Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Information Sustainability Reporting: Ukuran Perusahaan, Kelompok Industri terhadap Pengungkapan Green Accounting Information Priskila Pasaribu; Yusron Difinubun; Vebby Anwar
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 6 No. 1 (2026): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/fair.v6i1.3541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan dan kelompok industri terhadap pengungkapan Green Accounting Information. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi ukuran perusahaan dan kelompok industri, sedangkan variabel dependen adalah pengungkapan Green Accounting Information. Sampel penelitian terdiri atas 44 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengikuti Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) selama periode 2019–2023. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik judgment sampling, sedangkan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Green Accounting Information, yang mengindikasikan bahwa perusahaan dengan total aset yang lebih besar cenderung memiliki tingkat pengungkapan yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan dengan total aset yang lebih kecil. Selain itu, kelompok industri bertipe high profile berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Green Accounting Information, sedangkan kelompok industri bertipe low profile berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan Green Accounting Information. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik perusahaan, khususnya ukuran perusahaan dan tipe industri, merupakan faktor penting yang memengaruhi tingkat pengungkapan informasi akuntansi hijau.
Pengungkapan Low Carbon Economy ditinjau dari Kepemilikan Saham Publik dan Biaya Lingkungan Sisilia Sisilia Lidia; Yusron Difinubun; Vebby Anwar
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 6 No. 1 (2026): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan saham publik dan biaya lingkungan terhadap pengungkapan Low Carbon Economy. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas kepemilikan saham publik dan biaya lingkungan, sedangkan variabel dependen adalah pengungkapan Low Carbon Economy. Sampel penelitian meliputi 42 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengikuti Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik judgment sampling, sedangkan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan saham publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Low Carbon Economy. Selain itu, biaya lingkungan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Low Carbon Economy. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar proporsi kepemilikan saham publik dan semakin tinggi komitmen perusahaan dalam mengalokasikan biaya lingkungan, maka semakin luas pengungkapan informasi terkait Low Carbon Economy yang dilakukan perusahaan.
Makro Akuntansi dalam Menjelaskan Krisis Biaya Hidup: Peran Mediasi Kebijakan Upah Minimum Regional Yusron Difinubun; Alyn wulandary; Musriani Musriani
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 5 No. 2 (2025): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/fair.v5i2.6438

Abstract

Purpose: This study analyzes the effects of money supply, oil price increases, and the COVID-19 pandemic on the Cost of Living Crisis through the mediating role of Regional Minimum Wage (RMW) in Sorong City using a Public Macro Accounting perspective. Methodology/approach: An exploratory sequential mixed-method design was employed. Qualitative data were obtained through interviews with 17 informants across six districts, while quantitative data were collected from 397 respondents using structured questionnaires. Data were analyzed using the Miles and Huberman qualitative analysis model and Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Findings: The results indicate that money supply and oil price increases have positive and significant effects on the Cost of Living Crisis. The COVID-19 pandemic does not have a significant direct effect, although it significantly influences the crisis indirectly through Regional Minimum Wage. Regional Minimum Wage significantly affects the Cost of Living Crisis and successfully mediates the relationships between money supply, oil price increases, and the COVID-19 pandemic with the Cost of Living Crisis. Practical implications: The findings provide empirical evidence for policymakers to strengthen wage-setting policies, inflation control, and regional economic resilience, particularly in eastern Indonesia. Originality/value: This study contributes to Public Macro Accounting literature by positioning Regional Minimum Wage as a policy transmission mechanism linking macroeconomic variables to the Cost of Living Crisis in an underexplored regional context.