Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Framing Human-Crocodile Conflict: A Quantitative Content Analysis on detik.com Online Media Uparatu, Aldehead Marinda Merfonsina; Agustin, Herlina; Sirait, Rinda Aunillah
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2025): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v13.i1.10658

Abstract

Human-crocodile conflict (HCC) is an important yet under-researched aspect of human-wildlife interactions in Indonesia with significant consequences for conservation efforts and public awareness. This study used a quantitative framing method with a content analysis approach based on 168 news articles published by detik.com in 2024 to examine how human-crocodile conflict was portrayed in this one of Indonesia's leading online media. Four variables were analyzed: news source, tone, frame type, and use of thematic versus episodic framing. The findings showed a strong reliance on government sources (79.16%), with insignificant representation of non-governmental perspectives. This resulted in narrow narrative coverage. News coverage was dominated by negative reporting, particularly in government-sourced stories (sentiment score: -0.50), perpetuating fear-based stereotypes about crocodiles. The most common frames were attribution of responsibility (34.0%) and human interest (30.1%), while thematic frames were rare (14.3%), indicating a preference for episodic and event-driven reporting over systemic analysis. These patterns suggest that the media on detik.com often reinforces sensationalism at the expense of balanced conservation messages. The study underscores the need for more inclusive, science-based reporting to foster coexistence and support effective conflict mitigation.
Pelatihan Jurnalisme Warga Untuk Membangun Kemampuan Reportase Risiko Kebencanaan Pada Relawan Peduli Bencana Lembang Kusmayadi, Ika Merdekawati; Rosfiantika, Evi; Aunillah, Rinda; Mahameruaji, Jimi Narotama
JE (Journal of Empowerment) Vol 6, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i1.4794

Abstract

AbstrakAktivitas pengurangan risiko bencana di Kawasan Sesar Lembang saat ini banyak dilakukan oleh organisasi berbasis komunitas (CBO) kebencanaan, yang beroperasi di tingkat akar rumput dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Salah satu CBO yang aktif dalam aktivitas ini adalah Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL). Sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas komunitas, RPBL mengembangkan literasi pengurangan risiko bencana di kawasan tersebut. Produksi konten video menjadi salah satu bentuk literasi yang potensial untuk dikembangkan, namun masih terdapat keterbatasan dalam aspek teknis, konsep produksi, dan fasilitas pendukung. Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas video yang dihasilkan. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan penguatan kapasitas CBO melalui peningkatan kesadaran peran komunitas dalam pengurangan risiko bencana serta pengembangan keterampilan produksi video dokumentasi dan edukasi. Atas dasar ini, dirancanglah program pelatihan jurnalisme warga dengan format video warga, yang dipilih karena kesederhanaannya dan relevansi dengan kebutuhan dokumentasi dan edukasi kebencanaan. Program ini meliputi dua komponen utama, yaitu peningkatan kesadaran anggota CBO dan pelatihan produksi video. Peserta kegiatan adalah anggota RPBL, yang mewakili 12 CBO aktif dalam pengurangan risiko bencana di kawasan Sesar Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan mencakup pelatihan, pendampingan produksi, evaluasi, dan monitoring keberlanjutan produksi video warga. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas CBO dalam upaya pengurangan risiko bencana.AbstractDisaster risk reduction activities in the Lembang Fault Zone are currently carried out extensively by community-based disaster organizations (CBOs) operating at the grassroots level and interacting directly with local communities. One of the active CBOs in this effort is the Lembang Disaster Care Volunteers (RPBL). As part of strengthening community identity, RPBL has developed disaster risk reduction literacy in the area. Video content production has emerged as a promising form of literacy to be further developed; however, limitations exist in technical aspects, production concepts, and supporting facilities, resulting in low-quality video outputs. To address these challenges, capacity building for CBOs is necessary through raising awareness of the community’s role in disaster risk reduction and enhancing skills in documentary and educational video production. Based on this, a citizen journalism training program using a citizen video format was designed, chosen for its simplicity and relevance to disaster documentation and education needs. The program consists of two main components: increasing CBO members’ awareness and providing video production training. Participants included RPBL members representing 12 active CBOs engaged in disaster risk reduction in the Lembang Fault Zone, West Bandung Regency. Activities encompassed training sessions, production mentoring, evaluation, and monitoring of the sustainability of citizen video production. The expected outcome of this program is an enhanced capacity of CBOs in disaster risk reduction efforts.
Agenda Media Detik.com Tentang Film Dirty Vote Rasyid, Nur Aini; Herawati, Maimon; Sirait, Rinda Aunillah
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 15 No 1 (2025): JIPSi : Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v15i1.16009

Abstract

The media has a significant role in shaping public opinion through the attention it gives to certain issues. The same is true in a political context such as the 2024 election, where the Dirty Vote movie has drawn controversy for revealing the 2024 Election fraud scheme but aired during the quiet period. This study aims to analyze Detik.com's media agenda in the coverage of the film ‘Dirty Vote’ during the period 11-14 February 2024, focusing on the three dimensions of the media agenda according to Manheim (1987): visibility, audience salience, and valence. The method used was descriptive quantitative content analysis of 43 news articles from Detik.com. The results show that Detik.com accentuates the issue of power elite response in the ‘Election Rigging Response’ issue category (27.9%) and political conflict in the ‘Controversial Film’ issue category (16.3%) in the visibility dimension with the dominance of news values ‘Power Elite’ (32.6%) and ‘Conflict’ (23.3%) as indicators of the audience salience dimension. Meanwhile, in the valence dimension, the tone of the news was dominated by a neutral tone (48.8%), more sources were quoted from Prabowo-Gibran supporters (20.9%) and the government (20.9%). The contribution of this research lies in strengthening understanding of the dynamics of online media agendas in the context of controversial issue coverage, as well as practical recommendations for the media to improve the balance and depth of analysis. Keywords: Media Agenda, Detik.com, Dirty Vote, Content Analysis, Indonesia General Election 2024
STRATEGI BISNIS LOW-COST LEADERSHIP MEDIA TEMPO INTI MEDIA HARIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Damayanti, Adinda Afifah; Hidayat, Dadang Rahmat; Sirait, Rinda Aunillah
Journal of Digital Communication Science Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Digital Communication Science
Publisher : Universitas Indonesia Membangun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/jdcs.v1i1.180

Abstract

Perusahaan media perlu melakukan berbagai adaptasi dan penyesuaian untukmempertahankan eksistensi bisnisnya selama masa pandemi Covid-19. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui strategi bisnis low-cost leadership media Tempo IntiMedia Harian saat Pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 mengakibatkan adanyaperubahan strategi bisnis low-cost leadership media tersebut. Adapun penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengambilan datamelalui proses wawancara mendalam. Konsep teori yang dipakai dalam penelitian iniadalah konsep low-cost leadership atau keunggulan biaya rendah pada teori strategibersaing generik milik Michael Porter yang digunakan untuk mengetahui posisiperusahaan di tengah persaingan industri. Strategi keunggulan biaya menyeluruhyang diterapkan oleh Tempo Inti Media Harian ialah dengan menggunakanpengendalian biaya yang ketat dalam berbagai sektor seperti adanya pengelolaantenaga kerja serta penyesuaian harga jual produk. Berdasarkan penelitian ini, tempoInti Media Harian berhasil bangkit serta mempertahankan eksistensi bisnis nyamelalui strategi low-cost leadership tersebut.
Social Communication for Rural Development: Lesson Learning from Creative Village Anwar, Rully Khairul; Rizal, Edwin; Hafiar, Hanny; Sirait, Rinda Aunillah
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.9579

Abstract

This investigation examines the development of rural communities, with a specific emphasis on participation, collaboration, and empowerment. A Creative Village (Creavill) serves as a prime example of effective, sustainable development through the implementation of economic and educational programs. The importance of community engagement in achieving comprehensive development cannot be overemphasized enough. This investigation endeavors to examine the social communication patterns amongst agriculturists and their influence on the assurance of sufficient food provisions and the enhancement of rural areas. The knowledge acquired provides important insights into strategies for enhancing resilience, especially in overcoming the challenges posed by disparities between urban and rural areas. This study focuses on the community development projects spearheaded by Creative Village, using qualitative research methodologies and case study analysis. The community’s empowerment is realized via the collaborative efforts of several sectors, including business and education. The case study of Garut Regency is an example of the success of a creative community that has effectively increased its income using new techniques. The sustained impact of empowerment requires continued commitment and cooperative participation from government agencies, communities, and outside organizations. The achievements of Creavill emphasize the importance of implementing sustainable practices. This directly supports the acceleration of comprehensive development and offers concrete solutions to economic and environmental issues faced by rural communities. This success is achieved through collaborative efforts across various complementary sectors.Keywords: Social communication, rural development, community, farmers, food securityABSTRAKPenelitian ini mengkaji proses pengembangan komunitas pedesaan, dengan fokus khusus pada konsep-konsep partisipasi, kolaborasi, dan pemberdayaan. Creavill berfungsi sebagai contoh utama pengembangan yang efektif dan berkelanjutan melalui pelaksanaan program ekonomi dan pendidikan. Pentingnya keterlibatan komunitas dalam mencapai pengembangan yang komprehensif tidak dapat ditekankan cukup. Penelitian ini berusaha memahami pola komunikasi sosial di antara petani dan bagaimana pola-pola ini mempengaruhi keamanan pangan dan kemajuan daerah pedesaan. Pengetahuan yang diperoleh memberikan wawasan penting ke dalam strategi untuk meningkatkan ketahanan, terutama dalam mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh disparitas antara area urban dan rural. Melalui penerapan metode penelitian kualitatif dan analisis studi kasus, investigasi berfokus pada inisiatif pengembangan komunitas yang dipimpin Creative Village. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberdayaan komunitas dicapai melalui upaya bersama dari berbagai sektor, seperti bisnis dan pendidikan. Studi kasus Kabupaten Garut merupakan contoh keberhasilan komunitas kreatif yang secara efektif meningkatkan pendapatannya menggunakan teknik-teknik baru. Dampak pemberdayaan yang berkelanjutan membutuhkan komitmen dan partisipasi kerjasama yang terus menerus dari lembaga pemerintah, komunitas, dan organisasi luar. Keberhasilan Creavill menekankan pentingnya penerapan praktik berkelanjutan. Ini secara langsung mendukung percepatan pengembangan komprehensif dan menawarkan solusi konkret terhadap masalah ekonomi dan lingkungan yang dihadapi oleh komunitas pedesaan. Keberhasilan ini dicapai melalui upaya kolaboratif lintas berbagai sektor yang saling melengkapi.Kata Kunci: Komunikasi sosial, pembangunan pedesaan, masyarakat, petani, ketahanan pangan
The Management of Negotiation Process on the Animal Welfare Dispute in the Bandung Zoo Agustin, Herlina; Sirait, Rinda Aunillah; Supriadi, Dandi
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 3 No. 2 (2018): December 2018 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v3i2.222

Abstract

Management of conflict and negotiation played an important role in solving a dispute. Both actions were not simple tasks in resolving conflicts since different points of view usually involve. This was what happened in the dispute of animal welfare issue between Bandung Zoo and Scorpion Wildlife Foundation. The dispute that became the focus of this article related to the accusation raised by the Scorpion Wildlife Foundation towards the Bandung Zoo in terms of animal welfare abandonment. The conflict between the two organizations has increased because the zoo did not accept the allegations and intended to bring the foundation to a legal court for the reason of defamation. This article looked at the use of the management of conflict and the negotiation to resolve this conflict by the Agency of Natural Resources of West Java as facilitator. The study used constructive case study method to chronologically construct the conflict and the use of negotiation. The results showed that the facilitator dominated the negotiation process, while the conflicting parties have not had any agreement to resolve the problem. The condition had a potential to be invalid any time if the dispute was not completely resolved.
The Media Verification of Hoaxes about Human-Crocodile Conflicts Agustin, Herlina; Hidayat, Dadang Rahmat; Supriadi, Dandi; Aunillah, Rinda
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 1 (2022): June 2022 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v7i1.666

Abstract

The human-crocodile conflict frequently happens in Indonesia. Based on the data from http://www.crocodile-attack.info/, it is claimed that Indonesia is a country with the most cases of crocodile attacks. Mostly the attacks involved the saltwater crocodile (Crocodylus porosus). On the other hand, this conflict is worsened by the spread of inaccurate information among communities. From October 2019 to October 2021, there were 12 false stories about crocodile attacks. These hoaxes were distributed on social media, causing fear to those who consumed the information. It is crucial to be investigated, especially from the perspective of environmental journalism. This study describes how mainstream media outlets tried to clarify the hoaxes. The results show many materials contained by information disorder, which need to be clarified by the media to ensure clarity and truth for the public. This study finds that most mainstream media still have their conscience to protect the public from false information. It was done by practicing curation journalism that includes the discipline of verification. In conclusion, the media and information sources need to have a good comprehension of crocodile behavior. The research also catches the need for environmental journalism training for media practitioners in Indonesia. Thus, the media will be able to offer the best solution for reducing the attack while at the same time giving adequate education for the public to live in harmony with Indonesian flora and fauna.
Environmental Journalism Practices in the Framing of Kaesang Pangarep's Private Jet News from Kompas.id Aprilya, Nisya; Supriadi, Dandi; Sirait, Rinda Aunillah
Jurnal Komunikasi Vol 19, No 1 (2025): Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v19i1.29905

Abstract

Permasalahan dari penggunaan jet pribadi oleh Kaesang Pangarep menarik perhatian masyarakat Indonesia pada bulan Agustus 2024. Banyak media yang memberitakan isu ini dari beberapa sudut pandang, terutama Kompas.id dengan menyoroti tingginya emisi karbon penggunaan jet pribadi berdampak sangat besar terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana pembingkaian media Kompas.id dalam berita berjudul “Jejak Hitam dari Perjalanan Pesawat Anak Presiden”. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode berupa analisis framing Robert Entman. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan landasan teori konstruksi realitas sosial dan pendekatan jurnalisme lingkungan. Hasil dari penelitian ini dirincikan berdasarkan empat elemen analisis framing Robert Entman. Pertama, Kompas.id mendefinisikan masalah lebih menyoroti emisi karbon yang dihasilkan dari pesawat jet dan dampaknya terhadap lingkungan. Kedua, Kompas.id memperkirakan sumber masalah mengkaitkan dengan sumber masalah selanjutnya dengan menjelaskan seberapa tingginya emisi karbon yang dihasilkan dari pesawat jet dan kontribusi orang-orang kaya dibaliknya. Ketiga, Kompas.id menilai pemanasan global adalah ujian yang paling nyata untuk rasa kemanusiaan dan setiap orang di bumi dengan berkontribusi menyumbang emisi rumah kaca serta jejak karbon setiap kapitanya bisa sangat timpang. dari gaya hidup orang-orang kaya lebih tinggi untuk membatasi pemanasan global. Keempat, Kompas.id memberikan rekomendasi penyelesaiannya secara implisit kepada penegak hukum.
Memetakan Narasi Disabilitas dalam Media Daring Indonesia: Sintesis Literatur Antara Eksploitasi dan Inklusivitas Sifra, Hosana Solagracia; Maharani, Nunik; Sirait, Rinda Aunillah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4069

Abstract

Keterwakilan penyandang disabilitas dalam media daring di Indonesia masih terjebak dalam dikotomi antara kepentingan komersial dan menyediakan tanggung jawab sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola narasi disabilitas melalui sintesis literatur untuk mengidentifikasi pembingkaian antara eksploitasi ekonomi dan praktik jurnalisme inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka deskriptif kualitatif dengan menganalisis 12 artikel ilmiah dan laporan penelitian dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Temuan penelitian ini mengungkapkan adanya polarisasi narasi yang signifikan, di satu sisi, media cenderung melakukan eksploitasi penderita demi mengejar trafik melalui strategi clickbait , sekaligus melakukan kekerasan simbolik melalui penggunaan eufemisme bahasa serta metafora gender yang menekankan martabat subjek. Meskipun praktik jurnalisme inklusif yang mengacu pada Pedoman Pemberitaan Ramah Disabilitas (PPRD) mulai menunjukkan perkembangan, namun fenomena disabilitas tanpa penyandang disabilitas masih mendominasi karena mengabaikan suara penyandang disabilitas dalam narasi bersifat abstrak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi paradigma dari Model Patologi Sosial menuju narasi dengan dasar hak asasi manusia, serta implementasi PPRD yang konsisten, merupakan prasyarat mutlak bagi lembaga pers dalam menjalankan fungsi edukasi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan jurnalisme keberagaman melalui penguatan representasi penyandang disabilitas yang mandiri di ruang digital.
Konstruksi Isu Iklim dan Bencana di YouTube Metropedia Metro TV 2023–2025: Analisis Framing Robert N. Entman Alberta, Vallencya; Besman, Abie; Sirait, Rinda Aunillah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4070

Abstract

Perubahan iklim dan bencana merupakan ancaman global yang sering kali dibingkai secara keliru oleh media sebagai peristiwa alam biasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis Framing Robert N. Entman terhadap Pemberitaan Iklim dan Bencana pada program Metropedia di kanal YouTube Metro TV periode 2023–2025. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan paradigma konstruktivisme, penelitian ini mengkaji 10 berita dengan isu iklim dan bencana dominan dari 42 video melalui observasi dan analisis teks audiovisual. Temuan menunjukkan bahwa Metropedia secara konsisten membingkai isu tersebut sebagai masalah publik serius yang menuntut kewaspadaan kolektif. Program ini secara efektif memanfaatkan data ilmiah serta inovasi Augmented Reality untuk mendefinisikan ancaman secara nyata dan merekomendasikan solusi mitigasi. Meskipun dominan edukatif, ditemukan satu kasus melemahnya Firewall Jurnalistik akibat kepentingan promosi komersial. Selain itu, penggunaan kaitan berita (news peg) pada berita 9 dan 10 berfungsi memperkuat internalisasi narasi "hidup damai dengan bencana" pada audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Metropedia merupakan bentuk Jurnalisme Digital yang adaptif sebagai agen perubahan, namun menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan independensi redaksi dalam komunikasi lingkungan.