Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Social Communication for Rural Development: Lesson Learning from Creative Village Anwar, Rully Khairul; Rizal, Edwin; Hafiar, Hanny; Sirait, Rinda Aunillah
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.9579

Abstract

This investigation examines the development of rural communities, with a specific emphasis on participation, collaboration, and empowerment. A Creative Village (Creavill) serves as a prime example of effective, sustainable development through the implementation of economic and educational programs. The importance of community engagement in achieving comprehensive development cannot be overemphasized enough. This investigation endeavors to examine the social communication patterns amongst agriculturists and their influence on the assurance of sufficient food provisions and the enhancement of rural areas. The knowledge acquired provides important insights into strategies for enhancing resilience, especially in overcoming the challenges posed by disparities between urban and rural areas. This study focuses on the community development projects spearheaded by Creative Village, using qualitative research methodologies and case study analysis. The community’s empowerment is realized via the collaborative efforts of several sectors, including business and education. The case study of Garut Regency is an example of the success of a creative community that has effectively increased its income using new techniques. The sustained impact of empowerment requires continued commitment and cooperative participation from government agencies, communities, and outside organizations. The achievements of Creavill emphasize the importance of implementing sustainable practices. This directly supports the acceleration of comprehensive development and offers concrete solutions to economic and environmental issues faced by rural communities. This success is achieved through collaborative efforts across various complementary sectors.Keywords: Social communication, rural development, community, farmers, food securityABSTRAKPenelitian ini mengkaji proses pengembangan komunitas pedesaan, dengan fokus khusus pada konsep-konsep partisipasi, kolaborasi, dan pemberdayaan. Creavill berfungsi sebagai contoh utama pengembangan yang efektif dan berkelanjutan melalui pelaksanaan program ekonomi dan pendidikan. Pentingnya keterlibatan komunitas dalam mencapai pengembangan yang komprehensif tidak dapat ditekankan cukup. Penelitian ini berusaha memahami pola komunikasi sosial di antara petani dan bagaimana pola-pola ini mempengaruhi keamanan pangan dan kemajuan daerah pedesaan. Pengetahuan yang diperoleh memberikan wawasan penting ke dalam strategi untuk meningkatkan ketahanan, terutama dalam mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh disparitas antara area urban dan rural. Melalui penerapan metode penelitian kualitatif dan analisis studi kasus, investigasi berfokus pada inisiatif pengembangan komunitas yang dipimpin Creative Village. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberdayaan komunitas dicapai melalui upaya bersama dari berbagai sektor, seperti bisnis dan pendidikan. Studi kasus Kabupaten Garut merupakan contoh keberhasilan komunitas kreatif yang secara efektif meningkatkan pendapatannya menggunakan teknik-teknik baru. Dampak pemberdayaan yang berkelanjutan membutuhkan komitmen dan partisipasi kerjasama yang terus menerus dari lembaga pemerintah, komunitas, dan organisasi luar. Keberhasilan Creavill menekankan pentingnya penerapan praktik berkelanjutan. Ini secara langsung mendukung percepatan pengembangan komprehensif dan menawarkan solusi konkret terhadap masalah ekonomi dan lingkungan yang dihadapi oleh komunitas pedesaan. Keberhasilan ini dicapai melalui upaya kolaboratif lintas berbagai sektor yang saling melengkapi.Kata Kunci: Komunikasi sosial, pembangunan pedesaan, masyarakat, petani, ketahanan pangan
Implementasi Penggunaan Media Audiovisual Sebagai Sarana Pembelajaran Produksi Konten Video Tiktok Kecamatan Jatigede Nadia Febriani; Rinda Aunillah
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v4i2.397

Abstract

Artikel ini bertujuan menyajikan implementasi program pengabdian pada masyarakat (PPM) yang diselenggarakan Program Studi Manajemen Produksi Media Universitas Padjadjaran berupa penggunaan media audiovisual, khususnya dalam bentuk video, sebagai sarana pembelajaran produksi konten video TikTok bagi masyarakat Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Metode yang dilakukan berbentuk workshop luring yang melibatkan dosen dan praktisi bidang produksi konten video, dengan pendekatan pembelajaran kelompok. Hasil kegiatan pengabdian mencakup deskripsi penggunaan materi bahan ajar audiovisual mengenai teknik pengambilan gambar video menggunakan perangkat ponsel pintar serta manfaatnya dalam meningkatkan kreativitas, retensi informasi, dan keterlibatan peserta pelatihan. Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya integrasi penggunaan teknologi dalam konteks pendidikan pada masyarakat, seperti Kecamatan Jatigede, untuk memastikan relevansi dan keberlanjutan pembelajaran di era digital. Diharapkan, artikel ini dapat memberikan wawasan bagi para pendidik, pelaku pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya yang tertarik dalam mengoptimalkan penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran di masyarakat.
Framing Human-Crocodile Conflict: A Quantitative Content Analysis on detik.com Online Media Aldehead Marinda Merfonsina Uparatu; Herlina Agustin; Rinda Aunillah Sirait
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2025): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v13.i1.10658

Abstract

Human-crocodile conflict (HCC) is an important yet under-researched aspect of human-wildlife interactions in Indonesia with significant consequences for conservation efforts and public awareness. This study used a quantitative framing method with a content analysis approach based on 168 news articles published by detik.com in 2024 to examine how human-crocodile conflict was portrayed in this one of Indonesia's leading online media. Four variables were analyzed: news source, tone, frame type, and use of thematic versus episodic framing. The findings showed a strong reliance on government sources (79.16%), with insignificant representation of non-governmental perspectives. This resulted in narrow narrative coverage. News coverage was dominated by negative reporting, particularly in government-sourced stories (sentiment score: -0.50), perpetuating fear-based stereotypes about crocodiles. The most common frames were attribution of responsibility (34.0%) and human interest (30.1%), while thematic frames were rare (14.3%), indicating a preference for episodic and event-driven reporting over systemic analysis. These patterns suggest that the media on detik.com often reinforces sensationalism at the expense of balanced conservation messages. The study underscores the need for more inclusive, science-based reporting to foster coexistence and support effective conflict mitigation.
Media Sustainability During the COVID-19 Pandemic: Business Differentiation Strategies by Tempo Inti Media Harian Hidayat, Dadang Rahmat; Damayanti, Adinda Afifah; Sirait, Rinda Aunillah
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 7, No 1 (2023): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v7i1.48026

Abstract

Economic pressures generated by the COVID-19 pandemic were a challenge for Tempo Media Group, especially in the aspect of media business sustainability. The biggest challenge for this media group is faced by Tempo Inti Media Harian, which is forced to accelerate digital transformation. Koran Tempo, which is a printed newspaper, as of 2021 has fully transitioned into Koran Tempo Digital. This change driven by digital disruption is considered necessary to maintain the media business. This article reviews how Tempo Inti Harian's efforts to survive the COVID-19 pandemic from the perspective of Michael Porter's business differentiation strategy. The research used a qualitative method with a descriptive approach. The research was conducted by interacting with and observing the object under study to gain experience to strengthen interpretation and analysis with an inductive approach. The author relates the research findings to the company's ideology in the form of Tempo Cultural Values: Trusted, Independent, and Professional with the basic framework of mass media-McQuaill and the Journalistic Code of Ethics. The results show that in terms of business differentiation strategy, Tempo Inti Media Harian's strength in surviving the COVID-19 pandemic is its consistency in adhering to media accountability and the Journalistic Code of Ethics.
Wacana Budaya Suku Sasak di Desa Sade dalam Detik.com Yalatama, Regita Nada; Sjafirah, Nuryah Asri; Aunillah, Rinda
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 1 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i1.31320

Abstract

Desa Sade dalam pemberitaan media seringkali diwacanakan sebagai desa yang memegang teguh adat dan istiadat setempat. Budaya Desa Sade dalam pemberitaan media dianggap sebagai budaya yang tidak tergerus modernisasi. Padahal, dua penelitian terkait etnografi budaya Suku Sasak menyatakan bahwa budaya Suku Sasak di Desa Sade dinilai telah tergerus modernisasi. Detik.com merupakan salah satu media online yang mempublikasikan berita terkait tempat wisata Desa Sade sebagai desa dengan budaya yang masih asli dan belum tergerus modernisasi. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis model Norman Fairclough untuk menganalisis wacana budaya Suku Sasak dalam pemberitaan Desa Sade, yang juga berkaitan dengan wacana detik.com dalam merepresentasikan budaya Suku Sasak. Analisis dilakukan dengan menguji tiga tahap, yaitu level teks, level praktik wacana dan level sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa detik.com dalam merepresentasikan budaya Suku Sasak hanya menampilkan citra positif dari Desa Sade. Pada level teks, detik.com memengaruhi pembaca terkait budaya Suku Sasak yang dianggap unik sebagai bagian dari wacana poskolonial. Pada level praktik wacana, produksi berita Desa Sade pada portal berita detik.com ditujukan untuk memajukan budaya Indonesia. Sementara pada level sosiokultural, aspek makro memengaruhi detik.com dalam merepresentasikan budaya Suku Sasak di Desa Sade. Maka, detik.com ketika mewacanakan budaya Suku Sasak dalam pemberitaan Desa Sade, merepresentasikan citra positif untuk mempromosikan Desa Sade yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
The Management of Negotiation Process on the Animal Welfare Dispute in the Bandung Zoo Herlina Agustin; Rinda Aunillah Sirait; Dandi Supriadi
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 3 No. 2 (2018): December 2018 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v3i2.222

Abstract

Management of conflict and negotiation played an important role in solving a dispute. Both actions were not simple tasks in resolving conflicts since different points of view usually involve. This was what happened in the dispute of animal welfare issue between Bandung Zoo and Scorpion Wildlife Foundation. The dispute that became the focus of this article related to the accusation raised by the Scorpion Wildlife Foundation towards the Bandung Zoo in terms of animal welfare abandonment. The conflict between the two organizations has increased because the zoo did not accept the allegations and intended to bring the foundation to a legal court for the reason of defamation. This article looked at the use of the management of conflict and the negotiation to resolve this conflict by the Agency of Natural Resources of West Java as facilitator. The study used constructive case study method to chronologically construct the conflict and the use of negotiation. The results showed that the facilitator dominated the negotiation process, while the conflicting parties have not had any agreement to resolve the problem. The condition had a potential to be invalid any time if the dispute was not completely resolved.
The Media Verification of Hoaxes about Human-Crocodile Conflicts Herlina Agustin; Dadang Rahmat Hidayat; Dandi Supriadi; Rinda Aunillah
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 1 (2022): June 2022 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v7i1.666

Abstract

The human-crocodile conflict frequently happens in Indonesia. Based on the data from http://www.crocodile-attack.info/, it is claimed that Indonesia is a country with the most cases of crocodile attacks. Mostly the attacks involved the saltwater crocodile (Crocodylus porosus). On the other hand, this conflict is worsened by the spread of inaccurate information among communities. From October 2019 to October 2021, there were 12 false stories about crocodile attacks. These hoaxes were distributed on social media, causing fear to those who consumed the information. It is crucial to be investigated, especially from the perspective of environmental journalism. This study describes how mainstream media outlets tried to clarify the hoaxes. The results show many materials contained by information disorder, which need to be clarified by the media to ensure clarity and truth for the public. This study finds that most mainstream media still have their conscience to protect the public from false information. It was done by practicing curation journalism that includes the discipline of verification. In conclusion, the media and information sources need to have a good comprehension of crocodile behavior. The research also catches the need for environmental journalism training for media practitioners in Indonesia. Thus, the media will be able to offer the best solution for reducing the attack while at the same time giving adequate education for the public to live in harmony with Indonesian flora and fauna.
Memetakan Narasi Disabilitas dalam Media Daring Indonesia: Sintesis Literatur Antara Eksploitasi dan Inklusivitas Hosana Solagracia Sifra; Nunik Maharani; Rinda Aunillah Sirait
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4069

Abstract

Keterwakilan penyandang disabilitas dalam media daring di Indonesia masih terjebak dalam dikotomi antara kepentingan komersial dan menyediakan tanggung jawab sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola narasi disabilitas melalui sintesis literatur untuk mengidentifikasi pembingkaian antara eksploitasi ekonomi dan praktik jurnalisme inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka deskriptif kualitatif dengan menganalisis 12 artikel ilmiah dan laporan penelitian dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Temuan penelitian ini mengungkapkan adanya polarisasi narasi yang signifikan, di satu sisi, media cenderung melakukan eksploitasi penderita demi mengejar trafik melalui strategi clickbait , sekaligus melakukan kekerasan simbolik melalui penggunaan eufemisme bahasa serta metafora gender yang menekankan martabat subjek. Meskipun praktik jurnalisme inklusif yang mengacu pada Pedoman Pemberitaan Ramah Disabilitas (PPRD) mulai menunjukkan perkembangan, namun fenomena disabilitas tanpa penyandang disabilitas masih mendominasi karena mengabaikan suara penyandang disabilitas dalam narasi bersifat abstrak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi paradigma dari Model Patologi Sosial menuju narasi dengan dasar hak asasi manusia, serta implementasi PPRD yang konsisten, merupakan prasyarat mutlak bagi lembaga pers dalam menjalankan fungsi edukasi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan jurnalisme keberagaman melalui penguatan representasi penyandang disabilitas yang mandiri di ruang digital.
Konstruksi Isu Iklim dan Bencana di YouTube Metropedia Metro TV 2023–2025: Analisis Framing Robert N. Entman Vallencya Alberta; Abie Besman; Rinda Aunillah Sirait
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4070

Abstract

Perubahan iklim dan bencana merupakan ancaman global yang sering kali dibingkai secara keliru oleh media sebagai peristiwa alam biasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis Framing Robert N. Entman terhadap Pemberitaan Iklim dan Bencana pada program Metropedia di kanal YouTube Metro TV periode 2023–2025. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan paradigma konstruktivisme, penelitian ini mengkaji 10 berita dengan isu iklim dan bencana dominan dari 42 video melalui observasi dan analisis teks audiovisual. Temuan menunjukkan bahwa Metropedia secara konsisten membingkai isu tersebut sebagai masalah publik serius yang menuntut kewaspadaan kolektif. Program ini secara efektif memanfaatkan data ilmiah serta inovasi Augmented Reality untuk mendefinisikan ancaman secara nyata dan merekomendasikan solusi mitigasi. Meskipun dominan edukatif, ditemukan satu kasus melemahnya Firewall Jurnalistik akibat kepentingan promosi komersial. Selain itu, penggunaan kaitan berita (news peg) pada berita 9 dan 10 berfungsi memperkuat internalisasi narasi "hidup damai dengan bencana" pada audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Metropedia merupakan bentuk Jurnalisme Digital yang adaptif sebagai agen perubahan, namun menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan independensi redaksi dalam komunikasi lingkungan.
MENGHIJAUKAN HULU CITARUM: EDUKASI PENANAMAN POHON DI KAWASAN TITIK NOL SUNGAI CITARUM KABUPATEN BANDUNG Gustaman, Budi; Rosfiantika, Evi; Aunillah, Rinda
Midang Vol 2 No 2 (2024): Midang, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.55439

Abstract

Pelestarian Sungai Citarum menjadi isu penting dalam satu dekade terakhir, salah satunya sejak Green Cross Switzerland and Blacksmith Institut, organisasi yang fokus pada pelestarian lingkungan, menyatakan bahwa Sungai Citarum merupakan salah satu tempat tercemar dan terkotor di dunia pada 2013. Faktanya, pencemaran sungai bukan satu-satunya permasalahan yang terjadi, Sungai Citarum dilanda masalah kerusakan hutan dan alih fungsi lahan di wilayah hulu, serta masalah banjir di bagian hilir. Hal ini menjadi pekerjaan bagi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, militer, pelaku industri, komunitas, hingga akademisi. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, pemerintah pusat meluncurkan Program Citarum Harum pada 2018 dengan fokus pada penanganan praktis, penanganan praktik, riset, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat seputar pelestarian Sungai Citarum. Secara khusus, Universitas Padjadjaran juga terlibat aktif, yakni dengan adanya Pusat Riset Citarum atau Citarum Center of Research (CCR). Terlepas dari program tersebut, pada Januari-Februari 2023 dilakukan program Pengabdian Pada Masyarakat di wilayah hulu Sungai Citarum, yang berpayung pada program PPM Universitas Padjadjaran. Kegiatan yang dilaksanakan berupa edukasi penanaman pohon di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Lokasi tersebut merupakan kilometer nol Sungai Citarum, yang memiliki permasalahan kerusakan hutan dan alih fungsi hutan. Kegiatan ini memfokuskan kepada pelibatan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah, guru, mahasiswa, aparat desa, dan karang taruna dalam edukasi dan partisipasi aktif dalam penanaman pohon. Hasil yang didapat dari program ini adalah pewarisan ide dan praktik seputar pelibatan aktif generasi muda dengan program-program pelestarian lingkungan di Desa Tarumajaya. Realisasinya adalah mengikutsertakan siswa-siswa sekolah dan karang taruna dalam program pelestarian lingkungan yang dicanangkan oleh desa. Hasilnya, program PPM yang telah diselenggarakan diadopsi oleh pemerintah desa secara ide dan praktik dalam berbagai program pelestarian lingkungan di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.