2.2424

Abstract

Background: Domestic violence (DV) remains a health and social problem experienced by women in the Bilokka Community Health Center (Puskesmas) work area. Low gender literacy and a lack of understanding of mental health often lead to violence being considered normal and going unreported, impacting women's physical and psychological health. Purpose: To improve gender literacy and understanding of women's mental health as a community-based effort to prevent domestic violence. Method: This community service activity was conducted on January 5, 2026, at the Integrated Health Post (Posyandu) in Wanio Timoreng Village, Panca Lautang District, involving 15 women of productive age and housewives as participants. The activity was implemented using a participatory and community-based approach, emphasizing the active involvement of the community, particularly women, health workers, and health cadres in the Bilokka Community Health Center work area. The material was delivered through interactive lectures and group discussions. The material was adapted to the local social and cultural context to ensure it was easily understood and accepted by participants. Instruction was provided on relaxation and stress management techniques that can be applied in everyday life. Evaluation was conducted through observation with pre-test and post-test measurements to assess the increase in participants' knowledge between before and after being given education related to gender literacy and mental health. Results: Following the educational activity, participants' knowledge of gender literacy increased by 53.3%, categorized as good, mental health increased by 66.7%, and domestic violence prevention increased by 80.0%. There was also an increase in understanding of gender literacy, mental health aspects, and domestic violence prevention. Conclusion: This community service activity successfully increased women's knowledge and understanding of gender literacy and mental health as a means of preventing domestic violence (DV). The increased knowledge of participants across all indicators positively contributed to women's attitudes and behaviors in managing the impact of domestic violence and strengthening their psychosocial resilience. Suggestion: The Bilokka Community Health Center is expected to integrate gender literacy and women's mental health education into routine health service and promotion activities as a sustainable effort to prevent Domestic Violence (DV) at the community level. Follow-up measures in the form of ongoing psychosocial support and mentoring are needed for women at risk of or experiencing DV through cross-sectoral collaboration with relevant institutions. Keywords: Domestic violence; Family; Gender literacy; Psychosocial; Women Pendahuluan: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih menjadi permasalahan kesehatan dan sosial yang dialami perempuan di wilayah kerja Puskesmas Bilokka. Rendahnya literasi gender serta minimnya pemahaman tentang kesehatan mental menyebabkan kekerasan sering dianggap wajar dan tidak dilaporkan, sehingga berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis perempuan. Tujuan: Untuk meningkatkan literasi gender dan pemahaman kesehatan mental perempuan sebagai upaya pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga berbasis masyarakat. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 05 Januari 2026 di Posyandu Kelurahan Wanio Timoreng Kecamatan Panca Lautang dengan melibatkan sebanyak 15 perempuan usia produktif dan ibu rumah tangga sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas, yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya perempuan, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bilokka. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Penyampaian materi disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya masyarakat setempat agar mudah dipahami dan diterima oleh peserta yang disertai pemberian petunjuk teknik relaksasi dan manajemen stres yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi dilakukan melalui observasi dengan pengukuran pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi terkait literasi gender dan kesehatan mental. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai literasi gender setelah kegiatan edukasi menjadi sebesar 53.3% dalam kategori baik, untuk mengenai kesehatan mental menjadi sebesar 66.7% dalam kategori baik dan mengenai pencegahan KDRT menjadi sebesar 80.0%% dalam kategori baik. Terdapat juga peningkatan pemahaman mengenai literasi gender, aspek kesehatan mental, dan pencegahan KDRT. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perempuan mengenai literasi gender dan kesehatan mental sebagai upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh indikator memberikan kontribusi positif terhadap sikap dan perilaku perempuan dalam mengendalikan dampak kekerasan dalam rumah tangga serta penguatan ketahanan psikososial perempuan. Saran: Puskesmas Bilokka diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi literasi gender dan kesehatan mental perempuan ke dalam kegiatan rutin pelayanan dan promosi kesehatan sebagai upaya berkelanjutan dalam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di tingkat komunitas. Diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan dan dukungan psikososial berkelanjutan bagi perempuan yang berisiko atau mengalami KDRT melalui kerja sama lintas sektor dengan lembaga terkait.
Edukasi Jajan Sehat pada Anak Usia Dini dalam Upaya Pencegahan Stunting di TK Al Iman Uluale ST Hasriani; Suci Qardhawijayanti; Wilda Rezki Pratiwi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): September-Desember "Implementation of Social Service Programs to Increase Commu
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/a6gk5h21

Abstract

Peningkatan prevalensi stunting di Indonesia masih menjadi perhatian serius meskipun telah terjadi penurunan sebesar 2,8% pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam upaya mendukung target pemerintah untuk menurunkan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tema "Cegah Balita dari Stunting melalui Edukasi Jajanan Sehat." Kegiatan ini berlangsung di TK Al-Iman Uluale, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan sasaran utama ibu-ibu balita. Kegiatan meliputi penyuluhan tentang pentingnya jajanan sehat, pemeriksaan tumbuh kembang anak melalui antropometri, serta diskusi interaktif untuk meningkatkan pemahaman peserta. Materi disampaikan menggunakan media presentasi, dilanjutkan dengan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan 85% ibu memiliki pengetahuan baik tentang konsep "Isi Piringku" dan 90% memahami konsep stunting, dibandingkan 35% dan 40% sebelum penyuluhan. Respon positif dari peserta menunjukkan bahwa edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku terkait pemenuhan nutrisi balita. Dengan dukungan tenaga kesehatan dan kader, perubahan perilaku ini diharapkan dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, sebagai langkah strategis mencegah stunting.  
IMPLEMENTASI STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI MELALUI KETERLIBATAN MAHASISWA DI TK EL FAUZAN RAPPANG St Hasriani; Wilda Rezki Pratiwi; Suci Qardhawijayanti; Fayrish Azheka; Warda Aisya Ramadhani; Sri Anugerah Pratiwi; Suci Rahmadani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2164-2171

Abstract

Anak usia dini berada pada periode emas yang sangat menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan di masa depan. Pemantauan tumbuh kembang yang tidak optimal dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan yang tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai status pertumbuhan dan perkembangan anak, serta mengimplementasikan stimulasi melalui keterlibatan mahasiswa sebagai upaya promotif dan preventif. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan deskriptif. Kegiatan dilakukan di TK El Fauzan Rappang dengan subjek anak usia 48–60 bulan. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), skrining perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), serta pemberian stimulasi dan edukasi kesehatan secara interaktif.Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usia, meskipun masih ditemukan beberapa anak dengan variasi status gizi dan kebutuhan stimulasi tambahan. Pemberian stimulasi yang terarah terbukti meningkatkan capaian perkembangan anak, ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor perkembangan setelah intervensi. Selain itu, edukasi gizi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mampu meningkatkan pemahaman anak dan guru mengenai pentingnya pola hidup sehat. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan skrining, stimulasi, dan edukasi. Dengan demikian, program ini efektif dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
PSYCHOEDUCATION TENTANG ADAPTASI PSIKOLOGIS MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMPARITA Suci Qardhawijayanti; St. Hasriani; Wilda Rezki Pratiwi; Syahriani Syahriani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2133-2138

Abstract

Masa nifas merupakan periode kritis bagi ibu yang ditandai tidak hanya dengan perubahan fisik, tetapi juga perubahan psikologis. Perubahan hormon, tuntutan peran baru sebagai ibu, serta kurangnya dukungan sosial dapat memicu munculnya gangguan psikologis seperti baby blues, kecemasan, hingga depresi postpartum. Kurangnya pengetahuan ibu nifas mengenai adaptasi psikologis menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan psikologis ibu nifas melalui psychoeducation di wilayah kerja Puskesmas Amparita. Metode yang digunakan berupa edukasi kelompok melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pemberian media edukasi berupa leaflet kepada 30 ibu nifas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian psychoeducation, serta respon positif dari peserta terhadap materi yang diberikan. Dengan demikian, psychoeducation terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan psikologis ibu nifas sehingga dapat menjadi upaya preventif terhadap gangguan mental postpartum.