Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MENGHIJAUKAN HULU CITARUM: EDUKASI PENANAMAN POHON DI KAWASAN TITIK NOL SUNGAI CITARUM KABUPATEN BANDUNG Gustaman, Budi; Rosfiantika, Evi; Aunillah, Rinda
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.55439

Abstract

Pelestarian Sungai Citarum menjadi isu penting dalam satu dekade terakhir, salah satunya sejak Green Cross Switzerland and Blacksmith Institut, organisasi yang fokus pada pelestarian lingkungan, menyatakan bahwa Sungai Citarum merupakan salah satu tempat tercemar dan terkotor di dunia pada 2013. Faktanya, pencemaran sungai bukan satu-satunya permasalahan yang terjadi, Sungai Citarum dilanda masalah kerusakan hutan dan alih fungsi lahan di wilayah hulu, serta masalah banjir di bagian hilir. Hal ini menjadi pekerjaan bagi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, militer, pelaku industri, komunitas, hingga akademisi. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, pemerintah pusat meluncurkan Program Citarum Harum pada 2018 dengan fokus pada penanganan praktis, penanganan praktik, riset, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat seputar pelestarian Sungai Citarum. Secara khusus, Universitas Padjadjaran juga terlibat aktif, yakni dengan adanya Pusat Riset Citarum atau Citarum Center of Research (CCR). Terlepas dari program tersebut, pada Januari-Februari 2023 dilakukan program Pengabdian Pada Masyarakat di wilayah hulu Sungai Citarum, yang berpayung pada program PPM Universitas Padjadjaran. Kegiatan yang dilaksanakan berupa edukasi penanaman pohon di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Lokasi tersebut merupakan kilometer nol Sungai Citarum, yang memiliki permasalahan kerusakan hutan dan alih fungsi hutan. Kegiatan ini memfokuskan kepada pelibatan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah, guru, mahasiswa, aparat desa, dan karang taruna dalam edukasi dan partisipasi aktif dalam penanaman pohon. Hasil yang didapat dari program ini adalah pewarisan ide dan praktik seputar pelibatan aktif generasi muda dengan program-program pelestarian lingkungan di Desa Tarumajaya. Realisasinya adalah mengikutsertakan siswa-siswa sekolah dan karang taruna dalam program pelestarian lingkungan yang dicanangkan oleh desa. Hasilnya, program PPM yang telah diselenggarakan diadopsi oleh pemerintah desa secara ide dan praktik dalam berbagai program pelestarian lingkungan di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.
How Seo Influences Editorial Decisions In Detikcom’s News Production Akmalia, Shobihatunnisa; Herawati, Maimon; Aunillah, Rinda
representamen Vol 10 No 02 (2024): Jurnal Representamen Volume 10 No 02 Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/representamen.v10i02.10949

Abstract

The shift in news production processes, which now places greater emphasis on audience interests, has compelled online news media to consider a strategic position in search engines. Consequently, the utilization of Search Engine Optimization (SEO) by online news media is crucial, with Detikcom being one prominent example. Detikcom has successfully leveraged digital platforms to capture audience attention, securing the top position as the most visited online mass media in Indonesia. Therefore, this study aims to examine how Detikcom utilizes SEO in the news production process. The research will explore how SEO is integrated into Detikcom's editorial considerations during news production. This study employs a descriptive research method with a qualitative approach. The findings indicate several factors influencing the editorial team's consideration of SEO in the news production process. First, the extent to which SEO supports the editorial team in news production is evaluated. In practice, SEO is closely intertwined with the daily routines of Detikcom's editorial team when producing news. Second, SEO can be used as a strategy to reach a broader audience. The use of SEO is considered effective in attracting new audiences and increasing website traffic. Third, the implementation of SEO is done to compete with competitors. This involves analyzing the SEO strategies of competitors, as reflected in the content they produce. Fourth, the varying cultures within each channel result in different approaches to SEO implementation across channels. This correlates with the routines and policies applied within each channel and how each channel perceives the importance of SEO. Keywords: Search Engine Optimization, editorial policy, news production, qualitative descriptive studies
PENGABAIAN KONSERVASI TERUMBU KARANG DALAM KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PARIWISATA DI PANGANDARAN Agustin, Herlina; Hidayat, Dadang Rahmat; Supriadi, Dandi; Sirait, Rinda Aunillah
Jurnal Common Vol. 3 No. 2 (2019): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.383 KB) | DOI: 10.34010/common.v3i2.2595

Abstract

Kesadaran tentang konservasi dan kegiatan ramah lingkungan perlu dipelajari secara komprehensif di semua tingkat pendidikan formal, terutama di sekolah menengah kejuruan yang terkait dengan industri pariwisata. Salah satu daerah potensial untuk mengembangkan pariwisata cerdas adalah Pangandaran, pantai populer di selatan Jawa Barat. Wilayah ini memiliki beberapa sekolah menengah kejuruan dengan program khusus dalam studi pariwisata. Sayangnya, pemerintah daerah Pangandaran tidak memiliki program khusus untuk menetapkan kurikulum yang memadai mengenai pengembangan pariwisata melalui pengembangan sumber daya manusianya. Penelitian ini melihat fenomena tersebut dengan melakukan studi kasus spesifik tentang konservasi terumbu karang di Pangandaran untuk menguraikan tentang tidak adanya konten spesifik tentang konservasi dalam kurikulum program pariwisata. Menerapkan studi kasus eksploratif yang dikembangkan oleh Robert K. Yin, penelitian ini mendistribusikan 37 kuesioner kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Tunas Brilliant di Pangandaran, bersama dengan tinjauan dokumentasi tentang kebijakan yang dibuat oleh lembaga dan pemangku kepentingan terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang di Pangandaran, termasuk mereka yang khususnya belajar studi pariwisata, memiliki kesadaran yang rendah tentang keselamatan terumbu karang sebagai bagian dari pelestarian lingkungan. Situasi ini diperparah dengan tidak adanya bahan konservasi dalam kurikulum sekolah menengah kejuruan pariwisata yang berbicara tentang terumbu karang. Kurangnya pemahaman dalam konservasi telah mengancam keberlanjutan lingkungan Pangandaran, yang pada gilirannya akan menghambat pengembangan pariwisata di Pangandaran
Hajat lembur: a disaster literacy on ritual communication on the Lembang fault Evi Rosfiantika; Rinda Aunillah; Budi Gustaman
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v8i2.7972

Abstract

The Hajat Lembur is a yearly ritual by Batu Lonceng Villagers, in West Bandung-Indonesia, following the 1956 landslide disaster that occurred in the Lembang Fault area. A series of local wisdom emerged as important messages tucked into the procession that are related to the ritual communication concept. Based on the three interrelated terms of ritual communication: communication, communion, and commonality (Couldry,2003), this research seeks to reveal the meaning of the Hajat Lembur tradition as disaster risk reduction literacy. This research uses a case study approach, conducted by participatory observation in the Hajat Lembur ritual procession in 2023; in-depth interviews with two informants, in the form of opinion leaders who play a central role in the ritual procession; and literature reviews. The results showed that in terms of communication, the Hajat Lembur tradition is interpreted as a transcendent medium about the importance of maintaining harmonisation between humans, nature, and the Creator. In terms of communion, it is a celebration of the sacred Batu Wahyu that led to an agreement to establish a sacred forest, as an area that must be preserved. In terms of commonality, this ritual is a joint expression of the Batu Lonceng Village community about the importance of protecting nature and the environment inherited by the ancestors. Although there is a need for more established local knowledge in this area, this research contributes to the future of disaster mitigation management by emphasising rationality and local wisdom in dealing with natural disasters.
Detik.com and Tempo.co in Framing the Persecution of Papuan Citizen by TNI Tarigan, Inggit Yulis Sutari; Mulyani, Henny Sri; Aunillah, Rinda
representamen Vol 11 No 01 (2025): Jurnal Representamen Volume 11 No 01 April 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/representamen.v11i01.12720

Abstract

A video depicting a Papuan citizen, Definus Kogoya, being brutally beaten by members of the Indonesian National Armed Forces inside a water drum went viral on the social media platform X on March 22, 2024. This incident quickly attracted widespread public attention and became a major topic of discussion in Indonesia. Among the various media outlets covering the issue, Detik and Tempo emerged as the most prominent, publishing a combined total of 41 news reports. The objective of this research is to analyze the messages conveyed through the framing of news coverage by these two media organizations. The study employs the framing analysis approach developed by Gamson and Modigliani, which focuses on how media select and present news stories, including the choice of words, images, and the overall focus of reporting. A qualitative approach is utilized to enable a more comprehensive and in-depth exploration of the issue. Gamson and Modigliani’s framework distinguishes between framing devices—such as metaphors, catchphrases, exemplars, depictions, and visual images—and reasoning devices, which include identifying root causes, appeals to principle, and highlighting consequences. Primary data for this research were collected from online news articles, while secondary data were sourced from relevant books and academic journals. The research sample consists of 13 news reports, with 6 articles from Detik.com and 7 from Tempo.co. The findings reveal significant differences in how the two media outlets frame the incident. Detik.com tends to present the persecution of Definus Kogoya as an event triggered by allegations of arson at a local health center, focusing on the immediate context of the incident. In contrast, Tempo.co frames the event as part of a longstanding, deep-rooted conflict in Papua, attributing the violence to the government’s failure to take decisive action in resolving the broader conflict. These findings highlight how media framing can shape public understanding of sensitive issues and underscore the importance of critical analysis in interpreting news coverage within a wider socio-political context. Keywords: Definus Kogoya, Framing, Gamson and Modigliani, Detik.com, Tempo.co.
Produksi Filter Interaktif Tiktok HapHap MIGI Sebagai Media Edukasi Visual Pendukung Transmedia Animasi Sihotang, Rahmat Maulana; Allesandro, Yanuar Aldi; Sirait, Rinda Aunillah; Alam, Pandu Watu
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v6i1.671

Abstract

Latar Belakang: Anak-anak Generasi Alpha tumbuh di era digital dengan keterpaparan tinggi terhadap media sosial, yang menjadikannya medium potensial untuk menyampaikan pesan edukatif, khususnya dalam bidang gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi filter interaktif TikTok “HapHap MIGI” sebagai media edukasi visual pendukung transmedia animasi ‘MIGI: Makan Minum Bergizi’, serta mendeskripsikan proses produksinya secara sistematis melalui tiga tahapan utama. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui tahapan pra-produksi (pengembangan konsep dan desain visual), produksi (pengolahan aset di platform Canva dan Effect House), serta pasca-produksi (pengujian langsung pada lima anak SD di Jatinangor). Hasil: Filter berhasil dikembangkan dengan pendekatan visual cerah dan gamifikasi ringan tanpa penalti skor. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi, memahami bahwa objek yang ditangkap adalah makanan sehat, dan menunjukkan ketertarikan untuk mencoba kembali. Kesimpulan: Filter “HapHap MIGI” berpotensi menjadi media edukatif transmedia yang efektif dan menyenangkan bagi anak-anak Generasi Alpha dalam membangun pemahaman awal terhadap pentingnya makanan bergizi.
Penggunaan Non Linear Narrative Dalam Penulisan Naskah Karya Animasi Edukasi Produk Aman, Kulit Nyaman Dhiya, Silvi Alin; Eleora, Vanessa Valencia; Saepudin, Encang; Sirait, Rinda Aunillah
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v6i1.672

Abstract

Latar Belakang: Karya animasi Produk Aman, Kulit Nyaman diciptakan sebagai respon terhadap maraknya peredaran produk skincare ilegal yang berbahaya bagi kesehatan konsumen, terutama remaja perempuan yang menjadi target utama pasar kosmetik daring. Kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memilih kosmetik yang aman dapat menyebabkan penggunaan produk yang berisiko bagi kesehatan kulit. Tujuan: Mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilih produk kecantikan yang telah terdaftar secara resmi di BPOM. Metode: Menggunakan tahapan proses produksi mencakup tiga tahap, yaitu pra-produksi, produksi, serta pascaproduksi. Hasil: Karya animasi berdurasi 4 menit 4 detik yang memadukan elemen visual, audio, dan narasi edukatif. Kesimpulan: Teknik non-linear narrative menambah kedalaman emosional cerita, namun menimbulkan tantangan dalam menjaga koherensi visual dan alur cerita. Berdasarkan validasi informal terhadap lima siswi SMA, animasi ini berhasil menyampaikan pesan edukatif dengan jelas dan menarik. Karya ini diharapkan menjadi media edukatif yang efektif dan relevan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk kecantikan.
Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Kusmayadi, Ika Merdekawati; Rosfiantika, Evi; Aunillah, Rinda; Mahameruaji, Jimi Narotama
JE (Journal of Empowerment) Vol 6, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i1.4794

Abstract

AbstrakAktivitas pengurangan risiko bencana di Kawasan Sesar Lembang saat ini banyak dilakukan oleh organisasi berbasis komunitas (CBO) kebencanaan, yang beroperasi di tingkat akar rumput dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Salah satu CBO yang aktif dalam aktivitas ini adalah Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL). Sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas komunitas, RPBL mengembangkan literasi pengurangan risiko bencana di kawasan tersebut. Produksi konten video menjadi salah satu bentuk literasi yang potensial untuk dikembangkan, namun masih terdapat keterbatasan dalam aspek teknis, konsep produksi, dan fasilitas pendukung. Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas video yang dihasilkan. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan penguatan kapasitas CBO melalui peningkatan kesadaran peran komunitas dalam pengurangan risiko bencana serta pengembangan keterampilan produksi video dokumentasi dan edukasi. Atas dasar ini, dirancanglah program pelatihan jurnalisme warga dengan format video warga, yang dipilih karena kesederhanaannya dan relevansi dengan kebutuhan dokumentasi dan edukasi kebencanaan. Program ini meliputi dua komponen utama, yaitu peningkatan kesadaran anggota CBO dan pelatihan produksi video. Peserta kegiatan adalah anggota RPBL, yang mewakili 12 CBO aktif dalam pengurangan risiko bencana di kawasan Sesar Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan mencakup pelatihan, pendampingan produksi, evaluasi, dan monitoring keberlanjutan produksi video warga. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas CBO dalam upaya pengurangan risiko bencana.AbstractDisaster risk reduction activities in the Lembang Fault Zone are currently carried out extensively by community-based disaster organizations (CBOs) operating at the grassroots level and interacting directly with local communities. One of the active CBOs in this effort is the Lembang Disaster Care Volunteers (RPBL). As part of strengthening community identity, RPBL has developed disaster risk reduction literacy in the area. Video content production has emerged as a promising form of literacy to be further developed; however, limitations exist in technical aspects, production concepts, and supporting facilities, resulting in low-quality video outputs. To address these challenges, capacity building for CBOs is necessary through raising awareness of the community’s role in disaster risk reduction and enhancing skills in documentary and educational video production. Based on this, a citizen journalism training program using a citizen video format was designed, chosen for its simplicity and relevance to disaster documentation and education needs. The program consists of two main components: increasing CBO members’ awareness and providing video production training. Participants included RPBL members representing 12 active CBOs engaged in disaster risk reduction in the Lembang Fault Zone, West Bandung Regency. Activities encompassed training sessions, production mentoring, evaluation, and monitoring of the sustainability of citizen video production. The expected outcome of this program is an enhanced capacity of CBOs in disaster risk reduction efforts.
Agenda Media Detik.com Tentang Film Dirty Vote Rasyid, Nur Aini; Herawati, Maimon; Sirait, Rinda Aunillah
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 15 No 1 (2025): JIPSi : Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v15i1.16009

Abstract

The media has a significant role in shaping public opinion through the attention it gives to certain issues. The same is true in a political context such as the 2024 election, where the Dirty Vote movie has drawn controversy for revealing the 2024 Election fraud scheme but aired during the quiet period. This study aims to analyze Detik.com's media agenda in the coverage of the film ‘Dirty Vote’ during the period 11-14 February 2024, focusing on the three dimensions of the media agenda according to Manheim (1987): visibility, audience salience, and valence. The method used was descriptive quantitative content analysis of 43 news articles from Detik.com. The results show that Detik.com accentuates the issue of power elite response in the ‘Election Rigging Response’ issue category (27.9%) and political conflict in the ‘Controversial Film’ issue category (16.3%) in the visibility dimension with the dominance of news values ‘Power Elite’ (32.6%) and ‘Conflict’ (23.3%) as indicators of the audience salience dimension. Meanwhile, in the valence dimension, the tone of the news was dominated by a neutral tone (48.8%), more sources were quoted from Prabowo-Gibran supporters (20.9%) and the government (20.9%). The contribution of this research lies in strengthening understanding of the dynamics of online media agendas in the context of controversial issue coverage, as well as practical recommendations for the media to improve the balance and depth of analysis. Keywords: Media Agenda, Detik.com, Dirty Vote, Content Analysis, Indonesia General Election 2024
STRATEGI BISNIS LOW-COST LEADERSHIP MEDIA TEMPO INTI MEDIA HARIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Damayanti, Adinda Afifah; Hidayat, Dadang Rahmat; Sirait, Rinda Aunillah
Journal of Digital Communication Science Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Digital Communication Science
Publisher : Universitas Indonesia Membangun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/jdcs.v1i1.180

Abstract

Perusahaan media perlu melakukan berbagai adaptasi dan penyesuaian untukmempertahankan eksistensi bisnisnya selama masa pandemi Covid-19. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui strategi bisnis low-cost leadership media Tempo IntiMedia Harian saat Pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 mengakibatkan adanyaperubahan strategi bisnis low-cost leadership media tersebut. Adapun penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengambilan datamelalui proses wawancara mendalam. Konsep teori yang dipakai dalam penelitian iniadalah konsep low-cost leadership atau keunggulan biaya rendah pada teori strategibersaing generik milik Michael Porter yang digunakan untuk mengetahui posisiperusahaan di tengah persaingan industri. Strategi keunggulan biaya menyeluruhyang diterapkan oleh Tempo Inti Media Harian ialah dengan menggunakanpengendalian biaya yang ketat dalam berbagai sektor seperti adanya pengelolaantenaga kerja serta penyesuaian harga jual produk. Berdasarkan penelitian ini, tempoInti Media Harian berhasil bangkit serta mempertahankan eksistensi bisnis nyamelalui strategi low-cost leadership tersebut.