Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Peran Religiositas terhadap Quarter-Life Crisis pada Dewasa Awal Arsita, Dina; Nasution, Itto Nesyia; Putra, Ardian Adi
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 8 No 1 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v8i1.4888

Abstract

The Quarter-life crisis is a crisis in early adulthood, where individuals fear the direction of life, such as careers, find out who they are, relationships, and social life. One of the factors that can affect a quarter-life crisis is religiosity. This study aims to see the relationship between religiosity and quarter-life crisis in early adulthood in Pekanbaru City. This research is correlational quantitative. Subjects in this study were 225 people (64 men and 161 women) in Pekanbaru with an age range of 18-37 years who were taken using purposive sampling technique with the characteristic of early adulthood who are Muslim. Data were collected using two scales, the religiosity scale, and the scale quarter-life crisis. The results in this study indicate a negative relationship between religiosity and quarter-life crisis in early adulthood in Pekanbaru with Sig. of 0.002 and the correlation coefficient of (r) = -0.201 means that high or low religiosity has a correlation with the quarter-life crisis, thus the research hypothesis is accepted.Based on the results of this research, appropriate interventions are needed to increase religiosity so that it can have a positive impact on the quarter-life crisis in early adulthood.
PEER COUNSELING ANTI BULLYING UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL Nasution, Itto Nesyia; Aiyuda, Nurul; Syarif, Khairunnisa; Irmades Aurel, Mieke; Agiel Fachriandi, Dimas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 7 No 2 (2024): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v7i2.4140

Abstract

In recent years, bullying cases have been quite concerning. Bullying or bullying is very threatening to the mental state of children. Bullying is a repetitive negative behavior that is carried out consciously, usually carried out by a person or group of people who have more power than the victim. For this reason, it is important for educational institutions to prepare or design Peer Counseling training for their students to support students' mental quality and minimize bullying problems that arise among school youth. This program was carried out using the TOT (training of trainer) method with a total of 15 peer counselors. The scales used are the empathic listening and Mental Health scales. The implications of this program can be used as a reference and understanding for female students in efforts to prevent and minimize cases of bullying that occur among school students. By conducting peer counseling training and mental health seminars with the theme of bullying at school, students can actively practice what they have learned from the service program in the hope of being able to help the performance of guidance and counseling teachers at school.
School Well Being dengan Academic Buoyancy pada Mahasiswa Bekerja di Pekanbaru Destri Rahayu; Auliya Syaf; Itto Nesyia Nasution
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 11 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v11i1.5673

Abstract

Abstract: Academic buoyancy is a person's ability to successfully overcome academic setbacks and daily challenges in an educational environment. One of the factors that influences academic buoyancy is school well being. School well-being is school prosperity when students can fulfill their basic needs at school. The aim of this research is to determine the relationship between school well being and academic buoyancy among working students in Pekanbaru. This research uses quantitative methods with instruments on the academic buoyancy scale and the school well being scale. The research subjects were 200 students working in Pekanbaru consisting of 75 women and 125 men aged (18 – 42) years. The sampling technique uses non-probability sampling with the quota sampling method. Based on the results of correlation analysis in this study, it shows that there is a positive relationship between school well being and academic buoyancy with sig. 0.000, namely the higher the school well being, the higher the academic buoyancy, and vice versa. The results of the research explain that working students can minimize the occurrence of pressure or stress in studying by increasing academic buoyancy abilities which are supported by the existence of school well being in students working full time or part time. Keywords: Academic Buoyancy, School Well Being, Working Students Abstrak: Academic buoyancy adalah kemampuan seseorang untuk berhasil mengatasi penurunan akademis dan tantangan sehari-hari dalam lingkungan pendidikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi academic buoyancy ialah school well being. School well being merupakan kese jahteraan sekolah ketika siswa dapat memenuhi kebutuhan dasarnya di sekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan school well being dengan academic buoyancy pada mahasiswa bekerja di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen skala academic buoyancy dan skala school well being. Subjek penelitian sebanyak 200 mahasiswa yang bekerja di Pekanbaru yang terdiri dari 75 perempuan dan 125 laki-laki berusia (18 – 42) tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode quota sampling. Berdasarkan hasil analisis korelasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara school well being dengan academic buoyancy dengan nilai sig. 0,000, yaitu semakin tinggi school well being maka semakin tinggi academic buoyancy, begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa mahasiswa bekerja dapat meminimalisir terjadinya tekanan atau stress dalam belajar dengan cara meningkatkan kemampuan academic buoyancy yang didukung dengan adanya school well being pada mahasiswa bekerja secara full time maupun part time. Kata kunci : School Well Being, Academic Buoyancy, Mahasiswa Bekerja
School Well Being dengan Academic Buoyancy pada Mahasiswa Bekerja di Pekanbaru Destri Rahayu; Auliya Syaf; Itto Nesyia Nasution
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 11 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v11i1.5673

Abstract

Abstract: Academic buoyancy is a person's ability to successfully overcome academic setbacks and daily challenges in an educational environment. One of the factors that influences academic buoyancy is school well being. School well-being is school prosperity when students can fulfill their basic needs at school. The aim of this research is to determine the relationship between school well being and academic buoyancy among working students in Pekanbaru. This research uses quantitative methods with instruments on the academic buoyancy scale and the school well being scale. The research subjects were 200 students working in Pekanbaru consisting of 75 women and 125 men aged (18 – 42) years. The sampling technique uses non-probability sampling with the quota sampling method. Based on the results of correlation analysis in this study, it shows that there is a positive relationship between school well being and academic buoyancy with sig. 0.000, namely the higher the school well being, the higher the academic buoyancy, and vice versa. The results of the research explain that working students can minimize the occurrence of pressure or stress in studying by increasing academic buoyancy abilities which are supported by the existence of school well being in students working full time or part time. Keywords: Academic Buoyancy, School Well Being, Working Students Abstrak: Academic buoyancy adalah kemampuan seseorang untuk berhasil mengatasi penurunan akademis dan tantangan sehari-hari dalam lingkungan pendidikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi academic buoyancy ialah school well being. School well being merupakan kese jahteraan sekolah ketika siswa dapat memenuhi kebutuhan dasarnya di sekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan school well being dengan academic buoyancy pada mahasiswa bekerja di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen skala academic buoyancy dan skala school well being. Subjek penelitian sebanyak 200 mahasiswa yang bekerja di Pekanbaru yang terdiri dari 75 perempuan dan 125 laki-laki berusia (18 – 42) tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode quota sampling. Berdasarkan hasil analisis korelasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara school well being dengan academic buoyancy dengan nilai sig. 0,000, yaitu semakin tinggi school well being maka semakin tinggi academic buoyancy, begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa mahasiswa bekerja dapat meminimalisir terjadinya tekanan atau stress dalam belajar dengan cara meningkatkan kemampuan academic buoyancy yang didukung dengan adanya school well being pada mahasiswa bekerja secara full time maupun part time. Kata kunci : School Well Being, Academic Buoyancy, Mahasiswa Bekerja
UPAYA PEMBERDAYAAN PEER GROUP UNTUK MENCEGAH KEGAWAT DARURATAN BULLYING DI PEKANBARU Saniya, Saniya; Febrianita, Yulia; Wulandini, Putri; Nasution, Itto Nesyia; Qomariah, Siti
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5900

Abstract

ABSTRAK Bullying merupakan masalah perilaku yang umumnya terjadi pada remaja, dimana lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman yang menyebabkan stres untuk sebahagian anak akibat dibully oleh teman sekolahnya.. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan remaja. Fokus dari hubungan sebaya adalah bagaimana seseorang dapat diterima dalam suatu pertemanan dengan teman yang memiliki kesamaan dalam usia, latar belakang ataupun nasib. Strategi pencegahan bullying yang dapat dilakukan pada remaja antara lain dengan menyadari dan terampil untuk memulai dan mengajak orang lain dalam melakukan hubungan yang positif, mencegah orang lain berperilaku bullying dan mempunyai koping yang efektif ketika dibully. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan informasi berupa penyuluhan kesehatan terkait bullying kepada remaja serta peran teman sebaya sebagai sosial support ketika terjadinya bullying. Kegiatan ini sudah dilaksanakan di salah satu sekolah menengah atas yang ada di Pekanbaru. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan pre test menggunakan metode focus group discussion (FGD), selanjutnya pemaparan materi dan diakhiri dengan melaksanakan post test. Hasil yang didapatkan pada kegiatan pengabdian ini adalah 96% siswa siswi memahami materi yang disampaikan. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini, siswa siswi dapat mengetahui tentang bullying dan memahami pentingnya peran teman sebaya (peer group) untuk mencegah kegawatdaruratan bullying.   Kata Kunci : Bullying, Peer Group, Remaja ABSTRACTBullying is a behavioral problem that generally occurs in teenagers, where the school environment can provide experiences that cause stress for some children due to being bullied by their school friends. Peer relationships have a strong role in the lives of teenagers. The focus of peer relationships is how a person can be accepted into a friendship with friends who are similar in age, background or destiny. Bullying prevention strategies that can be implemented in adolescents include being aware and skilled in initiating and inviting others to have positive relationships, preventing other people from behaving in bullying ways and having effective coping when being bullied. The aim of this activity is to increase knowledge and information in the form of health education regarding bullying to teenagers as well as the role of peers as social support when bullying occurs. This activity was carried out at one of the high schools in Pekanbaru. This service activity begins with a pre-test using the focus group discussion (FGD) method, then a presentation of the material and ends with carrying out a post-test. The results obtained from this service activity were that 96% of the students understood the material presented. It is hoped that after participating in this service activity, students will be able to know about bullying and understand the importance of the role of peers (peer groups) in preventing bullying emergencies.  Keywords: Bullying, Peer Group, Teenagers
Impact of Attending Prenatal Yoga Classes on Prepartum Maternal Mental Health : A Quasi-Experimental StudyI: Prenatal Yoga Classes on Maternal Mental Health Fitri, Imelda; Herlina, Sara; Nasution, Itto Nesyia; Fridons, Aurelia; Utami, Riski Dwi
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 13. No. 1 January 2025
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v13i1.2581

Abstract

INTRODUCTION Anxiety from the imagination of childbirth pain and fear of childbirth in pregnant mothers. Fear of childbirth has been associated with prolonged labor, childbirth complications that increased postpartum depression. OBJECTIVE : This study aimed to determine the effect of prenatal classes on mental health. METHODS The research design was a quasi-experiment of two groups with pre-test and post-test design. The sample was pregnant women who met the inclusion and exclusion criteria. A total of 106 participants were divided into two groups: intervention, and control group. The research instrument was a questionnaire. The ANOVA test was used to analyze the data. RESULT The average mental health score of the intervention group was higher (84.04) than that of the control group (67.32), with a p-value <0.001. CONCLUSIONS This study concludes that yoga prenatal classes improve positive mental health status Keywords: Pregnant Women; Yoga Prenatal Class; Mental Health INTRODUCTION Anxiety from the imagination of childbirth pain and fear of childbirth in pregnant mothers. Fear of childbirth has been associated with prolonged labor, childbirth complications that increased postpartum depression. OBJECTIVE : This study aimed to determine the effect of prenatal classes on mental health. METHODS The research design was a quasi-experiment of two groups with pre-test and post-test design. The sample was pregnant women who met the inclusion and exclusion criteria. A total of 106 participants were divided into two groups: intervention, and control group. The research instrument was a questionnaire. The ANOVA test was used to analyze the data. RESULT The average mental health score of the intervention group was higher (84.04) than that of the control group (67.32), with a p-value <0.001. CONCLUSIONS This study concludes that yoga prenatal classes improve positive mental health status Keywords: Pregnant Women; Yoga Prenatal Class; Mental Health
Pelatihan Healthy Mind, Body, dan Soul untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Pada Sekolah SMA YLPI Pekanbaru Aiyuda, Nurul; Hartati, Rini; Nasution, Itto Nesyia; Sari, Ratna; Joni, Joni; Putri, Rara Eka
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2308

Abstract

Kesehatan mental, terutama pada remaja akhir-akhir ini menjadi fokus perhatian global yang semakin mendesak dalam dekade terakhir. Kesehatan mental merupakan suatu keadaan kesejahteraan di mana individu menyadari potensinya sendiri, memiliki kemampuan mengatasi tekanan hidup yang normal, bekerja secara produktif, dan mampu berkontribusi pada komunitasnya. Studi longitudinal terbaru menunjukkan bahwa sekitar 20% remaja global mengalami gangguan mental setiap tahunnya, dengan depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku sebagai kondisi yang paling prevalen. Temuan ini menekankan urgensi untuk memahami dan menangani masalah kesehatan mental remaja secara komprehensif dan menjadi salah satu permasalahan yang mendasari terlaksananya pengabdian ini. Pengabdian ini dilaksanakan dalam metode ceramah sebagai pendekatan utama untuk menyampaikan materi pelatihan Healthy Mind, Body, and Soul kepada siswa/siswi SMA YLPI Pekanbaru karena mampu memberikan transfer pengetahuan yang sistematis dan efektif dalam waktu yang relatif singkat. Melalui pengabdian ini, ditemukan bahwa pelatihan Healthy Mind, Body, and Soul memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan mental, fisik, dan spiritual siswa SMA YLPI Pekanbaru. Implikasi dari pelatihan ini diharapkan dapat menjadi pedoman serta pengetahuan baru bagi seluruh pihak sekolah dalam usaha meningkatkan kesadaran dan pehamaman mengenai kesehatan mental.
Pelatihan Peace and Love Untuk Mencegah Perilaku Bullying Pada Remaja Al-Ihsan Bording School Nasution, Itto Nesyia; Aiyuda, Nurul; Hartati, Rini; Paedutu, Goldha Faroliu; Putri, Rara Eka; Nanda, Zuya Leo; Khairani, Bunga; Magdalena, Ade Irma Putri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2275

Abstract

Kasus bullying semakin meningkat dan sangat memperihatinkan. Bullying merupakan persoalan serius yang memberikan dampak negatif bagi anak, diantara masalah yang lebih mungkin diderita anak-anak yang menjadi korban bullying adalah munculnya berbagai masalah kesehatan mental dan fisik. Penting berbagai pihak melakukan sebuah upaya pencegahan dan edukasi kepada para siswa di lingkungan sekolah. Pelatihan ini bertujuan untuk melakukan penyuluhan terkait pengenalan perilaku dan pencegahan terjadinya bullying. Pelatihan ini dilakukan dengan metode seminar dan pelatihan untuk menumbuhkan Peace and Love dan empati kepada siswa/siswi Al-Ihsan Bording School. Melalui pengabdian ini, ditemukan bahwa pelatihan Peace and Love memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pencegahan perilaku bullying siswa/siswi Al-Ihsan Bording School. Implikasi dari pelatihan ini menjadi pedoman serta pemahaman baru bagi seluruh pihak sekolah dalam usaha mencegah dan meminimalisir kasus Bullying.
Peningkatan Adiksi Game Online Akibat Penerapan Pola Asuh Permisif Zulkifli, Zulkifli; Nasution, Itto Nesyia; Aiyuda, Nurul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.790

Abstract

Adiksi game online merupakan perilaku memainkan game online secara berlebihan, melupakan kegiatan lain, sulit mengontrol keiginan bermain game online, serta menyebabkan masalah sosial dan emosional bagi pemainnya. Adiksi pada game dapat terjadi karena kurangnya kontrol dari orang tua yang tergambar dalam pola asuh permisif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh permisif dengan adiksi game online. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan subjek 270 remaja diambil dengan teknik purposive randeom sampling. Pengumpulan data mengguanakan Parental Authority Questionnaire (PAQ) dan Game Addiction Scale (GAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara adiksi game online dan pola asuh permisif dengan koefisien korelasi <0,05. Temuan ini menegaskan bahwa untuk mengurangi tingkat adiksi game online maka perilaku memanjakan dan kurang kontrol dari orang tua dengan pola asuh permisif perlu diganti dengan pengawasan berkala dari orang tua untuk mengikuti kegiatan anak dalam bermain game online.
Proactive Personality, Career Ad Pengaruh Kepribadian Proaktif terhadap Adaptabilitas Karir pada Generasi Z Fitria, Nengsi; Nasution, Itto Nesyia; Syaf, Auliya
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2169

Abstract

Adaptabilitas karir adalah kemampuan dan kesiapan psikososial individu dalam mencapai perubahan dalam pekerjaan serta tugas dalam pengembangan karir yang yang mengarah kepada pekerjaan atau tugas-tugas karir. Kepribadian proaktif merupakan dorongan dari individu atau inisiatif untuk merubah, menyelesaikan, memperbaiki keadaan, dan berupaya memanfaatkan peluang bagi individu agar dapat menciptakan lingkungan kerja serta untuk mencapai hasil di masa depan. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh kepribadian proaktif terhadap adaptabilitas karir pada generasi Z. Subjek pada penelitian ini berjumlah 403 generasi Z (SMK 113 siswa, SMA 118 siswa, Perguruan Tinggi 173 mahasiswa) dan (122 laki-laki dan 281 perempuan). Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportioned stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui skala kepribadian proaktif yang berisi 17 aitem dan skala adaptabilitas karir yang berisi 19 aitem. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik koefisien regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai korelasi antara kepribadian proaktif dengan adaptabilitas karir sebesar (p = 0,001, r = 0,806). Hasil ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepribadian proaktif terhadap adaptabilitas karir pada generasi Z. Kepribadian proaktif meningkatkan adaptabilitas karir Generasi Z, mendukung pengembangan program pelatihan, rekrutmen, dan model adaptabilitas karir.