Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Produksi Filter Interaktif Tiktok HapHap MIGI Sebagai Media Edukasi Visual Pendukung Transmedia Animasi Sihotang, Rahmat Maulana; Allesandro, Yanuar Aldi; Sirait, Rinda Aunillah; Alam, Pandu Watu
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v6i1.671

Abstract

Latar Belakang: Anak-anak Generasi Alpha tumbuh di era digital dengan keterpaparan tinggi terhadap media sosial, yang menjadikannya medium potensial untuk menyampaikan pesan edukatif, khususnya dalam bidang gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi filter interaktif TikTok “HapHap MIGI” sebagai media edukasi visual pendukung transmedia animasi ‘MIGI: Makan Minum Bergizi’, serta mendeskripsikan proses produksinya secara sistematis melalui tiga tahapan utama. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui tahapan pra-produksi (pengembangan konsep dan desain visual), produksi (pengolahan aset di platform Canva dan Effect House), serta pasca-produksi (pengujian langsung pada lima anak SD di Jatinangor). Hasil: Filter berhasil dikembangkan dengan pendekatan visual cerah dan gamifikasi ringan tanpa penalti skor. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi, memahami bahwa objek yang ditangkap adalah makanan sehat, dan menunjukkan ketertarikan untuk mencoba kembali. Kesimpulan: Filter “HapHap MIGI” berpotensi menjadi media edukatif transmedia yang efektif dan menyenangkan bagi anak-anak Generasi Alpha dalam membangun pemahaman awal terhadap pentingnya makanan bergizi.
Penggunaan Non Linear Narrative Dalam Penulisan Naskah Karya Animasi Edukasi Produk Aman, Kulit Nyaman Dhiya, Silvi Alin; Eleora, Vanessa Valencia; Saepudin, Encang; Sirait, Rinda Aunillah
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v6i1.672

Abstract

Latar Belakang: Karya animasi Produk Aman, Kulit Nyaman diciptakan sebagai respon terhadap maraknya peredaran produk skincare ilegal yang berbahaya bagi kesehatan konsumen, terutama remaja perempuan yang menjadi target utama pasar kosmetik daring. Kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memilih kosmetik yang aman dapat menyebabkan penggunaan produk yang berisiko bagi kesehatan kulit. Tujuan: Mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilih produk kecantikan yang telah terdaftar secara resmi di BPOM. Metode: Menggunakan tahapan proses produksi mencakup tiga tahap, yaitu pra-produksi, produksi, serta pascaproduksi. Hasil: Karya animasi berdurasi 4 menit 4 detik yang memadukan elemen visual, audio, dan narasi edukatif. Kesimpulan: Teknik non-linear narrative menambah kedalaman emosional cerita, namun menimbulkan tantangan dalam menjaga koherensi visual dan alur cerita. Berdasarkan validasi informal terhadap lima siswi SMA, animasi ini berhasil menyampaikan pesan edukatif dengan jelas dan menarik. Karya ini diharapkan menjadi media edukatif yang efektif dan relevan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk kecantikan.
Framing Human-Crocodile Conflict: A Quantitative Content Analysis on detik.com Online Media Uparatu, Aldehead Marinda Merfonsina; Agustin, Herlina; Sirait, Rinda Aunillah
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2025): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v13.i1.10658

Abstract

Human-crocodile conflict (HCC) is an important yet under-researched aspect of human-wildlife interactions in Indonesia with significant consequences for conservation efforts and public awareness. This study used a quantitative framing method with a content analysis approach based on 168 news articles published by detik.com in 2024 to examine how human-crocodile conflict was portrayed in this one of Indonesia's leading online media. Four variables were analyzed: news source, tone, frame type, and use of thematic versus episodic framing. The findings showed a strong reliance on government sources (79.16%), with insignificant representation of non-governmental perspectives. This resulted in narrow narrative coverage. News coverage was dominated by negative reporting, particularly in government-sourced stories (sentiment score: -0.50), perpetuating fear-based stereotypes about crocodiles. The most common frames were attribution of responsibility (34.0%) and human interest (30.1%), while thematic frames were rare (14.3%), indicating a preference for episodic and event-driven reporting over systemic analysis. These patterns suggest that the media on detik.com often reinforces sensationalism at the expense of balanced conservation messages. The study underscores the need for more inclusive, science-based reporting to foster coexistence and support effective conflict mitigation.
Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Kusmayadi, Ika Merdekawati; Rosfiantika, Evi; Aunillah, Rinda; Mahameruaji, Jimi Narotama
JE (Journal of Empowerment) Vol 6, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i1.4794

Abstract

AbstrakAktivitas pengurangan risiko bencana di Kawasan Sesar Lembang saat ini banyak dilakukan oleh organisasi berbasis komunitas (CBO) kebencanaan, yang beroperasi di tingkat akar rumput dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Salah satu CBO yang aktif dalam aktivitas ini adalah Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL). Sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas komunitas, RPBL mengembangkan literasi pengurangan risiko bencana di kawasan tersebut. Produksi konten video menjadi salah satu bentuk literasi yang potensial untuk dikembangkan, namun masih terdapat keterbatasan dalam aspek teknis, konsep produksi, dan fasilitas pendukung. Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas video yang dihasilkan. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan penguatan kapasitas CBO melalui peningkatan kesadaran peran komunitas dalam pengurangan risiko bencana serta pengembangan keterampilan produksi video dokumentasi dan edukasi. Atas dasar ini, dirancanglah program pelatihan jurnalisme warga dengan format video warga, yang dipilih karena kesederhanaannya dan relevansi dengan kebutuhan dokumentasi dan edukasi kebencanaan. Program ini meliputi dua komponen utama, yaitu peningkatan kesadaran anggota CBO dan pelatihan produksi video. Peserta kegiatan adalah anggota RPBL, yang mewakili 12 CBO aktif dalam pengurangan risiko bencana di kawasan Sesar Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan mencakup pelatihan, pendampingan produksi, evaluasi, dan monitoring keberlanjutan produksi video warga. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas CBO dalam upaya pengurangan risiko bencana.AbstractDisaster risk reduction activities in the Lembang Fault Zone are currently carried out extensively by community-based disaster organizations (CBOs) operating at the grassroots level and interacting directly with local communities. One of the active CBOs in this effort is the Lembang Disaster Care Volunteers (RPBL). As part of strengthening community identity, RPBL has developed disaster risk reduction literacy in the area. Video content production has emerged as a promising form of literacy to be further developed; however, limitations exist in technical aspects, production concepts, and supporting facilities, resulting in low-quality video outputs. To address these challenges, capacity building for CBOs is necessary through raising awareness of the community’s role in disaster risk reduction and enhancing skills in documentary and educational video production. Based on this, a citizen journalism training program using a citizen video format was designed, chosen for its simplicity and relevance to disaster documentation and education needs. The program consists of two main components: increasing CBO members’ awareness and providing video production training. Participants included RPBL members representing 12 active CBOs engaged in disaster risk reduction in the Lembang Fault Zone, West Bandung Regency. Activities encompassed training sessions, production mentoring, evaluation, and monitoring of the sustainability of citizen video production. The expected outcome of this program is an enhanced capacity of CBOs in disaster risk reduction efforts.
Agenda Media Detik.com Tentang Film Dirty Vote Rasyid, Nur Aini; Herawati, Maimon; Sirait, Rinda Aunillah
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 15 No 1 (2025): JIPSi : Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v15i1.16009

Abstract

The media has a significant role in shaping public opinion through the attention it gives to certain issues. The same is true in a political context such as the 2024 election, where the Dirty Vote movie has drawn controversy for revealing the 2024 Election fraud scheme but aired during the quiet period. This study aims to analyze Detik.com's media agenda in the coverage of the film ‘Dirty Vote’ during the period 11-14 February 2024, focusing on the three dimensions of the media agenda according to Manheim (1987): visibility, audience salience, and valence. The method used was descriptive quantitative content analysis of 43 news articles from Detik.com. The results show that Detik.com accentuates the issue of power elite response in the ‘Election Rigging Response’ issue category (27.9%) and political conflict in the ‘Controversial Film’ issue category (16.3%) in the visibility dimension with the dominance of news values ‘Power Elite’ (32.6%) and ‘Conflict’ (23.3%) as indicators of the audience salience dimension. Meanwhile, in the valence dimension, the tone of the news was dominated by a neutral tone (48.8%), more sources were quoted from Prabowo-Gibran supporters (20.9%) and the government (20.9%). The contribution of this research lies in strengthening understanding of the dynamics of online media agendas in the context of controversial issue coverage, as well as practical recommendations for the media to improve the balance and depth of analysis. Keywords: Media Agenda, Detik.com, Dirty Vote, Content Analysis, Indonesia General Election 2024
STRATEGI BISNIS LOW-COST LEADERSHIP MEDIA TEMPO INTI MEDIA HARIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Damayanti, Adinda Afifah; Hidayat, Dadang Rahmat; Sirait, Rinda Aunillah
Journal of Digital Communication Science Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Digital Communication Science
Publisher : Universitas Indonesia Membangun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/jdcs.v1i1.180

Abstract

Perusahaan media perlu melakukan berbagai adaptasi dan penyesuaian untukmempertahankan eksistensi bisnisnya selama masa pandemi Covid-19. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui strategi bisnis low-cost leadership media Tempo IntiMedia Harian saat Pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 mengakibatkan adanyaperubahan strategi bisnis low-cost leadership media tersebut. Adapun penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengambilan datamelalui proses wawancara mendalam. Konsep teori yang dipakai dalam penelitian iniadalah konsep low-cost leadership atau keunggulan biaya rendah pada teori strategibersaing generik milik Michael Porter yang digunakan untuk mengetahui posisiperusahaan di tengah persaingan industri. Strategi keunggulan biaya menyeluruhyang diterapkan oleh Tempo Inti Media Harian ialah dengan menggunakanpengendalian biaya yang ketat dalam berbagai sektor seperti adanya pengelolaantenaga kerja serta penyesuaian harga jual produk. Berdasarkan penelitian ini, tempoInti Media Harian berhasil bangkit serta mempertahankan eksistensi bisnis nyamelalui strategi low-cost leadership tersebut.
Social Communication for Rural Development: Lesson Learning from Creative Village Anwar, Rully Khairul; Rizal, Edwin; Hafiar, Hanny; Sirait, Rinda Aunillah
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.9579

Abstract

This investigation examines the development of rural communities, with a specific emphasis on participation, collaboration, and empowerment. A Creative Village (Creavill) serves as a prime example of effective, sustainable development through the implementation of economic and educational programs. The importance of community engagement in achieving comprehensive development cannot be overemphasized enough. This investigation endeavors to examine the social communication patterns amongst agriculturists and their influence on the assurance of sufficient food provisions and the enhancement of rural areas. The knowledge acquired provides important insights into strategies for enhancing resilience, especially in overcoming the challenges posed by disparities between urban and rural areas. This study focuses on the community development projects spearheaded by Creative Village, using qualitative research methodologies and case study analysis. The community’s empowerment is realized via the collaborative efforts of several sectors, including business and education. The case study of Garut Regency is an example of the success of a creative community that has effectively increased its income using new techniques. The sustained impact of empowerment requires continued commitment and cooperative participation from government agencies, communities, and outside organizations. The achievements of Creavill emphasize the importance of implementing sustainable practices. This directly supports the acceleration of comprehensive development and offers concrete solutions to economic and environmental issues faced by rural communities. This success is achieved through collaborative efforts across various complementary sectors.Keywords: Social communication, rural development, community, farmers, food securityABSTRAKPenelitian ini mengkaji proses pengembangan komunitas pedesaan, dengan fokus khusus pada konsep-konsep partisipasi, kolaborasi, dan pemberdayaan. Creavill berfungsi sebagai contoh utama pengembangan yang efektif dan berkelanjutan melalui pelaksanaan program ekonomi dan pendidikan. Pentingnya keterlibatan komunitas dalam mencapai pengembangan yang komprehensif tidak dapat ditekankan cukup. Penelitian ini berusaha memahami pola komunikasi sosial di antara petani dan bagaimana pola-pola ini mempengaruhi keamanan pangan dan kemajuan daerah pedesaan. Pengetahuan yang diperoleh memberikan wawasan penting ke dalam strategi untuk meningkatkan ketahanan, terutama dalam mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh disparitas antara area urban dan rural. Melalui penerapan metode penelitian kualitatif dan analisis studi kasus, investigasi berfokus pada inisiatif pengembangan komunitas yang dipimpin Creative Village. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberdayaan komunitas dicapai melalui upaya bersama dari berbagai sektor, seperti bisnis dan pendidikan. Studi kasus Kabupaten Garut merupakan contoh keberhasilan komunitas kreatif yang secara efektif meningkatkan pendapatannya menggunakan teknik-teknik baru. Dampak pemberdayaan yang berkelanjutan membutuhkan komitmen dan partisipasi kerjasama yang terus menerus dari lembaga pemerintah, komunitas, dan organisasi luar. Keberhasilan Creavill menekankan pentingnya penerapan praktik berkelanjutan. Ini secara langsung mendukung percepatan pengembangan komprehensif dan menawarkan solusi konkret terhadap masalah ekonomi dan lingkungan yang dihadapi oleh komunitas pedesaan. Keberhasilan ini dicapai melalui upaya kolaboratif lintas berbagai sektor yang saling melengkapi.Kata Kunci: Komunikasi sosial, pembangunan pedesaan, masyarakat, petani, ketahanan pangan