Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS METAKOGNISI SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN KOLERIS DAN PHLEGMATIS Ladyawati, Erlin; Maftuh, Moh. Syukron; Faizah, Hanim
EDUPEDIA Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i2.3029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas metakognitif siswa kelas VII di SMP Hasanudin Surabaya yang memiliki tipe kepribadian koleris dan phlegmatis dalam menyelesaikan masalah matematika. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa berkepribadian koleris dan 2 siswa berkepribadian phlegmatis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang menghasilkan data dalam bentuk deskriptif, baik berupa kata-kata maupun kalimat. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan wawancara. Peneliti menerapkan dua jenis tes: tes kepribadian untuk mengidentifikasi tipe kepribadian siswa, serta tes pemecahan masalah untuk mengkaji metakognisi siswa dalam mengerjakan soal matematika. Wawancara dilakukan untuk memperkuat hasil tes guna meningkatkan validitas analisis. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui proses reduksi, penyajian data, analisis lebih lanjut, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diverifikasi menggunakan triangulasi sumber, yakni membandingkan data dari tes dan wawancara dengan data dari soal serupa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa siswa dengan tipe kepribadian koleris dan phlegmatis telah menunjukkan aktivitas metakognitif yang meliputi tahap perencanaan, pemantauan, dan evaluasi dalam menyelesaikan masalah matematika. Pada tahap perencanaan, siswa koleris lebih terperinci dibandingkan siswa phlegmatis, karena mampu menambahkan detail dari informasi yang diperoleh. Dalam tahap pemantauan, siswa koleris dapat menemukan solusi yang lebih singkat dan efisien, sementara siswa phlegmatis cenderung masih mengalami kesulitan. Pada tahap evaluasi, siswa koleris jarang melakukan pemeriksaan ulang karena sudah yakin dengan jawabannya, sedangkan siswa phlegmatis lebih teliti dengan melakukan pemeriksaan untuk memastikan ketepatan hasil.
REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMA DENGAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Maftuh, Moh. Syukron; Khofifa, Lutfia Nur
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jurinotep.v1i3.28

Abstract

The purpose of this study is to describe the mathematical representation of senior high school students who have a field dependent cognitive style in solving mathematical problems on the material of the Three Variable Linear Equation System, so this research is a descriptive study using a qualitative approach. The subjects of this study were 2 students of SMA Negeri 1 Kedamean Gresik class X MIPA 1 who had a field dependent cognitive style. The data collection techniques used are cognitive style test (GEFT), Problem Solving Test (TPM) and interviews. The results of this study are the mathematical representation of high school students who have a field dependent cognitive style in solving mathematical problems at the stage of understanding the problem, making a settlement plan and carrying out a settlement. The subject has something in common, namely representing the problem symbolically. However, at the stage of re-examining the results of the completion of the field dependent subject, they represented verbally because the subject wrote down the results of their completion using written words, and gave their opinion through direct sentences
Analisis Metakognitif Ditinjau dari Kecerdasan Linguistik Maftuh, Moh. Syukron; Ladyawati, Erlin; Faizah, Hanim
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i2.3152

Abstract

Pembelajaran matematika adalah proses interaksi kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa yang melibatkan pengembangan pola berfikir dan mengolah logika pada suatu lingkungan belajar yang diciptakan oleh guru dengan berbagai aspek dan metode agar program belajar matematika tumbuh dan berkembang secara optimal, efektif, dan efisien. Hal ini dapat dipengarui oleh kemampuan metakognitif yang dimiliki siswa, dengan adanya kemampuan ini siswa akan lebih mudah memahami suatu masalah. Siswa yang memiliki keterampilan metakognitif akan bisa mengatur dan mengontrol kegiatan belajarnya sendiri. Hal lain yang perlu diperhatikan selain kemampuan metakognitif dalam menyelesaikan persoalan matematika adalah kecerdasan dominan linguistikyang dimiliki siswa. Dalam penelitian ini telah dianalisis dari kemampuan linguistik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan data dilakukan dengan cara angket, tes dan wawancara. Dari data yang telah dianalisis diatas diperoleh tentang kemampuan metakognitif dari kecerdasan linguistic untuk siswa kelas X SMA ITP Surabaya. Dari analisis tersebut diperoleh bahwa siswa yang memiliki kecerdasan dominan linguistik hanya mampu memenuhi dua tahapan penyelesaian yaitu tahap pemantauan dan tahap evaluasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kecerdasan dominan linguistik kurang baik dalam menyelesaikan suatu persoalan. Hal ini dikarenakan pada siswa yang memiliki kecerdasan dominan linguistik cenderung kurang fokus atau kurang teliti dalam menuliskan pemodelan matematika, menyelesaikan soal Langkah demi Langkah jawaban yang benar serta tidak menuliskan kesimpulan dari jawaban yang diminta oleh soal.
Level Kemampuan Penalaran Spasial Siswa SMA dengan Gaya Belajar Visual dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Maftuh, Moh. Syukron; Alisya, Tiara Nur
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.202392.450

Abstract

The purpose of this study is to describe the level of spatial reasoning ability of high school students with a visual learning style in solving geometric problems. This research is a qualitative descriptive study. The subjects in this study were two students with a visual learning style category which was determined based on a learning style questionnaire. Data collection techniques in this study used a learning style questionnaire, TKPS, and interviews. Researchers also used data analysis techniques according to Milles & Huberman, namely data reduction, data presentation, and conclusion. Meanwhile, to check the validity of the data researcher uses source triangulation. Based on the research data obtained, it was shown that the subject imagined the design of the drawing model into real objects such as a swimming pool with stairs and a warehouse with piles of cardboard so that the subject was able to convert two-dimensional icons into three-dimensional objects. The subject showed that in the model design, there were images of blocks that had length, width, and height and there were small cubes arranged so that the subject was able to make the correct relationship between two-dimensional icons to become three-dimensional objects. The subject also determines how many unit cubes are needed to fill the block by first calculating the volume of the block and then subtracting the total number of unit cubes in the block. This the visual subject's spatial reasoning in solving geometric problems is included in the category of high-level (spatial) spatial reasoning.
Level Kemampuan Penalaran Spasial Siswa SMA dengan Gaya Belajar Kinestetik dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Maftuh, Moh. Syukron; Ni’mah, Ashfa Wildatun
Jurnal Simki Pedagogia Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v6i2.250

Abstract

This study aims to describe the level of spatial reasoning ability of high school students with a kinesthetic learning style in solving geometric problems. The subjects used in this study consisted of 2 students of class XII SMA Negeri 1 Kedamean Gresik. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques in this research are spatial reasoning ability tests and interviews. Data analysis used in this study is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Researchers also used data analysis techniques from Milles & Huberman's research, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. Meanwhile, to check the validity of a data researcher uses source triangulation. The results showed that the subjects described the design model by looking at it as a real object, such as describing the problem as a robot composed of several cubes to form a robot and the image also resembles a water spray in the garden which is composed of several cubes and also the holes for the outlet. water. So that the subject is able to convert a two-dimensional icon into a three-dimensional one. The subject explained that the picture has 7 cubes, one of which is blocked by the previous cube and each cube has a hole. Whereas 1 large cube in the middle has 7 holes, so that the subject is able to make the correct relationship between two-dimensional icons and three-dimensional objects. The subject solves the problem by finding the volume of the cube first, that is, each cube has 27 unit cubes and is multiplied by the number of cubes and the result is subtracted by the number of holes in the cube. The subject is able to solve geometry problems correctly along with the steps and explanations. Thus the kinesthetic subject's spatial reasoning in solving geometric problems is included in the category of high-level spatial reasoning (spatial).
Systematic Literatur Review: Keterkaitan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dan Kemampuan Numerasi Matematis Siswa Arinta Ayu Nurul Fauziyah; Restu Ria Wantika; Moh. Syukron Maftuh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.600

Abstract

Kemampuan numerasi matematis merupakan kompetensi esensial yang perlu dimiliki siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari, salah satu pendekatan pembelajaran yang diyakini mampu mendukung pengembangan kemampuan numerasi matematis adalah pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Artikel kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendekatan RME dan kemampuan numerasi matematis siswa. Penelitian ini merupakan kajian literatur dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri artikel-artikel relevan melalui google scholar menggunakan bantuan aplikasi Publish or Perish (PoP). Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan RME memiliki hubungan positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi matematis siswa, terutama melalui konteks pembelajaran yang realistis, aktivitas pemodelan, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses berpikir matematis. Oleh karena itu, penerapan pendekatan RME dalam pembelajaran matematika direkomendasikan sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa secara menyeluruh.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI SPLDV DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIS Hanim Faizah; Restu Ria Wantika; Moh. Syukron Maftuh
WAHANA PEDAGOGIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2026): WAHANA PEDAGOGIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unisda Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/wp.v8i1.13475

Abstract

Kemampuan representasi matematis dianggap penting untuk mendukung penalaran dan pemecahan masalah. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ini masih rendah karena pembelajaran yang konvensional dan berpusat pada guru. Integrasi teknologi melalui media interaktif seperti GeoGebra, Desmos, atau PhET dipandang mampu menciptakan pembelajaran yang lebih visual, dinamis, dan partisipatif. Media ini memungkinkan siswa mengeksplorasi konsep secara mandiri dengan bantuan umpan balik langsung, sehingga dapat meningkatkan pemahaman konseptual serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dua tahap: penerapan media interaktif dalam pembelajaran PLDV dan analisis mendalam terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII SMP Negeri 40 Surabaya. Instrumen meliputi tes representasi matematis, observasi aktivitas siswa, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat gradasi kemampuan representasi matematis yang jelas. Subjek berkemampuan tinggi menunjukkan representasi simbolik yang fleksibel, representasi tabular yang terorganisasi. Subjek berkemampuan sedang mampu membangun model aljabar dan melakukan prosedur perhitungan, tetapi masih mengalami kesulitan pada representasi tabular dan verbal, terutama dalam mengorganisasi data serta menyusun narasi matematis yang koheren. Sementara itu, subjek berkemampuan rendah menunjukkan keterbatasan pada bentuk representasi, termasuk representasi simbolik yang masih lemah. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan media pembelajaran interaktif yang adaptif dan berdiferensiasi, tidak hanya menyajikan visualisasi, tetapi juga mendukung penguatan representasi matematis sesuai karakteristik kemampuan siswa.
Menggagas Deep Learning di Era Digital: Pelatihan Aplikasi Edukasi Interaktif untuk Guru Matematika SMA Swasta se-Surabaya Lydia Prayitno; Eko Sugandi; Moh. Syukron Maftuh
Indonesian Journal of Community Service in Education Vol. 2 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Community Service in Education (IJCSE)
Publisher : PT. Intelektiva Global Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64421/ijcse.v2i2.95

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital juga berimplikasi pada transformasi pembelajaran matematika yang melibatkan visualisasi konsep untuk mendukung deep learning. PPM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital pedagogis guru matematika se-Surabaya melalui pembuatan aplikasi edukasi interaktif. Kegiatan ini melibatkan 42 guru matematika SMA swasta se-Surabaya dengan pendekatan workshop dilanjutkan pendampingan menghasilkan produk selama empat pertemuan secara luring. Hasil evaluasi tim PPM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif peserta pelatihan secara signifikan, yaitu dari 47,6% saat pretest menjadi 83,3% saat postest. Ditinjau dari hasil evaluasi produk yang dihasilkan secara mandiri menunjukkan produk tersebut mempunyai tingkat kelayakan yang tinggi yaitu kelayakan isi 90,45%, kelayakan media 83,3%, dan kelayakan bahasa 95,24%. Hasil ini membuktikan bahwa pendampingan yang dilakukan bertahap efektif untuk mengubah mindset guru dalam memvisualisasikan konsep matematika untuk mendukung deep learning. Implikasi pelaksanaan PPM ini yaitu munculnya kemandirian guru dalam mendesain aplikasi edukasi interaktif yang siap digunakan untuk menstimulus kemampuan berpikir siswa di kelas.
Pendekatan Realistic Mathematics Education Pada Materi Bentuk Aljabar Moh Syukron Maftuh; Via Yustitia
Jurnal Inovasi Matematika Vol. 3 No. 1 (2021): Inovasi Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.217 KB) | DOI: 10.35438/inomatika.v3i1.239

Abstract

Realistic Mathematics Education (RME) is a learning approach that links mathematics with real-world contexts, making it easier for students to solve mathematical problems. This study aimed to describe student activities, learning outcomes, and student responses by implementing RME in junior high school students. The method used was descriptive quantitative. This research was conducted in class VII SMPN 1 Wonoayu, Sidoarjo. The method used was the method of observation, tests, and questionnaires. Instruments in the form of student activity observation sheets, learning outcomes tests, and response questionnaires. The observations showed that the student activity was in a suitable category, reaching 79.46%. The percentage of classical completeness of learning outcomes through the implementation of RME was 84.37%, so it was classically good. Student responses obtained positive results with a percentage of 91.01% classically, so it was categorized as very positive.
Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penyusunan Evaluasi: Panduan Praktis untuk Guru SMA Antartika Sidoarjo Lydia Lia Prayitno; Eko Sugandi; Moh Syukron Maftuh
Open Community Service Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v4i2.132

Abstract

Latar Belakang: Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan guru dalam menyusun alat evaluasi mengingat keterbatasan waktu dan kesibukan dalam menjalankan perannya. Situasi ini perlu diselesaikan dengan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan AI yang mendukung proses pembelajaran yang dilakukan.Tujuan: Pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi secara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.Metode: SMA Antartika Sidoarjo menjadi lokasi pelatihan ini yang melibatkan 61 guru yang dilaksanakan dalam durasi waktu satu bulan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu service learning terdiri tahapan identifikasi kebutuhan, integrasu pembelajaran, pemberian pelayanan, kolaborasi dengan pihak terkait, refleksi, dan evaluasi. Ada empat platform digital yang dilatihkan dalam pelatihan ini yaitu Gemini AI, Quizizz, Kahoot, dan Quizlet.Hasil: Pelatihan ini terlaksana secara lancar sehingga memberikan pemahaman mendalam pada guru tentang pemanfaatan AI dalam menyusun alat evaluasi. Hasilnya memberikan keterampilan praktis para guru di SMA Antartika Sidoarjo dalam memanfaatkan teknologi AI melalui platform digital sesuai kebutuhan pembelajaran. Evaluasi dan refleksi dilakukan oleh tim dan diperoleh informasi bahwa kegiatan ini menambah wawasan baru tetapi juga menginspirasi guru meningkatkan efektifitas pembelajaran di kelas masing-masing sesuai mata pelajarannya dan memberikan kontribusi pada penerapan teknologi AI yang inovatif dalam pembelajaran.