Claim Missing Document
Check
Articles

PROMOSI KESEHATAN IBU DAN ANAK MELALUI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BIDANG KESEHATAN IBU DAN ANAK Gina Indah P; Hadiyanto A. Rachim; Maulana Irfan
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.966 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.13585

Abstract

Artikel ini yang berjudul Promosi Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Bidang Kesehatan Ibu dan Anak, memiliki tujuan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia, yang masih tergolong rendah akibat masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak, yang disebabkan oleh faktor pendidikan masyarakat yang rendah di bidang kesehatan, faktor lingkungan yang tidak memadai, faktor pemanfaatan layanan kesehatan, dan status gizi masyarakat yang rendah. Selain itu, artikel ini pun memberikan penjelasan mengenai pentingnya pelaksanaan CSR di bidang kesehatan ibu dan anak, dan juga menjelaskan mengenai upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak yang hendaknya dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan CSR di bidang kesehatan ibu dan anak. Kesehatan ibu dan anak merupakan tolok ukur yang sangat penting bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas. Oleh sebab itu, konsep-konsep berkaitan dengan upaya promosi kesehatan ibu dan anak akan ditelaah lebih jauh dalam artikel ini.
TANTANGAN DAN PELUANG KEBERADAAN HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT (HRD) DALAM ORGANISASI PELAYANAN SOSIAL STUDI KASUS PADA LEMBAGA REHABILITASI ODHA DAN KONSUMEN NAPZA RUMAH CEMARA BANDUNG SALSABILA WAHYU HADIANTI; MEILANNY BUDIARTI SANTOSO; HADIYANTO A. RACHIM; MOCH. ZAINUDDIN
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.605 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14228

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) dalam konteks sebuah organisasi merupakan salah satu hal yang penting. Tanpa SDM tentunya sebuah organisasi tidak akan mencapai tujuan dari organisasi itu sendiri. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini adalah guna menggambarkan tentang bagaimana kondisi esksisting Human Resource Development (HRD) sebuah lembaga pelayanan sosial yang berkaitan dengan proses staffing dan pelaksanaan staff development. Melalui penulisan artikel ini, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana tantangan dan peluang keberadaan pelaksanaan HRD dalam sebuah lembaga pelayanan sosial. Adapun lokasi yang dipilih dalam proses penelitian ini adalah Rumah Cemara merupakan sebuah organisasi komunitas yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan konsumen narkoba di Indonesia.
KOMUNIKASI KELOMPOK SEBAGAI FAKTOR PENDORONG TERBENTUKNYA KERJASAMA DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN K3L DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Meilanny Budiarti Santoso; Hadiyanto A. Rachim; Dinda Azzahra Syauqina
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.746 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18371

Abstract

ABSTRAKKerjasama merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang terjadi diantara dua orang atau lebih, ataupun yang terjadi di dalam sebuah kelompok. Karyawan Kebersihan, Keindahan dan Kenyamanan Lingkungan (K3L) di lingkungan Universitas Padjadjaran adalah salah satu kelompok kerja yang dibentuk dan ditempatkan pada lokasi-lokasi tertentu sesuai dengan pembagian tugas pada masing-masing zona kerja. Komunikasi merupakan proses pemindahan informasi atau pesan dan pemahaman dari seseorang kepada orang yang lainnya dan melalui komunikasi kelompok proses kerjasama diantara anggota kelompok dapat terwujud. Penelitian ini menggunakan metode analitis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi di dalam kelompok kerja K3L mendorong terjadinya kerjasama diantara sesama karyawan K3L, sehingga hal tersebut mendukung proses penyelesaian tugas pekerjaan yang dilakukan. Faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam kelompok adalah karena adanya faktor personal yang dimaknai sebagai peran dari anggota kelompok dalam sebuah kelompok dan sangat besar pengaruhnya dalam ikut andil untuk memberi sebuah masukan dalam memecahkan sebuah masalah. ABSTRACTCooperation is one form of social interaction that occurs between two or more people, or what happens in a group. Beauty Cleanliness and Environmental Comfort (K3L) within the University of Padjadjaran are one of the working groups that are formed and placed in certain locations in accordance with the division of tasks in each work zone. Communication is the process of transferring information or messages and understanding from someone to others and through group communication the process of collaboration between group members can be realized. This study uses descriptive analytical methods with a qualitative approach. The results showed that the communication that occurred in the K3L working group encouraged collaboration among fellow K3L employees, so that it supported the process of completing the work assignments performed. Factors that influence the effectiveness of communication in groups are because of the personal factors that are interpreted as the role of group members in a group and the enormous influence in participating in giving an input in solving a problem.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PROGRAM KEMITRAAN PT.TELEKOMUNIKASI INDONESIA (Tbk) Fitri Ismail; Hadiyanto A. Rachim
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.952 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.13639

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar ke-empat di dunia. Berdasarkan data hasil sensus oleh Badan Pusat statistik(BPS) tahun 2010 menunjukkan total penduduk Indonesia adalah sebesar 237.641.326 juta pada tahun 2010 dan jika dibandingkan dengan data statistiK sebelumnya pada tahun 2000 sebesar 206.264.295 juta. Saat ini banyak bermunculan ide-ide pembangunan bahwa pemerintah seharusnya dapat menggunakan pendekatan bottom up dalam membuat program artinya program yang dibuat oleh pemerintah berbasiskan kebutuhan masyarakatnya, karena pada dasarnya masyarakat lebih tahu apa yang mereka butuhkan, masyarakat pun lebih tau tentang masalah dan solusi terhadap permasalahan mereka hanya saja masyarakat tidak memiliki daya untuk melakukan solusi tersebut akibat adanya ketidakberdayaan masyarakat baik berupa pengetahuan, minimnya kesempatan dan akses memperoleh informasi dalam mewujudkan aspirasi mereka. Sehingga, pemerintah pun mewajibkan perusahaan BUMN atau pun swasta untuk mewujudkan 3 pilar pembangunan Indonesia (triple tracks) dan merupakan janji politik kepada masyarakat, yaitu: (1) pengurangan jumlah pengangguran (pro-job) (2) pengurangan jumlah penduduk miskin (propoor) dan (3) peningkatan pertumbuhan ekonomi (pro-growth). Menanggapi kewajiban tersebut, Kementrian BUMN membentuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang diatur dalam Peraturan Mentri BUMN No. PER -08/MBU/2013 tentang Program Kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan Program Bina Lingkungan. Tujuan utama dari program kemitraan adalah menciptakan keberdayaan masyarakat untuk berkuasa dan memiliki daya dalam mengembangkan komunitas mereka dan mereka berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
UPAYA PENANGANAN PEKERJA SEKSUAL ANAK Puspa Sagara Asih; Hadiyanto A Rachim; Nandang Mulyana
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.981 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.13257

Abstract

Perdagangan anak perempuan untuk tujuan pelacuran, merupakan praktek yang tidak berpihak pada anak-anak. Berbagai Stigma sosial, resiko penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS), bahkan HIV/AIDS dan beberapa kenakalan remaja sangat rentan atas anak-anak yang dilacurkan. Selain bahaya akan penyakit IMS, anak yang masih belum stabil kondisi psikososialnya akan mengalami beberapa gangguan pada perkembangan psikis dan sosialnya. Pemerintah tidak hanya diam menanggapi isu ini, beberapa peraturan perlindungan dan program untuk mensejahterakan anak telah dibuat dan dijalani, namun belum mampu menekan maraknya perdagangan anak perempuan yang dilacurkan serta masih banyaknya praktek pelacuran anak terjadi. Bukan hanya pemerintah yang memiliki andil dalam menekan angka ESKA (Eksploitasi Seksual Komersial Anak), namun masyarakat juga memiliki andil dalam menekan angka jumlah ESKA. Berdasarkan beberapa jurnal ilmiah dan artikel yang telah penulis baca, menunjukkan bahwa aktor atau pelaku perdagangan anak ternyata seringkali juga dilakukan oleh orang dekat bahkan oleh kerabatnya sendiri termasuk oleh perempuan itu sendiri. Praktek perdagangan yang dilakukan oleh sesama perempuan, seringkali tersembunyi dengan berbagai dalih tanpa terlihat ada paksaan, yang justru menjadikan mereka korban. Sebagai profesi yang mendalami mengenai psikososial individu, pekerja sosial diharapkan mampu untuk membantu mengatasi ESKA melalui pendekatan, assessment serta metode-metode casework. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh praktisi pekerja sosial dalam kasus ini adalah sebagai educator, fasilitator, enabler, broker dan advocator.
RESILIENSI MASYARAKAT KAMPUNG CADAS GANTUNG KABUPATEN BANDUNG FIRDHIA ARRAHMA; HADIYANTO ARRACHIM; MAULANA IRFAN
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14271

Abstract

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang dan papan. Fenomena kemiskinan ini banyak terjadi pada setiap ruang dan kalangan masyarakat, khususnya pada masyarakat di negara berkembang seperti halnya Indonesia.Fenomena sosial mengenai kemiskinan ini terjadi pula di salah satu kampung yang berada di Bandung, Jawa Barat yaitu pada Kampung Cadas Gantung. Dimana yang diberitakan oleh media, terdapat adanya keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dan ketidakcekatan pemerintah dalam meberikan layanan kebutuhan bagi mereka. Secara fisik kemiskinan ini memang terjadi pada Masyarakat Kampung Cadas Gantung. Akan tetapi, masyarakat tidak begitu membebani atas masalah yang dirasakan. Masyarakat Kampung Cadas Gantung sendiri memang sudah lama hidup berdampingan dengan lingkaran keluarganya. Melainkan, masyarakat disana pun banyak melakukan kegiatan-kegiatan positif dan mempercayai terhadap nilai-nilai yang mereka miliki. Sehingga, dari sinilah adanya ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh Masyarakat Kampung Cadas Gantung dengan tidak merasakan adanya masalah yang mereka hadapi, khususnya masalah kemiskinan. Ternyata upaya-upaya tersebut masuk ke dalam sebuah proses penyelesaian masalah yang disebut dengan resiliensi.Resiliensi ini merupakan kemampuan seseorang atau individu dalam bertahan diri menghadapi masalah atau kerentanan dalam hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memfasilitatori adanya upaya-upaya penyeselesaian masalah kemiskinan dengan menggunakan resiliensi yang mereka miliki.
PENGEMBANGAN MASYARAKAT MELALUI PELESTARIAN HUTAN MANGROVE OLEH KELOMPOK TANI PATRA KRIDA WANA LESTARI DIKECAMATAN KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP Islinawati Soleh; Hadiyanto A. Rachim; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13651

Abstract

Abstrak Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem yang berada pada muara sungai. Hutan mangrove biasa tumbuh pada daerah endapan lumpur yang berhubungan langsung dengan pasang surut air laut. Tumbuhan yang berupa pohon dan semak ini dapat tumbuh pada daerah air payau ataupun air laut. Hutan mangrove memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan. Manfaat yang diberikan bukan hanya dibidang lingkungan, tetapi juga pada bidang sosial ekonomi. Beberapa manfaat dari hutan mangrove seperti melindungi pantai dari erosi dan abrasi, mencegah intrusi air laut, sebagai tempat tinggal hewan air, potensi edukasi dan tempat wisata, dan mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan CO2 dari udara. Kampung Laut merupakan salah satu wilayah yang hampir seluruh wilayahnya dikelilingi oleh hutan mangrove. Namun seiring berjalannya waktu luas wilayah hutan mangrove semakin menyempit. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pembangunan rumah, penjarahan. Pencemaran lingkungan dan lain-lain. Kepunahan hutan mangrove memberikan dampak yang sangat nyata bagi masyarakat Kampung Laut. Dari permasalahan tersebut dibuatlah suatu upaya pencegahan yaitu dengan melakukan suatu proses pelestarian hutan mangrove yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Hal ini dilakukan dengan proses pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh Kelompok Tani Patra Krida Wana Lestari. Dengan kegiatan positif ini diharapakan agar ekosistem hutan mangrove dapat tetap lestari dan memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan .
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ( CSR ) STUDI EFEKTIFITAS PROGRAM PT. PERTAMINA SEHATI (SEHAT IBU DAN ANAK TERCINTA) SANDI GUMILAR; HADIYANTO A. RACHIM; LENNY MEILANNY
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14291

Abstract

PT. Pertamina ( Persero ) Gede Bage merupakan institusi perusahaan yang bergerak pada sektor bahan bakar minyak ( BBM ), namun perlu diketahui dengan berdirinya perusahaan PT. Pertamina ( Persero ) yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) memiliki dampak negatif dan positif. Akan tetapi dalam menanggulangi dampak negatif ini PT. Pertamina (Persero) memiliki struktur organisasi Corporate Social Responsibility( CSR ) yang bertanggungjawab untuk memberdayakan masyarakat khususnya di Desa Cisantren Kidul, Kecamatan Gede Bage, Kabupaten Bandung, dengan Program SEHATI ( Sehat Ibu dan Anak Tercinta ). Dalam mengimplementasikan Program SEHATI ( Sehat Ibu dan Anak Tercinta ) oleh PT. Pertamina ( Persero ) Gede Bage dengan menggunakan metode Penyuluhan secara sosial kemasyarakatan, tujuan metode penyuluhan ini untuk mengurangi anak yang terkena gizi buruk. Sebab pada tahun 2012 di Desa Cisantren Kidul, Kecamatan Gede Bage, Kabupaten Bandung memiliki Fenomena Sosial anak yang kekurangan gizi. Untuk mengetahui Program SEHATI (Sehat Ibu dan Anak Tercinta) peneliti akan menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengambilan data dengan cara melakukan observasi dan wawancara terstruktur kepada informan. Untuk mengetahui Program SEHATI ( Sehat Ibu dan Anak Tercinta ) sudah Efektif atau belum.
KEBERFUNGSIAN SOSIAL BURUH PEREMPUAN PADA SEKTOR INDUSTRI DALAM KELUARGA Dessy Fitri Pratiwi; Hadiyanto A. Rachim; Rudi Saprudin Darwis
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13539

Abstract

Partisipasi buruh perempuan dalam sektor industri telah menggeser komitmen sebagai ibu rumah tangga. Keterlibatan buruh perempuan di sektor industri tidak sedikitnya karena masalah ekonomi. Dalam hal ini buruh perempuan dihadapkan dengan dua tuntutan peran, yaitu sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari nafkah yang menuntut kewajiban dan tanggung jawab dilakukan secara bersamaan. Adapun dilematis peran ganda yang buruh perempuan rasakan adalah perasaan bersalah kerap muncul manakala buruh perempuan dihadapkan pada situasi yang mengharuskan keberadaannya di tengah keluarga. Jam kerja yang panjang dan tidak teratur membuat buruh perempuan sulit mengatur tugas sebagai ibu rumah tangga. Karena sebagian besar waktu buruh perempuan adalah di tempat kerja untuk mengejar target produksi. Dilematis yang dirasakan buruh perempuan akan menimbulkan konflik-konflik yang cukup pelik dalam diri buruh perempuan maupun dalam keluarga. Tak jarang buruh perempuan mengalami emosi tidak stabil, stress, mudah marah, sering kelelahan dan gangguan kesehatan. Selain itu, tak jarang menimbulkan perselisihan dengan anggota keluarga, hilangnya komunikasi, serta disfungsionalitas dalam keluarga. Akibatnya keberfungsian sosial buruh perempuan dalam keluarga tidak dapat dilakukan secara efektif, sehingga akan menimbulkan permasalahan yang dapat mengurangi kualitas hidup buruh perempuan. Dalam hal ini pekerja sosial berperan untuk membantu buruh perempuan untuk dapat meningkatkan kemampuan buruh perempuan dalam menjalankan perannya, pemenuhan kebutuhan dasarnya, memperbaiki relasi buruh perempuan dengan anggota keluarganya, serta mampu mengatasi masalahnya dalam keluarga dengan cara memperbaiki komunikasi di antara anggota keluarga. Selain itu, kebijakan dari pemerintah maupun perusahaan mengenai jam kerja perlu dikaji kembali, khususnya untuk perempuan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA POTA WANGKA LABUAN BAJO MELALUI PROGRAM PEDULI LINGKUNGAN ( SEKOLAH LINGKUNGAN) DENGAN METODE PARTISIPATORY LEARNING AND ACTION Hadiyanto Abdul Rachim; Philia Anindita Ginting
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i1.22785

Abstract

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat di Desa Pota Wangka Labuan Bajo khususnya di bidang lingkungan melalui kegiatan YouCan Empower. YouCan Empower merupakan salah satu program kepemudaan dalam bidang pemberdayaan masyarkat dengan memberikan kontribusi nyata dan positif kepada masyarakat. Berdasarkan Hasil dan Pembahasan dari kegiatan yang telah terlaksana, Desa Pota Wangka memerlukan perhatian scara khusus dalam penanganan sampah rumah tangga, sampah organic, dan sampah plastik. Kegiatan pemberdayaan dilakukan selama tiga hari yang terbagi kedalam  empat bidang yakni ekonomi, lingkungan, kesehatan , dan pendidikan. Sebagai upaya menumbuhkan kepedulian masyarakat dan kesadaran dalam pengelolaan sampah, dilaksanakan program peduli lingkungan dengan metode PLA ( Partisipatory Learning Action ) .Adapun kendala yang dialami yakni kurangnya akses transportasi dan fasilitas yang memadai pengelolaan sampah serta usaha mempertahankan kebiasaan mengelolah sampah yang sesuai.   This community empowerment activity aims to increase Pota Wangka, Labuan Bajo villagers awareness, especially in environmental field through YouCan Empower activities. YouCan Empower is one of the youth programs in the field of community empowerment by doing a real and positive contribution to the community. Based on the results and discussion form the activities that had been carried out, Pota Wangka Village needs attention in handling household waste, organic waste, and plastic waste. The empowerment activities had carried out for three days which are divided into four domains :ecomonomics, environtment, health , and education. In effort to increase the villagers awareness in waste management, we did environtmental care programs with the PLA method ( Participatory Learning Action ). Some obstacles experienced were the lack of access to transportation and adequate facilities for waste management and efforts to maintain the habit of managing waste.
Co-Authors Adi Talan Aditya Candra Lesmana Adlia Rahma Maulida Alya Nuraini Anggian, Richard Ardi Maulana Nugraha Arie Surya Gutama Aries Y. Ahmadi ARRAHMA, FIRDHIA Betha Dwidinanti Zefianningsih Bintang Masnola Capah Bintarsih Sekarningrum Budhi Wibhawa Budi Sutrisno Budiman Pohan Desi Yunita Dessy Fitri Pratiwi Dinda Azzahra Syauqina Dudi Dudi Eka Nurwahyuliningsih Eka Nurwahyuliningsih Eva Nuriyah Hidayat Fadhil Nurdin Firda Silvia Pramashela FIRDHIA ARRAHMA Fitri Ismail Gigin Ginanjar Kamil Basar Gina Indah Permata Nastia Heri Wibowo Hery Wibowo, Hery Islinawati Soleh Januaristy, Ane Khalishah Shessary LENNY MEILANNY M. Rasyid Rido Nasution Marcelino Vincentius Poluakan Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maulida, Adlia Rahma Moch. Zaenuddin MOCH. ZAINUDDIN Muhamad Fadhil Nurdin, Muhamad Fadhil Muhammad Ali Equatora Muhammad Fedryansyah, Muhammad Nanda Aidiel Senja Nandang Mulyana Nulhakim, Soni Akhmad Nunung Nurwati Nurdin, M. Fadhil Nurdin, Muhammad Fadhil Nurliana Cipta Apsari Nurwati, R. Nunung Nurwati, R. Nunung Nurwaty, Nunung Philia Anindita Ginting Pitoyo Pitoyo Puspa Sagara Asih Ridwan Herianto Rosyidah, Feryna Nur Sahadi Humaedi SALSABILA WAHYU HADIANTI Salwa Salwa SANDI GUMILAR Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso, Meilanny Saragih, Evangelina Putri Fide Sinarta, Ode Esa Siti Hajah Nuraeni Siti Maimunah Soni Akhmad Nulhaqim Taher, Rusdin Tahir, Syarifah Mughniyah Wahyu Gunawan Yunita, Desy Zagita zilvana Zetta Zen, Lya Fayola