Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Pendekatan Kolaboratif pada Integrasi Pembelajaran Agama Kristen (PAK) dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMK Kesehatan Reformasi Pontianak Rosnamita; Ruben Nesimnasi; Merdiati Marbun
JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 4 (2024): JUITAK - DESEMBER
Publisher : PT. Penerbit Tiga Mutiara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/juitak.v2i4.337

Abstract

This research aimed to identify the implementation, optimization, empowerment of technology, to evaluation of the implementation of the integration of Christian Religious Education Learning (PAK) and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in the formation of student character at SMK Kesehatan Reformasi Pontianak. The method in this study is qualitative with a descriptive approach. The results of the study indicate that the implementation of the integration of PAK and P5 that meets students' needs in fulfilling knowledge of divinity and nationality are Worship Together and Reading the Bible, celebrating the Independence Day of the Republic of Indonesia and the Anniversary of Pontianak City, carrying out independent assignments with the substance of divinity and nationality values, holding a Clean Friday agenda, carrying out presentation and group discussion agendas, and implementing a three-dimensional wall magazine and poster making agenda. In addition, the aspect of technology empowerment needs to be optimized in various moments including the creation of digital-based posters and wall magazines as a representation of the agenda that describes the implementation of digitalization elements holistically, and the evaluation of the effectiveness of the integration of PAK and P5 learning in general is not carried out on a scheduled and regular basis, however, intensive communication and coordination between P5 and PAK teachers in order to integrate divinity and national values ​​are carried out, including together with school management.
Kontinuitas Penggunaaan Minyak Urapan : Makna Teologis Minyak Urapan Menurut Ibrani 1 : 9 dan Aplikasinya Bagi Pelayanan Gereja Masa Kini Wahyu, Tan Markus Setiadi; Nesimnasi, Ruben
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25657

Abstract

Minyak urapan memiliki peran penting dalam tradisi keagamaan Yahudi dan Kristen, berfungsi sebagai simbol pengudusan, pemilihan ilahi, dan pencurahan Roh Kudus. Ibrani 1:9 menegaskan bahwa Kristus diurapi dengan "minyak kegirangan," menandakan otoritas dan sukacita ilahi yang diberikan kepada-Nya. Pemahaman teologis ini mengindikasikan bahwa urapan bukan sekadar ritual, tetapi merupakan tanda pemilihan dan penyertaan Allah dalam kehidupan dan pelayanan umat-Nya. Dalam konteks gereja masa kini, minyak urapan tetap relevan sebagai simbol pengudusan, penyembuhan, dan peneguhan panggilan. Pemahaman yang tepat mengenai minyak urapan dapat membantu gereja menggunakannya secara bijaksana dalam pelayanan pastoral dan liturgi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontinuitas penggunaan minyak urapan dalam sejarah gereja, memahami makna teologisnya berdasarkan Ibrani 1:9, dan mengeksplorasi aplikasinya dalam pelayanan gereja masa kini. Dengan pendekatan historis dan teologis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang peran minyak urapan dalam kehidupan bergereja serta relevansinya dalam konteks modern.
Pemeliharaan Ciptaan dan Mandat Penatalayanan Ekologis Menurut Kejadian 1:26-28 Prasetyo, Edhi; Nesimnasi, Ruben
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25856

Abstract

Masalah ekologis yang berkembang di dunia menunjukkan betapa sering manusia gagal menjalankan tugas mereka sebagai penjaga bumi ini. Ekologi telah sangat menderita sebagai akibat dari eksploitasi alam yang tidak terkendali. Berdasarkan Kejadian 1:26-28, studi ini berusaha untuk memahami mandat penatalayanan ekologis dan pemeliharaan ciptaan. Penelitian ini menekankan bagaimana teks-teks Alkitab berfungsi sebagai dasar bagi tanggung jawab manusia untuk memelihara dunia. melalui penggunaan teknik eksegesis dan analisis teologis. Temuan studi ini menunjukkan bahwa kewajiban "menguasai bumi" harus ditafsirkan sebagai penatalayanan yang tepat daripada eksploitasi. Temuan penelitian ini mendukung gagasan bahwa, untuk taat kepada Tuhan, orang Kristen harus berpartisipasi aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Akibatnya, komunitas Kristen dan gereja perlu mengembangkan program konkret dalam pendidikan berbasis iman dan tindakan ekologis.
Dinamika Penggunaan Study Penafsiran Secara Alkitabiah Bagi Gereja di Era Post-Modern Tan Markus Setiadi Wahyu; Ruben Nesimnasi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i4.2613

Abstract

Era postmodern, yang ditandai dengan relativisme dan pluralisme, menantang kemampuan gereja untuk menegakkan otoritas absolut Alkitab sambil tetap relevan secara budaya. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka hermeneutika yang menyeimbangkan kesetiaan kitab suci dengan respons kontekstual, mengatasi kesenjangan dalam wacana teologis postmodern. Sebuah tinjauan literatur kualitatif menganalisis hermeneutika alkitabiah, teologi postmodern, dan studi kasus gereja yang beradaptasi dengan pergeseran budaya. Strategi yang efektif mencakup hermeneutika kontekstual, dialog antarbudaya, dan keterlibatan digital, memastikan relevansi Alkitab tanpa mengorbankan kebenarannya. Penelitian ini membekali gereja untuk menavigasi tantangan postmodern sambil mempertahankan integritas doktrinal, mendesak teolog untuk bertindak sebagai jembatan antara tradisi dan modernitas.
Analisis Makna Sebutan “Allah Anak” Dan “Anak Allah” Perspektif Biblika (Markus 1:1) : Penelitian Ruben Nesimnasi; Prasetyo, Edhi; Siregar, Humala Andi Aposan; Wahyu, Tan Markus Setiadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3017

Abstract

This article examines the theological significance of the designations “Son of God” and “God the Son” in the biblical perspective of Mark 1:1. The study argues that while “Son of God” emphasizes the relational and functional aspects of Christ’s identity within the Trinity, “God the Son” highlights His eternal divine nature as affirmed in the Nicene Creed. Employing exegetical, hermeneutical, and theological approaches through qualitative library research, this study seeks to clarify the Christological implications of both terms. The findings indicate that these designations are not contradictory but complementary, shaping a deeper understanding of Christ’s divinity and humanity for both the early church and contemporary Christian theology.
Bagaimana Perkembangan Istilah “Allah Anak” dalam Sejarah Dogma Kristen dan Perbedaan Arti Teologis Antara “Anak Allah” dan “Allah Anak” Ongirwalu, Epifana; Kus, Benjamin Kusworo; Makienggung, Job; Nesimnasi, Ruben
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas perkembangan historis istilah "Allah Anak" dalam dogma Kristen dan perbedaan arti teologisnya dengan "Anak Allah". Melalui analisis historis-teologis, tulisan ini menelusuri akar biblis dan dogmatis kedua istilah tersebut, serta implikasi doktrinalnya bagi teologi Kristen masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Anak Allah" berakar pada Kitab Suci, sedangkan "Allah Anak" merupakan istilah dogmatis yang berkembang pada Konsili Nicea dan Calsedon. Pembedaan ini memiliki relevansi penting bagi teologi masa kini, terutama dalam konteks pluralisme agama dan pastoral. Tulisan ini menyimpulkan bahwa penghayatan iman Kristen atas Yesus Kristus sebagai Anak Allah dan Allah Anak tidak hanya bersifat historis-dogmatis, tetapi juga terus hidup dan dinamis dalam praksis iman Gereja.
Mengukur Tingkat Minat Membaca Alkitab Cetak dari Generasi Muda Dijaman yang Serba Instan (Generasi Gadget) Siregar, Humala Andi Aposan; Nesimnasi, Ruben
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31344

Abstract

Artikel ini secara terperinci membahas tentang seberapa jauh minat generasi muda saat ini dalam membaca alkitab cetak yang sudah bertahun-tahun diwariskan oleh bapak-bapak gereja pertama sampai dengan saat ini. Pada era dimana segala sesuatu seraba cepat dan seperti di kejar-kejar seolah tidak ada jedah membuat era digitalisasi berkembang dengan sangat pesat untuk mendapat hasil segera. Sangat disayangkan hal ini merambah juga sampai pada kehidupan kerohanian umat kristen khususnya dalam membaca alkitab. Pada era digitalisasi ini, alkitab sudah sangat mudah untuk di akses dengan menggunakan handphone atau gadget bahkan dari berbagai terjemahan, sehingga sangat jarang kita melihat orang Kristen, saat ke gereja terutama generasi muda membawa alkitab cetak saat kebaktian minggu. Lalu pertanyaannya apakah dengan mudahnya mengakses alkitab ini sejalan dengan meningkatnya minat baca alkitab dari generasi muda saat ini ? atau sebaliknya malah menurunkan minat baca alkitab itu sendiri karena tanpa perlu membeli alkitab cetak mereka sudah bisa baca alkitab dengan mengunduhnya (down load) saja secara online. Apakah membaca alkitab hanya saat kebaktian hari minggu saja ? hanya ayat utama di kebaktian minggu ? atau hanya seminggu sekali ? apakah dengan frequensi baca alkitab yang sangat jarang tersebut menjadikan alkitab memberi dalam kehidupan anak-anak muda Kristen di era digitalisasi saat ini ? mau dikemanakan apa yang di sampaikan kitab Yosua untuk merenungkan firman Tuhan setiap hari (Yosua 1:8). Fenomena inilah yang ingin diutarakan oleh penulis dalam tulisan ini yaitu mengukur minat baca alkitab cetak dari generasi muda di era digitalisasi ini dan menyimpulkannya di akhir tulisan jurnal ini.
Analisis Makna Sebutan “Allah Anak” dan “Anak Allah” dalam Implementasinya Bagi Gereja Masa Kini : Penelitian Sitinjak, Ferdinand; Kosasih, Indriani; Kristianto , David; Ruben Nesimnasi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3462

Abstract

Istilah Allah Anak dan Anak Allah merupakan dua ungkapan yang sering digunakan dalam tradisi Kristiani untuk menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai pribadi kedua dari Allah Tritunggal. Namun, kedua sebutan ini sering kali menimbulkan kesalahpahaman baik di kalangan umat Kristen maupun dalam dialog lintas iman. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara teologis dan eksegetis makna kedua istilah tersebut, serta mengkaji implikasinya bagi kehidupan dan pengajaran gereja masa kini. Dengan menggunakan pendekatan analisis biblika dan teologi sistematika, tulisan ini menunjukkan bahwa istilah Allah Anak menekankan natur keilahian Yesus, sedangkan Anak Allah menegaskan relasi-Nya dengan Bapa dan karya penyelamatan-Nya bagi manusia. Pemahaman yang benar terhadap dua istilah ini menuntun gereja untuk mengajarkan Kristologi yang ortodoks, menghindari penyimpangan ajaran, dan memperkuat iman jemaat terhadap keilahian Kristus
Pendidikan Gerejawi dan Pengharapan Eskatologis: Menata Ulang Pembentukan Iman Kristen untuk Keselamatan di Era Modern Nadeak, Uli Erni; Ruben Nesimnasi
Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sukacita.v3i1.1524

Abstract

In the context of modernity, characterized by secularization and existential anxiety, traditional models of Christian faith formation often appear disconnected from the lived reality of believers, particularly regarding the doctrines of salvation and eschatology. This study investigates the crucial role of the church in bridging this gap by developing a pedagogical approach that integrally links ecclesial education with eschatological hope. Employing a qualitative descriptive analysis method, this research examines theological literature, contemporary church documents, and case studies of Christian formation programs. The analysis reveals that a robust eschatological perspective oriented towards the hope of salvation, resurrection, and the renewal of all things is not merely a final chapter of doctrine but an essential, transformative framework for all faith education. It shapes Christian identity, ethics, and mission in the present. The study concludes that for faith formation to be salvific and relevant today, the church must intentionally reconfigure its educational praxis. This reconfiguration involves moving from a compartmentalized teaching of "last things" to fostering an eschatological imagination that informs discipleship, worship, and social engagement, thereby presenting salvation as a comprehensive hope actively shaping Christian life in the modern world.
The Theology of Solitaire Prosperity: God's Blessings, Restoration, and Channels of Abundance Yoas Tanugraha; Ruben Nesimnasi
Indonesian Journal of Christian Education and Theology Vol. 5 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijcet.v5i2.23

Abstract

This article examines the dimension of solidarity in charismatic theology by situating the themes of blessing, restoration, and the work of the Holy Spirit within the framework of God’s solidarity with humanity. This study seeks to reconstruct this understanding through the framework of the theology of solidarity, so that prosperity can be interpreted as a holistic restoration of life that also has a social impact. Methodologically, this study is qualitative, combining a constructive theological approach with a literature review of biblical texts, solidarity theology literature, Pentecostal/Charismatic theology, and liberation theology. The research findings reveal that God’s solidarity is manifested through acts of liberation in the Old Testament, reaching its pinnacle in the incarnation, ministry, crucifixion, and resurrection of Jesus Christ, and is subsequently continued through the work of the Holy Spirit, which shapes the church community to live in a spirit of sharing and empowerment.