Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Karakter Tokoh dalam Novel Dancing in the Rain Karya Tisa TS dan Stanley Meulen dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Sujiatmi Sujiatmi; Nazla Maharani Umaya; Pipit Mugi Handayani; Muhajir Muhajir
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i2.16160

Abstract

This study aim was to describes the types of characters found in the novel Dancing in the Rain by Tisa TS and Stanley Meulen. The results of the research are then used as content for learning materials at the high school level. This research is descriptive qualitative. The data collection technique used in this research is reading and note-taking technique. The data analysis technique was carried out qualitatively. Presentation of data is presented in the form of words as a description of the data obtained. Based on the results of the analysis found 3 types of character characters include: (a) basic characters; (b) superior character; (c) leader character.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis karakter tokoh yang terdapat dalam novel Dancing in the Rain karya Tisa TS dan Stanley Meulen. Hasil penelitian kemudian  dimanfaatkan sebagai muatan materi belajar di tingkat SMA. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data  yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca catat. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Penyajian data disajikan dalam bentuk kata-kata sebagai pendeskripsian data yang diperoleh. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 3 jenis karakter tokoh meliputi: (a) karakter dasar; (b) karakter unggul; (c) karakter pemimpin.
Penerapan Pendekatan TaRL dalam Pembelajaran Menulis Puisi Berbantuan Media Canva pada Kelas XI SMA Negeri 6 Semarang Charlis Kincoko; Ngatmini Ngatmini; Muhajir Muhajir; Isnaeni Masruroh
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1255

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana metode TaRL berbantuan media Canva digunakan untuk mengajarkan teks puisi pada siswa kelas XI SMA Negeri 6 Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan lembar kerja siswa yang menghasilkan hasil Canva. Analisis data dilakukan secara informal. Apabila pendekatan TaRL berbantuan media Canva diterapkan pada materi teks puisi, hasilnya dapat berupa pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Pelaksanaan metode ini dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: (1) Siswa berkelompok yang terdiri dari 4-6 orang, (2) Siswa dibagi menjadi kelompok yang sudah mahir dan yang belum mahir, (3) Siswa dalam setiap kelompok menentukan tema yang akan dijadikan konsep untuk menulis puisi, (4) Siswa dalam setiap kelompok menuliskan hasil puisi ke dalam Canva, (5) Siswa menampilkan hasil kerja kelompok melalui kegiatan presentasi. Respon siswa terhadap penerapan TaRL berbantuan media Canva sangat antusias dan baik. Mereka antusias mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran. Capaian pembelajaran juga sangat memuaskan dengan nilai rata-rata 89, berada di atas KKTP mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA Negeri 6 Semarang yang sebesar 70.
Pelatihan membuat cerita inspiratif melalui teknik story selling sebagai strategi pemasaran digital bagi UMKM Wonodri Semarang Ika Septiana; Ahmad Rifai; Muhajir Muhajir; Aris Tri Joko Harjanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34162

Abstract

Abstrak Kemajuan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat tentunya dapat dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan usaha yang dikembangkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Menawarkan produk atau jasa yang dimiliki pelaku usaha dapat dilakukan dengan menggunakan media sosial. Hal ini tentunya pelaku usaha diharapkan memiliki kemampuan marketing digital untuk memasarkan produk atau jasa ke khalayak umum secara langsung maupun tidak langsung. Story selling memberikan kebermanfaatan kepada manusia untuk mengenali informasi yang disampaikan kepada orang lain dengan cara penyampaian informasi yang dikemas atau dibungkus dalam sebuah cerita. Tujuan kegiatan pengebdian yang telah dilakukan adalah memberikan pelatihan story selling: menciptakan cerita yang menarik untuk peningkatan marketing digital pada UMKM Kelurahan Wonodri Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang. Metode yang digunakan selama pelatihan adalah menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif mencakup 4 tahapan pelaksanaan, yaitu Identifikasi awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mitra kegiatan dan sebagai peserta pengabdian adalah  UMKM Kelurahan Wonodri kota Semarang berjumlah 26 peserta yang hadir dalam kegiatan. Pelatihan story selling di kelurahan Wonodri semarang memberikan ketrampilan marketing dengan teknik bercerita. Peserta diharapkan dapat membangun emosi pelanggan untuk dapat dipengaruhi dengan cerita yang telah disusun dan dikembangkan dengan menarik. Keberhasilan teknik pemasaran dengan menggunakan story selling terletak pada kemampuan bercerita yang dapat menyentuh hati dan emosi masyarakat. Teknik story selling dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran yang efektif bagi UMKM untuk menarik perhatian konsumen. Kata kunci: pelatihan; membuat cerita inspiratif; teknik story selling; strategi pemasaran digital. Abstract The rapid advancement of technology and technology can certainly be utilized by MSMEs to improve their businesses. Offering products or services owned by business actors can be done through social media. This certainly requires business actors to have digital marketing skills to market products or services to the general public, directly or indirectly. Story selling provides benefits to humans to recognize information conveyed to others by conveying information packaged or wrapped in a story. The purpose of the community service activities that have been carried out is to provide story selling training: creating interesting stories to improve digital marketing in MSMEs in Wonodri Village, South Semarang District, Semarang City. The method used during the training is a participatory and collaborative approach covering 4 stages of implementation, namely initial identification, planning, implementation, and evaluation. The activity partners and community service participants were 26 MSMEs from Wonodri Village, Semarang City, who attended the activity. Story selling training in Wonodri Village, Semarang provides marketing skills through storytelling techniques. Participants are expected to build customer emotions to be influenced by stories that have been composed and developed in an interesting way. The success of marketing techniques using story selling lies in the ability to tell stories that can touch the hearts and emotions of the community. Story selling techniques can be used as an effective marketing strategy for MSMEs to attract consumer attention. Keywords: training; creating inspirational stories; storyselling techniques; digital marketing strategies.