Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN ADSOBSI, PERTUKARAN ION DAN VARIASI KETINGGIAN MEDIA FILTRASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AIR SUMUR GALI Joko Sutrisno; Muhammad Al Kholif; Pungut Pungut; Arifa Nur Rohma
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2178.968 KB) | DOI: 10.31258/jst.v19.n2.p69-75

Abstract

Air sumur gali yang tidak memenuhi baku mutu diperlukan perlakuan agar memenuhi pesyaratan estetika dan aman digunakan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas air sumur gali menggunakan teknologi adsorbsi bermedia karbon aktif, pertukaran ion dengan manganese greensand dan filtrasi bermedia pasir silika. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji efisiensi dan efektivitas penurunan kadar kesadahan, total padatan terlarut (TDS), Mangan (Mn), dan total coliform pada air sumur gali setelah dilakukan perlakuan. Pengambilan sampel dilakukan selama kurun waktu 2 jam, setiap selang waktu 30 menit. Pengukuran parameter dilakukan pada kolom adsorbsi denan ketinggian media pasir silica 8 cm, 13 cm, 17 cm untuk mengetahui setiap perubahan parameter yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa efisiensi penurunan tertinggi terjadi pada filtrasi pada ketinggian media pasir silica 17 cm yakni: kesadahan 39,37%, TDS 58,58%, Mn 90,27%, dan total coliform 61.88%, sedangkan   perlakuan efektif untuk penurunan parameter kesadahan, TDS, Mn namun kurang efektif untuk parameter total coliform.
APLIKASI MEDIA BATU APUNG PADA BIOFILTER ANAEROBIK UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH POTONG AYAM Rhenny Ratnawati; Muhammad Al Kholif
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2018): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol10.iss1.art1

Abstract

Sistem biofilter anaerobik merupakan salah satu alternatif teknologi yang dapat diaplikasikan untuk menangani limbah cair Rumah Potong Ayam (RPA). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi karakteristik limbah cair RPA dan 2) mengkaji efisiensi penyisihan kadar BOD dan COD dengan sistem biofilter anaerobik menggunakan media batu apung. Penelitian dilaksanakan selama 10 hari dengan adanya variasi volume reaktor yaitu 30 cm x 30 cm x 60 cm, 25 cm x 25 cm x 60 cm, and 20 cm x 20 cm x 60 cm. Penelitian dilaksanakan secara duplo sehingga dibutuhkan 6 buah reaktor yang terbuat dari bahan akrilik. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah nilai suhu, pH, kadar BOD, dan COD limbah cair RPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar BOD dan COD awal limbah RPA berturut-turut mempunyai nilai 1,65 mg/L dan 2,60 mg/L, dimana nilai ini melebihi baku mutu air limbah menurut Peraturan Gubernur Jatim Nomor 72 Tahun 2013 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/ atau Kegiatan Usaha Lainnya. Penyisihan kadar BOD pada limbah cair RPA dengan menggunakan reaktor biofilter anaerobik bermedia batu apung sebesar 94%, sedangkan penyisihan kadar COD mencapai 96%.
PENURUNAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) DAN FOSFAT PADA LIMBAH LAUNDRY DENGAN METODE ADSORPSI Pungut Pungut; Muhammad Al Kholif; Wilda Diah Indah Pratiwi
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol13.iss2.art6

Abstract

The large number of laundry in big cities also results in a lot of environmental pollution produced by these laundry services. Pollution from laundry services contains a lot of contaminants such as Chemical Oxygen Demand (COD), phosphate and so on. This study aims to examine how much the effectiveness of the type of media and the height of the media in removing COD and phosphate levels in laundry wastewater. The method applied is an adsorption system using activated carbon and zeolite media which is arranged in a series of laboratory scale reactors with media heights of 40 cm and 60 cm. The research reactor consisted of 4 reactors containing activated carbon and zeolite media. The results showed that the efficiency of COD levels using activated carbon media in reactor 1 was 72.48%. The highest efficiency for COD levels using zeolite media in reactor 3 is 64.55%. Meanwhile, for the phosphate content with activated carbon media, the reduction efficiency in reactor 2 was 92.09%, while the zeolite media with the highest efficiency was found in reactor 4, which was 96.44%. The media that was most effective in reducing COD levels was activated carbon media, while zeolite media was used to reduce phosphate levels. Moreover the height of the medium that was effective in reducing COD levels was activated carbon with a height of 40 cm, while lowering the levels of phosphate was a zeolite with a height of 60 cm.
Pengaruh Beban Hidrolik pada Biofilter Anaerobik untuk Mengolah Air Limbah Rumah Potong Ayam dengan Menggunakan Persamaan Eckenfelder Muhammad Al Kholif; Sugito Sugito
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 3 (2020): November 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.3.446-454

Abstract

Industri Rumah Potong Ayam (RPA) bergerak dalam fungsi pemotongan ayam hidup dan mengolah menjadi karkas yang siap konsumsi. Industri RPA menghasilkan limbah baik dalam proses itu sendiri serta dalam mencuci peralatan dan fasilitas, hal ini ditandai dengan tingginya konsentrasi zat organik dan padatan tersuspensi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh beban hidrolik pada biofilter anaerobik dengan menggunakan persamaan Eckenfelder berdasarkan variasi konsentrasi air limbah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilakukan dalam skala laboratorium. Variasi beban hidrolik yang digunakan yaitu 0,0015 m3/m2.hari, 0,0022 m3/m2.hari, dan 0,0035 m3/m2.hari. Media yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangbiaknya mikroorganisme adalah media bio ball dan media koral. Penerapan teknologi pengolahan air limbah dengan sistem anaerobik meiliki keunggulan tersendiri bila dibandingkan dengan pengolahan air limbah secara aerobik. Penggunaan nilai konstanta 0,5 diperoleh nilai tertinggi sebesar 1,90 yang terjadi pada reaktor 3 (R3) pada media bio ball dan 0,99 pada media koral. Hal ini menunjukan bahwa penerapan persamaan Eckenfelder pada sistem anaerobik lebih baik dari sistem aerobik. Biofilter anaerobik memberikan efisiensi yang sama pada beban hidrolik yang rendah yaitu sebesar 0,0015 m3/m2.hari. Rata-rata efisiensi penyisihan beban pencemaran BOD5 dan COD mencapai 96 % pada reaktor 1 (R1).AbstractThe chicken slaughterhouse industry is engaged in the function of cutting live chickens and processing them into carcasses that are ready for consumption. The chicken slaughterhouse industry generates waste both in the process itself and in washing equipment and facilities, this is characterized by high concentrations of organic matter and suspended solids. The objective of this study is to examine the effect of hydraulic loads on anaerobic biofilter using the Eckenfelder equation based on variations in wastewater concentration. The method used in this study is an experimental method conducted on a laboratory scale. The hydraulic load is used namely 0,0015 m3/m2.day, 0,0022 m3/m2.day, and 0,0035 m3/m2.day. Media that is used as a growth and cultivation of microorganisms is bio ball media and coral media. The application of wastewater treatment technology with the anaerobic system has its advantages when compared to aerobic wastewater treatment. The use of a constant value of 0,5 obtained the highest value of 1,90 which occurred in reactor 3 (R3) on bio-ball media and 0,99 on coral media. This shows that the application of the Eckenfelder equation to anaerobic systems is better than aerobic systems. Anaerobic biofilter provides the same efficiency at low hydraulic loads in the amount of 0,0015 m3/m2.day. The average removal efficiency of BOD5 and COD pollution load reaches 96% in reactor 1 (R1).
Sintesis Ferrat sebagai Pendegradasi Senyawa Turunan Benzena Dian Majid; Aditya Rio Prabowo; Muhammad Al Kholif; Sugito Sugito
JPSE (Journal of Physical Science and Engineering) Vol 3, No 2 (2018): JPSE (Journal of Physical Science and Engineering)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mensintesis kalium ferrat (K2FeO4) dengan menggunakan berbagai sumber Fe dan diaplikasikan pada pendegradasian senyawa turunan benzene seperti klorobenzena, bromobenzena dan toluene. Pada penelitian ini telah berhasil mensintesis dengan mengunakan 4 sumber Fe yang berbeda diantaranya FeSO4.9H2O, FeCl2.9H2O, Fe(NO3)2.9H2O, dan NaFeO2. Masing masing kristal kalium ferrat hasil sintesis berwarna hitam keunguan. Pada analisa menggunakan spektrofotometer UV-Vis, ferrate memiliki panjang gelombang pada 510nm. Sintesis kalium ferrat menggunakan NaFeO2 memiliki tingkat kemurnian yang paling tinggi. Pada hasil uji degradasi, efisiensi tertinggi didapatkan pada degradasi toluene sebesar 53% hanya dalam 10 menit waktu reaksi. Hal ini menunjukan bahwa kalium ferrat merupakan bahan alternatif yang menjajikan dalam pengolahan air maupun limbah industri. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um024v3i22018p070
PENURUNAN BEBAN PENCEMAR PADA LIMBAH DOMESTIK DENGAN MENGGUNAKAN MOVING BED BIOFILTER REAKTOR (MBBR) Muhammad Al Kholif
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2018): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.321 KB) | DOI: 10.29080/alard.v4i1.365

Abstract

Air limbah domestik umumnya mengandung zat pencemar seperti Biological Oxigen Demand (BOD), Chemical Oxigen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), dan partikel tercampur. Zat pencemar ini biasanya melebihi standar baku mutu.air limbah domestik berdasarkan peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 52 tahun 2014. Teknologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teknologi Moving Bed Biological Reactor (MBBR). Tujuannya yaitu mengkaji kemampuan MBBR bermedia kaldness terhadap penurunan beban pencemar pada limbah cair domestik. Air limbah domestik yang dijadikan sebagai sampel penelitian bersumber dari daerah Gembong RW 5 Surabaya. Penelitian dilakukan selama 7 hari untuk mengetahui seberapa besar efisiensi MBBR dalam menurunkan beban pencemar tersebut. Masa aklimatisasi berlangsung selama 18 hari untuk mencapai kondisi steady state. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode grafik. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam pembacaan hasil analisis. Parameter limbah yang dianalsisi yaitu BOD5, COD dan TSS. Hasil pengamatan awal limbah cair domestik sebelum terolah adalah pada kadar BOD sebesar186,24 mg/L, kadar COD sebesar 352 mg/L dan kadar TSS sebesar 400 mg/L. Dari hasil pengamatan dilapangan diperoleh efisiensi penyisishan BOD5 adalah 83,3%, efisiensi COD sebesar 84,2% dan efisiensi penyisishan TSS sebesar 90%.
Pengaruh Waktu Tinggal dan Media Tanam pada Constructed Wetland untuk Mengolah Air Limbah Industri Tahu Muhammad Al Kholif; Pungut; Sugito; Joko Sutrisno; Winda Sulistyo Dewi
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2020): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.492 KB) | DOI: 10.29080/alard.v5i2.901

Abstract

Tofu industry waste pollution is still a serious problem. The high burden of tofu industrial waste pollutants is still a major problem. besides, the unavailability of the budget for processing and the limitations of a cheap and efficient treatment system are factors supporting the pollution of tofu waste in the environment. This study examines the efficiency of reducing BOD5 and COD treated with constructed wetlands using water jasmine plants (Enchinodorus palaefolius). The system used is the wetland subsurface with continuous flow. The media used include sand and biochar with a residence time of 12 hours 18 hours. Whereas pH, temperature, and flow rate are conditioned as control variables. The greatest efficiency of BOD5 and COD occurs in reactors using biochar media and a residence time of 18 hours with an efficiency of BOD5 of 50.52% and COD of 55.02%.
Penerapan Teknologi Fitoremediasi untuk Menghilangkan Kadar COD dan TSS pada Air Buangan Industri Tahu Muhammad Al Kholif; Ida Istaharoh; Pungut; Joko Sutrisno; Sri Widyastuti
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2021): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v6i2.1177

Abstract

Tofu industrial wastewater is a contributor to environmental pollution. Wastewater contains high levels of COD and TSS. The purpose of this study was to determine the effectiveness of reducing pollutant loads in tofu liquid waste by using the phytoremediation method using water jasmine (Echinodorus Palaefolius). The initial stage of the research was a preliminary test to determine the initial content of the waste. The acclimatization process is carried out by observing the process of plant growth during the research process. To maximize plant growth, dilution is carried out with various concentrations of 25% wastewater with 75% diluting water and 50% wastewater with 50% diluting water. Sampling was carried out every 12 hours for 5 days. The results showed that the highest effectiveness of COD reduction occurred in RFT 25% with a residence time of 12 hours at 39.83%, while for TSS parameters the highest effectiveness was at RFT 25% with a residence time of 12 hours by 69%.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN TEKNOLOGI SUMUR RESAPAN GUNA MENINGKATKAN KETERSEDIAAN AIR TANAH Rhenny Ratnawati; indah nurhayati; Muhammad Al Kholif; Mochammad Shofwan
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 2 No 2 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.243 KB) | DOI: 10.36456/abadimas.v2.i2.a1763

Abstract

The purpose of the KKN-PPM activity is to make people aware of the importance of environmental conservation through groundwater conservation and empowering the people of Kalanganyar Village to build rainwater infiltration wells to help optimize water absorption. The output targets of the products produced in this program are: 1. Establishment of environmental cadres in the division of groundwater conservation as an effort to sustain the program, 2. Establishment of infiltration wells, and 3. Skills in maintaining infiltration wells. The method of implementation carried out is the preparation, debriefing and departure of KKN-PPM students, the development of appropriate technology (TTG), the implementation phase, and the assistance of environmentalcadres in the division of groundwater conservation. Conclusions from the KKN-PPM activities on groundwater conservation using infiltration wells in Kalanganyar Village, Sedati District, Sidoarjo Regency, East Java Province are: 1. The people of Kalanganyar Village have not used rainwater in the rainy season which caused rainwater runoff to flood and have limited water during the dry season, 2. Increasing knowledge of the people of Kalanganyar Village about environmental preservation and groundwater conservation using infiltration wells, 3. KKN-PPM Kalanganyar Village Sedati District Sidoarjo Regency provides a pilot in the form of infiltration wells in Kalanganyar Village to be used as a pilot for groundwater conservation in the village Kalanganyar.
PEMANFAATAN PARIT DRAINASE SEBAGAI WETLAND UNTUK MENDEGRADASI CEMARAN AIR LIMBAH DOMESTIK Pungut Asmoro; Muhammad Al Kholif
WAKTU Vol 14 No 1 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i1.99

Abstract

Area suatu komplek atau suatu kawasan hunian, pada umumnya memiliki sistem pematusan yang telah sistematis. Sistem pematusan tersebut biasanya diwujudkan dalam suatu jaringan sistem saluran terbuka yang berbentuk selokan. Selokan berfungsi untuk menjadi kumpulan timbulan drainase dari sumber-sumber timbulan, baik oleh limpasan hujan maupun limbah domestik yang selanjutnya disalurkan ke saluran confeyor. Jika hanya sekedar menampung dan menyalurkan limpasan hujan, maka saluran tersebut pasti sudah dirancang sedemikian baik,  namun jika dialiri oleh limbah domestik menuju ke badan air umum, maka sesungguhnya saluran drainase tersebut dapat didayagunakan sebagai pengolah cemaran limbah cair domestik dengan menambahkan konstruksi wetland yang berbentuk rawa buatan memanjang pada dasar bangunan drainase sepanjang yang dibutuhkan. Disekitar kampus universitas PGRI Adi Buana Surabaya di DukuhMenanggal Surabaya drainase utamanya berada pada sisi luar area lahanya. Oleh karenanya menampung seluruh limbah cair yang dikeluarkan oleh pengguna kampus tersebut. Sebelum limbah cair meninggalkan area kampus untuk selanjutnya masuk di badan air drainase perkotaan, maka pada dasar parit drainase tersebut diperlakukan bangunan wetland untuk mengolah limbah domestik. Hasil perlakuan terhadap limbah cair yang dilewatkan wetland pada aliran drainase tersebut mampu menurunkan kandungan cemaran limbah cair untuk parameter BOD dengan efisiensi  52,33%, parameter COD dengan efisiensi 57,88%, dan parameter Detergen dengan efisiensi 72,50%.