Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : TEKNIKA

PERENCANAAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM MENGGUNAKAN TENAGA SURYA (SOLAR CELL) UNTUK ALTERNATIF PENERANGAN JALAN TALANG PETE PLAJU DARAT Indra Bayu Sukma; Abdul Azis; Irine Kartika Pebrianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.297 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.184

Abstract

Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya/Solar Cell (PJUTS) adalah sebuah alternatif yang digunakan sebagai sumber energi listrik penerangan. Pada PJUTS, matahari merupakan media kerja yang sangat penting dimana panel surya menerima cahaya/sinar matahari dan kemudian diubah menjadi energi listrik melalui proses photovoltaic. Pada saat ini lampu penerangan di Kampus Jalan Talang Pete Plaju Darat tepatnya Pemukiman warga pada malam hari penerangannya masih minim. Oleh karena itu peneliti bertujuan untuk merancang dan mendeskripsikan PJUTS berbasis LED. Semoga perancangan ini juga bisa dirasakan warga, dan sekitarnya. Sebagai sarana pendukung aktifitas penerangan jalan terutama di malam hari. Metode penelitian yang digunakan pada PJUTS ini yaitu metode rekayasa nilai (value engineering). Metode yang digunakan dalam analisis dengan cara Metode Observasi dari berbagai sumber yang diperoleh. Dari hal tersebut dilakukan penenlitian untuk mengetahui 1). Sudut kemiringan stang ornament sebesar 9,6°. 2). Perhitungan daya lampu berbasis LED 60 Watt a). Intensitas cahaya sebesar 477,70 cd, b). Iluminasi cahaya sebesar 11,35 lux, c). Luminasi cahaya sebesar 1,16 cd/m, dan d). Menghitung titik lampu yang dibutuhkan sebanyak 12 Tiang. Kata Kunci: PJUTS , Lampu LED, Solar cell
ANALISA JARAK LINDUNG LIGHTING ARRESTER TERHADAP TRANSFORMATOR DAYA 20 MVA GARDU INDUK SUNGAI JUARO PALEMBANG Abdul Azis; H. alimin Nurdin
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.057 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.134

Abstract

Lighting arrester merupakan alat proteksi untuk melindungi Transformator Daya 20 MVA pada Gardu Induk Sungai Juaro terhadap surja petir maupun surja hubung. Jarak maksimum lighting arrester sangat mempengaruhi kinerja dari lighting arrester tersebut dalam melindungi peralatan. Penelitian ini menggunakan metode Diagram Tangga atau Lattice Diagram sehingga dapat diketahui gelombang yang bila mengenai suatu titik peralihan, akan menimbulkan gelombang-gelombang baru sebagai hasil dari pantulan dan terusan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa jarak lighting arrester terhadap Transformator Daya 20 MVA yang terpasang adalah 7 m, sedangkan dari hasil perhitungan adalah 5,7812 m. Saluran transmisi pada Gardu Induk Sungai Juaro Palembang adalah transmisi sirkit ganda, dan berdasarkan SPLN 7: 1978 bahwa untuk sistem 66 kV dengan transmisi sirkit ganda jarak antara penangkap petir dengan transformator tidak melebihi 34 m. Berarti jarak lighting arrester terhadap Transformator Daya 20 MVA masih berada dalam batasan yang telah ditetapkan oleh PT PLN. Kenaikan tegangan yang terjadi pada transformator masih berada dibawah BIL, dengan demikian dapat ditentukan bahwa peralatan masih dapat terlindungi oleh lighting arrester karena pemasangan masih dibawah harga maksimum atau belum melebihi standar BIL. Kata Kunci: Jarak, Lindung, Arrester
ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP SUSUT UMUR TRANSFORMATOR DAYA 150 KV DI PLTGU KERAMASAN PALEMBANG Deden Dendi; Abdul Azis; Perawati Perawati
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.38 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v9i1.198

Abstract

Transformator merupakan peralatan listrik yang berfungsi untuk menyalurkan daya dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya. Semakin besar beban yang dipikul transformator maka akan semakin besar pula susut umurnya, demikian juga sebaliknya semakin kecil beban yang dipikul transformator maka akan semakin kecil pula susut umur pada transformator tersebut. Susut umur transformator merupakan hilangnya umur yang disebabkan oleh operasi harian atau bulanan pada suhu panas setempat, dan dapat dinyatakan dalam satuan bulanan, harian atau jam. Penelitian dilakukan pada Transformator Daya 54 MVA di PLTGU Keramasan PLN UPDK Keramasan. Hasil penelitian menunjukkan besarnya pembebanan pada transformator tergantung dari besarnya daya semu yang diserap oleh beban. Apabila pembebanan pada transformator semakin besar, maka temperatur minyak transformator akan semakin besar, dan akan menyebabkan laju penuaan thermal akan semakin besar. Apabila laju penuaan thermal tersebut semakin besar, maka susut umur transformator semakin besar pula. Susut umur Transformator Daya 54 MVA untuk operasi harian pada tanggal 01 Juni 2021 selama 24 jam adalah 1,21. Perkiraan sisa umur Transformator Daya 54 MVA untuk periode masa pemakaian 9 tahun dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2021 adalah 17,42 tahun. Kata kunci : Transformator, Pembebanan, Susut Umur
EVALUASI SISTEM PENERANGAN LAPANGAN BOLA BASKET DI TAMAN DHARMA WANITA PALEMBANG Irine Kartika Pebrianti; Dendi Indirwan; Perawati Perawati; Abdul Azis
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.231

Abstract

Sistem penerangan buatan merupakan pencahayaan yang sengaja dibuat untuk menerangi tempat yang gelap pada saat malam hari maupun siang hari, bila saat penerangan alami tidak memungkinkan untuk menerangi tempat tersebut. Salah satu tempat yang memerlukan sistem penerangan yang sesuai dengan standar pencahayaan adalah lapangan bola basket. Penelitian dilaksanakan pada Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang. Hasil penelitian adalah intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang dari hasil pengukuran sore hari adalah 130,87 Lux, malam hari adalah 83,93 Lux, dan menjelang tengah malam adalah 64,67 Lux. Intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang dari hasil perhitungan 55,3047 Lux. Intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang baik dari hasil pengukuran maupun dari hasil perhitungan tersebut belum memenuhi standar yang direkomendasikan SNI 02-3647-1994 yaitu untuk tingkat penerangan horizontal pada lapangan bola basket satu meter diatas permukaan lantai untuk latihan dibutuhkan minimal 200 Lux. Kata kunci : Evaluasi, Penerangan, Lapangan Bola Basket
STUDI KINERJA RELAI ARUS LEBIH PADA TRANSFORMATOR DAYA 30 MVA GARDU INDUK SEDUDUK PUTIH PALEMBANG Abdul Azis; Reksi Anjasmara; Perawati Perawati; Irine Kartika Pebrianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.228

Abstract

Relai Arus Lebih merupakan peralatan yang mensinyalir adanya arus lebih, baik yang disebabkan oleh adanya gangguan hubung singkat yang dapat merusak peralatan sistem tenaga listrik yang berada dalam wilayah proteksinya. Relai Arus Lebih digunakan hampir pada seluruh pola pengamanan sistem tenaga listrik, dan dapat juga digunakan sebagai pengaman utama ataupun pengaman cadangan. Penelitian dilaksanakan pada Penyulang Beo Transformator-1 30 MVA 70/20 kV Gardu Induk Seduduk Putih Palembang. Hasil penelitian adalah saat gangguan hubung singkat 3 fasa, waktu kerja relai outgoing lebih cepat dibandingkan dengan waktu kerja relai incoming, dengan selisih waktu 0,7568. Kemudian saat gangguan hubung singkat 2 fasa, waktu kerja relai outgoing lebih cepat dibandingkan dengan waktu kerja relai incoming, dengan selisih waktu 0,9223. Besar kecilnya selisih waktu kerja tersebut dipengaruhi jauh dekatnya lokasi gangguan. Dimana semakin jauh lokasi gangguan, maka akan semakin besar selisih waktu kerja relai outgoing dengan waktu kerja relai incoming, dan apabila semakin dekat lokasi gangguan maka semakin kecil selisih waktu kerja relai outgoing dengan waktu kerja relai incoming. Hal ini bertujuan memberi kesempatan pada relai outgoing untuk bekerja terlebih dahulu sebagai pengaman utama (main protection) apabila terjadi gangguan hubung singkat di penyulang, dan relai incoming akan bekerja sebagai pengaman cadangan (back-up protection) apabila relai outgoing tidak bekerja. Hasil perhitungan dengan data yang ada dilapangan masih dalam kondisi yang sesuai dengan perbedaannya tidak terlalu jauh, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kinerja Relai Arus Lebih yang ada dilapangan masih dalam kondisi baik.
ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA PENYULANG BANDUNG GARDU INDUK TALANG RATU Abdul Azis; Emidiana Emidiana; Gagah Mirgawansyah
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i1.246

Abstract

Sistem distribusi adalah bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat pembangkitan hingga sampai ke konsumen Kualitas energi listrik yang diterima oleh konsumen sangat dipengaruhi dari keandalan sistem pendistribusiannya. Keandalan sistem tenaga listrik mengggambarkan suatu ukuran tingkat ketersediaan tenaga listrik dari sistem konsumen. Keandalan sistem distribusi tenaga listrik sangat dipengaruhi oleh konfigurasi sistem, alat pengaman yang dipasang, dan sistem proteksinya. Konfigurasi yang tepat, peralatan yang handal serta pengoperasian sistem yang otomatis akan memberikan hasil kerja sistem distribusi yang baik. Indeks keandalan sistem tenaga listrik ditentukan dari tingkat kegagalan, tingkat perbaikan, analisis nilai SAIDI-SAIFI, CAIDI, ASUI dan ASAI untuk setiap penyulang. Durasi gangguan yang terjadi selama tahun 2022 di Penyulang Bandung adalah 213,0883 jam, maka didapatkan nilai SAIFI 9 kali/pelanggan/tahun, SAIDI 42,6177 jam/pelanggan/tahun, CAIDI 4,7353 jam/pelanggan/tahun, ASAI 0,9757, ASUI 0,0243. Nilai SAIFI dan SAIDI pada Penyulang Bandung belum memenuhi standar dari SPLN 68-2: Tahun1986. Sedangkan untuk nilai SAIFI, SAIDI dan CAIDI Penyulang Bandung juga belum memenuhi standar dari IEEE std 1366-2003. Sehingga dapat dikategorikan keandalan Penyulang Bandung masih rendah. Tingkat pelayanan Penyulang Bandung sudah baik, dimana kemampuan untuk menyediakan sistem tersebut dengan jangka waktu satu tahun adalah 0,9757 atau 97,57%. Kemudian hasil perhitungan ASUI sudah baik, karena nilai ketidakmampuan Penyulang Bandung untuk menyediakan sistem tersebut dengan jangka waktu satu tahun adalah 0,0243 atau 2,43%. Kata kunci : Keandalan, Sistem Distribusi, Penyulang
ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA PENYULANG TARAKAN PT PLN (PERSERO) UNIT LAYANAN PELANGGAN SUKARAMI Martadinata, Muhammad Rian; Azis, Abdul
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i1.285

Abstract

Keandalan sistem tenaga listrik mengggambarkan suatu ukuran tingkat ketersediaan tenaga listrik dari sistem konsumen. Keandalan dapat dinyatakan dengan seberapa seringnya sistem tenaga listrik mengalami pemadaman, berapa lama durasi pemadaman terjadi dan berapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sistem dari pemadaman sampai ke kondisi normal. Indeks keandalan yang biasa digunakan pada sistem distribusi adalah SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI, ASUI. Penelitian dilaksanakan pada Penyulang Tarakan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Sukarami. Hasil penelitian adalah Nilai SAIFI Penyulang Tarakan tahun 2022 yaitu 14 kali/tahun, belum memenuhi standar nilai SAIFI dalam SPLN 68-2 : 1986 yaitu 3,2 kali/tahun dan IEEE Std 1366™-2003 yaitu 1,45 kali/tahun. Nilai SAIDI Penyulang Tarakan tahun 2022 yaitu 32,1361 jam/tahun, belum memenuhi standar nilai SAIDI dalam SPLN 68-2 : 1986 yaitu 21 jam/tahun dan IEEE Std 1366™-2003 yaitu 2,3 jam/tahun. Nilai CAIDI Penyulang Tarakan tahun 2022 yaitu 2,2954 jam/kali, belum memenuhi standar nilai CAIDI dalam IEEE Std 1366™-2003 yaitu 1,47 jam/kali. Nilai ASAI Penyulang Tarakan tahun 2022 yaitu 99,63% sudah baik, karena kemampuan seluruh Penyulang Tarakan untuk menyediakan/menyuplai sistem selama tahun 2022 di atas 99,00%. Nilai ASUI Penyulang Tarakan tahun 2022 yaitu 0,37% sudah baik, karena ketidakmampuan seluruh Penyulang Tarakan untuk menyediakan/menyuplai sistem selama tahun 2022 di bawah 1,00.
ANALISA TAHANAN PENTANAHAN GARDU DISTRIBUSI PADA PENYULANG TARAKAN PT PLN (PERSERO) UNIT LAYANAN PELANGGAN SUKARAMI Maryati, Sri; Azis, Abdul
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i1.289

Abstract

Sistem pentanahan berfungsi sebagai penghubung yang mengamankan sistem, peralatan, dan instalasi listrik dengan tanah, melindungi manusia dari sengatan listrik, serta menjaga komponen instalasi dari tegangan atau arus yang tidak normal. Sebagai bagian esensial dari sistem tenaga listrik, gardu distribusi memastikan perlindungan bagi komponen-komponen seperti lightning arrester, body transformator, netral transformator, dan body PHB-TR. Tujuan dari penelitian adalah melakukan pengukuran dan perhitungan tahanan pentanahan Gardu Distribusi PC 0074, PC 0088, dan PC 0340 pada Penyulang Tarakan PT PLN (Persero) ULP Sukarami. Sistem pentanahan gardu distribusi pada Penyulang Tarakan menggunakan elektroda tunggal yang ditanam vertikal atau tegak lurus. Hasil pengukuran pada Gardu Distribusi PC 0074 adalah tahanan pentanahan ligthing arrester adalah 4,61 Ω, tahanan pentanahan body tranformator adalah 3,85 Ω, dan tahanan pentanahan netral tranformator dan body PHB-TR adalah 3,73 Ω. Hasil pengukuran pada Gardu Distribusi PC 0088 adalah tahanan pentanahan ligthing arrester adalah 3,48 Ω, tahanan pentanahan body tranformator adalah 3,54 Ω dan tahanan pentanahan netral tranformator dan body PHB-TR adalah 4,96 Ω. Hasil pengukuran pada Gardu Distribusi PC 0340 adalah tahanan pentanahan ligthing arrester adalah 2,95 Ω, tahanan pentanahan body tranformator adalah 4,14 Ω, dan tahanan pentanahan netral tranformator dan body PHB-TR adalah 4,74 Ω. Dari hasil pengukuran yang didapatkan, nilai tahanan pentanahan pada Gardu Distribusi PC 0074, PC 0088 dan PC 0340 pada Penyulang Tarakan sesuai dengan standar PUIL 2011 yaitu < 5 Ω. Namun, hasil pengukuran menunjukkan nilai yang berbeda-beda pada ketiga gardu tersebut, yang disebabkan oleh faktor suhu tanah, kadar mineral, dan kondisi elektroda saat pengukuran. Terdapat perbedaan hasil pengukuran dan perhitungan tahanan pentanahan disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketidakakuratan dalam menentukan tahanan jenis tanah, panjang dan kedalaman elektroda, diameter elektroda, kondisi tanah saat pengukuran, kehadiran logam dalam tanah, serta metode pengukuran yang digunakan. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, penting mempertimbangkan semua faktor ini dan menggunakan metode pengukuran yang tepat serta melakukan pengukuran dalam kondisi tanah yang sesuai. Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dapat membantu memperoleh hasil pengukuran yang lebih konsisten dan dapat diandalkan. Kata Kunci: Tahanan, Pentanahan, Gardu Distribusi
ANALISA KAPASITAS PEMUTUS TENAGA SISI 20 KV PADA PENYULANG KUTILANG GARDU INDUK SEDUDUK PUTIH Pebrianti, Irine Kartika; Azis, Abdul; Rhamadhon, Muhammad Syahrul
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.279

Abstract

Pemutus Tenaga merupakan peralatan yang berfungsi sebagai alat pembuka atau penutup suatu rangkaian listrik dalam kondisi berbeban, serta mampu membuka atau menutup saat terjadi arus gangguan (hubung singkat) pada jaringan atau peralatan lain. Pemutus Tenaga umumnya dirancang untuk berbagai kapasitas arus nominal pemutusan. Arus nominal pemutusan menunjukkan seberapa besar arus maksimum yang Pemutus Tenaga dapat putuskan tanpa mengalami kerusakan. Hasil penelitian adalah arus hubung singkat tiga fasa untuk gangguan di dalam Transformator 30 MVA #2 70/20 kV adalah 15,7502 kA, kapasitas Pemutus Daya untuk proteksi transformator adalah 25,2003 kA, dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang adalah 31,5 kA. Arus hubung singkat tiga fasa untuk gangguan pada Busbar 20 kV adalah 6,9728 kA, kapasitas Pemutus Daya untuk proteksi busbar adalah 11,1565 kA, dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang adalah 12,5 kA. Arus hubung singkat tiga fasa untuk gangguan pada Busbar 20 kV adalah 6,9728 kA, kapasitas Pemutus Daya untuk proteksi busbar adalah 11,1565 kA, dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang adalah 12,5 kA. Perbandingan antara kapasitas Pemutus Daya hasil perhitungan dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang menunjukkan bahwa rating Pemutus Tenaga yang terpasang lebih besar dari kapasitas Pemutus Daya hasil perhitungan, sehingga Pemutus Tenaga yang terpasang masih mampu untuk memutuskan arus hubung singkat tiga fasa yang terjadi di lokasi pemutus daya tersebut terpasang.
ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA GARDU INDUK SUNGAI JUARO Azis, Abdul; Emidiana, Emidiana; Mirgawansyah, Gagah
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.280

Abstract

Keandalan dapat dinyatakan dengan seberapa seringnya sistem tenaga listrik mengalami pemadaman, berapa lama durasi pemadaman terjadi dan berapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sistem dari pemadaman sampai ke kondisi normal. Indeks keandalan yang biasa digunakan pada sistem distribusi adalah SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI, ASUI. Penelitian dilaksanakan pada Gardu Induk Sungai Juaro Palembang yang mempunyai delapan penyulang, yaitu Penyulang Kelingi, Penyulang Kikim, Penyulang Enim, Penyulang Belabak, Penyulang Rawas, Penyulang Lematang, Penyulang Komering, Penyulang Ogan. Hasil penelitian adalah nilai SAIFI untuk seluruh Penyulang memenuhi standar SPLN 68-2 : 1986. Kemudian nilai SAIFI untuk Penyulang Kelingi, Penyulang Enim, Penyulang Rawas, Penyulang Lematang, dan Penyulang Komering memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003, sedangkan nilai SAIFI untuk Penyulang Kikim, Penyulang Belabak, dan Penyulang Ogan tidak memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003. Nilai SAIDI untuk seluruh Penyulang memenuhi standar SPLN 68-2: 1986. Kemudian nilai SAIDI untuk Penyulang Enim, dan Penyulang Rawas memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003, sedangkan nilai SAIDI untuk Penyulang Kelingi, Penyulang Kikim, Penyulang Belabak, Penyulang Lematang, Penyulang Komering dan Penyulang Ogan tidak memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003. Nilai CAIDI untuk Penyulang Kikim memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003, sedangkan nilai CAIDI untuk Penyulang Kelingi, Penyulang Enim, Penyulang Belabak, Penyulang Rawas, Penyulang Lematang, Penyulang Komering dan Penyulang Ogan tidak memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003. Nilai ASAI untuk seluruh Penyulang sudah baik, dimana kemampuan seluruh Penyulang untuk menyediakan/menyuplai sistem selama tahun 2021 lebih besar daripada 99,999%. Nilai ASUI untuk seluruh Penyulang sudah baik, dimana ketidakmampuan seluruh Penyulang untuk menyediakan/menyuplai sistem selama tahun 2021 lebih kecil daripada 0,001%. Kata kunci : Keandalan, Penyulang, SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI, ASUI