Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Strategi Bauran Pemasaran Rumah Sakit di Era Covid-19 (Study Rumah Sakit X) Fini Fajrini; Andriyani Andriyani; Suherman Suherman; Noor Latifah; Dadang Herdiansyah; Nur Romdhona; Ernyasih Ernyasih
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.113-122

Abstract

Pandemi Covid-19 mengubah banyak perilaku konsumen yang mengakibatkan berbagai macam bisnis menjadi anjlok, tak terkecuali rumah sakit. Hal ini berpengaruh pada biaya pemasukan penerimaan dan operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi bauran pemasaran Rumah Sakit X di Era Covid 19. Penelitian ini merupakan analisis kualitatif dilaksanakan di RS X dan informan penelitian ini adalah manajer marketing unit pelayanan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai dengan Oktober 2020. Hasil penelitian yang didapatkan pada faktor produk, RS X sudah melakukan dengan pelayanan drive thru, faktor harga RS X memiliki sistem virtual account dan juga bisa menggunakan jasa pembayaran lain, faktor promosi RS X merubah metode marketing ke versi digital, faktor petugas telah menggunakan APD sesuai protokol dan jika pasien membutuhkan perawatan rawat inap RS X akan memisahkan antara pasien covid dan tidak covid, faktor fasilitas fisik lokasi RS X berada di lokasi strategis walaupun banyak pelayanan kesehatan lain di wilayah tersebut. Strategi bauran pemasarran RS yang dilakukan RS X ini bisa menjadi bahan rujukan atau referensi RS lain untuk bisa survive di tengah badai Covid yang melanda dunia.
Analisis Hubungan Iklim (Curah Hujan, Kelembaban, Suhu Udara dan Kecepatan Angin) dengan Kasus ISPA di DKI Jakarta Tahun 2011 – 2015 Ernyasih Ernyasih; Fini Fajrini; Noor Latifah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.301 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v7i3.125

Abstract

Perubahan iklim menimbulkan efek terhadap kesehatan manusia secara langsung maupun tidak langsung, efek langsung berupa efek ekstrim dingin dan panas. Curah hujan yang ekstrim dapat meningkatkan kasus penyakit ISPA. Kasus ISPA dari tahun ketahun meningkat berdasarkan SDKI 2007, sebesar 11.2%. Penelitian ini menggunakan studi ekologi untuk melihat hubungan iklim (curah hujan, kelembaban, suhu udara, kecepatan angin) dengan kasus ISPA di DKI Jakarta Tahun 2011 – 2015. Populasi adalah seluruh data penderita ISPA tahun 2011 – 2015 di DKI Jakarta. Ada hubungan yang signifikan antara Curah hujan (p = 0,013) dan mempunyai hubungan sedang (r = 0.318) serta berpola positif, kelembaban (p = 0,001) dan mempunyai hubungan sedang (r = 0.432) serta berpola positif, suhu udara (p = 0,017) dan mempunyai hubungan sedang (r = 0.307) serta berpola positif dengan kasus ISPA, dan tidak ada hubungan antara kecepatan angin (p = 0,059) dengan kasus ISPA. Diharapkan pembuatan taman kota atau penanaman kembali pohon-pohon di DKI Jakarta dapat mengurangi efek gas rumah kaca.
Hubungan Karakteristik Responden, Pengetahuan dan Sikap Kepala Keluarga terhadap Praktik Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Ernyasih Ernyasih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.101 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v8i01.203

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Indonesia merupakan salah satu negara tropis di dunia yang termasuk wilayah endemik terhadap penyakit DBD. Data dari Puskesmas Poris Plawad Tahun 2017 terdapat 16 kasus DBD, tahun 2018 sampai bulan Juni terdapat 9 kasus DBD yang tersebar di Kelurahan Poris Plawad dan Kelurahan Poris Plawad Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik (umur & pendidikan), pengetahuan, dan sikap kepala keluarga di RW 04 Kelurahan Poris Plawad Utara Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang terhadap praktik pencegahan DBD. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel digunakan Systematic Random Sampling. Pengambilan data dilakukan pada kepala keluarga RW 04 Kelurahan Poris Plawad Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Poris Plawad Utara Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang sejumlah 805 Kepala Keluarga. Sampel yang digunakan sejumlah 154 responden dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik analisis data digunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui dengan mayoritas responden berusia >41 tahun sebanyak 81 orang (52.6%) dan terdapat hubungan yang bermakna (Pv=0.000), mayoritas responden memiliki pengetahuan yang tinggi 144 orang (93.5%) dan terdapat hubungan yang bermakna (Pv =0.000), mayoritas responden memiliki sikap positif sebanyak 140 orang (90.9%) dan terdapat hubungan yang bermakna (Pv = 0.000) terhadap praktik pencegahan DBD, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan responden dengan praktik pencegahan DBD dengan nilai (Pv = 0.615) > 0.05. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi instansi kesehatan setempat agar dapat melakukan pengawasan terhadap praktik pencegahan DBD yang berguna untuk menurunkan angka kejadian DBD
The Influence of Taharah Behavior in Daily Life on Diarrhea Diseases Ernyasih Ernyasih; Abul A’la Al Maududi; Nur Romdhona; Dadang Herdiansyah; Rohimi Zamzam
Indonesian Journal of Islam and Public Health Vol. 1 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Islam and Public Health
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamamdiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.733 KB) | DOI: 10.53947/ijiph.v1i1.179

Abstract

Diarrhea is a disease characterized by a change in the stool with bowel movements 3 times a day. In 2014 the incidence of diarrhea in East Java reached 106%, in Malang Regency it reached 53,383 people (34.40%), among them were under five (in the 6-35 month age group, because children began to actively play and were at risk of infection) and the rest all ages due to the low hygiene and healthy lifestyle. The purpose of this paper is to increase public knowledge in an Islamic perspective, namely taharah against diarrhea, with preventive measures, namely Clean and Healthy Behavior (PHBS). Data obtained from literature reviews downloaded through the 5 journals regarding the relationship between behavior and diarrhea. There is a relationship between Clean and Healthy behaviors against diarrhea which is obtained from 5 public behavior journals by improving clean water facilities, providing latrines for families who do not have this access, increasing information provision to the community about good Clean and Healthy Behaviors. and true through the media and in collaboration with schools or Public Health Centre.
THE ASSOCIATION BETWEEN SALAT AND THE PREVENTION OF SPINIAL PAIN: A LITERATURE STUDY Triana Srisantyorini; Ernyasih Ernyasih; Muhammad Farid Hamzens; Dihartawan Dihartawan; Irna Hasanah
Indonesian Journal of Islam and Public Health Vol. 1 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Islam and Public Health
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamamdiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.868 KB) | DOI: 10.53947/ijiph.v1i1.184

Abstract

Salat is a compulsory worship performed by Muslims 5 times a day and can be supplemented with sunnah worship. Allah requires Muslims to comply with the Qur'an and the Hadith of the Prophet Muhammad. In Salat, there are bowing and prostration movements that cause the spinal muscles to become stretched. This helps the muscles become more elastic and prevents pain in the spine. This article using the literature review by examining 5 journals regarding the association between Salat and the prevention of spinial pain. Journals are downloaded or obtained through the journal portals of universities in Indonesia published in the last 5 years. The results of research from 5 journals that have been reviewed, it can be concluded that if Salat movements such as bowing and prostration are carried out properly or seriously and not in a hurry, then this movement can help restore elasticity of the muscles of the spine and maintain flexibility, so that it can prevent pain in the spine and can be a natural therapy if there is already pain in the spine.
Adolescents’ Mental Health Efforts in the Implementation of Worship Munaya Fauziah; Nurmalia Lusida; Ernyasih Ernyasih; Fini Fajrini; Dadang Herdiansyah
Indonesian Journal of Islam and Public Health Vol. 2 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Islam and Public Health
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamamdiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.466 KB) | DOI: 10.53947/ijiph.v2i2.334

Abstract

Mental health is a person's mental health condition. Someone who has a healthy soul if the mind, feelings, and physically are also healthy. One of the most effective ways to overcome mental disorders is to carry out worship. In addition, by carrying out worship, you can also get a double reward from Allah SWT. According to the results of Riskesdas 2018, it shows that mental disorders have occurred starting at the age (adolescents 15-27 years) with a prevalence of 6.2%. In Indonesia, currently, the incidence of mental disorders is around 1 in 5 of the population, of which about 20% of the population has the potential to experience mental disorders. The purpose of this study was to examine some of the literature on mental health in adolescents in worship. This study uses a literature review method where the researcher conducts a series of studies involving various kinds of information from the literature such as journals and theses. The results of research from various literary sources show that Islam has regulated in such a way both in the implementation of worship and in maintaining human life through good mental health. It can be concluded that Adolescents who want to have a healthy mental mindset must be good, in other words, their worship is devoted, intend everything because of Allah SWT.
Improving Mental Health of Children and Adolescent Through Islamic Worship Triana Srisantyorini; Ernyasih Ernyasih; Nur Romdhona; Noor Latifah
Indonesian Journal of Islam and Public Health Vol. 2 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Islam and Public Health
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamamdiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.479 KB) | DOI: 10.53947/ijiph.v2i2.338

Abstract

From the development of the current era, it has a positive and negative impact on the stages of development of children and adolescents. Among them are moral development and mental health for adolescents as individuals in the category of child development in the final phase. The results of previous studies concluded that adolescents need self-control guidelines for thinking and acting, in this case Islam. To develop the health potential of children and adolescents, especially for the mental health of adolescents, it can be done by channeling the potential for creativity in writing, music and art as well as other good works. And because of that, with the great potential of adolescent, ideas should be developed for the development of adolescent mental health according to Psychology and Islam through Islamic worship so that the life goals of adolescents as students become focused. This scientific article uses research methods from the library. From the results of literature research, it is shown that children and adolescents who understand and live worship, increase their sense of gratitude, are able to adapt to the environment, maintain relationships with the environment and God, are able to overcome problems in their lives.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) PADA PEKERJA PRODUKSI PT. X Ardilla Larasatie; Munaya Fauziah; Dihartawan Dihartawan; Dadang Herdiansyah; Ernyasih Ernyasih
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 2, No 2 (2022): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.2.2.133-146

Abstract

International Labour Organization (ILO) mengemukakan bahwa kecelakaan akibat kerja pada dasarnya disebabkan oleh tiga faktor diantaranya faktor manusia, faktor pekerjaan dan faktor lingkungan tempat kerja. Dalam penelitian yang dilakukan Heinrich, didapatkan hasil bahwa 88% kecelakaan yang terjadi di lingkungan kerja disebabkan oleh tindakan tidak aman dari manusia (unsafe action), 10% disebabkan oleh kondisi lingkungan kerja yang tidak aman (unsafe condition) dan 2% lainnya disebabkan oleh takdir tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktorfaktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja produksi PT. X.dengan desain studi cross-sectional. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah Systematic Random Sampling dengan hasil sampel didapatkan sebanyak 123 orang. Analisis data menggunakan uji chi square (α = 0,05). Tindakan tidak aman (unsafe action) dilakukan oleh pekerja yang memiliki tingkat pengetahuan rendah yaitu sebanyak 61 (92.4%), pekerja yang memiliki sikap negatif yaitu sebanyak 61 (85.9%), pekerja yang mengalami kelelahan tinggi yaitu sebanyak 65 (86.7%), pekerja yang belum pernah mendapatkan pelatihan K3 yaitu sebanyak 56 (78.9)% dan pada saat area kerja sedang tidak mendapatkan pengawasan yang baik yaitu sebanyak 62 (87.3%).
Studi Literature Hubungan Variasi Iklim (Curah Hujan, Suhu Udara Dan Kelembaban Udara) Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Indonesia Tahun 2007 – 2020 Ernyasih Ernyasih; Mar’atu Shalihat; Triana Srisantyorini; Munaya Fauziah; Andriyani Andriyani
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 2, No 1 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.2.1.35-48

Abstract

Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cenderung semakin luas dan meningkat penyebarannya di seluruh dunia dan negara Indonesia dilaporkan sebagai negara tertinggi ke-2 diantara 30 negara wilayah endemis lainnya. Jumlah kasus kejadian demam berdarah dengue di Indonesia bersifat fluktuatif pada setiap tahunnya. Pada tahun 2016 angka kesakitan kasus kejadian demam berdarah dengue tercatat sebanyak 202.314 kasus dengan angka kematian sebanyak 1.593 orang. Pada tahun 2017 angka kesakitan kasus kejadian demam berdarah dengue terdapat sebanyak 17.877 kasus dengan angka kematian 115 orang. Berdasarkan data pada tahun 2018 tercatat bahwa jumlah angka kesakitan kasus kejadian demam berdarah dengue sebanyak 65.602 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 467 orang. Tujuan penelitian ini mengetahui dan menggambarkan hubungan variasi iklim (curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara) dengan kejadian demam berdarah dengue. Desain penelitian ini menggunakan metode studi literatur review yang diperoleh melalui  pencarian jurnal-jurnal PLOS ONE, Pubmed, Google Search dan Google Scholar. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa faktor iklim memiliki hubungan dengan kejadian demam berdarah dengue.---Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is disease that still a major public health problem  tends to be more widespread and increasing its spread throughout the world and Indonesia is reported as the 2nd highest country among 30 other endemic regions. For this study is to know and describe the relationship of climate variations (Rainfall, Air Temperature and Humidity) with the incidence of dengue hemorrhagic fever. The design of this study uses the literature review study method obtained through searching PLOS ONE journals, Pubmed, Google Search and Google Scholar. The results of this study indicate that climatic factors have a relationship with the incidence of dengue hemorrhagic fever. so that there is a need for continuous monitoring of climate variation factors and collaboration between sectors, and the incidence of cases of dengue hemorrhagic fever can be detected and prevented quickly and precisely
Gambaran Pelayanan Klinik Sanitasi pada Penyakit ISPA dan Tuberkulosis di Masa Pandemi Fany Ramayanti; Nurfadhilah Nurfadhilah; Triana Srisantyorini; Ernyasih Ernyasih
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 1 (2022): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.1.11-20

Abstract

Klinik sanitasi atau yang disebut dengan Breaksit Reborn (Brantas penyakit bersama klinik sanitasi) didirikan tahun 2017 di Puskesmas Kecaatan Kebon Jeruk. Namun kejadian ISPA dan tuberkulosis masih tergolong tinggi dari tahun ke tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022 menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 5 orang yaitu Kepala Puskesmas,  2 petugas sanitarian, dokter ISPA dan dokter TB. Hasil Penelitian: Pelayanan klinik sanitasi pada penyakit ISPA tidak berjalan di masa pandemi. Kunjungan pasien Tuberkulosis yang melakukan konseling di pelayanan klinik sanitasi lebih banyak dibandingkan pasien ISPA. Gejala yang dikeluhkan pada penyakit ISPA demam, batuk, flu dan sesak nafas, sedangkan gejala pasien TB batuk menahun, berat badan turun, keringat malam, batuk darah, menggigil, dan nafsu makan berkurang. Pelayanan klinik sanitasi sudah tersedia sejak tahun 2017 dan fasilitas klinik sanitasi di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk sudah memadai. Kesimpulan: Pelayanan klinik sanitasi perlu ditingkatkan mengingat gejala penyakit berbasis lingkungan memiliki kemiripan, baik ISPA, TB, maupun Covid-19. Puskesmas diharapkan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan klinik sanitasi, dan melakukan kerja sama dengan dokter ISPA dan TB baik dalam pelayanan dalam maupun luar ruangan.---A sanitation clinic or what is known as Breaksit Reborn (disease fighting together with a sanitation clinic) was established in 2017 at the Kebon Jeruk District Health Center. However, the incidence of ARI and tuberculosis is still relatively high from year to year. The research was conducted in April 2022 using a qualitative approach with in-depth interview data collection techniques, observation, and document review. The informants in this study consisted of 5 people, namely the Head of the Puskesmas, 2 sanitarian officers, an ARI doctor and a TB doctor. Research Results: Sanitation clinic services for ARI disease do not run during the pandemic. Tuberculosis patients who do counseling in sanitation clinic services are more than ARI patients. Symptoms complained of in ARI are fever, cough, flu and shortness of breath, while the symptoms of TB patients are chronic cough, weight loss, night sweats, coughing up blood, chills, and decreased appetite. Sanitation clinic services have been available since 2017 and sanitation clinic facilities at the Kebon Jeruk District Health Center are adequate. Conclusion: Sanitation clinic services need to be improved considering the symptoms of environmental-based diseases have similarities, both ARI, TB, and Covid-19. Puskesmas are expected to further optimize sanitation clinic services, and cooperate with ARI and TB doctors both in indoor and outdoor services.
Co-Authors Abul A’la Al Maududi Alfina Tri Adetiya Alien Mustika Ningsih Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Asmuni Annnisa Muthmainnah Anwar Mallongi Aragar Aragar Putri Ardilla Larasatie Asti Al Hikmah Dadang Herdiansyah Danang Onggo Wasito Dihartawan Dihartawan Elsa Sylvania Sari Entin Sumartini Erna Martiyani Fany Ramayanti Fidara Shafa Fini Fajrini Fini Fajrini Fini Fajrini Fini Fajrini Fini Fajrini Gayuh Ageng Munawwaroh Gifari Raihan Al Rasya Hamammah Nurul Anas Irna Hasanah Irna Hasanah Leandra Binar Elyasa Lingga Nur Afifah Taurusia Lintang Anindita Putri Lutfiana Aulia Mar’atu Shalihat Melinda Mega Sari Miftah Hasana Lubis Muhammad Aslam Effendy Muhammad Farid Hamzens Munaya Fauziah Munaya Fauziah Munaya Fauziah Munaya Fauziah Munaya Fauziah Nadiah Adella Tuhulaula Najwa Khairina Noor Latifah Noor Latifah Noor Latifah Nur Romdhona Nurfadhilah Nurfadhilah Nurmalia Lusida Nurmalia Lusida Nurmalia Lusida Nurmalia Lusida Nurmalia Lusida Nurmalia Lusida Pawit Aryani Permata Nazalia Arifin Prasetyo Tri Pangestu Purnamawati, Dewi Qodimah Alfiana Rafika Zulfa Raisal Muhammad Fadilah Rohimi Zam Zam Romdhona, Nur Shifa Safira Sifa Alifya Murvi Siti Riptifah Tri Handari Suhaimah Suhaimah Suherman Jaksa Suherman Suherman Sutanto Priyo Hastono Syarafina Zhalifunnafsi Sartono Syifa Laivina Salfinaz Risan Tiara Rahmawati Titis Arumsari Tria Astika Endah Permatasari Triana Srisantyorin Triana Srisantyorini Triana Srisantyorini Triana Srisantyorini Triana Srisantyorini Triana Srisantyorini Widya Nurkhalika Winalda Eka Pratiwi Yosi Duwita Arinda Zamzam, Rohimi Zulva Amalia