Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan Pembukuan Sederhana Untuk Meningkatkan Kinerja Keuangan Pelaku Usaha Di Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto Rina Fariana; Fauziyah; Teguh Purwanto; Bayu Adi
Ekobis Abdimas Vol 1 No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.1.1.2339

Abstract

Salah satu penggerak utama laju perekonomian desa adalah adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikelola sepenuhnya oleh mayarakat desa. Desa Kebotunggul memiliki beberapa potensi yang dapat dikembangkan dan dikellola sehingga bermanfaat bagi penduduk masyarakat desa. Adapun potensi Desa Kebontunggul meliputi peternakan unggas, perikanan lele, industri mebel, industri rumah tagga (keripik tortila, jamur dan jamu) dan wisata edukasi. Banyaknya potensi yang terdapat di Desa Kebontunggul terutama sebagai desa wisata sebaiknya diiringi dengan pengelolaan yang baik sehingga bisa memberikan nilai manfaat yang lebih khususnya bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pengelolaan dan pembinaan tersebut dapat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah mengenai manajemen pengelolaan keuangan pelaku usaha dan BUMDes. Sumber daya manusia pengelola BUMDes Desa Kebontunggul sebagai penggerak perekonomian desa sangat kurang memadai, hal ini dibuktikan dengan kurangnya kegiatan administrasi yang dilakukan oleh BUMDes Desa Kebontunggul seperti pembuatan dokumen, pengarsipan, pembukuan keuangan dan penggunaan alat elektronik seperti komputer termasuk dalam melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha di desa. Hal ini menyebabkan pelaporan BUMDes tidak bisa menghasilan laporan secara benar yang diikuti oleh pelaku usaha yang ada di desa. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu adanya pelatihan pembukuan sederhana sebagai upaya peningkatan kinerja keuangan BUMDes pelaku usaha. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu mitra telah mampu melakukan pembukuan sederhana, menentukan HPP yang sesuai dan sampai penyusunan laporan keuangan dengan baik dan rutin sehingga mitra bisa menjadi desa percontohan
Peningkatan Kualitas SDM Dalam Mendukung Pengembangan Desa Wisata Banjarsari Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik Noerchoidah; Evita Purnaningrum; Rina Fariana; Subakir
Ekobis Abdimas Vol 1 No 2 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.1.2.3028

Abstract

Mengembangkan sektor pariwisata merupakan salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor pariwisata memiliki peran cukup besar dalam peningkatan pendapatan nasional, memberikan kesempatan bekerja, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong produk daerah dikenal secara internasional. Pengembangan wisata tidak hanya di perkotaan namun bisa dilakukan di wilayah obyek tujuan wisata. Desa wisata merupakan salah satu wisata alternatif dalam sektor pariwisata. Desa Banjarsari Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik memiliki potensi sebagai desa wisata. Permasalahan yang dihadapi dalam usaha pengembangan sebagai desa wisata belum tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas seperti: ketrampilan, kemampuan, dan pengetahuan yang berkaitan dengan desa wisata belum dimiliki. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Banjarsari Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik sebagai desa wisata dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan tentang kualitas pelayanan kepada wisatawan (seperti: penyediaan sarana dan prasarana, meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang baik), pelatihan kuliner (seperti: pembuatan pudak dan bandeng) serta pembuatan website. Kegiatan pelatihan dan penyuluhan mendapatkan respon positif dari masyarakat untuk berkembangnya desa wisata. Kata kunci: Kualitas sumber daya manusia, desa wisata, penyuluhan, pelatihan
Sosial Media Sebagai Alternatif Pemasaran Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Slempit Kecamatan Kedamean Gresik Jawa Timur Edy Sulistiyawan; Fauziyah; Subakir; Rina Fariana; Sutama Wisnu Dyatmika
Ekobis Abdimas Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.2.1.3912

Abstract

Program PPM yang dilakukan oleh tim dosen beserta mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Desa Slempit dalam mengoptimalkan pemasaran secara online yang ada sehingga pelaku UMKM mampu bertahan bahkan dapat meningkatkan pendapatan dengan melakukan pemasaran secara online selama masa pandemi Covid-19. Program PPM diawali di masa pandemi dalam situasi pendapatan UMKM di Desa Slempit Kabupaten Gresik Jawa Timur mengalami penurunan, sistem pemasaran yang digunakan masih konvensional dan manual. Metode pelaksanaan Program PPM dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: penyuluhan, pendampingan, dan evaluasi pelaksanaan. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan di masa pandemik yaitu: 1). Memperkuat strategi pemasaran melalui konten social media; 2). Membuat konsep foto produk dan kemasan makanan yang sesuai; 3). ‘Share’ konten beberapa kali. Sosial Media yang dipergunakan dalam pemasaran secara online adalah Youtube, Facebook, Instagram, WhatsApp dan Twitter.
Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM Kedai Reny (Komunitas Penyandang Disabilitas Naeema Trenggalek) Rina Fariana; Siti Samsiyah; Ferry Hariawan; Bisma Arianto; Yuni Sukamdani
Ekobis Abdimas Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.2.2.4859

Abstract

Saat ini tidaklah sulit untuk melakukan penyusuan laporan keuangan yang baik dan benar. Banyak aplikasi yang menyediakan kemudahan bagi pelaku usaha untuk meyusun laporan keuangan. Pencatatan secara digital saat ini sudah mulai menggantikan pencatatan secara manual. Kemudahan dan kesederhaan dalam pemakaiannya sangat membantu pelaku usaha untuk menyusun laporan keuangan dan menghindari terjadinya kesalahan pencatatan. Pelaku usaha dapat mengatur keuangan dengan cepat, cermat dan tetap akurat. Kedai Reny merupakan salah satu UMKM catering Yayasan Naeema yang berada di Jalan Tapan RT 14 RW 03 Desa Kerjo Kecamatan Karangan. Usaha catering ini tidak hanya menjual makanan tetapi juga minuman. Kendala yang dialami Kedai Reny yaitu masih manualnya pencatatan laporan keuangan sehingga Kedai Reny terkadang mengalami kesulitan dalam pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas nya terutama ketika kedai lagi ramai. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran usahanya juga dilakukan ala kadarnya, sehingga banyak pengeluaran yang tidak tercatat meskipun nilai nya kecil. Metode pelaksaan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui 4 tahapan, yaitu pelatihan, praktik, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu pengelola Kedai Reny telah mampu mengaplikasikan penggunaan aplikasi keuangan untuk android diantaranya buku warung. Pengguaan aplikasi buku warung membantu pengelola kedai mencatat transaksi menjadi lebih mudah, cepat, tepat dan teratur. Kelalaian dalam terlambat mencatat atau lupa mencatat pengeluaran atau pemasukan dapat diminimalisir. Penggunaan aplikasi keuangan selaian memudahkan dalam pencatatan transksi juga memudahkan pengelola kedai untuk mengetahui laba atau rugi kedai secara real time. Manfaat lain yang dirasakan oleh pengelola kedai yaitu dalam pencatatan persediaan kedai. Mereka menjadi mengetahui trend penjualannya. Melalui evaluasi penjualan yang ada di aplikasi, pengelola keuangan menjadi mengetahui saat kapan penjualan meningkat dan menurun. Pengelolaan persediaan menjadi lebih mudah, mereka tidak lagi kekurangan stock persediaan bahan maupun tidak ada lagi bahan makanan yang menjadi basi dengan adanya fitur informasi atau peringatan stok yang menipis.
Transformasi Praktik Bisnis UMKM Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman - Sidoarjo Noer Choidah; Aji Prasetyo; Rina Fariana; Siti Samsiyah
Ekobis Abdimas Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak pada situasi yang tidak menguntungkan bagi UMKM. Banyak UMKM sulit bertahan hidup. UMKM harus mampu dengan cepat menyesuaikan strategi bisnisnya dengan transformasi bisnis. Permasalahan yang dihadapi UMKM Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman – Sidoarjo masih banyak pelaku UMKM dalam memasarkan produknya menggunakan strategi pemasaran konvensional, sedangkan yang menggunakan pemasaran secara online (Instragram, Facebook, dan whatsapp) masih terbatas dan belum menunjukkan hasil penjualan yang signifikan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk memberikan solusi berupa sosialisasi bagi pelaku UMKM pemasaran digital dan memberikan pelatihan dan pendampingan penerapan bisnis online. Program pengabdian kepada masyarakat mendapat respon positif dari pelaku UMKM, Karang Taruna, dan warga setempat. Hasil program yang telah dilaksanakan menunjukkan peningkatan pengetahuan pemasaran digital dan kemandirian pelaku UMKM untuk memasarkan produknya melalui marketplace di Shopee.
Peningkatan Kompetensi UMKM Dalam Pengembangan Usaha Berbasis Business Plan Bagi UMKM Desa Morowudi Kecamatan Cerme Gresik Rina Fariana; Bisma Arianto; Tony Susilo Wibowo; Sugijanto; R. Bambang D.W
Ekobis Abdimas Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.3.2.6693

Abstract

Situasi ekonomi yang tidak menentu saat ini, membuat bisnis banyak yang tidak berhasil untuk bertahan. Belajar dari kasus pandemi covid 19, maka dalam memulai suatu usaha perlu persiapan yang matang. Pelaku usaha diharuskan untuk membuat perencaan yang matang, supaya bisnis mereka mampu bertahan disegala situasi. Begitu juga untuk UMKM sudah saat nya untuk dikelola secara profesional, supaya peningkatan UMKM tidak cepat menurun karena kegagalan dari pelaku usaha dalam melakukan pengelolaan. Di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik sebagian besar warganya bekerja dalam bidang pertanian dan perkebunan. Kebanyakan dari mereka menjual hasil tani dan perkebunan tidak langsung kepada konsumen. Mereka mengalami kesulitan untuk memulai suatu usaha yang dapat menjual hasil tani dan perkebunan langsung pada konsumen. Hanya beberapa warga saja yang mampu menjalakan usaha atau bisnis dan memasarkan produk mereka langsung kepada konsumen. Bagi pelaku UMKM inipun masih belum bisa berkembang sebagaimana mestinya. Maka dari itu tim PPM FEB Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memberikan pembekalan mengenai materi pentingnya perencanaan bisnis bagi UMKM. Tujuan dari kegiatan ini yaitu membuka pikiran peserta akan pentingnya pengelolaan UMKM dan membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya dengan cara melakukan perencanaan bisnis yang benar. Pada kegiatan PPM ini pelaku UMKM diberikan pembekalan bagaimana melakukan perencanaan bisnis yang benar. Hasilnya pelaku UMKM di lingkungan Sepanjang merasa sangat terbantu, karena setelah kegiatan PPM berjalan mereka dapat menyusun suatu perencanaan bisnis dan penyusunan perencanaan strategis untuk masa yang akan datang.
Pelatihan Pajak UMKM Sebagai Sarana Peningkatan Kepatuhan Pajak Rina Fariana; Edy Sulistiyawan; Moch. Munir Rachman; Yuni Sukandani
Ekobis Abdimas Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM merupakan penyokong terbesar dalam penerimaan negara. UMKM yang terus berkembang, artinya juga akan terus meningkatkan perekonomian negara dari sisi penerimaan pajak. Namun penerimaan negara ini menjadi tidak maksimal jika penerimaan pajak tidak maksimal. Penyebab tidak maksimalnya penerimaan pajak karena ketidaktahuan mayarakat akan perpajakan atau kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Seperti halnya di lingkungan Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo sudah banyak warganya yang bekerja di bidang pengelolaan UMKM. Pada saat tim PPM FEB Universitas PGRI Adi Buana Surabaya melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo ditemukan banyak pelaku UMKM yang masih belum paham mengenai kewajibannya untuk membayar pajak. Mereka merasa tidak paham atau takut salah sehingga kewajiban mereka untuk membayar pajak jadi terabaikan. Maka dari itu tim PPM FEB Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memberikan pembekalan mengenai materi pelatihan pajak UMKM. Tujuan dari kegiatan ini yaitu membuka pikiran peserta akan pentingnya membayar pajak sebagai upaya ikut serta dalam pembangunan ekonomi negara dan menghindari sanksi pajak maupun pajak berganda. Hasil kegiatan ini yaitu setelah dilakukan pembekalan oleh Tim PPM FEB Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, pelaku UMKM di lingkungan Kelurahan Taman menjadi paham pentingnya pembayaran pajak. Pelaku UMKM di lingkungan Taman mampu mengimplementasikan penghitungan tarif dan pembayaran pajak. Mereka juga paham bahwa diperlukannya surat keterangan bagi mereka yang menjual barang kepada pihak ketiga.
Penerapan Strategi Pemasaran Secara Digital bagi UMKM Desa Wage Kecamatan Taman Sidoarjo Rina Fariana; Yuni Sukandani; Tri Ariprabowo; Sugijanto
Ekobis Abdimas Vol 4 No 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.4.2.8553

Abstract

Indonesia memiliki banyak pelaku UMKM dengan potensi pasar yang besar baik dalam negeri maupun internasional. Namun, masalah yang sering dialami oleh pelaku UMKM adalah terkait dengan pemasaran produk. Banyak pelaku UMKM yang kesulitan dalam menyampaikan produk mereka ke pasar yang tepat. Perlu pemasaran secara digital untuk mengatasi permasalahan jangkauan pemasaran yang masih terbatas. Dalam mengaplikasikan strategi pemasaran secara digital, UMKM perlu belajar dan merencanakan dengan matang. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperluas pasar produk mereka secara efektif dan efisien. Dengan mengaplikasikan strategi pemasaran secara digital, pelaku UMKM akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti membuka peluang pasar baru, biaya pemasaran yang lebih terjangkau, serta meningkatkan brand awareness. Oleh karena itu, sangat penting bagi pelaku UMKM untuk belajar dan merencanakan dengan matang dalam mengaplikasikan strategi pemasaran secara digital agar dapat memperluas pasar produk mereka secara efektif dan efisien. Perkembangan UMKM di Desa Wage Sidoarjo tergolong cukup pesat, terutama pada sektor kuliner dan kerajinan tangan. Namun demikian, masih diperlukan pengembangan lebih lanjut dalam hal ketersediaan infrastruktur teknologi yang memadai dan pemberdayaan SDM agar pelaku UMKM dapat mengoptimalkan pemasaran mereka. Pemasaran pelaku UMKM di Desa Wage sebagian besar hanya terbatas untuk masyarakat sekitar, sehingga hasil penjualan mereka masih belum bisa dibilang maksimal. Maka dari itu tim PPM FEB Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memberikan pembekalan mengenai materi pentingnya pemasaran digital bagi UMKM. Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan penjualan UMKM dengan memanfaatkan pemasaran secara digital sehingga produk UMKM Desa Wage lebih dikenal masyarakat luas dan pemasarannya menjadi lebih tepat sasaran. Pada kegiatan PPM ini pelaku UMKM diberikan pembekalan bagaimana langkah-langkah melakukan pemasaran digital yang benar. Hasilnya pelaku UMKM di Desa Wage merasa sangat terbantu, karena setelah kegiatan PPM berjalan mereka dapat membuat konten yang menarik dan mengembangkan pemasaran secara digital serta meningkatkan penjualan mereka.
Analisis Penyajian Laporan Laba Rugi, Pengakuan Pendapatan dan Beban UMKM Berdasarkan SAK EMKM (Studi Kasus Pada Kedai Hobi Kopi Ambulu Jember) Susanti, Indria Yuli; Fariana, Rina; Setiawan, M. Erik
ACCOUNT (Journal of Accounting and Finance) Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/account.v2i1.1696

Abstract

  Micro, small and medium enterprises (MSME) are currently developing very rapidly in Indonesia. MSME are required to prepare financial reports on their businesses periodically. MSME Accounting and Financial Standard for Micro, Small and Medium Entities were prepared by the Indonesian Institute of Accountants to provide standards for MSME financial reports. The aim of this research is to find out whether the preparation of Hobi Kopi Shop  profit and loss report is in accordance with  MSME Accounting and Financial Standard and whether the presentation and recognition of income and expenses is in accordance with generally accepted accounting principles. The results of the research show that  Hobi Kopi Shop has not prepared financial reports in accordance with MSME Accounting and Financial Standard. The presentation and recognition of income at  Hobi Kopi Shop is in accordance with accounting standards, however expenses are still not in accordance with generally accepted accounting standards.   Keywords: MSME Accounting and Financial Standard, presentation of profit and loss statements, income                     recognition, expense recognition  
Penyusunan Laporan Keuangan Dan Analisis Kesehatan Usaha Pada UMKM Kelurahan Sepanjang Kecamatan Taman Sidoarjo Rina Fariana; Didik Subijantoro; Tony Susilo Wibowo; Tri Ariprabowo; Martha Suhardiyah
Ekobis Abdimas Vol 5 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.5.1.9368

Abstract

UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, menyumbang sebagian besar dari PDB negara dan menciptakan lapangan kerja yang banyak. Namun, UMKM juga menghadapi berbagai tantangan, seperti akses terbatas terhadap modal, teknologi, dan pasar, serta kurangnya kemampuan manajerial dan akses terhadap informasi yang diperlukan untuk berkembang. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung dan mendorong pertumbuhan UMKM, termasuk dengan memberikan bantuan dalam hal pembiayaan, pelatihan, dan pengembangan pasar. Keadaan UMKM di Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman Sidoarjo memiliki beragam kondisi. UMKM di daerah tersebut memiliki potensi yang cukup besar dalam berbagai sektor. Seperti halnya kebanyakan UMKM di daerah lainnya, tantangan bagi pelaku UMKM Kelurahan Sepanjang terkait akses terhadap pasar dan teknologi, serta permodalan yang terbatas. Penting bagi pemerintah setempat dan pihak terkait untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada UMKM di Kelurahan Sepanjang agar dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian daerah. Tim PPM FEB Universitas PGRI Adi Buana Surabaya menjawab tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Kelurahan Sepanjang melalui pembekalan mengenai materi penyusunan laporan keuangan dan analisis kesehatan keuangan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu membuka pikiran peserta akan pentingnya penyusunan laporan keuangan dan analisis kesehatan keuangan untuk membantu pemilik usaha UMKM mengidentifikasi masalah keuangan, mengambil keputusan yang tepat, dan merencanakan strategi pengembangan bisnis yang efektif. dan membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya dengan cara melakukan perencanaan bisnis yang benar. Pada kegiatan PPM ini pelaku UMKM diberikan pembekalan yang mendalam mengenai proses penyusunan laporan keuangan serta pentingnya keberadaan dan keakuratan informasi keuangan dalam sebuah entitas bisnis. Hasilnya pelaku UMKM di lingkungan Sepanjang merasa sangat terbantu, karena setelah kegiatan PPM berjalan mereka dapat memahami dengan jelas kondisi keuangan UMKM mereka dan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan berdasarkan data yang akurat.