Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Berselancar di Internet untuk Menghilangkan Rasa Bosan Ketika Melakukan Pembelajaran Daring Fatma Putri Yanti; Itto Nesyia Nasution; Nurul Aiyuda
Jurnal Riset Psikologi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v2i2.1600

Abstract

Abstract. Due to the Covid-19 pandemic, the education system has changed the learning method from face to face to courage. In the learning process, students dare to be connected to the internet. Internet use can be negative in the form of cyberloafing. cyberloafing was the use of the internet by students for non-academic purposes by using agency networks or private networks, non-academic activities carried out in the form of accessing social media, online shopping, playing online games, and other applications. One of the factors that influence cyberloafing is boredom. Boredom was an unpleasant condition, monotonous learning, or a lack of stimulus so that you try to avoid the academic situation. This research uses the correlational quantitative method. The subjects in this study were 227 respondents, 90 women and 137 men were Pekanbaru City students who did bold learning. The sampling technique used was quota sampling. Based on the research conducted, there was a significant relationship between boredom and cyberloafing in students in Pekanbaru City with the accepted hypothesis. Abstrak. Akibat pandemi covid-19 sistem pendidikan mengubah metode pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran daring. Dalam proses pembelajaran daring mahasiswa harus terhubung dengan internet. Penggunaan internet bisa bersifat negatif yaitu berupa cyberloafing. Cyberloafing adalah penggunaan internet yang dilakukan mahasiswa dengan tujuan non-akademik menggunakan jaringan instansi maupun jaringan pribadi, kegiatan non-akademik yang dilakukan berupa mengakses sosial media, belanja online, bermain game online dan aplikasi lainnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi cyberloafing yaitu kebosanan. Kebosanan merupakan suatu kondisi yang tidak meyenangkan, pembelajaran yang monoton, atau kurangnya stimulus sehingga mahasiswa berusaha menghindari situasi akademik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 227 responden yakni 90 perempuan dan 137 laki-laki merupakan mahasiswa Kota Pekanbaru yang melakukan pembelajaran secara daring. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat hubungan yang signifikan antara kebosanan dengan cyberloafing pada mahasiswa di Kota Pekanbaru dengan demikian hipotesis diterima.
Loneliness but Narcissistic! Mely Muliati; Nurul Aiyuda; Itto Nesyia Nasution
Jurnal Riset Psikologi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v2i2.1595

Abstract

Abstract. The most popular social media today is Tiktok. One of the users of Tiktok is a teenager. Teenage Tiktok users will tend to upload photos or videos excessively to get attention and praise from others which lead to narcissistic tendencies. Narcissistic tendencies are feelings of excessive love and concern for oneself. One of the factors that influence narcissistic tendencies is loneliness. The purpose of this study was to determine the relationship between loneliness and narcissistic tendencies among adolescent Tiktok users in Pekanbaru. This research uses the correlational quantitative method. The subjects in this study were 349 respondents, namely 100 males and 249 females aged 12-21 years who were Tiktok users in Pekanbaru. The sampling technique uses quota samples and sampling uses the provisions of Isaac and Michael's table. Method of data analysis using simple regression test. The results of this study indicate that there is a relationship between loneliness and narcissistic tendencies in adolescent Tiktok users in Pekanbaru, thus the hypothesis in this study is accepted. Abstrak. Media sosial yang paling digemari saat ini ialah Tiktok. Salah satu pengguna Tiktok ialah remaja. Remaja pengguna Tiktok akan cenderung mengunggah foto ataupun video secara berlebihan untuk mendapatkan perhatian dan pujian dari orang lain yang mengarah pada kecenderungan narsistik. Kecenderungan narsistik merupakan rasa cinta dan perhatian yang berlebihan pada diri sendiri. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan narsistik ialah kesepian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesepian terhadap kecenderungan narsistik pada remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 349 responden yakni 100 laki-laki dan 249 perempuan berusia 12-21 tahun merupakan remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel kuota dan penarikan sampel menggunakan tabel Isaac dan Michael. Metode analisa data menggunakan uji regresi sederhana. Hasil dalam penelitian ini menunjukan adanya hubungan kesepian terhadap kecenderungan narsistik pada remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru, dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Alasan Kenapa Melakukan Internet Altruistik Behavior? Nurul Aiyuda; Itto Nesyia Nasution; Ade Irma Magdalena; Kartika Syahrina
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 4, No 1 (2023): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v4i1.20690

Abstract

Berkembangannya era digital membawa perubahan perilaku individu. Perilaku yang kita kenal dalam keseharian sekarang sudah banyak ditemukan di dunia maya. Salah satunya adalah altruisme. Altruisme merupakan perilaku sukarela, sedang IAB atau internet altruistic behavioral adalah bentuk altruisme baru di era internet, yang adalah perluasan ke dunia maya dari perilaku altruistik di dunia fisik. Meskipun teori-teori terkait altruism sudah banyak berkembang, namun pergeseran perlaku ke dunia maya menjadi hal baru yang perlu di telaah lebih lanjut. Tulisan ini menggagas bagaimana perkembangan IAB dan kenapa individu memilih untuk melakukan IAB di banding altruism secara fisik. Telaah dilakukan dengan mengkaji berbagai literatur terkait IAB dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Melalui telaah diketahui beberapa alasan individu melakukan IAB karena beberapa hal yang melibatkan situasi personal, eksternal, maupun nilai pribadi. Temuan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan motivasi IAB dengan beberapa faktor preditor yang tidak berbeda ketika melakukan altruism secara offline.
RETRACTED: What are the Reason for Internet Altruistic Behavior? (pp 43-53) Nurul Aiyuda; Itto Nesyia Nasution; Kartika Syahrina; Ade Irma Magdalena
Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) Vol. 3 No. 1s (2023): (Special Issue The 9th IIUCP). Journal of Islamic and Contemporary Psychology
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jicop.v3i1s.12342

Abstract

Pemberitahuan Penarikan Artikel Dengan pertimbangan kehati-hatian dan menjaga standar publikasi yang baik, redaksi mengumumkan penarikan artikel yang berjudul What Are the Reason for Internet Altruistic Behavior? halaman 43-53, DOI: https://doi.org/10.25299/jicop.v3i1s.12342 berdasarkan Surat Keterangan Persetujuan Penarikan (retracted) Artikel, Nomor Surat 01/A-JICOP/III/2023, tanggal 1 Maret 2023, yang ditujukan kepada penulis Nurul Aiyuda. Penarikan artikel dilakukan karena ketidaktahuan penulis tentang alur dan distribusi publikasi artikel yang berasal dari Luaran Konferensi The 9th IIUCP (Inter-Islamic University Conference on Psychology) Forum, tanggal 24 Desember 2022, di Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia. Akibat ketidaktahuan tersebut, penulis melakukan proses publikasi dengan tim penulis yang sama di salah satu jurnal yang masih berafiliasi dengan IIUCP Forum, yaitu jurnal Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, e-ISSN : 2720-8958, Vol. 4 No. 1 tahun 2023 dengan judul artikel, Alasan Kenapa Melakukan Internet Altruistik Behavior?, DOI: http://dx.doi.org/10.24014/pib.v4i1.20690 Dengan adanya pemberitahuan ini diharapkan menjadi acuan kepada penulis dan pembaca bahwa penulis berupaya berkomunikasi dengan baik kepada Dewan Redaksi Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) untuk menghindari dan mencegah indikasi Pengajuan Jamak pada dua jurnal. Oleh karena itu, penulis dan pembaca bisa merujuk langsung artikel tersebut secara lengkap melalui tautan: https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Psikobuletin/article/view/20690atau melalui tautan :https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Psikobuletin/article/view/20690/8784 Dengan keputusan penarikan artikel di atas, redaksi Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) menghapus isi artikel di dalam naskah ini yang pernah dipublikasikan pada tanggal 28 Februari 2023 dan menghapus daftar acuan/daftar pustaka dari Metadata OJS kami pada tanggal 2 Maret 2023, jam 08.00 - 08.10 WIB.
Pengasuhan Positif Sebagai Upaya Ketahanan Keluarga Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Nurul Aiyuda; Itto Nesyia Nasution; Rizal Effendi Putra; Rion Nofrianda
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 1 No. 1 (2022): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v1i1.12

Abstract

This activity aims to increase parental knowledge through psychoeducation on the stages of adolescent development, positive parenting and self-awareness. This is done to provide understanding to parents related to adolescent parenting based on their stages of development and to build parenting potential through self-knowledge. This activity was carried out for 3 days in the village of Teratak Manuk, Pelalawan Regency, with 10 participants, parents of teenagers. The hope is that with the provision of psychoeducational materials regarding parenting, parents can better understand the stages of development of their children, who in this case are in their teens, and can be a preventive measure to build family resilience in overcoming drug abuse.
Loneliness but Narcissistic! Mely Muliati; Nurul Aiyuda; Itto Nesyia Nasution
Jurnal Riset Psikologi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v2i2.1595

Abstract

Abstract. The most popular social media today is Tiktok. One of the users of Tiktok is a teenager. Teenage Tiktok users will tend to upload photos or videos excessively to get attention and praise from others which lead to narcissistic tendencies. Narcissistic tendencies are feelings of excessive love and concern for oneself. One of the factors that influence narcissistic tendencies is loneliness. The purpose of this study was to determine the relationship between loneliness and narcissistic tendencies among adolescent Tiktok users in Pekanbaru. This research uses the correlational quantitative method. The subjects in this study were 349 respondents, namely 100 males and 249 females aged 12-21 years who were Tiktok users in Pekanbaru. The sampling technique uses quota samples and sampling uses the provisions of Isaac and Michael's table. Method of data analysis using simple regression test. The results of this study indicate that there is a relationship between loneliness and narcissistic tendencies in adolescent Tiktok users in Pekanbaru, thus the hypothesis in this study is accepted. Abstrak. Media sosial yang paling digemari saat ini ialah Tiktok. Salah satu pengguna Tiktok ialah remaja. Remaja pengguna Tiktok akan cenderung mengunggah foto ataupun video secara berlebihan untuk mendapatkan perhatian dan pujian dari orang lain yang mengarah pada kecenderungan narsistik. Kecenderungan narsistik merupakan rasa cinta dan perhatian yang berlebihan pada diri sendiri. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan narsistik ialah kesepian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesepian terhadap kecenderungan narsistik pada remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 349 responden yakni 100 laki-laki dan 249 perempuan berusia 12-21 tahun merupakan remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel kuota dan penarikan sampel menggunakan tabel Isaac dan Michael. Metode analisa data menggunakan uji regresi sederhana. Hasil dalam penelitian ini menunjukan adanya hubungan kesepian terhadap kecenderungan narsistik pada remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru, dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Berselancar di Internet untuk Menghilangkan Rasa Bosan Ketika Melakukan Pembelajaran Daring Fatma Putri Yanti; Itto Nesyia Nasution; Nurul Aiyuda
Jurnal Riset Psikologi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v2i2.1600

Abstract

Abstract. Due to the Covid-19 pandemic, the education system has changed the learning method from face to face to courage. In the learning process, students dare to be connected to the internet. Internet use can be negative in the form of cyberloafing. cyberloafing was the use of the internet by students for non-academic purposes by using agency networks or private networks, non-academic activities carried out in the form of accessing social media, online shopping, playing online games, and other applications. One of the factors that influence cyberloafing is boredom. Boredom was an unpleasant condition, monotonous learning, or a lack of stimulus so that you try to avoid the academic situation. This research uses the correlational quantitative method. The subjects in this study were 227 respondents, 90 women and 137 men were Pekanbaru City students who did bold learning. The sampling technique used was quota sampling. Based on the research conducted, there was a significant relationship between boredom and cyberloafing in students in Pekanbaru City with the accepted hypothesis. Abstrak. Akibat pandemi covid-19 sistem pendidikan mengubah metode pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran daring. Dalam proses pembelajaran daring mahasiswa harus terhubung dengan internet. Penggunaan internet bisa bersifat negatif yaitu berupa cyberloafing. Cyberloafing adalah penggunaan internet yang dilakukan mahasiswa dengan tujuan non-akademik menggunakan jaringan instansi maupun jaringan pribadi, kegiatan non-akademik yang dilakukan berupa mengakses sosial media, belanja online, bermain game online dan aplikasi lainnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi cyberloafing yaitu kebosanan. Kebosanan merupakan suatu kondisi yang tidak meyenangkan, pembelajaran yang monoton, atau kurangnya stimulus sehingga mahasiswa berusaha menghindari situasi akademik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 227 responden yakni 90 perempuan dan 137 laki-laki merupakan mahasiswa Kota Pekanbaru yang melakukan pembelajaran secara daring. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat hubungan yang signifikan antara kebosanan dengan cyberloafing pada mahasiswa di Kota Pekanbaru dengan demikian hipotesis diterima.
Coping Strategy dengan Parenting Stress pada Polwan yang Memiliki Balita Lestari, Gapuri; Nasution, Itto Nesyia; Hartati, Rini
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 1 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i1.2554

Abstract

Parenting stress merupakan keadaan dan perasaan negatif yang dialami orang tua terhadap tuntutan peran pengasuhan, Parenting stress dipengaruhi salah satu faktor yaitu kemampuan internal, faktor ini berkaitan dengan kemampuan seorang ibu menggunakan coping strategy untuk mengatasi stres mengasuh anak. Tujuannya untuk melihat apakah ada hubungan coping strategy dengan parenting stress pada Polwan Polresta Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Subjek penelitian sebanyak 75 Polwan memiliki balita yang diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data diambil menggunakan skala coping strategy (problemofocusedocoping (PFC) dan emotion focusedocoping (EFC)) serta skala parenting stress. Hasil penelitian ini secara keseluruhan ada hubungan coping strategy dengan parenting stress dengan sig. 0,006, ada hubungan coping strategy PFC dengan parenting stress dengan sig 0,002, namun tidak ada hubungan coping strategy EFC dengan parenting stress dengan sig. 0,430. Penelitian ini menjadi masukan penggunaan coping strategy yang tepat dan efektif untuk mengatasi stres dalan mengasuh anak.
Catatan Managing Editor : Strategi vs Masalah - Cerita remaja hingga yang berkeluarga Nasution, Itto Nesyia
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 1 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Sejak Februari 2021, terjadi perubahan struktur di Fakultas, yakni yang awalnya Fakultas Psikologi berubah menjadi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Politik. Dimana Fakultas ini terdiri dari Program Studi S1 Psikologi, Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan, dan Program Studi S1 Hubungan Internasional. Pada awal tahun ini tepatnya di bulan April 2022, Kami selaku tim manajerial Jurnal Psychopolytan juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Politik Universitas Abdurrab periode 2022-2023, Bapak Amir Syamsuadi, M.Si dan Ibu Auliya Syaf, M.Psi., Psikolog sebagai Wakil Dekan. Tak lupa kami juga menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Ardian Adi Putra, M. Psi., Psikolog atas dedikasinya selama ini sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Abdurrab periode 2018-2011 (fakultas Psikologi) dan 2021-2022 (fakultas psikologi dan ilmu sosial politik). Namun demikian bapak Ardian Adi Putra hingga saat ini masih aktif mengabdi sebagai reviewer bidang Psikologi Klinis dan Abnormal pada Jurnal Psychopolytan. Kami juga ingin mengucapkan selamat kepada Ibu Itto Nesyia Nasution, M. Psi., Psikolog yang terpilih sebagai Managing Editor baru pada Jurnal Psychopolytan. Sebelumnya beliau menjadi salah satu dari tim reviewer di Jurnal Psychopolytan. Menyambut perubahan ini, Psychopolytan : Jurnal Psikologi menunjukkan tampilan dan warna baru di dalam desain halaman sampul terhitung mulai edisi Agustus 2022. Edisi kali ini menerbitkan 7 artikel Psikologi yang menggambarkan strategi dan masalah dari remaja hingga individu yang berkeluarga. Pada terbitan Edisi Agustus 2022, Kami sudah memasuki vol 6 no 1, dengan demikian telah 5 tahun kami menemani pembaca dengan tulisan-tulisan mengenai isu-isu psikologi dari berbagai bidang.
Studi Korelasi: Iklim Sekolah dengan Perilaku Perundungan Pada Siswa Annisa, Yusrah; Nasution, Itto Nesyia; Fadhli, Muhammad
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 7 No 2 (2024): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v7i2.3889

Abstract

The purpose of this research is to find the correlations of bullying behavior and school climate students at SMKN A. At this research, the total sample is 330 students and the sampling technique was in Proportionate Stratified Random Sampling. The measuring instruments used are the bullying behavior scale (20 items) and the school climate scale (25 items). The data analysis technique uses the product moment correlation technique. Based on the results of data analysis, the correlation coefficient (r) for -0.82 with a significance (p) of 0.000 (p < 0.05). Therefore, the hypothesat this research was accepted as the conclusion of the relationship in the direction of a negative between school climate and bullying behavior. The practical implication is that this research can be used as reference material for students to respond better to the school climate and as a guide in improving their social behavior at school.