Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Faktor Exacta

ANALISIS BEBAN KERJA FISIOLOGI PADA PROSES PRODUKSI PEMBUATAN RUMAH BONEKA DENGAN PEKERJA PENYANDANG DISABILITAS Tiara Tiara; Surya Perdana
Faktor Exacta Vol 12, No 3 (2019)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/faktorexacta.v12i3.4380

Abstract

PT RB merupakan perusahaan UMKM yang memproduksi rumah boneka berbahan dasar kayu. Posisi kerja seluruh operator dilakukan dengan kondisi jongkok, duduk di lantai dan duduk di kursi roda tanpa meja. Semua akivitas operator tersebut mengakibatkan kelelahan dengan tingkat denyut jantung yang tinggi. Kegiatan produksi di PT RB dilakukan sekitar 8 jam/hari. Operator yang mengalami kelelahan secara fisiologi (fisik) dapat menyebabkan penurunan pada produksi, sehingga perlu dilakukan pengukuran beban kerja secara fisiologi dan analisis terhadap proses produksi perusahaan. Adapun data primer yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data pengukuran metabolisme tubuh untuk menilai beban kerja. Adapun data Primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari: 10 denyut nadi pada pekerja produksi rumah boneka kepada 8 operator dengan 6 stasiun kerja. Konsumsi energi terbesar dialami oleh operator pada stasiun kerja pengamplasan (41Kkal/jam). Sedangkan nilai yang paling rendah terdapat di stasiun kerja pembuatan pola (2 Kkal/jam). Pekerjaan ini tergolong kedalam beban kerja ringan dikarenakan lebih kecil dari 100-200Kkal/jam.Kata Kunci:Beban Kerja Fisiologi, Rumah Boneka, Disabilitas
Analisis Metode 5S Pada Stasiun Kerja Pembuatan Rumah Boneka Tiara Tiara; Surya Perdana; Atikah Atikah
Faktor Exacta Vol 13, No 3 (2020)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/faktorexacta.v13i3.5912

Abstract

On the production floor CV. There are 6 work stations that produce wooden dollhouses. All activities carried out by workers are carried out simply with irregular production floors where workers put the tools and materials used out of place which causes the workspace to be more narrow and work risks arise. To correct this, an analysis of the work environment will be carried out using 5S. The formulation of the problem is done through observations made on the production floor CV. RB. The review is carried out on the current work environment layout and the problems that occur in it. The identification results are used as a basis for compiling the concept of applying 5S in accordance with the characteristics of the production floor CV. RB. Analysis of the impact caused by the existing conditions is the result of observations and interviews with relevant parties. Furthermore, this research will give a proposal to solve the problems in the production of dollhouses using 5S. One of the improvements made is the provision of training on the basic concepts of 5S. By using 5S there will be improvements where workers will become disciplined, reduce waste and work risks.
Penerapan Lean Project Management Pada Proyek Pembangunan Water Treatment System Di PT Karya Nurindo Surya Perdana; Arif Rahman; Tulus Widjajanto
Faktor Exacta Vol 15, No 3 (2022)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/faktorexacta.v15i3.11817

Abstract

PT Karya Nurindo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi pembangunan instalasi pengolahan air. Saat ini PT Karya Nurindo sedang menjalankan proyek pembangunan Water Treatment System di Perum PERURI. Pengerjaan yang sedang dilakukan perusahaan tersebut adalah tanki penyimpanan limbah cair B3. Dalam pengerjaan proyek tersebut terdapat beberapa kendala yang menyebabkan keterlambatan dari jadwal yang sudah direncanakan. Untuk mengurangi kerugian yang timbul maka perlu dilakukan perbaikan, menghilangkan waste dan melakukan percepatan pengerjaan proyek dengan sisa waktu yang masih tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menghilangkan waste yang ada pada proyek pembangunan Water Treatment System, sehingga dalam pelaksanaan proyek dapat terlaksana dengan lebih efektif dan efisien. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan analisis munggunakan metode Lean Project Management (LPM). Dari hasil dan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa waste yang terdapat pada pelaksanaan proyek pembangunan Water Treatment System (tanki penyimpanan limbah cair B3) yang dikerjakan oleh PT Karya Nurindo di Perum PERURI adalah Waste Waiting. Penyebab munculnya Waste Waiting dikarenakan faktor lingkungan dan faktor material. Untuk mengatasi risiko yang terdapat penelitian ini adalah dengan melakukan percepatan, pada pekerjaan ini dilakukan penambahan pekerja dan melakukan pengiriman material dengan jumlah banyak dalam waktu yang bersamaan.
Perbaikan Tata Letak Gudang Dengan Metode Shared Storage Pada Distributor Mawar Super Laundry Surya Perdana; Tiara Tiara; Adik Ahmad Unggul Nugeroho
Faktor Exacta Vol 15, No 4 (2022)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/faktorexacta.v15i4.13125

Abstract

Perancangan gudang merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam industri manufaktur. Dalam merancang layout gudang harus memperhitungkan kecepatan gerak barang, dimana barang yang bergerak cepat diletakkan lebih dekat, sehingga mengurangi gerakan bolak-balik. Salah satu distributor Mawar Super Laundry cabang Condet mengalami masalah dalam pengelolaan gudang yang tidak tertata dengan baik. Sehingga perlu adanya perancangan ulang tata letak gudang agar penempatan produk lebih efisien serta lebih tertib. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dalam penelitian ini akan menggunakan metode shared storage agar didapat hasil layout yang lebih efektif dan efisien sehingga dapat meminimalkan ongkos material handling. Kondisi tata letak pada gudang distributor mawar yang sekarang tidak memiliki aturan yang pasti, produk yang datang diletakkan pada lahan yang kosong. Keadaan ini menimbulkan proses pencarian produk menjadi lebih lama. Dalam tata letak perbaikan usulan dengan penerapan metode Shared Storage, menempatkan produk berdasarkan urutan Frekuensi yang terbesar pada slot yang memiliki jarak tempuh terpendek terhadap titik I/O point atau pintu gudang. Ketentuan ini adalah untuk memudahkan trolly pada proses pengambilan dan penyimpanan produk serta meminimasi jarak total material handling.