Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Fractionation of metabolite compound from Medinilla speciosa and their antioxidant activities using ABTS.+ radical cation assay Vifta, Rissa Laila; Luhurningtyas, Fania Putri
Advance Sustainable Science, Engineering and Technology Vol 1, No 1 (2019): May-October
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v1i1.4878

Abstract

Phenolic compounds are one of the main parts in secondary metabolites. Parijoto fruit is a family of Melastomataceae which contains flavonoids as phenolic compounds which are known to have antioxidant potential. Flavonoids have an-OH groups that play an active role as free radical scavengers. The study was conducted as initial screening in testing the antioxidant activity of extracts and fractions of the Parijoto fruit (Medinilla speciosa). The study began with the phytochemical screening process using the Thin Layer Chromatography method to ensure the presence of flavonoid content in extracts and fractions of parijoto fruit, then proceed with the measurement of antioxidant power. Testing the antioxidant activity using the ABTS method (2,2 azinobis (3-ethylbenzothiazolin) -6-sulfonic acid) which is specific, simple and easy to apply. Parijoto fruit extracts and fractions were made in a series of concentrations, measured antioxidant activity, and each IC50 value was determined. Phytochemical screening test results showed the presence of flavonoids in extracts and fractions of parijoto fruit. The results of measurements of antioxidant power in extracts and fractions of parijoto fruit gave IC50 values of 6,520 ppm in ethanol extracts with very strong antioxidant categories. The n-hexane fraction produced an IC50 value of 118,424 ppm with a moderate antioxidant category, while the IC50 value of ethyl acetate and ethanol fractions was 4,246 ppm and 3,874 ppm, respectively, with a very strong antioxidant category. The activity and value of IC50 produced by extracts and fractions of Parijoto fruits showed potential as a candidate of antioxidant.Keywords: ABTS, Antioxidant, Flavonoids, Medinilla speciosa, Phenolic
KORELASI STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA Fredy Eko Setiawan; Fania Putri Luhurningtyas; Arikatus Sofia
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v2i2.537

Abstract

Olahraga bola basket menuntut ketahanan fisik, kecepatan, dan pengeluaran energi yang besar. Pada mahasiswa, sering muncul masalah rendahnya tingkat kebugaran karena aktivitas fisik yang kurang sehingga dapat menghambat kemampuan olahraga. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman yang tidak teratur dapat mempengaruhi status gizi. Teknik dan latihan tanpa dilengkapi dengan status gizi baik tidak akan mencapai prestasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan mempelajari hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan tingkat kebugaran pemain bola basket di UKM Bola Basket. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 orang diambil secara acak dengan menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data meliputi status gizi dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan, kuesioner aktivitas fisik dan pengukuran tingkat kebugaran dengan metode bleep test. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson. Mayoritas status gizi responden normal (85,7%) laki-laki dan (84,1%) perempuan. Mayoritas aktivitas fisik responden adalah tinggi (52,4%) laki-laki dan (73,7%) perempuan. Sedangkan tingkat kebugaran mayoritas baik dengan (28,5%) laki-laki dan (26,3%) perempuan. Adanya hubungan antara aktivitas fisik (p=0,049) dengan tingkat kebugaran, sedangkan status gizi dengan tingkat kebugaran pemain bola basket tidak ditemukan hubungan yang signifikan (p=0,693). Aktivitas fisik berhubungan dengan tingkat kebugaran dan status gizi tidak berhubungan dengan tingkat kebugaran pada pemain bola basket. Pemain bola basket sebaiknya memantau status gizi (IMT) bersamaan dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Apabila hanya dengan status gizi baik tanpa aktivitas fisik, maka tingkat kebugaran tidak akan meningkat.