Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sikap Pengetahuan Masyarakat Untuk Pencegahan TBC di Puskesmas Kota Surakarta Aji, Sulistyani Prabu; Nugroho, Farid Setyo
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 5 No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v5i2.3687

Abstract

ABSTRAKTuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang tak tertahankan, disebabkan adaMycobacterium tuberculosis. Sebagian besar mikroorganisme TBC menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh. Alasan penelitian ini adalah untuk menentukan derajat informasi, cara pandang, dan aktivitas pasien tentang penyakit TBC. Teknik pemeriksaan yang digunakan adalah konsentrat ekspresif terencana dengan memberikan polling kepada pasien TBC. Responden yang digunakan sebagai tes adalah individu yang memenuhi langkah-langkah penggabungan. Informasi yang diperoleh kemudian dirinci dengan memastikan sirkulasi kualitas responden (orientasi, usia, sekolah, pekerjaan, gaji dan jangka waktu TBC) serta jawaban survei yang mencakup (informasi, perspektif dan kegiatan). Dilihat dari hasil tinjauan bahwa individu yang memiliki informasi yang baik tentang tuberkulosis dan upaya penanggulangannya adalah 36 responden (69,23%) dan masyaraat individu yang memiliki informasi kurang sebanyak 16 responden (30,77%). Informasi responden tentang tuberkulosis sangat baik mengingat responden telah mendapatkan data tentang tuberkulosis melalui berbagai komunikasi yang luas. Selanjutnya diamati bahwa terdapat 16 responden (30,77%) yang memiliki mentalitas negatif terhadap tuberkulosis. Kata kunci: Sikap, Pengetahuan, Pencegahan TBC 
PENTINGNYA PENGETAHUAN DALAM TINDAKAN PENCEGAHAN TERKAIT TBC Aji, Sulistyani Prabu; Nugroho, Farid Setyo
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v5i1.3688

Abstract

ABSTRAKTuberkulosis tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di banyak negara berkembang dan merupakan kausa primer kematian di seluruh dunia pada orang yang hidup dengan imunokompromised. Pengetahuan sangat lah penting dalam penaganan dan pencegahan transmisi TBC. Desain penelitian ini menggunakan Systematic Review dengan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Kesimpulan yang didapat yaitu bahwa ada hubungan dan keterikatan yang signifikan antara pengetahuan pencegahan tuberkulosis paru pada pasien aktif maupun non-aktif.Kata kunci: Pengetahuan, Pencegahan, TBC
Analisis Tingkat Kepatuhan ODHA Dalam Minum ARV Berdasarkan Model Information Motivation Behavioral Skills Nugroho, Farid Setyo; Rahmawati, Diah Lutfi; Johar, Syefira Ayudia
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i2.1999

Abstract

Pendahuluan: Kepatuhan minum obat merupakan faktor utama dalam mencapai keberhasilan pengobatan infeksi virus HIV sehingga sistem imun tubuh tetap terjaga tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kepatuhan ODHA dalam minum ARV berdasrkan informasi, motivasi dan keterampilan berperilaku. Metode: Penelitian menggunakan metode obsevasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ODHA yang masuk kriteria inklusi yaitu sejumlah 98 orang. Teknik sampling menggunakan non random sampling-purposive sampling. Penentuan tingkat kepatuhan menggunakan The Life Windows Information Motivation Behavioral Skills ART Adherence Questionnaire (LW-IMB-AAQ). Analisa bivariat dengan uji statistik Chi Square Test (x2) dengan tingkat signifikasi α<0,05. Hasil: Tingkat informasi tinggi 80 orang (81,6%), tingkat motivasi tinggi 78 orang (79,6%), tingkat keterampilan berperilaku tinggi 96 orang (98%) dengan tingkat kepatuhan sedang 53 orang (54,1%). Terdapat korelasi antara tingkat informasi dan tingkat motivasi dengan tingkat kepatuhan yang memiliki nilai p=0,000 < 0,05. Tingkat keterampilan berperilaku tidak korelasi dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p=0,188>0,05. Simpulan: Tingkat kepatuhan ODHA tinggi berdasarkan informasi dan motivasi, tingkat kepatuhan ODHA sedang berdasarkan kertampilan berperilaku.
Overview of Fly Density at Mojorejo Sukoharjo Landfill 2023 Rahayu, Diah Siwi; Maharani, Nine Elissa; Nugroho, Farid Setyo
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i1.3131

Abstract

Pendahuluan: Tempat pemrosesan akhir sampah merupakan lokasi perkembangbiakan lalat dan padatnya kondisi lalat pada suatu lokasi biasanya menjadi suatu tanda dari sanitasi yang kurang baik. Dilakukan pengukuran angka kepadatan lalat dengan menggunakan fly grill untuk mengetahui jumlah kepadatan lalat yang ada pada TPA Mojorejo sebagai dasar dalam melakukan analisis tindakan preventiv. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.  Populasi yang diambil adalah seluruh lalat pada zona aktif dan pasif di TPA dan untuk sampel diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling dan dilakukan pada dua area yang berbeda di TPA Mojorejo (zona pasif dan zona aktif) yang bisa dijangkau oleh peneliti yaitu zona aktif A sel A1 dan zona pasif B blok B2, kemudian sampel pada penelitian ini adalah lalat yang dihitung dari semua lalat yang hinggap di fly grill. Hasil : Lalat yang berada di TPA Mojerejo adalah 14,6 di zona pasif dan 26,6 di zona aktif. Berdasarkan standar penilaian pengukuran kepadatan lalat dengan jumlah 6-20 ekor itu dinyatakan tinggi/Padat dan >21 sangat tinggi, dengan proporsi di zona pasif 35% dan zona aktif 65%, maka kondisi kepadatan lalat yang berada TPA menjadi perhatian untuk tindakan pengendalian lalat. Kesimpulan: Perlu dilakukan upaya pengendalian untuk menurunkan tingkat kepadatan lalat dengan melakukan perbaikan hygiene, sanitasi lingkungan dan pengendalian kombinasi antara pengendalian fisik berupa penimbunan sampah, pengendalian biologi berupa predator alami seperti lebah dan pengendalian kimia seperti penyemprotan obat serangga.   Introduction: The final waste processing site is a breeding location for flies, and the density of flies in an area usually indicates poor sanitation. Fly density numbers were measured using a fly grill to determine the number of fly densities in the Mojorejo Landfill as a basis for analyzing preventive measures. Method: This research is a quantitative-descriptive-research. The population was all flies in the active and passive zones in the landfill. Samples were taken using accidental sampling techniques and carried out in two different areas in the Mojorejo Landfill (passive zone and active zone) which could be reached by researchers, namely active zone A cell A1 and passive zone B block B2, then the samples in this study were flies counted from all the flies that landed on the fly grill. Results: Flies in the Mojerejo landfill were 14.6 in the passive zone and 26.6 in the active zone. Based on the assessment standards for measuring the density of flies with several 6-20 individuals, it is stated as high/Dense and >21 very high, with a proportion in the passive zone of 35% and the active zone of 65%. Hence, the density of flies in landfills is a concern for fly control measures. Conclusion: Control efforts need to be made to reduce fly density levels by improving hygiene, environmental sanitation, and controlling a combination of physical control in the form of landfilling, biological control in the form of natural predators such as bees, and chemical control such as spraying insecticide.
The Impact Of Smoking On Students' Knowledge In High School In Sragen, Central Java: THE IMPACT OF SMOKING Rahmat Pannyiwi; Sulistyani Prabu Aji; Farid Setyo Nugroho; Nur Ani
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 5 No. 1 (2023): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol5.Iss1/136

Abstract

Introduction: Smoking in everyday discourse is an act that has already got a bad stigma in society and also smoking in medical studies is an act that harms health for both active smokers and passive smokers. Methods: The research methodology is descriptive correlational research that is to determine the relationship between the impact of smoking on knowledge. This research was conducted in Sragen High School, Central Java. The number of samples in this study was 34, where these 35 students consisted of three classes, namely first grade: 12 students, second grade: 14 students, and third grade: 9 students, who met the inclusive and exclusive criteria. Results: The results showed that of the 35 students who were respondents, 24 students (68.6) showed the negative impact of smoking on health and 11 students (31.4%) showed the positive impact of smoking on health. Conclusion: this study  prove d  the truth of what we know, namely that smoking can cause death and various diseases at a greater rate that can be suffered by many smokers.
HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT MAJU ABADI GARMENT Maysyanda, Charista; Wartini, Wartini; Ani, Nur; Nugroho, Farid Setyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2749

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Menurut temuan survei awal yang dilakukan pada bulan Mei 2025 di PT Maju Abadi Garment, 70% karyawan bagian jahit melaporkan mengalami gejala kelelahan, termasuk sakit kepala, nyeri pinggang, dan penglihatan kabur. Rata-rata lembur selama dua bulan sebelumnya adalah 80 jam, yang setara dengan 33,3% lebih banyak jam kerja per bulan. Hasil ini menyoroti betapa pentingnya mengendalikan kelelahan terkait pekerjaan untuk menjaga produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelelahan kerja dan produktivitas pada pekerja jahit di PT Maju Abadi Garment di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini melibatkan 75 responden yang dipilih dengan menggunakan strategi total sampling dan menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Kuesioner Kelelahan Kerja IFRC digunakan untuk mengukur variabel independen tingkat kelelahan (rendah, sedang, dan tinggi) dan variabel dependen pencapaian target produktivitas (tercapai atau tidak) dengan menggunakan lembar pencatatan produktivitas. Uji chi-square dengan ambang batas signifikansi 0,05 digunakan untuk mengevaluasi data. Berdasarkan temuan, lebih dari setengah responden (52%) gagal mencapai target produktivitas kerja, dan mayoritas responden (45,3%) melaporkan tingkat kelelahan kerja yang sedang. Terdapat korelasi yang substansial antara produksi dan kelelahan, menurut studi statistik
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS Aji, Sulistyani Prabu; Nugroho, Farid Setyo
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 6 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v5i1.3686

Abstract

ABSTRAKPada penderita HIV/AIDS, infeksi dari virus HIV menjadi bagian dari penyakit kronis yang menimbulkan tekanan psikologis yang tinggi, Kecemasan itu sendiri diperlukan untuk proses bertahan hidup, akan tetapi pada penderita dengan HIV/AIDS, kecemasan yang dialami lebih tinggi dibandingkan orang pada umumnya yang dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan kecemasan dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS Di Yayasan Pelita Ilmu di Tebet Jakarta Selatan. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Pengukuran kecemasan mengunakan Kusioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A), 1959 dengan keandalan Alpha Cronbach 0,756 dan pengukuran Kualitas hidup dengan kuesioner WHOQOL-HIV BREF dengan nilai Alpha Cronbach 0,513- 0,789. Analisis ini menggunakan distribusi frekuensi. Penelitian menunjukkan responden yang mengalami cemas sebanyak 90 responden yaitu (62,1%) dan responden yang tidak mengalami cemas sebanyak 45 responden yaitu (37,9%). Sementara responden yang memiliki kualitas hidup tinggi sebanyak 102 responden yaitu (70,3%) dan kualitas hidup rendah sebanyak 43 responden yaitu (29,7%). Hasil uji Kendall’s tau-b didapat hasil p-value 0,797 yang dimana lebih dari 0,05 yang menunjukkan tidak ada hubungan antara kecemasan dengan kualitas hidup. Petugas kesehatan perlu melakukan promosi kesehatan dan pendampingan pada Orang dengan HIV/AIDS yang mengalami kecemasan dan mengidentifikasi factor penyebab kecemasan lainnya, sehingga kualitas hidup dapat meningkat. Kata kunci: Kecemasan; Kualitas Hidup; Penderita HIV/AIDS
Meta-Analysis: Application of Health Belief Model Theory on Covid-19 Vaccine Acceptance Tursina, Elsa; Rahardjo, Budhi; Nugroho, Farid Setyo
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3385

Abstract

The Health Belief Model (HBM) helps in understanding health-related behaviors and is used to explore factors that influence the acceptance of COVID-19 vaccines. This exploration serves as the basis for designing more effective intervention programs to increase vaccine acceptance, both for COVID-19 and future vaccination programs. This study aims to analyze and estimate the impact of applying the Health Belief Model on the acceptance of COVID-19 vaccines. Methods: This study is a meta-analysis using the PICO model. Population: adults. Intervention: high perceived susceptibility, high perceived severity, high perceived benefits. Comparison: low perceived susceptibility, low perceived severity, low perceived benefits. Outcome: acceptance of COVID-19 vaccination. The research data was sourced from Google Scholar, ScienceDirect, and PubMed, using keywords “Health Belief Model” AND “HBM” AND “Vaccine COVID-19 Acceptance” OR “Receive” AND “Vaccine COVID-19 Hesitancy”. The inclusion criteria for articles in the meta-analysis were articles published between 2020 and 2022 in English. Analysis was performed using the RevMan 5.4 application. Results: A meta-analysis was conducted on 15 cross-sectional studies from Asia and Europe with a total sample size of 19,814 people. High perceived susceptibility (aOR= 1.28; 95% CI= 1.10 to 1.49; p= 0.001), high perceived severity (aOR= 1.24; 95% CI= 1.04 to 1.48; p= 0.020), and high perceived benefits (aOR= 2.64; 95% CI= 1.73 to 4.02; p<0.001) towards COVID-19 were found to increase the acceptance of COVID-19 vaccination, and these results were statistically significant. Conclusion: High perceived susceptibility, high perceived severity, and high perceived benefits towards COVID-19 increase the acceptance of COVID-19 vaccination.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Sosialisasi dan Pelatiahn 3M Plus dan Ovitrap Maharani, Nine Elissa; Sari, Dewi Puspito; Wartini, Wartini; Nugroho, Farid Setyo; Fauziyah, Anindia Emma Putri; Kusumaningpanglipur, Syallom; Supriatin, Rizki Dwi; Alhasanah, Salisah
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 5 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Weru terdapat peningkatan kasus DBD tercatat pada tahun 2022-2024 berturut-turut 15 kasus, 25 kasus, dan 102 kasus. Tren peningkatan memerlukan penguatan strategi pencegahan dan pengendalian DBD melalui pengawasan vektor, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola penyebaran penyakit dengan kegiatan sosialisasi 3M Plus dan Ovitrap ramah lingkungan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang 3Mplus dan menambah keterampilan mitra untuk penanggulangan dan pencegahan DBD dengan ovitrap. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMA N 1 Weru pada 25 April 2025 dengan sasarn siswa SMA sejumlah 69 siswa. Metode kegiatan terdiri dari identifikasi kebutuhan Mitra, persiapan dan perijinan, sosialisasi dan pelatihan 3M Plus dan ovitrap dengan indikator keberhasilan terjadi peningkatan pemahaman melalui pre test dan post test dalam pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dilakukan pada saat kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan. perubahan rata-rata pengetahuan meningkat dari 55,65 menjadi 85,50. Hasil ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya pelatihan PSN 3M Plus dan ovitrap pada siswa. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa terkait DBD diharapkan akan berdampak pada perubahan sikap dan perilaku positif siswa dalam pencegahan DBD. Kata kunci : DBD; 3M Plus, Ovitrap
HUBUNGAN LAMA KERJA DAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT MAJU ABADI GARMENT Widyatama, Fer Dila; Wartini, Wartini; Ani, Nur; Nugroho, Farid Setyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2824

Abstract

Nyeri punggung bagian bawah (low back pain/LBP) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang umum terjadi pada pekerja, khususnya di sektor garmen yang mengharuskan duduk dalam waktu lama. Postur kerja yang kurang ergonomis serta lamanya durasi bekerja diduga menjadi penyebab utama munculnya keluhan tersebut. Survei pendahuluan terhadap 10 pekerja bagian sewing  PT Maju Abadi Garment Sukoharjo menunjukkan 70% mengalami keluhan LBP, terutama pada punggung bawah dan pinggang akibat postur membungkuk, kursi tanpa sandaran, meja kerja yang tidak ergonomis, serta jam kerja panjang yaitu 8 jam ditambah lembur 2 jam per hari. yang memperpanjang paparan terhadap posisi kerja statis. Penilaian Rapid Entire Body Assessment (REBA) juga menegaskan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah keterkaitan antara durasi kerja dan posisi kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah (LBP) pada pekerja di bagian jahit. Pendekatan yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 60 responden yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi postur kerja melalui metode REBA, lalu dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa 75% responden mengalami LBP, 83,33% bekerja lebih dari 8 jam per hari, dan 71,67% memiliki postur kerja yang tidak ergonomis. Analisis juga menemukan adanya hubungan yang signifikan antara durasi kerja (p = 0,002) dan postur kerja (p = 0,012) dengan keluhan LBP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa durasi kerja berlebih dan postur kerja yang tidak ergonomis berkontribusi besar terhadap kejadian LBP, sehingga diperlukan intervensi ergonomis melalui perbaikan fasilitas kerja, pengaturan waktu kerja, dan edukasi postur kerja yang benar untuk mencegah dampak kesehatan jangka panjang.