Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Dwi Agustyarini, Pande Kadek; Putu Yudhistira Budhi Setiawan; I Putu Gede Adi Purwa Hita; I Gusti Ayu Agung Septiari
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 3 No 02 (2024): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v3i02.5094

Abstract

Tubuh kita sering terpapar radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit. Untuk menangkal kerusakan ini, tubuh membutuhkan antioksidan. Antioksidan alami, seperti yang ditemukan pada buah-buahan dan tanaman, dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Bawang merah, khususnya pada bagian daunnya, kaya akan senyawa antioksidan. Penelitian ini ingin mengetahui seberapa aktivitas antioksidan, parameter spesifik dan non spesifik, seberapa besar nilai IC50 dengan metode DPPH, sebuah metode umum untuk mengukur aktivitas antioksidan. Untuk mendapatkan ekstrak daun bawang merah, daun tersebut direndam dalam etanol 96% selama 24 jam. Proses perendaman ini disebut maserasi. Ekstrak yang dihasilkan kemudian diuji aktivitas antioksidannya dengan cara mengukur kemampuannya untuk menghentikan aktivitas radikal bebas DPPH. Hasilnya dinyatakan dalam nilai IC50 yang menunjukkan seberapa banyak ekstrak yang dibutuhkan untuk menghambat 50% aktivitas radikal bebas. Selain itu, kandungan senyawa fenol dan flavonoid dalam ekstrak juga ditentukan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Untuk mengetahui jenis senyawa lain yang terkandung, dilakukan skrining fitokimia menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun bawang merah memiliki kemampuan untuk menangkal radikal bebas, dengan nilai IC50 sebesar 445,476 ppm dengan kategori lemah. Ekstrak ini juga mengandung flavonoid dan fenol, masing-masing sebesar 1,9470% dan 1,9939%. Selain itu, daun bawang merah menghasilkan nilai kadar abu sebesar 9,951% dan susut pengeringan sebesar 5,271%. Proses pembuatan ekstrak ini juga menghasilkan rendemen sebesar 16,383%. 
DAGUSIBU Antibiotik pada Ibu Rumah Tangga Ni Kadek Arinda; Suryaningsih , Ni Putu Aryati; Sutema , Ida Ayu Manik Partha; Widowati , I Gusti Ayu Rai; Setiawan, Putu Yudhistira Budhi; Suwantara, I Putu Tangkas
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 2 (2023): Bali Medika Jurnal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i2.345

Abstract

Swamedikasi antibiotik mengakibatkan meluasnya resistensi antimikroba. Ibu rumah tangga merupakan pengambil keputusan perawatan kesehatan di rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran DAGUSIBU antibiotik pada ibu rumah tangga di Banjar Pinda - Gianyar. Studi observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang divalidasi. Sejumlah 79 responden turut berpartisipasi, direkrut secara purposive. Hasil menunjukan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga pada kategori cukup (51 [64,6%]). Sumber perolehan informasi tentang antibiotik adalah dari dokter (75 [94,9%]) dan jenis antibiotik paling sering digunakan adalah Amoxycillin (76 [96,2%]). Untuk meningkatkan pengetahuan tentang antibiotik, apoteker disarankan melakukan penyuluhan berkala tentang penggunaan antibiotik melalui edukasi DAGUSIBU.   Antibiotic self-medication has resulted in widespread antimicrobial resistance. Housewives are the healthcare decision-makers in the household. This study aims to describe the antibiotic DAGUSIBU in housewives at Banjar Pinda, Gianyar City. The analytic observational study with a cross-sectional design was conducted from March to April 2023. Data was collected through interviews with validated questionnaires. A total of 79 respondents participated, recruited purposively. The results show the level of knowledge of housewives in the sufficient category (51 [64,9%]). The source of obtaining information about antibiotics is from doctors (75 [94,9%]); the most frequently used type of antibiotic was Amoxicillin (76 [96,2%]). To increase knowledge about antibiotics, counseling about the use of antibiotics can be carried out through DAGUSIBU education.
Assessing the Potential of Ethno-pharmaceutical Integration at Yoga Barn Ubud: A SWOT and Health Belief Model Analysis Febryanti, Ekanur; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Hita, I Putu Gede Adi Purwa; Setiawan, I Putu Yudhistira Budhi
Bali Medical and Wellness Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Bali Medical and Wellness Journal
Publisher : PT BMW Journal Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71341/bmwj.v1i3.26

Abstract

Background: Ethnopharmaceuticals is a diverse field that examines how individuals perceive and utilize traditional therapies, focusing on plant-based treatments and holistic health approaches typically passed down through generations. Objective: This research aims to analyze the potential of ethnopharmaceuticals at Yoga Barn Ubud using SWOT and Health Belief Model approaches. The goal is to identify the internal and external factors impacting performance and to understand how individual health beliefs influence participation in wellness activities. Method: A qualitative exploratory approach was employed, gathering primary data through in-depth interviews with 12 participants at Yoga Barn using purposive sampling. Results: SWOT analysis revealed Yoga Barn's strengths, such as its prime location, diverse yoga classes, and positive reputation. Weaknesses included limited awareness of ethnopharmaceutical services, competition, and a focus on seasonal tourists. Opportunities highlighted growing health campaigns and connections with global health networks, while threats included traditional practices being overshadowed by modern therapies. The Health Belief Model indicated that participants' beliefs about health risks and the benefits of yoga significantly influenced their engagement in wellness activities. Conclusion: Yoga Barn in Ubud effectively integrates local wisdom, traditional herbal medicine, and meditation, creating a holistic wellness experience that attracts tourists while preserving traditional knowledge.
UJI AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DENGAN METODE GELIAT PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L) GALUR SWISS WEBSTER Darmayanti, Ni Putu Ovy; Artini, Ni Putu Rahayu; Budhi Setiawan, Putu Yudhistira
Widya Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2020): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v2i2.963

Abstract

Analgetik adalah zat atau suatu bahan yang dapat menekan ataupun menghilangkan rasa nyeri dengan tidak menghilangkan kesadaran. Daun belimbing wuluh mengandung flavonoid yang memiliki potensi sebagai analgetik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak daun dari tanaman Averrhoa bilimbi L. memiliki aktivitas analgetik terhadap mencit putih jantan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental murni dengan tipe penelitian adalah post test only control group design Pengujian aktivitas analgetik ditunjukan dengan adanya respon geliat kemudian dapat dilakukan uji analisis statistika One Way ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 96% daun belimbing wuluh memiliki aktivitas analgetik pada mencit putih jantan. Berdasarkan uji One Way Anova, antara kelompok perlakuan dengan kontrol positif memiliki perbedaan bermakna dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05). Hasil analisis data uji post hoc LSD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dosis 125 mg/ kg BB, 250 mg/ kg BB dengan kontol positif. Simpulan dari penelitian ini adalah dosis 500 mg/ kg BB ekstrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrho bilimbi L) pada mencit memiliki efek analgesik dengan persentase penghambat geliat yaitu 68.49% dan mendekati kontrol positif parasetamol dengan dosis 65mg/ kg BB sebesar 80.36%.
Studi Pembuatan Loloh Cemcem dan Loloh Kunyit Khas Penglipuran dengan Potensi Aktivitas Farmakologi Dewi, Dewa Ayu Putu Satrya; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Setiawan, Putu Yudhistira Budhi
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Farmasetis: Mei 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i2.3840

Abstract

Loloh merupakan minuman herbal tradisional dari Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Khasiat loloh telah dikenal secara turun-temurun oleh para leluhur masyarakat Bali. Loloh dikonsumsi setiap hari untuk meningkatkan kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, dan merangsang nafsu makan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembuatan loloh cemcem (Spondias pinnata) dan loloh kunyit (Curcuma longa) serta eksipien yang digunakan dalam pembuatannya, melaporkan komponen fitokimia dan sifat farmakologis loloh cemcem dan loloh kunyit. Data dikumpulkan melalui purposive sampling dari 10 produsen. Peneliti menggunakan wawancara terstruktur, metode observasi, dan kajian pustaka untuk mengumpulkan informasi dengan menggunakan wawancara secara door to door mendatangi Lokasi pembuat loloh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi loloh dapat dibagi menjadi empat tahap: 1) menyiapkan bahan dan alat untuk sanitasi, 2) mengekstrak sari daun cemcem dan rimpang kunyit, 3) mencampur sari dengan bahan tambahan, dan 4) mengemas produk akhir loloh dalam botol kedap udara. Spondias pinnata (L. f.) telah dipelajari untuk penggunaan farmakologis untuk menurunkan tekanan darah, dan antioksidan, Curcuma longa Linn. Telah diteliti manfaat farmakologisnya sebagai antiradang dan antimikroba. Selain daun cemcem dan rimpang kunyit sebagai bahan utama, bahan tambahan yang digunakan dalam loloh meliputi cabai merah, gula pasir dan gula aren, garam, kelapa muda, dan jeruk nipis. Bahan-bahan ini memberikan rasa yang seimbang, yaitu manis, asam, dan pedas. Penggunaan bahan tambahan alami dalam pembuatan loloh membantu menjaga kualitas dan keamanan sekaligus memberikan rasa yang autentik.
Sekaa Teruna Teruni as An Agent of Change (AoC) Development of Loloh Cemcem as A Traditional Medicine Dewi, Dewa Ayu Putu Satrya; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Setiawan, Putu Yudhistira Budhi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.4824

Abstract

The development of phytopharmaceuticals aims to increase the use of traditional medicine through an evidence-based medicine (EBM) approach and enhance clinical and community acceptance. This effort cannot be separated from the role and attitudes of adolescents, such as those in the Sekaa Teruna Teruni (STT) group, who have a strong belief in traditional medicine. STT plays a vital role as Agents of Change (AoC) for traditional medicine unique to Penglipuran Traditional Village, particularly loloh cemcem. Currently, information about loloh cemcem is provided conventionally and is not based on EBM for residents and tourists, highlighting the need for technological innovation in promoting this traditional remedy. This study aims to assess the effectiveness of e-booklets as an educational medium to enhance the knowledge of STT adolescents regarding loloh cemcem and to empower them as Agents of Change in promoting its use. This quantitative descriptive study employs a quasi-experimental one-group pretest-posttest design and was conducted in April-May 2024. The sample included STT members from Penglipuran Traditional Village, selected through purposive sampling based on specific inclusion and exclusion criteria. Inclusion criteria included residency in Penglipuran Traditional Village, active and passive English proficiency, ability to use electronic media and the internet, and obtaining a pretest score of ≥80 points. Exclusion criteria included respondents who could not be reached for the posttest or were unwilling to dedicate time to the AoC loloh cemcem initiative. Data were collected through a validated and reliable knowledge questionnaire with 10 items, and e-booklets were used as educational media. Analysis using SPSS 18 and the Wilcoxon test showed a significant increase in knowledge after the provision of e-booklets (p = 0.001). These results suggest that e-booklets effectively enhance STT adolescents' knowledge, supporting them as key sources of information and promoters of loloh cemcem as a traditional medicine.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Etanol 96 % Daun Gambir (Uncaria Gambir Roxb.) dan Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Terhadap Sifat Fisika Kimia Krim Tabir Surya Astuti, Ni Wayan Purnami; Wartana Putra, I G.N.A Windra; Setiawan, Putu Yudhistira Budhi; Maharianingsih, Ni Made
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19064

Abstract

Latar belakang: Krim sunscreen (tabir surya) banyak diolah dari industri kosmetik dengan komposisi kimia sintetis. Efek negatif krim tabir surya sintetis diantaranya terkadang menyebabkan alergi, iritasi dengan rasa terbakar. Daun gambir dan daun salam ialah bahan alam dengan metabolit sekunder flavonoid. Adanya flavonoid pada daun gambir dan daun salam berpotensi sebagai tabir surya. Tujuan: untuk mengetahui secara terukur sifat fisika kimia dan angka SPF (Sun Protection Factor) sediaan krim tabir surya pada variasi konsentrasi ekstrak etanol 96 % daun gambir dan daun salam Metode: metode yang dipergunakan ialah desain eksperimental (kuantitatif) yang diterapkan untuk uji sifat fisika kimia dan menguj angka tabir surya dengan posttest only controlled group design. Hasil: stabilitas krim selama minggu ke- 0 hingga ke-4 didapati adanya sifat fisika kimia yang baik berdasarkan Standar Nasional Indonesia yang meliputi stabilitas evaluasi krim diantaranya organoleptis, homogenitas, daya sebar, uji pH, uji daya lekat dan uji viskositas. Analisis data menggunakan uji two-way anova untuk daya sebar, pH, daya lekat dan viskositas sedangkan nilai SPF menggunakan one-way anova. Diperoleh aktivitas tabir surya pada FI sebesar 3,11±0,11 dalam kategori minimal, FII dengan nilai SPF 6±0,08 kategori sedang dan FIII sebesar 8,07±0,06 kategori maksimal. Kesimpulan: krim ekstrak daun gambir dan daun salam mempunyai stabilitas yang baik dan pengaruh variasi konsentrasi berbanding lurus dengan nilai SPF.
Antibacterial Activity of Cananga Extract (Cananga odorata (Lam.) Hook.F. & Thomson) Against Streptococcus Mutans and Pseudomonas Aeruginosa Bacteria Purwa Hita, I Putu Gede Adi; Budhi Setiawan, Putu Yudhistira; Wintariani, Ni Putu; anggarini, Dewi
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/nyc2kg76

Abstract

Background: Streptococcus mutans is a gram-positive bacterium commonly found in the oral cavity, while Pseudomonas aeruginosa is a gram-negative rod-shaped bacterium that can form biofilms. Objective: The objective of this study was to determine the antibacterial activity of 96% ethanol extract of ylang-ylang flowers (Cananga odorata (Lam.) Hook.f. & Thomson) against S. mutans and P. aeruginosa using the disk diffusion method. Methods: This was an experimental study with a post-test only control group design. Results: The test results showed that ylang-ylang flower extract exhibited antibacterial activity against S. mutans with an average zone at a 40% concentration of 16.6 ± 2.5 mm, categorized as strong. Meanwhile, against P. aeruginosa, the average inhibition zone at a 40% concentration was 7.2 ± 2.2 mm, categorized as moderate. Phytochemical analysis showed that kenanga flower extract contains flavonoids, saponins, tannins, steroids, monoterpenes, and alkaloids. Conclusion: 96% ethanol extract of kenanga flowers effectively inhibits the growth of S. mutans and P. aeruginosa at a concentration of 40%. These results indicate that kenanga has potential as a natural antibacterial source for development in the pharmaceutical field.
Edukasi DAGUSIBU dan TOGA melalui Program Apoteker Remaja (APORE) pada Siswa SMA di Bali: DAGUSIBU and TOGA Education through the Teen Pharmacist Program (APORE) for High School Students in Bali Dewa Ayu Putu, Satrya Dewi; Setiawan, Putu Yudhistira Budhi; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Sutema, IA Manik Partha; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Wintariani, Ni Putu Aryati
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.567

Abstract

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), sebagai organisasi profesi apoteker, menginisiasi kegiatan edukasi mengenai pengelolaan obat yang tepat dan aman. Apoteker, sebagai tenaga kesehatan yang fokus pada penggunaan obat di masyarakat, diharapkan untuk terus aktif memberikan penyuluhan di berbagai tempat agar masyarakat memahami cara penggunaan obat kimia dan obat herbal dengan benar. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemandirian siswa/i SMA dalam memilih, mendapatkan, menyimpan, dan membuang obat secara tepat dan benar (DAGUSIBU) dan pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Materi diberikan dengan metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) yang diimplementasikan dengan mendorong partisipasi aktif siswa melalui diskusi kelompok, permainan interaktif terkait logo obat, dan demonstrasi langsung sebagai alternatif dari metode ceramah satu arah. Kegiatan ini menggunakan kuesioner terdiri dari 10 soal pilihan ganda yang dirancang untuk mengukur tiga domain pengetahuan yaitu DAGUSIBU, logo obat, dan TOGA. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pretest-posttest siswa SMA di Bali tentang DAGUSIBU, Logo Obat, dan TOGA dengan p-value 0.001. Domain yang memiliki rata-rata persentase nilai pretest dan posttest paling rendah adalah logo obat.
Penyuluhan Dan Penanaman Tananam Obat Keluarga (Toga) Di Desa Wisata Gunung Salak Tabanan Setiawan, Putu Yudhistira Budhi; Sutema, Ida Ayu Manik Partha; Maharianingsih, Ni Made; Dewi, Dewa Ayu Putu Satrya; Wintariani, Ni Putu
UNBI Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2022): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan  pengabdian  ini  dilakukan  di  Desa  Wisata Gunung Salak Tabanan. Desa Wisata ini berdasarkan  letak  geografis  dalah  desa  yang berada pegunungan sehingga mayoritas masyarakatnya bertani dan berkebun. Desa ini memiliki potensi  untuk dikembangkan, salah satunya dengan penanaman tumbuhan yang dapat  digunakan  sebagai  obat  keluarga untuk menambah daya tarik wisata dan menambah wawasan dalam pemanfaatan tanaman obat.  Metode  kegiatan  meliputi  penanaman tanaman obat, outbond, penyuluhan pembuatan  obat  menggunakan tanaman yang dilakukan selama dua hari yaitu pada 28-29 Oktober 2019. Hasilnya  dari pengabdian ini  tersedianya  lahan dengan  tanaman obat  yang   dapat   dikelola   dan   dimanfaatkan   oleh masyarakat.  Selain itu adanya penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan  pemanfaatan tanaman untuk pengobatan.  Penanaman pinang sepanjang jalan pedesaan menambah suasana dengan menjadi asri. Pengabdian ini berhasil meningkatkan wawasan masyarakat penggunaan tanaman obat dan menambah daya tarik desa