Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING MELALUI KEGIATAN LAYANAN INFORMASI DALAM BIMBINGAN KONSELING Vera Sriwahyuningsih; Mufadhal Barseli; Desi Afrianti
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan untuk pelatihan pencegahan perilaku bullying yang ada di sekolah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya perilaku bullying yang terjadi baik sebagai korban maupun pelaku yang dapat menimbulkan pengaruh yang negative. Tujuan dari pelaithan ini adalah untuk pencegahan dan pemberian pemahaman, serta pendampingan terkait dampak dari perilaku bullying. Pelatihan ini dilaksanakan di SMPN 1 Kerumutan. Peserta kegiatan adalah kelas X SMPN 1 Kerumutan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dan pemahaman baru yang diperoleh peserta didik dalam mencegah perilaku bullying dengan menerapkan 3 metode, yaitu:Transtheoretical Model/TTM), Support Network, Program SAHABAT. Hal ini terlihat bahwa banyak peserta didik antusias dalam mengikuti kegiatan yang ditunjukkan melalui keaktifan berdiskusi, dan tanya jawab, serta mengikuti instruksi yang diberikan. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk memberikan penanganan bagi peserta didik dalam mencegah perilaku bullying. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, maka pelatihan ini dapat memberikan kontibusi yang positif dalam memberikan pemahaman dan pencegahan perilaku bullying melalui layanan informasi dalam bimbingan konseling.
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak melalui Kegiatan Layanan Informasi Ananda Maha Putri; Vera Sriwahyuningsih; Mufadhal Barseli
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 05 (2025): ISSUE JUNI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk Tridharma Perguruan Tinggi. PKM ini diusulkan untuk melakukan kegiatan yang bersifat sosialisasi dan edukasi terhadap siswa di SMP Negeri 1 Kerumutan. Kegiatan PKM ini dilakukan bertujuan untuk memberikan edukasi terkait dengan bagaimana cara mencegah kekerasan seksual pada anak melalui layanan informasi bimbingan dan konseling. Berdasarkan perilaku yang dapat diamati adalah masih banyak siswa yang menjadi korbankekerasan seksual. Jika kekerasan seksual tersebut tidak diberikan pencegahan dengan cepat maka dikwatirkan akan sangat berbahaya bagi siswa yang dapat merugikan diri sendiri dan banyak pihak. Beranjak dari permaslahan tersebut diharapkan kegiatan PKM ini dapat mencegah kekerasan seksual yang ada di sekitar lingkungan anak berada.
PERBEDAAN TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA SEMESTER AWAL DAN SEMESTER AKHIR DI FKIP UPI YPTK PADANG Asnatul Hadijah, Wina; Ridho Rismi; Mufadhal Barseli
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43014

Abstract

Academic stress is a psychological condition commonly experienced by university students due to academic demands and developmental challenges during higher education. Differences in semester levels may influence stress intensity because students encounter distinct academic responsibilities and expectations. This study aimed to determine whether there is a significant difference in academic stress levels between first-semester and final-semester students at FKIP UPI YPTK Padang. This research used a quantitative comparative design with purposive sampling involving 72 students consisting of 36 first-semester and 36 final-semester students. Data were collected using a Likert-scale academic stress questionnaire. Data analysis included normality test, homogeneity test, and independent sample t-test using SPSS. The results showed a significance value (2-tailed) of 0.502 > 0.05, indicating no significant difference between the two groups. These findings suggest that academic stress may occur across academic levels and highlight the importance of comprehensive counseling services in higher education institutions.
Academic Stress Among Male and Female Students After the Covid-19 Pandemic Ifdil, Ifdil; Lela, Lela; Syahputra, Yuda; Fitria, Linda; Zola, Nilma; Pratiwi Fadli, Rima; Barseli, Mufadhal; Eka Putri, Yola; Amalianita, Berru
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 7 No. 3 (2022)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020220740130

Abstract

This study aims to describe the condition of students' academic stress and examine differences in academic stress in male and female students after the Covid-19 pandemic. This research is a comparative research obtained through random sampling. The sample of this study was 118 students consisting of several high schools in Padang City. Data was collected with an academic stress scale with 57 items. The analysis technique uses the item response theory (IRT) approach with the Rasch Model analysis. This study examines descriptive and differences with Welch with the help of WINSTEPS Version 4.7.0. The results show that there is a significant difference between male and female academic stress. Other findings found that women's academic stress tended to be higher than that of men, and what was interesting from this data was that there was a woman who was at the highest logit or an outlier, meaning that this woman needed to be given intervention to reduce her stress by providing individual counseling services. Based on the results of this study it is hoped that school counselors will focus more on women for academic stress prevention programs.
Bibliometric portrait of stress coping research in higher education (2020–2025): global trends, thematic clusters, and research gaps Mufadhal Barseli; Ifdil Ifdil; Vera Sriwahyuni Nengsih; Nilma Zola; Lira Erwinda; Berru Amalianita; Linda Fitria; Rima Pratiwi Fadli
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020266589

Abstract

This study aimed to map the development of international research on coping strategies for managing stress among college students by examining publication patterns, thematic structures, and emerging research directions. A bibliometric analysis was conducted using 130 journal articles indexed in Scopus and published between 2020 and 2025. Data were collected following the PRISMA framework and analyzed using VOSviewer and R Studio to visualize keyword networks, thematic clusters, and country contributions. The results revealed a substantial increase in publications since 2020, with the United States and India leading research productivity. Four major research themes were identified: coping and psychological adaptation, academic and psychosocial contexts, mental health consequences, and predictor factors with psychological assessment. Mindfulness, emotional regulation, problem-focused coping, social support, and digital interventions emerged as the most frequently investigated coping approaches. Indonesia showed increasing research activity, although international collaboration and experimental studies remain limited. These findings provide valuable insights into the evolution of research on student stress management and offer directions for developing evidence-based counseling interventions and mental health policies in higher education.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Emosi pada Anak Tunagrahita melalui Kegiatan Konseling Kelompok Berbasis Ekspresi Diri Vera Sriwahyuningsih; Ananda Maha Putri; Mufadhal Barseli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmda.v4i2.2708

Abstract

This community service activity aimed to improve the ability of children with intellectual disabilities to recognize and express emotions through group counseling based on self-expression at Panti Sosial Bina Grahita Harapan Padang. The activities were conducted using emotion cards, facial expression exercises, drawing activities, and simple role-playing. Evaluation was carried out through pre-test and post-test assessments of participants’ emotional abilities. The results showed an increase in the ability to recognize emotions from 42% to 78% (+36%) and the ability to express emotions from 38% to 74% (+36%). In addition, participants demonstrated improved participation, communication confidence, and social interaction during the activities. These findings indicate that self-expression-based group counseling is effective in supporting the social-emotional development of children with intellectual disabilities.
Tinjauan literatur tentang peran play therapy dalam menurunkan trauma pada anak Aqela Adelia Putri; Jeni Sunia Liana; Mufadhal Barseli
Journal of Counseling and Educational Technology Vol 8, No 1 (2025): Journal of Counseling and Educational Technology
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01791

Abstract

Play therapy merupakan penggunaan sistematis model teoretis melalui media permainan sebagai bahasa alami anak untuk membantu mereka mengatasi kesulitan psikososial serta mencapai perkembangan optimal. Pendekatan Play Therapy ini memainkan peran krusial dalam menyediakan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan emosi dan memproses pengalaman traumatis yang sulit diungkapkan secara verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan mekanisme play therapy dalam menurunkan dampak trauma pada anak akibat bencana alam, kekerasan, maupun penyakit kronis. Metode yang digunakan adalah library research (studi kepustakaan) dengan mengorganisasikan berbagai referensi teoretis, jurnal, dan dokumen relevan secara sistematis. Hasilnya menunjukkan bahwa play therapy efektif menurunkan gejala trauma melalui fase pembangunan rasa aman, eksplorasi simbolik, dan penerapan taksonomi permainan yang mendukung pemulihan fungsi sosial serta regulasi emosi anak. Diharapkan tenaga profesional seperti konselor dan pekerja sosial mengintegrasikan taksonomi permainan serta kearifan lokal dalam intervensi pemulihan trauma anak di berbagai lembaga layanan sosial.
Pelatihan Layanan Informasi untuk Mengatasi Perilaku Cyberbullying Mufadhal Barseli; Vera Sriwahyuningsih; Desi Afrianti
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i1.61

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk melakukan kegiatan yang bersifat sosialisasi dan edukasi terhadap peserta didik di SMA Negeri 4 Padang. Kegiatan PKM ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana cara mengatasi perilaku cyberbullying melalui layanan informasi bimbingan konseling. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah kegiatan pengantar, praktik langsung dengan cara pemberian materi tentang cyberbullying beserta dampaknya dengan diikuti diskusi dan tanya jawab, evaluasi, pendampingan, serta pemantauan lanjutan terkait dengan perilaku peserta didik. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dan pemahaman baru yang diperoleh peserta didik terkait cyberbullying beserta dampaknya yang akan diterima oleh pelaku maupun korban cyberbullying. Hal ini terlihat bahwa peserta didik sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang ditunjukkan dengan keaktifan berdiskusi dan tanya jawab. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk memberikan pencegahan bagi peserta didik serta memberikan pemahaman yang lebih luas sehingga perilaku cyberbullying diharapkan tidak akan berkembang dan tidak dilakukan oleh peserta didik. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, maka pelatihan ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam memberikan pemahaman dan pencegahan perilaku cyberbullying yang ada di sekolah.
Peran Psychological Capital dan Academic Resilience sebagai Prediktor Kesehatan Mental Vera Sriwahyuningsih; Mufadhal Barseli
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 4 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v4i2.4981

Abstract

Mental health among university students is an important aspect in supporting academic achievement and optimal individual development. Various academic demands and life transitions during emerging adulthood may increase students’ vulnerability to psychological problems. Therefore, understanding positive psychological factors that support students’ mental health is essential, particularly Psychological Capital and Academic Resilience. This study aimed to examine the relationship between Psychological Capital, Academic Resilience, and Mental Health among students at Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants were 80 university students selected based on the research criteria. Data were collected using Psychological Capital, Academic Resilience, and Mental Health instruments. Data analysis was performed using Pearson Product Moment correlation to determine the direction and strength of relationships among variables. The results showed that Psychological Capital had a strong positive relationship with Mental Health with a correlation coefficient of r = 0.704. Academic Resilience also demonstrated a strong positive relationship with Mental Health with a correlation coefficient of r = 0.637. Furthermore, Psychological Capital was positively and strongly correlated with Academic Resilience with a correlation coefficient of r = 0.621. These findings indicate that higher levels of Psychological Capital and Academic Resilience are associated with better mental health among university students. The results provide implications for guidance and counseling services in higher education to develop promotive and preventive programs aimed at strengthening students’ positive psychological resources.
THE EFFECT OF ACADEMIC STRESS ON STUDENTS’ MENTAL HEALTH IN HIGHER EDUCATION Vera Sriwahyuningsih; Mufadhal Barseli
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 4 No. 01 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic stress is a psychological condition experienced by university students due to high academic demands, excessive workload, competitive academic environments, poor time management, and limited social support. These conditions potentially affect students’ mental health in higher education settings. This study aims to analyze the effect of academic stress on students’ mental health. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 150 active university students selected using purposive sampling technique. Data were analyzed using simple linear regression. The results revealed a significant negative correlation between academic stress and students’ mental health (r = -0.562; p < 0.001). The coefficient of determination (R²) was 0.316, indicating that academic stress contributed 31.6% to the variance in students’ mental health, while the remaining 68.4% was influenced by other factors outside this study. These findings suggest that higher levels of academic stress are associated with lower levels of mental health. Therefore, preventive interventions through guidance and counseling services, adaptive coping training, and strengthened social support systems are essential in higher education institutions.