Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Produksi Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana pada Limbah Pertanian dan Patogenisitasnya terhadap Ulat Grayak (Spodoptera litura) Novitasari, Dian; Rokhim, Saiku; Tyastirin, Esti; Faizah, Hanik
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 9 No. 1 Maret 2025: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v9i1.20678

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menyerang berbagai tanaman seperti kacang tanah, tembakau, kacang kedelai, kacang hijau, ubi jalar, bawang merah, cabai, dan jagung. Beauveria bassiana merupakan salah satu jamur entomopatogen yang memiliki kemampuan dalam mengendalikan serangga hama seperti S. litura. B. bassiana dikulturkan di media tumbuh dari limbah pertanian yang berupa molase tebu dan dedak padi dengan teknik kultur cair. Selanjutnya, biakan cair B. bassiana dari perlakuan media tumbuh diuji patogenisitasnya terhadap S. litura. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media tumbuh pada sporulasi, daya kecambah, dan patogenisitas B. bassiana terhadap S. litura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan jenis penelitian eksperimental dengan 2 tahap penelitian. Tahap pertama yaitu menumbuhkan B. bassiana di beberapa perlakuan media tumbuh (molase tebu, dedak padi, dan Potato Dextrose Broth (PDB)). Tahap kedua yaitu B. bassiana (yang telah ditumbuhkan di beberapa perlakuan media tumbuh) diuji patogenisitasnya pada S. litura tahap larva instar III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sporulasi tertinggi terdapat pada kultur B. bassiana di perlakuan media PDB (21,417 × 109 spora/ml), diikuti dengan perlakuan media dedak padi 13% (6,058 × 109 spora/ml). Sedangkan, daya kecambah spora tertinggi terdapat pada kultur B. bassiana di perlakuan media dedak padi 13%, yaitu 57,54%. Kultur B. bassiana di perlakuan media dedak padi 13% mengakibatkan mortalitas larva instar III S. litura tertinggi, yaitu 53,33%.
Pengaruh PGPR Akar Bambu dan Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Ginseng (Talinum triangulare) Handayani, Ade Tiyan; Rokhim, Saiku; Faizah, Hanik
Biosel Biology Science and Education Vol. 12 No. 2 (2023): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/bs.v12i2.5597

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi PGPR dan kompos Azolla yang sesuai terhadap stek batang T. triangulare. Desain penelitian menggunakan RAL. Faktor pertama yaitu PGPR (0%, 5%, 10%, dan 15%,) dan faktor kedua yaitu kompos Azolla (0, 5, 10, dan 15 gram/polybag). Pemberian pupuk dilakukan sebulan sekali. Hasil menunjukkan PGPR telah memenuhi standar mutu kelayakan pupuk sesuai Keputusan Menteri No. 261/KPTS/SR/310/M/4/2019 pada parameter populasi bakteri, sedangkan kompos Azolla telah sesuai parameter kimiawi SNI 19-7030-2004, kecuali pH kompos Azolla. Seluruh perlakuan pemberian pupuk telah menghasilkan 100% persentase stek hidup. PGPR berpengaruh terhadap luas daun, diameter batang, panjang akar, dan tinggi tanaman; kompos Azolla berpengaruh terhadap luas daun, jumlah daun, panjang akar, jumlah umbi, bobot basah dan kering tanaman; interaksi PGPR dan kompos Azolla berpengaruh terhadap panjang akar, jumlah daun, tinggi tanaman, dan bobot basah tanaman. Pada penelitian ini diketahui bahwa PGPR 10%, kompos Azolla 5 gram/polybag, dan interaksi PGPR 10% dengan kompos Azolla 10 gram/polybag (P2A2) menjadi perlakuan terbaik untuk pertumbuhan T. triangulare.
The effect of mycorrhizal biofertilizer with the addition of rice washing water and eggshells on the growth of cayenne pepper plant (Capsicum frutescens L.) Sari, Novita Mulya; Rokhim, Saiku; Faizah, Hanik
Agrovigor Vol 17, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v17i1.21768

Abstract

Cayenne pepper is a leading horticultural commodity in Indonesia. The need for cayenne pepper is constantly increasing, but it is not balanced with its production because there are obstacles, especially in areas that are less fertile or have low nutrients. This study aims to find out the effect of applying mycorrhizal biological fertilizer by adding rice washing water and eggshells on the growth of cayenne pepper plants. This study used the Complete Randomized Design method. The data were analyzed using One Way Anova (significant level of 5%) and an alternative test Kruskal-Wallis H. The results showed mycorrhizal biological fertilizer 5 gr + rice washing water 200 ml and eggshells 20 gr optimally affecting the number of leaves, branches, and roots, dry weight of the crown. Mycorrhizal biofertilizer 10 gr + rice washing water 150 ml and eggshell 15 gr have an optimal effect on wet weight of the crown and the roots. Mycorrhizal biofertilizer 15 gr + rice washing water 200 ml and eggshell 20 gr have an optimal effect on root length. Mycorrhizal biofertilizer 2 gr + rice washing water 150 ml and eggshell 15 gr have an optimal effect on dry weight of roots.
MODEL PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PENDAMPINGAN BERBASIS KOTORAN TERNAK SAPI SEBAGAI LAHAN BISNIS Hakim, Ahmad Khairul; Mauludin, Muchammad Firman; Hermanto, M.; Rokhim, Saiku
Cakrawala Vol. 13 No. 1: Juni 2019
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v13i1.291

Abstract

Kemiskinan di pedesaan dan perkotaan merupakan permasalahan utama yang harus segera diatasi. Kabupaten Tuban dan Bojonegoro merupakan dua kabupaten mempunyai permasalahan yang hampir sama yaitu tingkat kemiskinan yang tinggi di Jawa Timur. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah menerapkan peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan dan pendampingan berbasis kotoran ternak sapi yang digunakan sebagai media pembudidayaan cacing di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan yang dilaksanakan di dua lokasi di Jawa Timur, yaitu Desa Talun Kecamatan Montong Kabupaten Tuban dan Desa Sekaran Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. Kelompok sasaran adalah kelompok ternak di masing-masing wilayah. Data hasil penelitian yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis kotoran ternak sapi yang digunakan sebagai media pembudidayaan cacing di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro dikemas dalam bentuk FGD dan praktik pembudidayaan yang selanjutnya dilakukan observasi dan pendampingan secara intensif. Produk yang dihasilkan antara lain : cacing hidup, cacing kering, cacing bubuk, dan kascing. Adapun pemasaran pada hasil pembudidayaan cacing termasuk produk yang dihasilkan yaitu dengan menerapkan pemasaran melalui e-marketing. Kesimpulan yang didapat bahwa estimasi peningkatan pendapatan dari pembudidayaan cacing tanah dapat meningkatkan pendapatan 25% hingga 100% dari pendapatan sebelumnya.Kata kunci : e-marketing, pembudidayaan cacing, kotoran sapi, pendampingan masyarakat, dan peningkatan pendapatan.
Sus sp. DNA Encoding cyt b Gene Detection Test on Meat Grinding Samples Using Conventional PCR Adzakiyyi, Miftahul Lathif; Susilowati, Tri; Rokhim, Saiku; Rachmawati, Yuanita
Indonesian Journal of Halal Research Vol. 2 No. 2 (2020): August
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijhar.v2i2.8489

Abstract

Micro-entrepreneurs with basic ingredients of processed meat such as meatball who do not have a meat grinder, generally using meat grinder at the public market. The problem that occurs is that there is no clear regulation from the Government regarding the guarantee of the halal meat grinding in the Regional Company. This needs to be enhanced as a study, considering that the grinding material does not only come from Halal substances. The purpose of this study was to test pig DNA in meat grinding samples at PD Pasar Surya Surabaya City by using the conventional Polymerase Chain Reaction (PCR) method. DNA was isolated from 11 PD Pasar Surya meat grinding samples, then spectrophotometry was performed. Spectrophotometry results showed that all samples have high DNA concentrations. The primer used is the cyt b pig gene encoder. Predenaturation is performed at a temperature of 95°C-5 minutes, denaturation of 95°C-45 seconds, annealing 60°C-30 seconds, extension 72°C-40 seconds, and post extension 72°C-5 minutes. The results of PCR analysis were determined by the emergence of DNA bands of ± 149 bp as markers of pig DNA. The results showed negative on sample or no pig contamination in 11 samples tested. While the pig sample as positive control showed a band of ± 149 bp. These results prove that at 11 points of the location of meat grinding there is no contamination of pig DNA.
End Point Polymerase Chain Reaction for Porcine Detection on Food Product of UIN Sunan Ampel Surabaya Canteen Rokhim, Saiku; Tyautari, Inggrit; Firmansyah, M. Aliffiyan; Rachmawati, Yuanita
Indonesian Journal of Halal Research Vol. 3 No. 1 (2021): February
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijhar.v3i1.11149

Abstract

Halal food means food that permitted under Islamic law and fulfills about requirements. The absence of information about halal food contained in UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) campus area causes related research to be carried out. This study aims to determine the porcine DNA contamination on food around UINSA area using molecular technology. Twenty two samples used were foods that contain meat and may contain pork obtained from canteens around UINSA area, analyzed using Polymerase Chain Reaction (PCR) method. The analysis was started with DNA isolation of 22 food samples, electrophoresis, PCR, then visualization gel electrophoresis. Primer gene coding for cytochrome b (cyt b) which produces 149 bp of DNA fragments. The results showed that no porcine contamination in 22 food samples, while the positive control showed a band of 149 bp. End point PCR method potentially to detect porcine DNA contaminants in food products around UINSA. Therefore the food is halal and safe for consumption.
Keanekaragaman dan Kemerataan Jenis Collembola Gua di Kawasan Karst Malang Selatan widya pertiwi; Saiful Bahri; Saiku Rokhim; Nirmala Fitria Firdhausi
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 4 No. 2 (2020): Biotropic, Volume 4 Nomor 2, 2020
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2020.4.2.134-139

Abstract

Karst adalah bentang alam yang unik yang terbentuk akibat dari pelarutan batuan karbonat atau batuan gamping oleh air hujan. Di dalam kawasan karst terbentuk beberapa gua yang menjadi ci khas dari kawasan karst yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Collembola gua yang berada di Kawasan Karst Malang Selatan. Sampel yang diambil adalah berasal dari tanah yang berada di lantai gua dengan menggunakan teknik Purposiv Sampling. Penelitian dilakukan pada empat gua yaitu Gua Harta, Gua Krompyang, Gua Prapatan JLS, dan Gua Lowo. Setiap pengambilan sampel dilakukan tiga kali pengulangan pada setiap zona, yaitu zona terang, zona remang, dan zona gelap. Hasil analisis data menghasilkan nilai Indeks Keanekaragaman H’=0,46121 dan Indeks Kemerataan E=0,28656.
Optimization of RNA Extraction from Aedes aegypti and Aedes albopictus Saiku Rokhim; Ninik Fadhillah; Radinal Kautsar; Humayra Qurrata Aini; Yuanita Rachmawati
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 7 No. 1 (2023): Biotropic, Volume 7 Nomor 1, 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.v7i1.1781

Abstract

RNA extraction is the critical initial stage in analyzing certain gene expressions, further analysis using Real Time PCR technology, and performing virus detection. However, the process of extracting RNA is often hampered by the risk of contamination, resulting in low concentrations of RNA and low purity of RNA. This is often an obstacle in extracting mosquito RNA especially detecting Dengue Virus (Den-V). Dengue virus (Den-V) can cause dangerous diseases in humans such as Dengue Fever (DHF) which is transmitted through the bites of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. This study aims to find out the effective steps for extracting RNA from Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. The method being compared is a commercial RNA extraction kit with modification (addition of β-mercaptoethanol) and without modification. The results showed that the best DNA concentration and purity were obtained in mosquito samples from modified process. The purity ratio of RNA extracted without modification was 1.971 (0.021 ± 0.800) while with modification it was 2.003 (0.011 ± 0.112). Aedes aegypti had a better average concentration of 7.146 µg/ml for unmodified RNA and 7.613 µg/ml for modified RNA. This research is expected to be a reference for further studies on viruses in Aedes aegypti and Aedes albopictus.