Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN PLATFORM KAHOOT SEBAGAI ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN Moh. Syukron Maftuh; Lydia Lia Prayitno; Silviana Maya Purwasih; Hanim Faizah; Susilo Hadi
Kanigara Vol 4 No 2 (2024): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v4i2.9393

Abstract

Guru dituntut untuk mampu melakukan penyesuaian terhadap perubahan perkembanganTeknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK), diantaranya mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif, efektif dan kreatif yang terintegrasi dengan teknologi. Namun kenyataan yang terjadi, masih banyak guru yang belum menguasai media pembelajaran terutama media penilaian hasil belajar yang berbasis teknologi. Hal ini serupa dialami oleh guru-guru MGMP KKMASurabaya yang masih menggunakan cara konvensional dalam penilaian hasil belajar siswa yaitu berbasis kertas (paper based test). Oleh sebab itu, pelatihan pemanfaatandigitalized assement menggunakan platform kahootsebagaiasesmendalampembelajaran penting untuk dilakukan agar guru-guru MGMPKKMASurabaya mampu menggunakan fitur-fitur kahoot dalam membuat instrumen penilaian hasil belajar siswa dan dapat memanfaatkan media tersebut dalam pembelajaran di era digital. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metodeParticipatory Action Research dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Sedangkaan hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah diharapkan guru dalammenyusunpenilaianhasilbelajarsiswatidaklagimenggunakanpaper basedtetapimemanfaatkan digitalized assement menggunakan platform kahoot, sehinggaterciptapembelajaran yang inovatif, efektif,kreatifdan menyenangkan demi tercapainyatujuanpembelajaran
Metacognition Analysis of Male Junior High School Students in Problem Solving Oriented to the Ethnomathematics of East Java Joglo Houses Diana, Nanang; Faqihati, Deva Ananda Tuhfatul; Maftuh, Moh. Syukron
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 9 No 1 (2025): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v9i1.3447

Abstract

The purpose of this study was to describe the metacognition of male junior high school students in problem solving oriented to the ethnomathematics of East Java joglo houses so that this research is a qualitative descriptive study, while the subject of this research is 1 male subject of SMP Negeri 2 Paciran. The data collection technique in this study uses test and interview techniques, where the test used is a problem solving test oriented to East Java joglo house ethnomathematics, then the test results and interviews are analyzed based on indicators of metacognition in problem solving. The validity of the data in this study uses time triangulation where the results of the first test and interview are compared with the results of the second test and interview until valid and reliable data are obtained with different time periods. While the data analysis method in this study consists of data reduction, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the metacognition of male junior high school students in solving problems oriented to East Java Joglo House Ethnomathematics at the stage of understanding the problem, and implementing a problem solving plan fulfills all indicators of metacognition, namely planning, monitoring and evaluation. However, at the stage of planning problem solving, male junior high school students do not fulfill the planning indicator because students do not plan the time used to solve the problem as well as at the stage of re-examining the solution obtained by male junior high school students do not fulfill the planning and monitoring indicators because they do not plan and monitor the problems given with different strategies or methods.
ANALISIS METAKOGNISI SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN KOLERIS DAN PHLEGMATIS Ladyawati, Erlin; Maftuh, Moh. Syukron; Faizah, Hanim
EDUPEDIA Vol 8, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i2.3029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas metakognitif siswa kelas VII di SMP Hasanudin Surabaya yang memiliki tipe kepribadian koleris dan phlegmatis dalam menyelesaikan masalah matematika. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa berkepribadian koleris dan 2 siswa berkepribadian phlegmatis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang menghasilkan data dalam bentuk deskriptif, baik berupa kata-kata maupun kalimat. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan wawancara. Peneliti menerapkan dua jenis tes: tes kepribadian untuk mengidentifikasi tipe kepribadian siswa, serta tes pemecahan masalah untuk mengkaji metakognisi siswa dalam mengerjakan soal matematika. Wawancara dilakukan untuk memperkuat hasil tes guna meningkatkan validitas analisis. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui proses reduksi, penyajian data, analisis lebih lanjut, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diverifikasi menggunakan triangulasi sumber, yakni membandingkan data dari tes dan wawancara dengan data dari soal serupa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa siswa dengan tipe kepribadian koleris dan phlegmatis telah menunjukkan aktivitas metakognitif yang meliputi tahap perencanaan, pemantauan, dan evaluasi dalam menyelesaikan masalah matematika. Pada tahap perencanaan, siswa koleris lebih terperinci dibandingkan siswa phlegmatis, karena mampu menambahkan detail dari informasi yang diperoleh. Dalam tahap pemantauan, siswa koleris dapat menemukan solusi yang lebih singkat dan efisien, sementara siswa phlegmatis cenderung masih mengalami kesulitan. Pada tahap evaluasi, siswa koleris jarang melakukan pemeriksaan ulang karena sudah yakin dengan jawabannya, sedangkan siswa phlegmatis lebih teliti dengan melakukan pemeriksaan untuk memastikan ketepatan hasil.
WORKSHOP PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI PENDEKATAN TaRL DAN CRT BAGI GURU MATEMATIKA SMA/MA UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SISWA Prayitno, Lydia Lia; Maftuh, Moh. Syukron; Prajitno, Sunyoto Hadi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i2.3805

Abstract

Fakta di Kabupaten Sidoarjo, masih banyak guru yang belum berkesempatan mengikuti program PPG sehingga pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dan Culturally Responsive Teaching (CRT) masih awam sekali di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) dilaksanakan melibatkan guru matematika SMA/MA di Kabupaten Sidoarjo untuk memberikan pengetahuan perancangan pembelajaran yang melibatkan PBL terintegrasi TaRL dan CRT. Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis dengan durasi waktu 32 JP secara luring. Hasil dari kegiatan ini para guru mampu merancang pembelajaran melibatkan PBL terintegrasi TaRL dan CRT. Hasil perancangan tersebut juga dipraktekkan perwakilan guru bersama teman dalam kelompoknya untuk mendapatkan masukan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setelah melalui praktek pembelajaran, dilanjutkan dengan memberikan gform untuk mendapatkan informasi respon guru dari pelaksanaan workshop tersebut. Dari hasil analisis data, diperoleh informasi ≥ 70% guru matematika memberikan respon positif dari penyelenggaraan kegiatan workshop tersebut. Harapannya ketika diterapkan di dalam kelas dapat meningkatkan tanggung jawabnya, mandiri dalam belajar, dan aktif mengeksplor pengetahuannya.
Eksplorasi Konstruksi Bukti Matematis Mahasiswa Menyelesaikan Soal Graf Euler: Perspektif Toulmin Mutianingsih, Ninik; Susilo Hadi, Susilo; Prayitno, Lydia Lia; Sugandi, Eko; Maftuh, Moch Syukron
Wahana Pendidikan Vol 12, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i1.16451

Abstract

Teori graf merupakan bagian dari mata kuliah matematika diskrit yang mencakup konsep teori graf. Tujuan mengajarkan teori graf di jenjang pendidikan tinggi untuk memahami konsep Graf melibatkan kemampuan memecahkan masalah yang kompleks dan mengajarkan berpikir kritis bagi mahasiswa. Salah satu topik yang sering menjadi fokus dalam pembelajaran ini yaitu Graf Euler. Pemahaman tentang Graf Euler melibatkan keterampilan kritis dalam pemikiran dan konstruksi bukti matematis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perspektif Toulmin, yang merupakan teori tentang konstruksi bukti matematis. Teori ini menggambarkan bahwa konstruksi bukti matematis terdiri dari klaim, data, penjelasan, kualifikasi, dan rebuttal. Subjek dalam penelitian ini yaitu mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya angkatan 2022 yang aktif mengampu mata kuliah matematika diskrit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi konstruksi bukti matematis yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan soal Euler. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini subjek mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi perspektif Toulmin, kedua subjek sudah mampu menjelaskan dari apa yang sudah dikerjakan berdasarkan hasil wawancara, yang artinya subjek sudah mampu mengeksplor konstruksi bukti matematis soal Graf Euler berdasarkan kerangka perspektif Toulmin. Rekomendasi dari hasil penelitian ini, untuk perpekstif Toulmin bisa diterapkan pada penerapan soal Graf Hamilton.
Metacognition Analysis of Students' Problem-Posing Process for Group Homomorphism Material Nugraheni, Liknin; Ladyawati, Erlin; Maftuh, Moh Syukron
Jurnal Amal Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/japend.v5i3.159

Abstract

Group homomorphism, a complex topic in the Algebra Structure 1 course at Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, requires high-level thinking, creativity, and the integration of ideas. Metacognition plays an important role in helping students have the problem-posing process, which includes understanding, translating, editing, and selecting information. This study aimed to analyze the metacognitive processes of students with low and high abilities in creating problems related to group homomorphism. The findings show that 83.33% of low-ability students operate at the tacit use level, where they do not consciously consider their decisions or thinking processes. In contrast, high-ability students obtained 100% of the reflective use level during the planning and monitoring stages, meaning that they have reflected thought processes before, during, and after problem-posing, while also identifying improvements and next steps. Furthermore, 100% of high-ability students achieve the strategic use level in the evaluation stage, showing their ability to consciously regulate their thought processes and apply targeted strategies to improve the accuracy of their evaluations when creating problems related to group homomorphism.
Etnomatematika: Identifikasi Unsur Matematis pada Struktur Utama Bangunan Candi Tikus Kabupaten Mojokerto Eko Sugandi; Syukron Maftuh; Lydia Lia Prayitno; Ninik Mutianingsih
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7730

Abstract

This research to show the relationship between mathematics and the structure of the Tikus Temple building, Mojokerto Regency. This research aims to explore parts of Tikus Temple that contain mathematical concepts. The building structure is the focus of this research. The method used in this study uses ethnographic methods with data collection techniques using ethnographic principles such as observation, interviews, documentation, and making field notes. The results showed that ethnomathematics exploration of the structures of the Tikus Temple contains cultural values full of history and mathematical concepts in the material of geometric transformations, plane shapes, and spatial shapes.
Mathematical Numeracy Literacy Ability of High School Students in Solving Math Problems Ladyawati, Erlin; Maftuh, Moh. Syukron
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika Vol. 8 No. 2 (2025): JRPIPM APRIL 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v8n2.p141-150

Abstract

As the low mathematical connection problem shows, students are unable to make mathematical connections on their own. Thus the ability to make mathematical connections is very necessary for training students. This study aims to describe students' mathematical numeracy literacy skills using AKM questions with adapted PISA standards and the difficulties faced by students in solving the given questions. The subjects of this study were grade XI students of SMA Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo who were selected in one class with a total of 28 students. The type of research used in this study is Mixed Methods Research. The techniques used in this study are test techniques to determine students' ability to solve math numeracy literacy problems, questionnaire techniques to find out students' difficulties, and interviews for in-depth examinations. From the results of the study, it was found that level 1 and 2 category questions were very good, students were able to provide explanations in the form of mathematics and use simple procedures to solve problems. In level 3 and 4 category questions are sufficient, students are still able even though they are not optimal in understanding concepts, representing, and designing solving strategies. On the level 5 question, the category is less. This is because students are less able to represent, reflect, and communicate questions properly and correctly. Level 6 category questions are lacking because students have not been able to apply and master technical mathematical operations, develop new strategies and approaches to deal with new situations, and communicate well. The biggest difficulty faced by students is in analyzing problems, representing, designing solving strategies, accuracy of calculations, and communicating them with argumentation.
Pelatihan Publikasi Artikel Ilmiah Pada Jurnal Terindeks Bagi Guru SMK Negeri 1 Jetis Mojokerto Maftuh, Moh. Syukron; Fathonah, Nur; Fitriatien, Sri Rahmawati; Putri, Rani Kurnia; Susilohadi, Susilohadi
Manggali Vol 2 No 1 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i1.1967

Abstract

Publikasi merupakan tahap akhir yang penting dilakukan dalam penulisan karya ilmiah dan merupkan cara agar karya atau hasil temuan dapat dikenal secara luas, sehingga dapat menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Guru dituntut tidak hanya mengajar tetapi juga menghasilkan karya atau temuan. Salah satu bentuk pengembangan profesi guru adalah pengembangan kemampuan guru dalam membuat Artikel tulis ilmiah. Kemampuan ini dapat dilihat dari publikasi para guru yang dimuat dalam berbagai media, khususnya jurnal ilmiah terindeks. Namun sebagian besar guru tidak melakukan publikasi dengan alasan karena membutuhkan waktu dan tenaga, sehingga guru hanya menyusun karya ilmiah tanpa melakukan publikasi. Program pengabdian yang dilakukan oleh program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dikemas dalam bentuk memberikan sosialisasi mengenai publikasi artikel ilmiah agar mampu memberi pengetahuan dan memotivasi guru dalam melakukan publikasi karya artikel ilmiah ke dalam jurnal. Selain hanya memberi sosialisasi, program pengebdian ini juga dilakukan dalam wujud pelatihan publikasi karya artikel ilmiah ke dalam jurnal terindek secara langsung sehingga nantinya guru-guru di SMK Negeri 1 Jetis Mojokerto terlatih dan terbiasa melakukan sendiri dalam publikasi artikel ilmiah ke jurnal terindeks serta mempu meningkatkan pengetahuan terkait dengan publikasi artikel ilmiah
BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DENGAN KEPRIBADIAN PHLEGMATIC DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Maftuh, Moh. Syukron; Faizah, Hanim
Literasi Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v1i2.11190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa SMP dengan kepribadian phlegmatic dalam pemecahkan masalah matematika, sehingga penelitian ini merupakan penelitian diskriptif, sedangkan data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kata-kata atau kalimat yang dinarasikan atau berupa gambar dan tidak menekankan pada angka sehingga menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah dua siswa SMPN 48 Surabaya kelas VII yang memiliki kepribadian phlegmatic yang diperoleh dari hasil tes kepribadi, sedangkan tahapan penelitian yang digunakan peneliti terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik pemberian Tes Pemecahan Masalah Matematika (TPMM) dan wawancara kemudian untuk memperoleh data yang valid dan kredibel peneliti menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa subjek phlegmatic dalam memecahkan masalah matematika pada tahap memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan tahap memeriksa kembali memenuhi 6 indikator yang sama yaitu focus, reason, inference, situation, clarity dan overview hanya saja pada tahap menyusun rencana penyelesaian subjek phlegmatic hanya memenuhi 5 indikator yaitu focus, reason, inference, situation, dan clarity dikarenakan pada saat menyusun rencana subjek tidak melakukan pengecekan kembali terkait strategi ataupun rumus yang akan direncanakan dalam menyelesaikan soal kira-kira sudah sesui atau belum, sehingga subjek phlegmatic pada tahap menyusun rencana penyelesaian dikatakan tidak memenuhi indikator berpikir kritis overview