Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Potensi Integrasi Kearifan Lokal Dayak Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di Sekolah Dasar Kota Palangka Raya Sakman, Sakman; Natalina, Kristiani
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v4i1.198

Abstract

ABSTRAKFokus studi ini adalah untuk mengidentifikasi sifat pandangan dunia yang dianut oleh calon guru pendidikan dan mengeksplorasi hubungan, jika ada, antara pandangan dunia mereka dan konsepsi mereka tentang sifat sains. Selain itu, implikasi dari hubungan ini untuk pengajaran dan pembelajaran sains dibahas. Pesertanya adalah 30 calon guru IPA Dayak. Konsepsi mereka tentang ilmu pengetahuan alam dan pandangan dunia mereka yang spesifik tentang hubungan manusia dengan alam dinilai menggunakan kuesioner yang berhubungan dengan wawancara lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% dari peserta, terlepas dari latar belakang budaya mereka, memiliki pandangan dunia yang berpusat pada alam, sementara 30% dari mereka memiliki pandangan dunia antroposentris. Dan hasil wawancara menegaskan bahwa partisipan memiliki pandangan sempit tentang hakikat sains, dimana mereka mendeskripsikan sains hanya berdasarkan fakta, berpusat pada observasi, tidak kreatif dan tentatif karena perubahan fakta. Studi ini menyarankan perlunya memasukkan perspektif sosiokultural dan sifat sains dalam kurikulum.
Membangun Kesadaran Hukum Tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga Pada Ibu Rumah Tangga di Desa Cibunar Kidul Kabupaten Garut Sakman, Sakman; Sundawa, Dadang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v2i1.1172

Abstract

Pengadian ini bertujuan: (1) Untuk memberikan pemahaman tentang Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Kekerasan Dalam Rumah Tangga; (2) Memberikan pemahaman bentuk perlindungan hukum terhadap korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga; (3) Memberikan pemahaman kepada mitra tentang mediasi dalam tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Metode yang digunakan yaitu partisipatif diharapkan mitra dapat berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan hukum dalam bentuk (1) Ceramah; (2) Penyuluhan hukum tentang materi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga; (3) Penyelesaian Kekerasan Dalam Rumah Tangga melalui mediasi. Hasil kegiatan ini, menunjukkan bahwa akseptabilitas yakni tingkat penyerapan mitra terhadap kegiatan mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang materi kegiatan. Yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang materi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tahun Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, mitra mampu menyampaikan ide atau pemikiran berkaitan dengan Kekerasan Dalam Rumah Tangga serta dalam penyelesaian Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Saran: Kegiatan penyuluhan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dalam pencegahan dan penyelesaian Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Penguatan Karakter Komunikasi Politik Berbasis Ideologi Politik Partai Bakhtiar, Bakhtiar; Sakman, Sakman; Randiawan, Randiawan; Ridhoh, M Yunasri
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11781

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan karakter komunikasi politik sejauh mana ideologi politik tercermin dalam komunikasi politik para kader. Sehingga perlu untuk melakukan penguatan karakter komunikasi politik yang sesuai dengan prinsip dan nilai perjuangan partai. Maka, akan menimbulkan potensi perbedaan antara komunikasi politik kader partai di tingkat pusat dengan realitas yang terjadi di daerah. Tujuan penelitian melihat nilai-nilai Ideologis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, karakter komunikasi politik berbasis ideologi dapat diterapkan secara efektif dalam konteks partai politik, dan Bentuk-bentuk penguatan karakter komunikasi politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dikenal sebagai partai nasionalis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. In-depth interview dengan narasumber pengurus dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, akademisi (pengamat politik), dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Hasil penelitian menunjukkan penguatan karakter komunikasi politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berdasarkan nilai ideologis partai mencakup penguatan identitas nasionalisme, politik kerakyatan, dan keadilan sosial bagi keberpihakan pada wong cilik mencirikan ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan Marhaenisme. Kesimpulan penelitian ini memberikan gambaran upaya menjaga kesinambungan nilai-nilai ideologis partai dan karakter komunikasi politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Penguatan Karakter Kolaboratif Melalui Integrasi Nilai Abbulosibatang Pada Materi Pancasila di Sekolah Dasar Negeri 1 Batang Sakman, Sakman; Femmy, Femmy; Bakhtiar, Bakhtiar
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11894

Abstract

Artikel ini membahas konsep Abbulosibatang dalam konteks pembelajaran Pendidikan Pancasila sebagai upaya untuk memperkuat sikap kerjasama di antara peserta didik. Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, nilai-nilai kerjasama menjadi semakin penting untuk ditanamkan dalam diri siswa. Abbulosibatang, yang merupakan istilah kearifan lokal masyarakat Bugis yang mengacu pada prinsip kolaborasi dan saling mendukung, diharapkan dapat menjadi metode efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan produktif. Melalui pendekatan ini, artikel ini menjelaskan bagaimana penerapan nilai Abbulosibatang dalam pembelajaran Pancasila dapat meningkatkan interaksi sosial, empati, dan rasa tanggung jawab di antara siswa. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai strategi yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mengintegrasikan nilai kerjasama dalam materi pendidikan pancasila, serta dampaknya terhadap perkembangan karakter siswa. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan rekomendasi bagi pendidik dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung penguatan sikap kerjasama di kalangan peserta didik
PERAN SEKOLAH DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMA PGRI PALANGKA RAYA M. Ali, Fadlin; Sakman; Dotrimensie
Jurnal Paris Langkis Vol 2 No 1 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.528 KB) | DOI: 10.37304/paris.v2i1.3173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Sekolah Dalam Mencegah Perilaku Bullying Pada Siswa SMA PGRI Palangka Raya Objek dalam penelitian ini adalah Guru dan siswa Pada SMA PGRI Palangka Raya. Manfaat dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran sekolah dalam mencegah perilaku bullying pada siswa SMA PGRI Palangka Raya, serta sebagai literatur dan bahan pemikiran lebih lanjut bagi mereka yang berminat meneliti masalah yang sama. pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut: Peran sekolah dalam mencegah perilaku bullying pada siswa SMA PGRI Palangka Raya yaitu pihak sekolah mencari tau latar belakang siswa, pihak sekolah melakukan pendekatan dengan siswa, pihak sekolah mengetahui pengaruh lingkungan bagi siswa, pihak sekolah mencari tau permasalahan yang di hadapi oleh siswa, pihak sekolah melakukan kegiatan positif seperti kegiatan keagamaan. Bentuk perilaku bullying telah terjadi di kelas X SMA PGRI Palangka Raya ketika pembelajaran berlangsung dan jam istirahat, bentuk perilaku bullying yang terjadi diantaranya bullying fisik yaitu memukul, mempermainkan barang temannya, bullying mental/psikologis merasa tidak nyaman, ketakutan dan bullying verbal yaitu mengancam, berkata jorok dan mengolok-olok temannya. Cara mengatasi bullying diantaranya yaitu, pembelajaran di dalam kelas dapat dengan berjalan kondusif, siswa tidak melakukan perkelahian lagi dengan temannya, di dalam kelas siswa tidak mengolok-olok temannya, siswa tidak mengucilkan temannya lagi, siswa lebih sopan terhadap gurunya, karakter siswa terbentuk dapat terbentuk sesuai visi dan misi sekolah, siswa tidak mengulangi perbuatan yang dilakukannya.
PENGUASAAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PPKn ANTARA YANG BERSERTIFIKASI PENDIDIK DAN BELUM BERSERTIFIKASI PENDIDIK DI SMK NEGERI 2 PALANGKA RAYA Pertiwi, Poppy Sandi; Lion, Eddy; Sakman, sakman
Jurnal Paris Langkis Vol 3 No 1 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v3i1.4617

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penguasaan komptensi pedagogik guru PPKn antara yang sudah bersertifikasi pendidik dan belum bersertifikasi pendidik di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini adalah: 1) bahwa penguasaan kompetensi pedagogik guru PPKn antara yang sudah bersertifikasi pendidik dan belum bersertifikasi pendidik di SMK Negeri 2 Palangka Raya keduanya sudah dalam kategori baik dalam pengimplementasikan kompetensi pedagogik. Hal tersebut dapat dilihat dari indikator kompetensi pedagogik yang dikuasai oleh guru meliputi (a) Menguasai karakteristik siswa dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural (b) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik (c) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik (d) Mangembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang (e) Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran (f) Memfasilitasi dalam mengembangkan potensi siswa untuk mengaktualisasikan potensi (g) Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan siswa. (h) Penyelenggaraan penilaian, evaluasi proses dan hasil belajar (i) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran; 2) Sertifkasi pendidik berperan dalam meningkatkan kompetesi pedagogik. Dikarenakan guru yang bersertifikasi pendidik mampu menerapkan 9 indikator kompetensi pedagogik guru dalam membimbing, mendidik, mengarahkan, melatih siswa. Upaya yang telah dilakuan untuk meningkatkan penguasaan kompetesi pedagogik oleh guru yakni dengan penyusunan dan pengembangan silabus, penyusunan, Dan juga adanya superevisi oleh kepala sekolah atau pengawas.
Potensi Integrasi Kearifan Lokal Dayak Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di Sekolah Dasar Kota Palangka Raya Sakman, Sakman; Natalina, Kristiani
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v4i1.198

Abstract

ABSTRAKFokus studi ini adalah untuk mengidentifikasi sifat pandangan dunia yang dianut oleh calon guru pendidikan dan mengeksplorasi hubungan, jika ada, antara pandangan dunia mereka dan konsepsi mereka tentang sifat sains. Selain itu, implikasi dari hubungan ini untuk pengajaran dan pembelajaran sains dibahas. Pesertanya adalah 30 calon guru IPA Dayak. Konsepsi mereka tentang ilmu pengetahuan alam dan pandangan dunia mereka yang spesifik tentang hubungan manusia dengan alam dinilai menggunakan kuesioner yang berhubungan dengan wawancara lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% dari peserta, terlepas dari latar belakang budaya mereka, memiliki pandangan dunia yang berpusat pada alam, sementara 30% dari mereka memiliki pandangan dunia antroposentris. Dan hasil wawancara menegaskan bahwa partisipan memiliki pandangan sempit tentang hakikat sains, dimana mereka mendeskripsikan sains hanya berdasarkan fakta, berpusat pada observasi, tidak kreatif dan tentatif karena perubahan fakta. Studi ini menyarankan perlunya memasukkan perspektif sosiokultural dan sifat sains dalam kurikulum.
TRANSFORMASI MASYARAKAT MANDAR TERHADAP NILAI-NILAI SIBALIPARRIQ DALAM TRADISI MATTO’DO BOYANG SEBAGAI WARISAN LELUHUR Hasni, Hasni; Falihin, Dalilul; Ridha, M Rasyid; Ibrahim, Ibrahim; Sakman, Sakman
Social Landscape Journal Vol 5, No 3 (2024): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v5i3.66310

Abstract

The learning model has a central role in the learning process of students and requires a touch of teacher creativity pedagogy in developing learning. The purpose of this study is to examine the application of the cash method-based social studies learning model as an effort to improve the critical pedagogy of students, and to determine the advantages of the cash method-based social studies learning model in improving the critical pedagogy of students. The research method used is the library research method by involving searching, researching and analyzing literature relevant to the research. Data analysis techniques use a content analysis model with steps to determine the design, search for basic data, and search for consequential knowledge. The results showed that the application of the case method-based social studies learning model as an effort to improve the critical pedagogy of students in junior high school was carried out by social studies teachers with three stages being the organization stage, group work, evaluation and the awarding stage. The advantages of the case method model are: training analytical and problem-solving skills, improving critical thinking skills, collobirative learning, helping to link theory with practice and developing communication skills. This research is expected to be the basis for social studies teachers in developing students' critical pedagogy in real terms and providing opportunities to improve students' skills, namely creative skills, critical thinking skills, communication skills, dan collaboration skills.
Diversifikasi Olahan Ikan Haruan: Pelatihan Pembuatan Amplang Sebagai Produk Unggulan Desa Bukit Liti Sunarno, Ali; Dotrimensi, Dotrimensi; Sakman, Sakman; Mare, Reno Simare; Sembiring, Ribka Febrina Br
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3641

Abstract

Ikan haruan (Channa striata) memiliki nilai gizi dan ekonomis tinggi, namun pemanfaatannya di masyarakat masih terbatas pada konsumsi segar sehingga nilai tambahnya rendah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok wanita Desa Bukit Liti melalui pelatihan pembuatan amplang berbahan dasar ikan haruan sebagai produk unggulan lokal. Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan tahapan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, hingga evaluasi dan tindak lanjut. Sebanyak 23 peserta dilibatkan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis peserta dalam pemilihan bahan, formulasi adonan, teknik penggorengan, serta praktik higienitas dan pengemasan. Selain itu, muncul kesadaran kolektif untuk mengembangkan usaha bersama berbasis komunitas serta inisiatif pemasaran lokal. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga mendorong terbentuknya identitas kuliner khas desa yang berpotensi memperkuat ekonomi lokal. Dengan dukungan pendampingan lanjutan, amplang ikan haruan dapat berkembang menjadi ikon produk unggulan Desa Bukit Liti.
Mineral Water Bottle Waste as a Project to Strengthen the Pancasila Student Profile in 21st Century Paradigm-Based Learning Sakman, Sakman; Hadjranul Fatah, Abdul; Hayati, Siti
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 2 (2026): March
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i2.1086

Abstract

Objective: This study aimed to describe the development of students' character in the dimensions of Loyalty, Piety to God Almighty, Mutual Cooperation, Independence, and Critical Thinking. This study used a qualitative method involving 31 students of class X.A at SMA Negeri 2 Muara Teweh. Data were collected through observations, interviews, and documentation. Observational data tracked character development, while interview data gathered insights into room comfort from students. Data analysis included presentation and verification of the data. The results showed that based on the assessment rubric, 38.70% of students were at the “starting to develop” stage, 48.38% were at the “developing” stage, and 12.90% were in the “developing as expected (skilled)” category. Among the 11 students interviewed, 32.25% reported the room was “somewhat warm,” 41.93% “quite cool,” and 25.80% “cool.” These findings indicate that awareness of waste utilisation and environmentally friendly character development still needs to be improved. Novelty: The novelty of this study lies in the integration of improving classroom air quality with character building that aligns with the six dimensions of the Pancasila Student Profile: Faith, Piety to God Almighty, Mutual Cooperation, Independence, and Critical Thinking, which adds a green environmental dimension to this educational initiative.