Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perilaku Higiene dan Sanitasi Pada Keluarga Dengan Risiko Stunting Pada Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu. Dinda Rezalia; Kosvianti, Emi; Yanuarti, Riska; Angraini, Wulan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/1cbmcj13

Abstract

Tujuan dari ipenelitian iiini untuk menelaah kebiasaan higiene serta sanitasi pada keluarga bisa bikin risiko stunting di Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Stunting sekarang jadi masalah gizi serius di Indonesia dan efeknya besar untuk tumbuh dan kembang fisik serta mental pada anak. Menurut data dari Studi Kesehatan Dasar 2018, jumlah anak stunting di Indonesia menembus angka 30,8%, dengan banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk sulitnya akses mendapatkan gizi yang cukup, buruknya sanitasi, serta kebiasaan higiene yang tidak optimal. Penelitian menggunakan Metode mixed methods, yaitu gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh menggunakan kuesioner yang mana mengukur kebiasaan higiene, sanitasi, dan prevalensi stunting pada anak, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ibu rumah tangga yang mempunyai anak berusia balita dan batita. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di Kelurahan Pagar Dewa memiliki kebiasaan higiene yang cukup baik, namun masih terdapat kendala dalam konsistensi penerapannya karena keterbatasan akses terhadap air bersih dan sabun. Dalam aspek sanitasi, sekitar 80,2% keluarga memiliki sanitasi lingkungan yang kurang memadai, dengan masalah utama pada pengelolaan sampah, pembuangan limbah yang terbuka, dan kualitas air yang buruk. Kebiasaan higiene yang baik, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan mulut, dan memotong kuku, serta sanitasi lingkungan yang layak, terbukti berperan penting dalam pencegahan penyakit yang dapat menyebabkan stunting. Kata kunci: Stunting, Higiene, Sanitasi Lingkungan, Keluarga Berisiko Stunting.
GERAKAN ANAK SEHAT PENCEGAHAN PENULARAN INFLUENZA PADA ANAK DASAR PADA SD NEGERI 75 BENGKULU TENGAH Angraini, Wulan; Yanuarti, Riska; Samidah, Ida
JPMTT (Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Terbarukan) Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Penerbitan dan Percetakan Indonesian Scholar Khiar Wafi (LPPMPP IKHAFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54650/jpmtt.v6i1.636

Abstract

Influenza merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang mudah menular terutama pada anak usia sekolah dasar, yang memiliki tingkat interaksi sosial tinggi dan kebiasaan menjaga kebersihan diri yang masih rendah. Observasi awal di beberapa sekolah dasar menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum memahami etika batuk yang benar, jarang mencuci tangan menggunakan sabun, serta kurang menjaga kebersihan lingkungan kelas. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan influenza dan penyakit pernapasan lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk kesadaran siswa mengenai pentingnya perilaku sehat dalam mencegah penularan influenza melalui program “Gerakan Anak Sehat”. kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi cuci tangan enam langkah, praktik etika batuk yang benar, serta pembagian poster edukasi yang ditempel di kelas. Selain itu, dilakukan sesi tanya jawab terbuka yang melibatkan 40 siswa kelas IV,V,dan VI untuk menggali pengetahuan mereka sebelum dan sesudah intervensi. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif dari siswa, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan kemampuan siswa dalam mempraktikkan kembali teknik cuci tangan serta etika batuk secara mandiri. Evaluasi menggunakan lembar pre-test dan post-test memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pencegahan influenza sebesar 78%.dapat disimpulkan bahwa program “Gerakan Anak Sehat” merupakan intervensi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran serta perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sekolah dasar. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan guru, tenaga kesehatan, dan orang tua guna menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan meminimalkan risiko penularan influenza.  Kata Kunci: influenza, gerakan anak sehat, sekolah dasar, pencegahan penyakit, perilaku hidup bersih dan sehat
GERAKAN ANAK SEHAT PENCEGAHAN PENULARAN INFLUENZA PADA ANAK DASAR PADA SD NEGERI 75 BENGKULU TENGAH Wulan Angraini; Riska Yanuarti; Ida Samidah; Bintang Agustina Pratiwi; Padila
JPMTT (Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Terbarukan) Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Penerbitan dan Percetakan Indonesian Scholar Khiar Wafi (LPPMPP IKHAFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54650/jpmtt.v6i1.646

Abstract

Influenza merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang mudah menular terutama pada anak usia sekolah dasar, yang memiliki tingkat interaksi sosial tinggi dan kebiasaan menjaga kebersihan diri yang masih rendah. Observasi awal di beberapa sekolah dasar menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum memahami etika batuk yang benar, jarang mencuci tangan menggunakan sabun, serta kurang menjaga kebersihan lingkungan kelas. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan influenza dan penyakit pernapasan lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk kesadaran siswa mengenai pentingnya perilaku sehat dalam mencegah penularan influenza melalui program “Gerakan Anak Sehat”. kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi cuci tangan enam langkah, praktik etika batuk yang benar, serta pembagian poster edukasi yang ditempel di kelas. Selain itu, dilakukan sesi tanya jawab terbuka yang melibatkan 40 siswa kelas IV,V,dan VI untuk menggali pengetahuan mereka sebelum dan sesudah intervensi. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif dari siswa, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan kemampuan siswa dalam mempraktikkan kembali teknik cuci tangan serta etika batuk secara mandiri. Evaluasi menggunakan lembar pre-test dan post-test memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pencegahan influenza sebesar 78%.dapat disimpulkan bahwa program “Gerakan Anak Sehat” merupakan intervensi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran serta perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sekolah dasar. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan guru, tenaga kesehatan, dan orang tua guna menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan meminimalkan risiko penularan influenza
KEAKTIFAN KUNJUNGAN POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA: THE ACTIVENESS OF POSYANDU VISITS AND NUTRITIONAL STATUS OF TODDLERS Wulan Angraini; Henni Febriawati; Riska Yanuarti; Tresna Fatmawati; Zulaikha Agustinawati; Sarkawi
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 20 No 1 (2026): Quality: Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v20i1.2040

Abstract

Introduction: Posyandu (Integrated Health Post) functions as a facility for health consultations and early detection of developmental disorders in toddlers, enabling prompt intervention if problems are found. Toddler compliance in attending Posyandu visits is positively associated with their nutritional status. Objective: To analyze the relationship between the frequency of Posyandu visits and the nutritional status of toddlers. Methods: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design through observation. The study population consisted of mothers of toddlers who visited Posyandu. The sampling technique used was non-probability accidental sampling, with a total of 23 respondents. Data analysis was conducted using the chi-square test. Results: There was a significant relationship between the frequency of Posyandu visits and the nutritional status of toddlers. The more frequently toddlers attended Posyandu, the better their nutritional status. Among the respondents, 5 toddlers with infrequent visits had stunted nutritional status, while 12 toddlers with frequent visits showed normal nutritional status. Conclusion: Regular education and guidance, including home visits, are more effective in monitoring and improving toddlers’ nutritional status. toddlers.
Pengaruh Media Video Terhadap Pengetahuan Tentang Radiasi Sinar-X di Instalasi Radiologi Dewani Anggita Putri; Afriyanto; Nopia Wati; Riska Yanuarti
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 21 No. 1 (2026): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v21i1.10630

Abstract

Background: Radiology is a branch of medicine that examines or diagnoses the internal parts of the human body using imaging technology, including both electromagnetic and mechanical waves. Bhayangkara Hospital in Bengkulu has a radiology facility that utilizes X-ray radiation as a medical support facility. The equipment used includes conventional X-rays, CT scans, panoramic X-rays, mobile X-rays, and ultrasound. The purpose of this study was to determine the effect of video media on knowledge of X-ray radiation in the Radiology Installation at Bhayangkara Hospital in Bengkulu City. Methods: This study used a quantitative study with a quasi-experimental design. The research design was experimental. The sample size was 52 respondents. The results were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The level of patient knowledge about X-ray radiation after receiving health education through video media increased compared to before the intervention. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a Z-value of -5.894 with an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000. This significance value is less than α = 0.05. Suggestion: Bhayangkara Hospital, Bengkulu City, especially the Radiology Department, is expected to incorporate video-based health education into routine patient education. Keywords: Radiology, X-rays, Knowledge
The Effect of Exclusive Breastfeeding Module Intervention on the Knowledge and Attitudes of Prospective Fathers about Breastfeeding in Bengkulu City Sabrina Sella; Riska Yanuarti; Agus Ramon; Ida Samidah; Bintang Agustina Pratiwi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5473

Abstract

Bengkulu City has experienced a decline in exclusive breastfeeding coverage over the past three years (2020-2022). Research related to education for prospective fathers in Bengkulu City has not been widely implemented. This study aims to analyze the effect of exclusive breastfeeding module interventions on the knowledge and attitudes of prospective fathers about breastfeeding in Bengkulu City. A quasi-experimental study was conducted in April-September 2024 with a population of prospective fathers who have wives with a gestational age of more than 27 weeks or the third trimester. The sample consisted of 15 people in the control group and 15 people in the intervention group. The sampling method used purposive sampling. The research variables include the knowledge and attitudes of prospective fathers about breastfeeding, as well as the exclusive breastfeeding module. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out univariately and bivariately. There were insignificant results from the knowledge variable between the two groups, both pre-test (p = 0.074) and post-test (0.546). While on the attitude variable, significant results were obtained between the two groups, both pre-test (0.001) and post-test (0.044). The exclusive breastfeeding module intervention only affected the attitude variable of prospective fathers about breastfeeding between the intervention group and the control group, both before and after the intervention. While on the knowledge variable of prospective fathers about exclusive breastfeeding, there was no effect between the two groups, both pre-test and post-test.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet FE di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali: Factors Related to Pregnant Women,s Compliance with Consuming FE Tablets in the Working Area of the Kampung Bali Puskesmas Elfiana Elfiana; Riska Yanuarti; Eva Oktavidiati; Henni Febriawati
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7663

Abstract

Kepatuhan ibu hamil terhadap tablet Fe berarti mengetahui dan mematuhi penggunaan tablet Fe setiap hari. Data yang di peroleh tahun 2022 terdapat di puskkesmas kampung bali kota bengkulu masih rendahnya data ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe, dari 204 jumlah ibu haml, 194 ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe, dan 149 ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe Tujuan penelitian ini adalah untuk mngetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi keju putih pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kampung Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 40 ibu hamil, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Uji Chi Square digunakan untuk menganalisis data. Pada hasil tersebut ditemukan P-value sebesar 0,125 yang berarti tidak ada hubungan statistik antara pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.046 yang artinya secara statistik ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil menunjukkan nilai P-Value 0.021 yang artinya secara statistik ada hubungan sikap dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.105 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 1,000 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu: pengetahuan dan sikap terdapat hubunga, dukungan keluaraga dan peran tugas kesehatan tidak ada hubungan yang signifikan. Disarankan bagi Puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan, mengingat  masih banyak ibu hamil yang menganggap anemia merupakan hal tidak membahayakan, namun anemia, merupakan penyakit yang berbahya bagi ibu hamil bahkan bisa menyebabkan kematian.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA SMKN 3 SELUMA TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI DAN SEX BEBAS SEBAGAI UPAYA PENURUNAN ANGKA KEJADIAN KEHAMILAN DILUAR NIKAH Bintang Agustina P; Wulan Angraini; Riska Yanuarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Seluma dengan angka kejadian kehamilan di luar nikah yang cukup tinggi. Informasi yang diperoleh dari pihak sekolah setiap tahunnya ditemukan siswa yang berhenti sekolah dikarenakan hamil. Pemahaman tentang tentang penyebab serta dampak dari perilaku kehamilan di luar nikah sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan kehamilan, untuk itu perlu dilakukan penyuluhan tentang Seks Bebas dan Dampak Pernikahan Usia Dini pada siswa SMKN 3 Seluma. Untuk mengatasinya perlu adanya pembinaan kepada remaja tentang bahaya seks bebas, dan Dampak Pernikahan Usia Dini agar mereka mempunyai perbekalan baik pengetahuan dalam menjalankan masa remajanya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan penyuluhan tentang Bahaya Seks dan Dampak Pernikahan Usia Dini sehingga remaja memperoleh ilmu agar pola pikirnya lebih maju dan tidak semakin tertinggal. Remaja desa di SMKN 3 Seluma sangat antusias mengikuti penyuluhan  tentang Bahaya Sek Bebas dan Dampak Pernikahan Usia Dini hal ini terlihat dari keaktifan remaja pada acara penyuluhanl melalui beberapa pertanyaan yang mereka ajukan. Di akhir acara penyuluhan dilakukan evaluasi pemahaman remaja tentang bahaya Seks Bebas dan Dampak Pernikahan Usia Dini, semua remaja mampu menjelaskan dampak dari perilaku tersebut. Pemahaman remaja meningkat dari yang belum tahu mejadi tahu dan dapat menghindari hal tersebut agar tidak merusak masa depan mereka. Diharapkan remaja terus berupaya untuk mencari informasi tentang Bahaya Kehamilan Di Luar Nikah serta membuat kegiatan positif diluar kegiatan di sekolah agar tidak melakukan hal-hal negatif. Kata Kunci: Pemahaman, Pernikahan Dini, Seks Bebas 
Penerapan Media Audio Visual Dalam Peningkatan Angka Pemberian Air Susu Ibu (Asi) Eksklusif Di Desa Kurotidur Kecamatan Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara Wulan Angraini; Cahyo Prihantoro; M. Amin; Bintang Agustina P; Riska Yanuarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu adalah sumber gizi sehat untuk bayi. Pemberian ASI Eksklusif didefinisikan WHO yaitu menyusui bayi dengan hanya ASI selama 6 bulan pertama dalam kehidupan bayi tanpa memberikan makanan dan minuman tambahan kecuali obat dan vitamin dan terus memberikan ASI tersebut hingga 2 tahun. Pemberian ASI eksklusif sangat penting karena merupakan makanan utama dan pertama yang mengandung zat-zat lengkap yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan, perkembangan bayi serta memberikan manfaat kekebalan tubuhnya. ASI tidak tertandingi oleh makanan apapun. Pemberian ASI eksklusif pada bayi akan meningkatkan involusi rahim sehingga mengurangi komplikasi masa nifas. Memberikan ASI juga berdampak positif bagi ibu karena isapan bayi akan menyebabkan kontraksi uterus yang mencegah perdarahan post-partum.Pada saat menyusui juga melepaskan oksitosin setelah melahirkan, juga mengurangi perdarahan rahim serta mencegah sekitar seperlima dari kematian neonatal. Konseling gizi dan laktasi pada saat kehamilan dan setelah melahirkan melalui kunjungan rumah berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan,sikap ibu tentang ASI Eksklusif.Kata Kunci    : ASI Eksklusif, Ibu Hamil, Konseling
PENINGKATAN PEMAHAMAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANGGUT ATAS KOTA BENGKULU Riska Yanuarti; Henni Febriawati; Agus Ramon; Wulan Angraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara di Indonesia merupakan penyebab kematian nomor dua setelah kanker mulut rahim, kanker payudara banyak menyerang wanita yang telah berumur lebih dari 40 tahun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu menempati urutan kedua kasus tumor/benjolan di area payudara yakni sebanyak 0,61% dari 326 orang WUS yang melakukan pemeriksaan. Wilayah kerja Puskesmas Anggut Atas dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat karena menjadi wilayah dengan jumlah Wanita Usia Subur (WUS) 211 orang dari 1.477 WUS yang cukup banyak melakukan pemeriksaan leher rahim dan payudara. Keadaan ini dapat dijadikan sasaran pencegahan kanker payudara namun ternyata belum ada pernah dilakukan edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri yang bermanfaat dalam mencegah kanker payudara. Kelompok sasaran adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Anggut Atas Kota Bengkulu. Kegiatan ini dilakukan dari rumah ke rumah dengan menemui langsung sasaran dengan metode video dan demonstrasi. Metode ini di anggap lebih efektif karena peserta dapat memahami penjelasaan tim melalui media audio visual, yang berisi penjelasan tentang kanker payudara dan cara pemeriksaan payudara sendiri. Untuk mengetahui pemahaman peserta dilakukan pretest dan posttest. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adanya peningkatan pemahaman masyarakat khususnya wanita usia subur tentang pemeriksaan payudara sendiri melalui metode video dan demonstrasi. Kesimpulan wanita ssia subur memiliki keahlian dan kemampuan melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur dan mandiri.Kata Kunci: Kanker, Payudara, SADARI
Co-Authors Achmad Allfaress , Reffky Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Afriyanto Agung Suhadi Agus Ramon Agus Ramon, Agus Agustinawati, Zulaikha Amrullah, Hilma Andri, Juli Aprilia, Miranti ardianti, jeni ARINA AMALIA MAGHFIROH Betri Anita Betri Anita Betrianita Betrianita Bintang Agustina Pratiwi Cahyo Prihantoro Delvita Efrianti Desri Suryani Dewani Anggita Putri Dewi Kurnia Ningsih Dinda Rezalia Egi Alifia putri Elfiana Elfiana Emi kosvianti1, 2 , Emy Susanti3 , Windhu Purnomo4, Agung Suhadi5 Erni Riany ESSY TUWI SUSANTI Eva Oktavidianti EVA OKTAVIDIATI, EVA Fandini, Mutia Ade Fatmawati, Tresna Fauzia Farah Az Zahra Feni Ramandani Fitri Wulandari Harjuita, Tiara Rifki HASAN HUSIN Heldi Saputra Heni Helvia Henni Febriawati HENNI FEBRIAWATI Henni Febriawati Henni Febriawati Henni Febriawati, Henni Hilma Amrullah Husin, Hasan Ida Samidah Kambera, Loli Lina, Liza Fitri Loli Kambera Loli Kambera Lusi Okavianti M. Amin M. Amin M. Amin M. Amin M. Ismail Shaleh Mandraguna, Yosa Meilanda, Vella Mohammad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Muhammad Amin Muhammad Arif Tobing Mutia Ade Fandini NOPIA WATI Okavianti, Lusi Oktarianita, Oktarianita P, Bintang Agustina Padila Padila Padila Padila Padila, Padila Pebi Fermana Pradani, Ahmad Bagas PRAMITA, CHANDRA WIDIATNI Pratama, Yesa Putri Puteri, Febyona Jolest Putri Wulan Dari Raju Sungsang Amir Rizal, Achmad Faisal Sabrina Sella Samidah, Ida Sandos Yedilau Sari, Dedeh Puspita Sarkawi Sefdiyanto, Riki Selvia Novitasari Shaleh, M. Ismail Sinta, Fera Siti Nurazisah Sri Dwi Nengsih Tiara Monica Tiara Rifki Harjuita Tresna Fatmawati Wati, Nopia Wati, Zulaikha Agustina Wiritanaya, Sella Wulan Angraini Wulan Angraini Yandrizal Yandrizal Yanti, Lussyefrida Yulia Afriza Yuni Kartika Zulaikha Agustinawati Zulaikha Agustinawati