Windi Nurdiawan
Department Of Obstetrics And Gynecology, Faculty Of Medicine, Universitas Padjadjaran/Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Relationship between Antenatal Care in Severe Preeclampsia and Maternal and Neonatal Outcomes Iskandarsyah, Teuku Muhammad; Nurdiawan, Windi; Susiarno, Hadi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.963

Abstract

Objective: This study aims to evaluate the relationship between the frequency of antenatal care (ANC) visits and maternal and infant outcomes in cases of severe preeclampsia.Methods: The collected data were processed using computerized methods to convert them into analyzable information. Data analysis was conducted to describe the proportion of each variable descriptively. Furthermore, the results were elaborated through descriptive analysis and hypothesis testing.Result: Based on medical record data, 91.7% of patients had undergone antenatal care (ANC) visits; however, only about 80% received pre-eclampsia screening services according to the 10T standard.Conclusion: The study concluded that inadequate antenatal care (ANC) visits were significantly associated with an increased risk of eclampsia and acute renal failure. On the other hand, there was no statistically significant association between ANC compliance and the occurrence of complications such as placental abruption, HELLP syndrome, DIC, and maternal death.Hubungan Antenatal Care Pada Preeklampsia Berat terhadap Luaran Maternal dan NeonatalAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) dan luaran maternal dan infant pada kasus preeklamsia berat.Metode: Data yang telah terkumpul diolah secara komputerisasi untuk mengubah data menjadi informasi. Analisis data dilakukan untuk melihat gambaran proporsi masing-masing variabel yang disajikan secara deskriptif. Selanjutnya, hasil analisis tersebut diuraikan ke dalam analisis deskriptif dan pengujian hipotesis.Hasil: Berdasarkan data rekam medis, ditemukan bahwa 91,7% pasien telah menjalani kunjungan antenatal care (ANC), namun hanya 80% yang mendapatkan pelayanan skrining preeklamsia sesuai standar 10T.Kesimpulan: Kesimpulan menunjukkan bahwa kunjungan Antenatal Care (ANC) yang tidak memadai memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan risiko eklamsia dan gagal ginjal akut. Sementara di sisi lain, tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat kepatuhan ANC dengan kejadian komplikasi seperti solusio plasenta, edema paru, Sindrom HELLP, DIC, dan kematian ibu.Kata kunci: Antenatal Care; Preeklamsia; Neonatal
The Critical Role of CT Imaging in Detecting Acute Neurological Complications of Eclampsia: A Case Series Ronosulistyo, Ayu Angelina; Zulvayanti, Zulvayanti; Hidayat, Dini; Nurdiawan, Windi; Susiarno, Hadi; Pusianawati, Dini; Weningtyas, Vyanda Sri
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.924

Abstract

AbstractIntroduction: An intracranial hemorrhage (ICH) is a rare condition but potentially life-threatening event, especially in pregnancy, and could happen in patients with eclampsia. At Hasan Sadikin General Hospital (RSHS), several eclampsia cases are admitted annually, some with worsening neurological conditions. Neuroimaging using CT-Scan is indicated in patients with seizures, decreased consciousness, or visual disturbances to detect intracranial pathology.  Case: We reported three cases of maternal eclampsia, two patients' chief complaint was seizures, but all of our patients were unconscious. All of our patients had a previous history of pre-eclampsia in the last pregnancy. All of our patients performed a CT scan performed in postpartum patients as a neurologic examination. All of our patients have worse outcomes. The Medical and Health Research Ethics Committee of the Faculty of Medicine, Padjajaran University with Ref no: DP.04.03/D/XIV.6.5/71/2025.Conclusion: Neuroimaging in patients with seizure-induced worsening of the condition has an important role in identifying other abnormalities, specifically intracranial hemorrhage. In this study, we conclude that patients with seizures in pregnancy should be screened with neuroimaging (computed tomography scan) to rule out central nervous system pathology, thereby improving the patient's condition and reducing maternal mortality.Keywords: CT scan, Convulsion, Eclampsia, Pregnancy Peran Kritis Pencitraan CT dalam Mendeteksi Komplikasi Neurologis Akut pada Eklampsia: Seri KasusAbstrakPendahuluan: Perdarahan intrakranial (PIK) merupakan kondisi langka namun berpotensi mengancam jiwa, terutama pada kehamilan, dan dapat terjadi pada pasien eklampsia. Neuroimaging menggunakan CT-Scan berperan dalam deteksi dini perburukan kondisi pasien dengan penurunan kesadaran.Kasus: Penelitian ini melaporkan tiga kasus eklampsia maternal, keluhan utama dua pasien adalah kejang, namun semua pasien pada penelitian ini tidak sadar. Semua pasien memiliki riwayat preeklampsia sebelumnya pada kehamilan terakhir. Semua pasien melakukan CT scan sebagai pemeriksaan neurologis. Semua pasien memiliki hasil yang lebih buruk. Komite Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dengan Ref no: DP.04.03/D/XIV.6.5/71/2025.Kesimpulan: Neuroimaging pada pasien dengan kondisi yang memburuk akibat kejang memiliki peran penting dalam mengidentifikasi kelainan lain, khususnya perdarahan intrakranial. Dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa pasien dengan kejang selama kehamilan harus diskrining dengan neuroimaging (pemindaian tomografi terkomputasi) untuk menyingkirkan patologi sistem saraf pusat sehingga memperbaiki kondisi pasien dan mengurangi angka kematian ibu.Kata kunci: CT scan, Eklampsia, Kehamilan, Kejang