Gangguan tidur merupakan salah satu keluhan yang dapat muncul pada primigravida ketika memasuki trimester III. Kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan fisiologis, biomekanik, hormonal, dan psikologis selama kehamilan. Berbagai perubahan ini dapat menurunkan kenyamanan ibu dan pada akhirnya memengaruhi aktivitas sehari-hari. Penelitian ini dilakukan untuk menilai perbedaan efektivitas antara penggunaan Maternity Pillow Dual Wedge yang disertai Prenatal Yoga dan Prenatal Yoga tanpa tambahan bantal terhadap kualitas tidur primigravida trimester III. Penelitian memakai rancangan quasi-experimental dengan pola two-group Pretest-Posttest. Sebanyak 30 primigravida dipilih melalui total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 15 responden. Intervensi berlangsung selama 14 hari dan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank, paired t-test, dan Mann–Whitney. Pada kelompok kombinasi, 13 responden (86,7%) semula berada pada kategori gangguan tidur sedang dan setelah intervensi jumlah yang sama berada pada kategori ringan. Rerata skor PSQI turun dari 11,80 menjadi 5,00 (p = 0,001). Pada kelompok Prenatal Yoga, rerata skor berubah dari 11,00 menjadi 9,26 (p = 0,000). Uji antar kelompok menunjukkan p = 0,001. Dengan demikian, kedua intervensi menunjukkan perubahan kualitas tidur, tetapi perbaikan pada kelompok yang menggunakan kombinasi Maternity Pillow Dual Wedge dan Prenatal Yoga lebih besar. Pendekatan kombinasi tersebut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam asuhan kebidanan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur primigravida trimester III.