Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS SAINTIFIK BAGI GURU IPA DI SULAWESI SELATAN Yusminah Hala; Sitti Saenab; Arifah Novia arifin; Nani Kurnia; Andi Rahmat Saleh
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9547

Abstract

Kemampuan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang tepat akan berdampak pada kualitas pembelajaran. Salah satunya kemampuan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis saintifik, akan tetapi pada kenyataannya di beberapa sekolah di Sulawesi Selatan belum mampu mengembangkan perangkat pembelajaran sendiri. Pengabdian ini dimaksudkan melatih guru IPA mengembangankan perangkat pembelajaran IPA berbasis saintifik. Pelatihan ini dilaksanakan selama 4 minggu melalui tiga tahap yaitu: tahap pertama pengenalan dalam bentuk presentase yang diikuti dengan penugasan, tahap kedua konsultasi hasil kerja guru dan saran perbaikan, serta tahap ketiga adalah presentasi masing-masing guru terkait dengan hasil perbaikannya tahap keempat adalah evaluasi. luaran pengabdian ini yaitu perangkat pembelajaran biologi berbasis saintifik. Hasil menunjukkan bahwa peserta dapat mengembangkan perangkat berupa rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja peserta didik dengan baik. Respons peserta terhadap pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik yang dilaksanakan pada umumnya sangat baik. Dari segi tingkat kepuasan mereka mengikuti pelatihan, sebanyak 60% merasa sangat puas atau sebanyak 9 orang menyatakan sangat puas dan 6 orang yang menyatakan puas (40%). Meskipun demikian pelaksanaan pelatihan ini tidak sepenuhnya sempurna, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi jika pelatihan serupa dilaksanakan kembali, dari pelatihan ini pula terungkap bahwa kemampuan guru-guru untuk merumuskan indikator pencapaian kompetensi masih kurang, masih banyak merumuskan indikator pencapaian kompetensi yang tidak disesuaikan dengan model pembelajaran. Untuk itu pelatihan yang disarankan untuk diadakan berikutnya adalah pengembangan perangkat berbasis model pembelajaran.
Analisis Hubungan antara Respon dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Pembelajaran Outdoor Learning untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan S. Syamsiah; Andi Farida Arsal; Arifah Novia Arifin
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat102263692021

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara respon dan hasil belajar mahasiswa terhadap pembelajaran outdor learning untuk meningkatkan literasi lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebagai subjek penelitian ialah mahasiswa biologi UNM angkatan 2018 sebanyak 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket respon mahasiswa terhadap pelaksanaan praktikum di Kebun Raya Massenrempulu Enrekang berupa outdoor learning, yang mengacu pada empat aspek, yaitu respon mahasiswa terhadap pelaksanaan outdoor learning, respon terhadap manfaat outdoor learning, respon terhadap pemahaman materi, dan respon terhadap kenyamanan/kebersihan lingkungan. Instrumen soal pilihan ganda untuk menentukan hasil belajar mahasiswa. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk melihat hubungan antara respon dan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran outdoor learning. Hubungan antara respon dan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran outdoor learning diuji dengan menggunakan independent sampel t-test (uji- t). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh antara respon dan hasil belajar mahasiswa terhadap pembelajaran outdoor learning. Pembelajaran dengan menggunakan sistem outdoor learning merupakan pembelajaran yang dilaksanakan di lingkungan sehingga mahasiswa dapat mengamati secara langsung hal-hal yang terjadi dan mengasosiasikan pembelajaran yang dilakukan dengan keadaan lingkungan tempat belajar. Respon terhadap pembelajaran outdoor learning diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi lingkungan mahasiswa. Kata kunci: Outdoor learning, literasi lingkungan, respon mahasiswa, hasil belajaThis study aims to analyze the relationship between responses and student learning outcomes to outdoor learning to improve environmental literacy. This research is an explanatory research with a quantitative approach. The sample was 20 students of UNM biology class 2018. The instrument used is a student response questionnaire to the implementation of the practicum at the Massenrempulu Enrekang Botanical Garden, which refers to four aspects, namely student responses to the implementation of outdoor learning, responses to the benefits of outdoor learning, responses to understanding the material, and responses to comfort/cleanliness. environment. Multiple choice questions instrument to determine student learning outcomes. The data were analyzed using t-test to know the relationship between response and student learning outcomes in outdoor learning. That relationship was tested using independent sample t-test (t-test). The results of data analysis show that there is an influence between the response and learning outcomes on outdoor learning. Learning using the outdoor learning system is learning that is carried out in the environment so that students can observe directly what is happening and associate the learning carried out with the state of the environment where they are studying. The response to outdoor learning is expected to improve students' environmental literacy skills.Keywords : Outdoor learning, environmental literacy , student’s respons, learning outcome
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Endofit dari Batang dan Akar Tanaman Kayu Jawa (Lannea Coromandelica) Yusminah Hala; Arifah Novia Arifin; Hilda Karim; Andi Faridah Arsal
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.729 KB)

Abstract

Abstrak. Bakteri endofit merupakan bakteri yang terdapat pada jaringan tumbuhan yang tidak memberikan infeksi atau efek negatif pada tumbuhan inangnya. Bakteri endofit dapat ditemukan di berbagai jenis tumbuhan, terutama tumbuhan yang sering dijadikan tanaman obat. Salah satunya adalah tanaman Kayu Jawa (Lannea coromandelica) yang memiliki empat senyawa kimia, yang berkhasiat sebagai obat, yakni senyawa golongan saponin, flavonoid, polifenol dan tanin. Oleh karena itu pada penelitian ini akan diisolasi bakteri endofit dari batang dan akar tanaman Kayu Jawa untuk mengetahui keragaman dan fisiologinya. Batang dan akar Kayu Jawa diambil dari tanaman Kayu Jawa yang tersebar di Pulau Sulawesi. Isolasi Bakteri Endofit dari batang dan Akar Kayu Jawa menghasilkan koloni bakteri dan dilanjutkan dengan identifikasi secara biokimia untuk menentukan Genus nya. Bakteri endofit yang menghuni akar tanaman Kayu Jawa ditemukan 2 isolat yaitu dari genus Pseudomonas dan Bacillus sementara bakteri endofit yang ditemukan di batang tanaman Kayu Jawa ada 3 isolat yaitu dari genus Monococcus, Bacillus dan Staphylococcus. Kata Kunci: Isolasi dan karakterisasi, Bakteri endofit, tanaman Kayu Jawa (Lannea coromandelica)
Pengembangan E-Modul Biologi untuk Siswa Sma Kelas XII Arsad Bahri; Arifah Novia Arifin; Saparuddin Saparuddin; Ahmad Abrar
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.8 KB)

Abstract

Abstrak. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana cara mengembangkan dan melihat kevalidan dan kepraktisan dari bahan ajar e-modul Biologi. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar e-modul Biologi yang valid dan praktis. Subjek penelitian adalah peserta didik dari kelas XII MIA SMAN 6 Makassar. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, instrumen dan angket respon. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dibuat berdasarkan kebutuhan penelitian, yaitu kevalidan dan kepraktisan. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan analisis statistik deskriptif. Metode analisis ini adalah menganalisis data hasil penelitian dengan cara menggambarkan hasilnya dalam jumlah persen. Dengan analisis data ini akan diperoleh seberapa besar persentase kepraktisan e-modul Biologi. E-modul dikembangkan dengan mengacu pada pengembangan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu 1) analyze, 2) design, 3) develope, 4) implement dan 5) evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar modul elektronik (e-modul) dinyatakan valid oleh validator ahli yaitu 1 (sangat valid) menggunakan validitas Gregory. Uji kepraktisan bahan ajar berdasarkan respon guru yaitu 92,87% dan respon siswa 90,9%, hal ini menunjukkan bahwa e-modul bersifat praktis dengan memberikan respon positif. Ini menunjukkan bahwa bahan ajar e-modul yang dikembangkan layak digunakan untuk menunjang pembelajaran mandiri.Kata Kunci: E-Modul, Bahan Ajar, Pembelajaran Biologi 
Profil Soal Tes Kemampuan Berpikir Kritis Berbasis Materi Ajar Metabolisme Bagi Mahasiswa Biologi Abd Muis; Ismail Ismail; Arifah Novia Arifin
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.808 KB)

Abstract

Teaching material-based thinking ability tests are used to assess students' critical thinking skills. The development of critical test questions on teaching materials aimed at producing valid instruments was carried out using the ADDIE development model (Analysis, Determine, Design, Implementation, Evaluate). Data collection using instrument validation test item description. The product design of the critical test questions produced was validated with a very valid category. The results of the development of the facts of critical thinking test questions based on teaching material that is implemented have a scope of material based on RPS Basic Biology, Structures related to critical thinking skills and material indicators, nine critical thinking indicators derived from Ennis, Greenstein, and Ministry of Education, The main points in the rubric are arranged as a continuum, the pattern of answering is continued by each discourse
Kecerdasan Buatan dan Keberlanjutan Sosial: Tinjauan Literatur tentang Dampak Teknologi Kemanusiaan dalam Pendidikan Yulisia Rezky Kirana; Nurfadillah Salam; Riakurnaini; Hasrinah; Arifah Novia Arifin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36788

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) has made a significant contribution to the transformation of global education, particularly in increasing the effectiveness, personalization, and efficiency of the learning process. However, behind this progress, new challenges have emerged related to the shift in human values, the loss of empathy, and the potential for dehumanization in education. This article aims to systematically review the relationship between AI, humanity, and social sustainability in education through the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA approach. Data were obtained from 480 Scopus-indexed publications (2020–2025) with the keywords "artificial intelligence AND education AND humanity." After a selection and filtering process, 17 relevant articles were obtained and analyzed using the VOSviewer tool to map the relationships between topics. The analysis results show that the topics of Artificial Intelligence and Education dominate research with high intensity, while the discussion of Humanity and Ethics is still rarely studied. Literature shows that AI has significant potential to support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 4 (quality education) and SDG 10 (reduced inequality), provided its implementation is grounded in ethics, empathy, and social justice. These findings emphasize that the direction of AI development in education must adopt a Human-Centered Artificial Intelligence (HAI) approach, which places humans at the center of technological control to realize sustainable, ethical, and socially just education.
SLR TENTANG INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK Dian Pratiwi; Rezky Awalia; Dewi Permata Ayu; Arifah Novia Arifin; Adnan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9531

Abstract

Numerous studies have demonstrated that students’ scientific literacy remains low, indicating the need for improvement in the learning process. Interactive learning that utilizes technology as a medium to enhance scientific literacy in the digital era is essential, considering the rapid advancement of technology and its inseparable role in everyday life. For science teachers and pre-service teachers, it is crucial to develop the competencies required to teach students in accordance with the demands of the times. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) method aimed at comparing the findings of research articles published in Scopus-indexed journals. The keywords used to identify relevant articles in the Scopus database were “interactive learning” and “scientific literacy”, yielding 1,532 publications. After a process of screening and reduction based on inclusion and exclusion criteria (topic relevance, publication year, and article quality), 30 articles were selected for further analysis. The analysis revealed an increase in publications in 2025, with 18 articles published that year. The authorship analysis showed that research on interactive learning is predominantly conducted in Indonesia (60%), with additional contributions from Malaysia, South Korea, Australia, and the United States. The most prolific author identified was Putra. The findings indicate that technology integration is at the core of interactive learning development in the digital era, strongly supported by educational technology, artificial intelligence, and augmented reality. However, challenges remain in effectively integrating these technologies with pedagogical strategies to sustainably improve scientific literacy.
Value-Based Learning for SDGs: Integrating Bugis–Makassar Cultural Values (Siri’ Na Pacce) in Biology Education Arifah Novia Arifin; Hardianto Hardianto; Oriny Tri Ananda
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2026): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v10i1.1714

Abstract

Biology education often emphasizes conceptual knowledge while overlooking the integration of values and real-life contexts, which are essential for sustainability-oriented learning. This study explored biology education students’ perceptions of the potential implementation of Value-Based Learning (VBL) through the integration of Bugis-Makassar cultural values, especially siri’ na pacce, in biology education. Using an exploratory qualitative design, data were collected from 26 students across undergraduate, master’s, and doctoral levels through an expert-validated open-ended questionnaire and analyzed by content analysis. The findings show that students perceive siri’ na pacce as a meaningful value-based content that aligns with biology concepts, particularly ecology and interdependence. Its integration was viewed as a bridge between abstract scientific concepts and students’ lived experiences, fostering contextual, meaningful, and sustainability-oriented learning. Students also reported increased engagement, conceptual understanding, ecological awareness, and social responsibility. However, challenges were identified, including limited teaching materials, lecturer readiness, and concerns about scientific objectivity. Overall, the study suggests that VBL grounded in local wisdom has strong potential to support character-based and SDGs-oriented biology education, provided that curriculum, pedagogical, and institutional support are strengthened.
Peran Teknologi dalam Inovasi Pembelajaran : Systematic Literature Review (SLR) Nur Haslinar Hasan; Marwadani T; Amelia Putri; Arifah Novia Arifin; Adnan Adnan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4180

Abstract

Teknologi berperan sebagai katalis utama dalam mendorong inovasi pembelajaran di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam inovasi pembelajaran berbasis teknologi, memetakan tren kata kunci serta perkembangan publikasi, dan menganalisis implikasinya terhadap praktik pedagogis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berlandaskan pedoman PRISMA, melalui penetapan kriteria inklusi eksklusi, penelusuran artikel pada basis data Scopus dengan kueri “innovative AND learning” periode 2022–2025, proses penyaringan bertahap, dan analisis tematik terhadap 40 artikel open-access terpilih. Hasil kajian menunjukkan dominasi inovasi berupa penyampaian konten visual/digital storytelling dan video, disusul pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) serta teknologi imersif VR/AR. Selain itu teridentifikasi tren project-based learning, model pedagogi inovatif, pembelajaran daring, serta kerangka Education 4.0. Simpul kata kunci pusat “innovative learning” berasosiasi kuat dengan innovation, education, teaching, students, dan e-learning, dengan tren publikasi meningkat konsisten. Kesimpulannya, integrasi teknologi berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan capaian belajar, namun mensyaratkan penguatan kompetensi guru, pengelolaan etika data, dan pemerataan infrastruktur pendidikan.
TPACK Dalam Pembelajaran Sains Abad 21: Systematic Literature Review St. Fatima Kadir; Arifah Novia Arifin; Nurul Afifah Ahqaf; Muarifah Muarifah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran sains abad ke-21 yang mencakup 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration). Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 31 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2023 hingga 2025 melalui basis data Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa tren penelitian TPACK dalam pembelajaran sains mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir, yang mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap integrasi teknologi, pedagogi, dan konten dalam pendidikan abad ke-21. Analisis juga mengungkapkan bahwa Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) berkontribusi signifikan terhadap penguatan keterampilan abad ke-21 melalui pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi inovatif seperti augmented reality (AR), virtual laboratory, dan artificial intelligence (AI), serta strategi pedagogis yang berpusat pada peserta didik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terbukti dapat mendorong pembelajaran sains yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual, sekaligus memperkuat kompetensi berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif peserta didik.