Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Berselancar di Internet untuk Menghilangkan Rasa Bosan Ketika Melakukan Pembelajaran Daring Fatma Putri Yanti; Itto Nesyia Nasution; Nurul Aiyuda
Jurnal Riset Psikologi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v2i2.1600

Abstract

Abstract. Due to the Covid-19 pandemic, the education system has changed the learning method from face to face to courage. In the learning process, students dare to be connected to the internet. Internet use can be negative in the form of cyberloafing. cyberloafing was the use of the internet by students for non-academic purposes by using agency networks or private networks, non-academic activities carried out in the form of accessing social media, online shopping, playing online games, and other applications. One of the factors that influence cyberloafing is boredom. Boredom was an unpleasant condition, monotonous learning, or a lack of stimulus so that you try to avoid the academic situation. This research uses the correlational quantitative method. The subjects in this study were 227 respondents, 90 women and 137 men were Pekanbaru City students who did bold learning. The sampling technique used was quota sampling. Based on the research conducted, there was a significant relationship between boredom and cyberloafing in students in Pekanbaru City with the accepted hypothesis. Abstrak. Akibat pandemi covid-19 sistem pendidikan mengubah metode pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran daring. Dalam proses pembelajaran daring mahasiswa harus terhubung dengan internet. Penggunaan internet bisa bersifat negatif yaitu berupa cyberloafing. Cyberloafing adalah penggunaan internet yang dilakukan mahasiswa dengan tujuan non-akademik menggunakan jaringan instansi maupun jaringan pribadi, kegiatan non-akademik yang dilakukan berupa mengakses sosial media, belanja online, bermain game online dan aplikasi lainnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi cyberloafing yaitu kebosanan. Kebosanan merupakan suatu kondisi yang tidak meyenangkan, pembelajaran yang monoton, atau kurangnya stimulus sehingga mahasiswa berusaha menghindari situasi akademik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 227 responden yakni 90 perempuan dan 137 laki-laki merupakan mahasiswa Kota Pekanbaru yang melakukan pembelajaran secara daring. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat hubungan yang signifikan antara kebosanan dengan cyberloafing pada mahasiswa di Kota Pekanbaru dengan demikian hipotesis diterima.
Loneliness but Narcissistic! Mely Muliati; Nurul Aiyuda; Itto Nesyia Nasution
Jurnal Riset Psikologi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v2i2.1595

Abstract

Abstract. The most popular social media today is Tiktok. One of the users of Tiktok is a teenager. Teenage Tiktok users will tend to upload photos or videos excessively to get attention and praise from others which lead to narcissistic tendencies. Narcissistic tendencies are feelings of excessive love and concern for oneself. One of the factors that influence narcissistic tendencies is loneliness. The purpose of this study was to determine the relationship between loneliness and narcissistic tendencies among adolescent Tiktok users in Pekanbaru. This research uses the correlational quantitative method. The subjects in this study were 349 respondents, namely 100 males and 249 females aged 12-21 years who were Tiktok users in Pekanbaru. The sampling technique uses quota samples and sampling uses the provisions of Isaac and Michael's table. Method of data analysis using simple regression test. The results of this study indicate that there is a relationship between loneliness and narcissistic tendencies in adolescent Tiktok users in Pekanbaru, thus the hypothesis in this study is accepted. Abstrak. Media sosial yang paling digemari saat ini ialah Tiktok. Salah satu pengguna Tiktok ialah remaja. Remaja pengguna Tiktok akan cenderung mengunggah foto ataupun video secara berlebihan untuk mendapatkan perhatian dan pujian dari orang lain yang mengarah pada kecenderungan narsistik. Kecenderungan narsistik merupakan rasa cinta dan perhatian yang berlebihan pada diri sendiri. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan narsistik ialah kesepian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesepian terhadap kecenderungan narsistik pada remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 349 responden yakni 100 laki-laki dan 249 perempuan berusia 12-21 tahun merupakan remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel kuota dan penarikan sampel menggunakan tabel Isaac dan Michael. Metode analisa data menggunakan uji regresi sederhana. Hasil dalam penelitian ini menunjukan adanya hubungan kesepian terhadap kecenderungan narsistik pada remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru, dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Alasan Kenapa Melakukan Internet Altruistik Behavior? Nurul Aiyuda; Itto Nesyia Nasution; Ade Irma Magdalena; Kartika Syahrina
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 4, No 1 (2023): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v4i1.20690

Abstract

Berkembangannya era digital membawa perubahan perilaku individu. Perilaku yang kita kenal dalam keseharian sekarang sudah banyak ditemukan di dunia maya. Salah satunya adalah altruisme. Altruisme merupakan perilaku sukarela, sedang IAB atau internet altruistic behavioral adalah bentuk altruisme baru di era internet, yang adalah perluasan ke dunia maya dari perilaku altruistik di dunia fisik. Meskipun teori-teori terkait altruism sudah banyak berkembang, namun pergeseran perlaku ke dunia maya menjadi hal baru yang perlu di telaah lebih lanjut. Tulisan ini menggagas bagaimana perkembangan IAB dan kenapa individu memilih untuk melakukan IAB di banding altruism secara fisik. Telaah dilakukan dengan mengkaji berbagai literatur terkait IAB dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Melalui telaah diketahui beberapa alasan individu melakukan IAB karena beberapa hal yang melibatkan situasi personal, eksternal, maupun nilai pribadi. Temuan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan motivasi IAB dengan beberapa faktor preditor yang tidak berbeda ketika melakukan altruism secara offline.
RETRACTED: What are the Reason for Internet Altruistic Behavior? (pp 43-53) Nurul Aiyuda; Itto Nesyia Nasution; Kartika Syahrina; Ade Irma Magdalena
Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) Vol. 3 No. 1s (2023): (Special Issue The 9th IIUCP). Journal of Islamic and Contemporary Psychology
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jicop.v3i1s.12342

Abstract

Pemberitahuan Penarikan Artikel Dengan pertimbangan kehati-hatian dan menjaga standar publikasi yang baik, redaksi mengumumkan penarikan artikel yang berjudul What Are the Reason for Internet Altruistic Behavior? halaman 43-53, DOI: https://doi.org/10.25299/jicop.v3i1s.12342 berdasarkan Surat Keterangan Persetujuan Penarikan (retracted) Artikel, Nomor Surat 01/A-JICOP/III/2023, tanggal 1 Maret 2023, yang ditujukan kepada penulis Nurul Aiyuda. Penarikan artikel dilakukan karena ketidaktahuan penulis tentang alur dan distribusi publikasi artikel yang berasal dari Luaran Konferensi The 9th IIUCP (Inter-Islamic University Conference on Psychology) Forum, tanggal 24 Desember 2022, di Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia. Akibat ketidaktahuan tersebut, penulis melakukan proses publikasi dengan tim penulis yang sama di salah satu jurnal yang masih berafiliasi dengan IIUCP Forum, yaitu jurnal Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, e-ISSN : 2720-8958, Vol. 4 No. 1 tahun 2023 dengan judul artikel, Alasan Kenapa Melakukan Internet Altruistik Behavior?, DOI: http://dx.doi.org/10.24014/pib.v4i1.20690 Dengan adanya pemberitahuan ini diharapkan menjadi acuan kepada penulis dan pembaca bahwa penulis berupaya berkomunikasi dengan baik kepada Dewan Redaksi Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) untuk menghindari dan mencegah indikasi Pengajuan Jamak pada dua jurnal. Oleh karena itu, penulis dan pembaca bisa merujuk langsung artikel tersebut secara lengkap melalui tautan: https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Psikobuletin/article/view/20690atau melalui tautan :https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Psikobuletin/article/view/20690/8784 Dengan keputusan penarikan artikel di atas, redaksi Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) menghapus isi artikel di dalam naskah ini yang pernah dipublikasikan pada tanggal 28 Februari 2023 dan menghapus daftar acuan/daftar pustaka dari Metadata OJS kami pada tanggal 2 Maret 2023, jam 08.00 - 08.10 WIB.
Pengasuhan Positif Sebagai Upaya Ketahanan Keluarga Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Nurul Aiyuda; Itto Nesyia Nasution; Rizal Effendi Putra; Rion Nofrianda
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 1 No. 1 (2022): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v1i1.12

Abstract

This activity aims to increase parental knowledge through psychoeducation on the stages of adolescent development, positive parenting and self-awareness. This is done to provide understanding to parents related to adolescent parenting based on their stages of development and to build parenting potential through self-knowledge. This activity was carried out for 3 days in the village of Teratak Manuk, Pelalawan Regency, with 10 participants, parents of teenagers. The hope is that with the provision of psychoeducational materials regarding parenting, parents can better understand the stages of development of their children, who in this case are in their teens, and can be a preventive measure to build family resilience in overcoming drug abuse.
Loneliness but Narcissistic! Mely Muliati; Nurul Aiyuda; Itto Nesyia Nasution
Jurnal Riset Psikologi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v2i2.1595

Abstract

Abstract. The most popular social media today is Tiktok. One of the users of Tiktok is a teenager. Teenage Tiktok users will tend to upload photos or videos excessively to get attention and praise from others which lead to narcissistic tendencies. Narcissistic tendencies are feelings of excessive love and concern for oneself. One of the factors that influence narcissistic tendencies is loneliness. The purpose of this study was to determine the relationship between loneliness and narcissistic tendencies among adolescent Tiktok users in Pekanbaru. This research uses the correlational quantitative method. The subjects in this study were 349 respondents, namely 100 males and 249 females aged 12-21 years who were Tiktok users in Pekanbaru. The sampling technique uses quota samples and sampling uses the provisions of Isaac and Michael's table. Method of data analysis using simple regression test. The results of this study indicate that there is a relationship between loneliness and narcissistic tendencies in adolescent Tiktok users in Pekanbaru, thus the hypothesis in this study is accepted. Abstrak. Media sosial yang paling digemari saat ini ialah Tiktok. Salah satu pengguna Tiktok ialah remaja. Remaja pengguna Tiktok akan cenderung mengunggah foto ataupun video secara berlebihan untuk mendapatkan perhatian dan pujian dari orang lain yang mengarah pada kecenderungan narsistik. Kecenderungan narsistik merupakan rasa cinta dan perhatian yang berlebihan pada diri sendiri. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan narsistik ialah kesepian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesepian terhadap kecenderungan narsistik pada remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 349 responden yakni 100 laki-laki dan 249 perempuan berusia 12-21 tahun merupakan remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel kuota dan penarikan sampel menggunakan tabel Isaac dan Michael. Metode analisa data menggunakan uji regresi sederhana. Hasil dalam penelitian ini menunjukan adanya hubungan kesepian terhadap kecenderungan narsistik pada remaja pengguna Tiktok di Pekanbaru, dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Berselancar di Internet untuk Menghilangkan Rasa Bosan Ketika Melakukan Pembelajaran Daring Fatma Putri Yanti; Itto Nesyia Nasution; Nurul Aiyuda
Jurnal Riset Psikologi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v2i2.1600

Abstract

Abstract. Due to the Covid-19 pandemic, the education system has changed the learning method from face to face to courage. In the learning process, students dare to be connected to the internet. Internet use can be negative in the form of cyberloafing. cyberloafing was the use of the internet by students for non-academic purposes by using agency networks or private networks, non-academic activities carried out in the form of accessing social media, online shopping, playing online games, and other applications. One of the factors that influence cyberloafing is boredom. Boredom was an unpleasant condition, monotonous learning, or a lack of stimulus so that you try to avoid the academic situation. This research uses the correlational quantitative method. The subjects in this study were 227 respondents, 90 women and 137 men were Pekanbaru City students who did bold learning. The sampling technique used was quota sampling. Based on the research conducted, there was a significant relationship between boredom and cyberloafing in students in Pekanbaru City with the accepted hypothesis. Abstrak. Akibat pandemi covid-19 sistem pendidikan mengubah metode pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran daring. Dalam proses pembelajaran daring mahasiswa harus terhubung dengan internet. Penggunaan internet bisa bersifat negatif yaitu berupa cyberloafing. Cyberloafing adalah penggunaan internet yang dilakukan mahasiswa dengan tujuan non-akademik menggunakan jaringan instansi maupun jaringan pribadi, kegiatan non-akademik yang dilakukan berupa mengakses sosial media, belanja online, bermain game online dan aplikasi lainnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi cyberloafing yaitu kebosanan. Kebosanan merupakan suatu kondisi yang tidak meyenangkan, pembelajaran yang monoton, atau kurangnya stimulus sehingga mahasiswa berusaha menghindari situasi akademik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 227 responden yakni 90 perempuan dan 137 laki-laki merupakan mahasiswa Kota Pekanbaru yang melakukan pembelajaran secara daring. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat hubungan yang signifikan antara kebosanan dengan cyberloafing pada mahasiswa di Kota Pekanbaru dengan demikian hipotesis diterima.
School Well Being dengan Academic Buoyancy pada Mahasiswa Bekerja di Pekanbaru Destri Rahayu; Auliya Syaf; Itto Nesyia Nasution
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 11 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v11i1.5673

Abstract

Abstract: Academic buoyancy is a person's ability to successfully overcome academic setbacks and daily challenges in an educational environment. One of the factors that influences academic buoyancy is school well being. School well-being is school prosperity when students can fulfill their basic needs at school. The aim of this research is to determine the relationship between school well being and academic buoyancy among working students in Pekanbaru. This research uses quantitative methods with instruments on the academic buoyancy scale and the school well being scale. The research subjects were 200 students working in Pekanbaru consisting of 75 women and 125 men aged (18 – 42) years. The sampling technique uses non-probability sampling with the quota sampling method. Based on the results of correlation analysis in this study, it shows that there is a positive relationship between school well being and academic buoyancy with sig. 0.000, namely the higher the school well being, the higher the academic buoyancy, and vice versa. The results of the research explain that working students can minimize the occurrence of pressure or stress in studying by increasing academic buoyancy abilities which are supported by the existence of school well being in students working full time or part time. Keywords: Academic Buoyancy, School Well Being, Working Students Abstrak: Academic buoyancy adalah kemampuan seseorang untuk berhasil mengatasi penurunan akademis dan tantangan sehari-hari dalam lingkungan pendidikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi academic buoyancy ialah school well being. School well being merupakan kese jahteraan sekolah ketika siswa dapat memenuhi kebutuhan dasarnya di sekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan school well being dengan academic buoyancy pada mahasiswa bekerja di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen skala academic buoyancy dan skala school well being. Subjek penelitian sebanyak 200 mahasiswa yang bekerja di Pekanbaru yang terdiri dari 75 perempuan dan 125 laki-laki berusia (18 – 42) tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode quota sampling. Berdasarkan hasil analisis korelasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara school well being dengan academic buoyancy dengan nilai sig. 0,000, yaitu semakin tinggi school well being maka semakin tinggi academic buoyancy, begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa mahasiswa bekerja dapat meminimalisir terjadinya tekanan atau stress dalam belajar dengan cara meningkatkan kemampuan academic buoyancy yang didukung dengan adanya school well being pada mahasiswa bekerja secara full time maupun part time. Kata kunci : School Well Being, Academic Buoyancy, Mahasiswa Bekerja
School Well Being dengan Academic Buoyancy pada Mahasiswa Bekerja di Pekanbaru Destri Rahayu; Auliya Syaf; Itto Nesyia Nasution
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 11 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v11i1.5673

Abstract

Abstract: Academic buoyancy is a person's ability to successfully overcome academic setbacks and daily challenges in an educational environment. One of the factors that influences academic buoyancy is school well being. School well-being is school prosperity when students can fulfill their basic needs at school. The aim of this research is to determine the relationship between school well being and academic buoyancy among working students in Pekanbaru. This research uses quantitative methods with instruments on the academic buoyancy scale and the school well being scale. The research subjects were 200 students working in Pekanbaru consisting of 75 women and 125 men aged (18 – 42) years. The sampling technique uses non-probability sampling with the quota sampling method. Based on the results of correlation analysis in this study, it shows that there is a positive relationship between school well being and academic buoyancy with sig. 0.000, namely the higher the school well being, the higher the academic buoyancy, and vice versa. The results of the research explain that working students can minimize the occurrence of pressure or stress in studying by increasing academic buoyancy abilities which are supported by the existence of school well being in students working full time or part time. Keywords: Academic Buoyancy, School Well Being, Working Students Abstrak: Academic buoyancy adalah kemampuan seseorang untuk berhasil mengatasi penurunan akademis dan tantangan sehari-hari dalam lingkungan pendidikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi academic buoyancy ialah school well being. School well being merupakan kese jahteraan sekolah ketika siswa dapat memenuhi kebutuhan dasarnya di sekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan school well being dengan academic buoyancy pada mahasiswa bekerja di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen skala academic buoyancy dan skala school well being. Subjek penelitian sebanyak 200 mahasiswa yang bekerja di Pekanbaru yang terdiri dari 75 perempuan dan 125 laki-laki berusia (18 – 42) tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode quota sampling. Berdasarkan hasil analisis korelasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara school well being dengan academic buoyancy dengan nilai sig. 0,000, yaitu semakin tinggi school well being maka semakin tinggi academic buoyancy, begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa mahasiswa bekerja dapat meminimalisir terjadinya tekanan atau stress dalam belajar dengan cara meningkatkan kemampuan academic buoyancy yang didukung dengan adanya school well being pada mahasiswa bekerja secara full time maupun part time. Kata kunci : School Well Being, Academic Buoyancy, Mahasiswa Bekerja
UPAYA PEMBERDAYAAN PEER GROUP UNTUK MENCEGAH KEGAWAT DARURATAN BULLYING DI PEKANBARU Saniya, Saniya; Febrianita, Yulia; Wulandini, Putri; Nasution, Itto Nesyia; Qomariah, Siti
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5900

Abstract

ABSTRAK Bullying merupakan masalah perilaku yang umumnya terjadi pada remaja, dimana lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman yang menyebabkan stres untuk sebahagian anak akibat dibully oleh teman sekolahnya.. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan remaja. Fokus dari hubungan sebaya adalah bagaimana seseorang dapat diterima dalam suatu pertemanan dengan teman yang memiliki kesamaan dalam usia, latar belakang ataupun nasib. Strategi pencegahan bullying yang dapat dilakukan pada remaja antara lain dengan menyadari dan terampil untuk memulai dan mengajak orang lain dalam melakukan hubungan yang positif, mencegah orang lain berperilaku bullying dan mempunyai koping yang efektif ketika dibully. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan informasi berupa penyuluhan kesehatan terkait bullying kepada remaja serta peran teman sebaya sebagai sosial support ketika terjadinya bullying. Kegiatan ini sudah dilaksanakan di salah satu sekolah menengah atas yang ada di Pekanbaru. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan pre test menggunakan metode focus group discussion (FGD), selanjutnya pemaparan materi dan diakhiri dengan melaksanakan post test. Hasil yang didapatkan pada kegiatan pengabdian ini adalah 96% siswa siswi memahami materi yang disampaikan. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini, siswa siswi dapat mengetahui tentang bullying dan memahami pentingnya peran teman sebaya (peer group) untuk mencegah kegawatdaruratan bullying.   Kata Kunci : Bullying, Peer Group, Remaja ABSTRACTBullying is a behavioral problem that generally occurs in teenagers, where the school environment can provide experiences that cause stress for some children due to being bullied by their school friends. Peer relationships have a strong role in the lives of teenagers. The focus of peer relationships is how a person can be accepted into a friendship with friends who are similar in age, background or destiny. Bullying prevention strategies that can be implemented in adolescents include being aware and skilled in initiating and inviting others to have positive relationships, preventing other people from behaving in bullying ways and having effective coping when being bullied. The aim of this activity is to increase knowledge and information in the form of health education regarding bullying to teenagers as well as the role of peers as social support when bullying occurs. This activity was carried out at one of the high schools in Pekanbaru. This service activity begins with a pre-test using the focus group discussion (FGD) method, then a presentation of the material and ends with carrying out a post-test. The results obtained from this service activity were that 96% of the students understood the material presented. It is hoped that after participating in this service activity, students will be able to know about bullying and understand the importance of the role of peers (peer groups) in preventing bullying emergencies.  Keywords: Bullying, Peer Group, Teenagers