Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN PARIT DRAINASE SEBAGAI WETLAND UNTUK MENDEGRADASI CEMARAN AIR LIMBAH DOMESTIK Pungut Asmoro; Muhammad Al Kholif
WAKTU Vol 14 No 1 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i1.99

Abstract

Area suatu komplek atau suatu kawasan hunian, pada umumnya memiliki sistem pematusan yang telah sistematis. Sistem pematusan tersebut biasanya diwujudkan dalam suatu jaringan sistem saluran terbuka yang berbentuk selokan. Selokan berfungsi untuk menjadi kumpulan timbulan drainase dari sumber-sumber timbulan, baik oleh limpasan hujan maupun limbah domestik yang selanjutnya disalurkan ke saluran confeyor. Jika hanya sekedar menampung dan menyalurkan limpasan hujan, maka saluran tersebut pasti sudah dirancang sedemikian baik,  namun jika dialiri oleh limbah domestik menuju ke badan air umum, maka sesungguhnya saluran drainase tersebut dapat didayagunakan sebagai pengolah cemaran limbah cair domestik dengan menambahkan konstruksi wetland yang berbentuk rawa buatan memanjang pada dasar bangunan drainase sepanjang yang dibutuhkan. Disekitar kampus universitas PGRI Adi Buana Surabaya di DukuhMenanggal Surabaya drainase utamanya berada pada sisi luar area lahanya. Oleh karenanya menampung seluruh limbah cair yang dikeluarkan oleh pengguna kampus tersebut. Sebelum limbah cair meninggalkan area kampus untuk selanjutnya masuk di badan air drainase perkotaan, maka pada dasar parit drainase tersebut diperlakukan bangunan wetland untuk mengolah limbah domestik. Hasil perlakuan terhadap limbah cair yang dilewatkan wetland pada aliran drainase tersebut mampu menurunkan kandungan cemaran limbah cair untuk parameter BOD dengan efisiensi  52,33%, parameter COD dengan efisiensi 57,88%, dan parameter Detergen dengan efisiensi 72,50%.
PENERAPAN PRODUKSI BERSIH SEBAGAI STRATEGI PENGHEMATAN PENGGUNAAN AIR BERSIH DI PUSKESMAS PUCANG SEWU SURABAYA Muhammad Al Kholif; Pungut Asmoro
WAKTU Vol 14 No 2 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i2.136

Abstract

Puskesmas Pucang Sewu merupakan puskesmas perawatan. Observasi awal yang telah dilakukan pada Puskesmas yaitu mengamati kondisi dari masing-masing unit terkait dengan penggunaan kebutuhan air bersih. Kebutuhan air bersih akan berpengaruh terhadap volume limbah yang dihasilkan. Semakin besar kebutuhan air bersihnya, maka semakin banyak limbah cair yang dihasilkan. Produksi bersih merupakan sebuah strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif atau pencegahan dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan mengurangi risiko terhadap manusia dan lingkungan. Masalah dari penelitian ini adalah berapa besar efisiensi penggunaan air bersih pada unit-unit yang ada di Puskesmas Pucang Sewu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode survey lapangan dengan menganalisis seluruh kebutuhan air bersih pada seluruh aktivitas di Puskesmas Pucang Sewu dan analisis sampel inlet dan outlet air limbah puskesmas. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa jumlah kebutuhan air bersih secara keseluruhan yang ada pada Puskesmas Pucang Sewu terbilang cukup besar yaitu mencapai 4,48 m3 /hari. Hal ini jelas melampaui jumlah kebutuhan air bersih untuk sektor puskesmas yang hanya mencapai 2 m3 /hari. Kapasitas limbah cair yang dihasilkan cukup besar yaitu sebesar 3,58 m3 /hari. Parameter limbah cair yang dianalisis masih memenuhi baku mutu limbah cair yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur no 72 tahun 2013 terutama parameter BOD dan COD.
PENGARUH BEBAN HIDROLIK MEDIA DALAM MENURUNKAN SENYAWA AMMONIA PADA LIMBAH CAIR RUMAH POTONG AYAM (RPA) Muhammad Al Kholif; Rhenny Ratnawati
WAKTU Vol 15 No 1 (2017): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v15i1.426

Abstract

Limbah rumah potong ayam (RPA) umumnya mengandung zat pencemar seperti Biological Oxygen Deman (BOD), Chemical Oxygen Deman (COD) dan Amonia yang tinggi. Umumnya senyawa pencemar tersebut terbentuk dalam pencernaan lipid. Kandungan ammonia pada limbah rumah potong ayam umumnya melebihi baku mutu yang sudah ditetapkan. Biofilter anaerob merupakan salah satu metode pengolahan limbah cair yang dapat diterapkan untuk mengolah air limbah RPA. Tujuan yang ingin dicapai adalah mengkaji kemampuan beban hidrolik media dalam menurunkan senyawa amonia pada air limbah RPA. Beban hidrolik media yang digunakan terdiri dari tiga variasi yaitu diantaranya 0,006 m3/m2media.hari, 0,009 m3/m2media.hari dan 0,015 m3/m2media.hari. Media yang digunakan dalam penelitian ini yaitu media karbon aktif untuk menurunkan beban pencemar ammonia pada air limbah RPA dengan sistem biofilter anaerob tercelup aliran upflow. Reaktor yang digunakan dalam percobaan ini adalah terdiri dari 3 reaktor dengan ukuran berbeda-beda. Efisiensi penyisihan kandungan amonia disimpulkan bahwa penerapan beban hidrolik media 0,006 m3/m2media.hari mampu menyisihkan senyawa ammonia lebih dari 95%.
PENYISIHAN KADAR AMONIAK PADA LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM CONSTRUCTED WETLAND BIO-RACK Muhammad Al Kholif; Sugito Sugito
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 6, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.883 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v6i1.8235

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efisiensi jenis tanaman dan waktu tinggal dalam menurunkan kandungan amoniak pada air limbah domestik menggunakan Bio-Rack Wetland. Bio-rack merupakan sistem baru dalam media pengolahan constructed wetland. Bio-rack wetland dijalankan dengan variasi waktu tinggal selama 15 jam dan 20 jam. Media bio-rack terbuat dari pipa PVC dengan ukuran diameter 22 mm. Tumbuhan yang ditanam pada media bio-rack adalah Typha latifolia dan Phragmites australis. Efisiensi penyisihan suhu, pH, dan amoniak pada reaktor bio-rack wetland dilakukan berdasarkan prosedur laboratorium. Efisiensi sistem bio-rack wetland yang terbaik dalam menyisihkan pencemar amoniak yaitu tanaman Typha latifolia dengan efisiensi penyisihan sebesar 35,2% pada waktu tinggal 20 jam. Sedangkan pada tanaman Phragmites australis mampu menyisihkan kadar amoniak sebesar 28,4% dengan waktu tinggal 20 jam. Efisiensi penyisihan parameter uji terbukti lebih baik pada bio-rack wetland dengan tanaman Typha latifolia pada waktu tinggal 20 jam. Kata Kunci: Amoniak, Bio-rack Wetland, Phragmites australis, Typha latifolia, Waktu Tinggal. This study aims to assess the efficiency of plant species and residence time in reducing ammonia content in domestic wastewater using Bio-Rack Wetland. Bio-rack is a new system in the constructed wetland processing media. Wetland bio-rack is run with a variation of the residence time of 15 hours and 20 hours. Bio-rack media is made of PVC pipes with a diameter of 22 mm. Plants grown on bio-rack media are Typha latifolia and Phragmites australis. The removal efficiency of temperature, pH, and ammonia in the wetland bio-rack reactor is carried out based on laboratory procedures. The best efficiency of the bio-rack wetland system in removing ammonia pollutants is Typha latifolia plants with a removal efficiency of 35.2% at a residence time of 20 hours. Whereas the Phragmites australis plant can set aside ammonia levels of 28.4% with a residence time of 20 hours. The removal efficiency of the test parameters was proven to be better in the wetland bio-rack with Typha latifolia plants at a residence time of 20 hours. Keywords: Ammonia, Bio-rack Wetland, Phragmites australis, Typha latifolia, the length of time.
PENGGUNAAN BIOFILTER ANAEROB UNTUK MENURUNKAN KADAR PENCEMAR ORGANIK PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Muhammad Al Kholif; Frisyi Alfiah; Sugito Sugito; Pungut Pungut; Joko Sutrisno
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 7, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v7i2.11951

Abstract

Limbah cair industri tahu mengandung zat organik yang tinggi seperti BOD5 dan COD sehingga perlu adanya pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu alternatif pengolahan yaitu menggunakan sistem biofilter anaerob. Penelitian ini bersifat eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar BOD5 dan COD pada limbah cair industri tahu menggunakan sistem biofilter anaerob. Reaktor yang digunakan terdiri dari 2 buah reaktor dan terbuat dari kaca dengan ketebalan 10 mm. Reaktor pertama bervolume 0,081 m3 yang diisi dengan media batu kerikil setinggi 70 cm dan reaktor kedua bervolume 0,059 m3 diisi dengan media bioball rambutan setinggi 45 cm. Limbah cair industri tahu dialirkan ke dalam reaktor biofilter anaerob secara kontinyu dengan arah aliran down flow. Parameter yang diukur yaitu kadar BOD5 dan COD pada inlet maupun outlet reaktor biofilter anaerob. Reaktor 1 bermedia batu kerikil mampu menyisihkan kadar BOD5 dengan penyisihan tertinggi terjadi pada waktu operasi hari ke-4 yaitu sebesar 943,8 mg/L dan penyisihan kadar COD tertinggi pada waktu operasi hari ke-4 yaitu sebesar 1931,2 mg/L. Sedangkan pada reaktor 2 bermedia bioball rambutan mampu menyisihkan kadar BOD5 dengan penyisihan tertinggi terjadi pada waktu operasi hari ke-4 yaitu sebesar 936,7 mg/L dan penyisihan kadar COD tertinggi pada waktu operasi hari ke-4 yaitu sebesar 1856,6 mg/L.  Kata Kunci : batu kerikil, bioball rambutan, biofilter anaerob, limbah tahu.  Tofu industrial liquid waste contains high organic matter such as BOD5 and COD so it needs processing before being discharged into the environment. One of alternative processing is using an anaerobic biofilter system. This study is experimental which aims to determine the decrease of BOD5 and COD levels in tofu wastewater using anaerobic biofilter system. The reactor consist is 2 reactors and is made of glass with a thickness of 10 mm. The first reactor with a volume of 0.081 m3 was filled with 70 cm of gravel media and a second reactor with a volume of 0.059 m3 filled with 45 cm of rambutan bioball media. Tofu industrial liquid waste is flowed into the anaerobic biofilter reactor continuously with down flow direction. Parameters measured were BOD5 and COD levels at the anaerobic biofilter reactor inlet and outlet. The highest removal of BOD5 levels in reactor 1 with gravel media occurred on the 4th day of operation with a allowance of 943.8 mg/L and the highest removal of COD levels at the 4th day of operation was 1931.2 mg/L. Whereas the highest removal of BOD5 levels in reactor 2 with rambutan bioball media occurred on the 4th day of operation with a allowance of 936.7 mg/L and the highest removal of COD levels at the 4th day of operation with a allowance of 1856.6 mg/L. Keywords: anaerobic biofilter, gravel stone, rambutan bioball, tofu waste.
Pengaruh Tekanan Blower pada Proses Pembakaran Sampah Medis Menggunakan Insinerator Statis terhadap Kualitas Abu Pungut Pungut; Muhammad Al Kholif; Audi Arga Perwira Nagariagam Sugianto
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i1.3821

Abstract

Medical waste generated from the activities of hospitals or other health facilities is very dangerous and can cause health problems for humans. One way of processing medical waste is by using an incinerator. This study aims to determine the effect of blower pressure on the medical waste incineration process on the levels of Cadmium (Cd), Chromium VI (Cr⁺⁶), and Lead (Pb) in the ash residue based on the TCLP test. The method applied is to weigh 300 kg of medical waste and then burn it in an incinerator with a blower pressure variation of 10 and 30 mbar at an optimal temperature of 1,200 °C. The results showed that the best TCLP test with a blower pressure of 10 mbar was Cd of 0.411 mg/L in experiment 2, Cr⁺⁶ of 0.143 mg/L in experiment 2, and Pb of 59.4 mg/L in experiment 3. Meanwhile, the results of the best TCLP test in Experiment 3 with a blower pressure of 30 mbar are Cd of 0.34 mg/L, Cr⁺⁶ of 0.098 mg/L, and Pb of 42.2 mg/L. The results showed that the levels of Cd and Cr+6 had met the environmental quality standards, while the Pb levels had not met the required environmental quality standards.
Pengaruh Tanaman Bintang Air (Cyperus Papyrus) Dan Bambu Air (Equisetum Hyemale) Dalam Mengolah Limbah Domestik Muhammad Al Kholif; Syahrul Hidayat; Joko Sutrisno; Suning Suning
Jurnal Serambi Engineering Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v5i1.1596

Abstract

One of the technologies that will be used to overcome the problem of environmental pollution due to the generation of greywater is by applying Constructed Wetlands using aquatic plants. Aquatic plants that will be used in this study are using Bintang Air (Cyperus papyrus) and Bambu Air (Equisetum hyemale) plants. The purpose of this study was to determine the effectiveness of decreasing BOD5 and COD parameters and comparing the ability of each plant to absorb pollutants in greywater. The results showed that the Bintang Air (Cyperus papyrus) plant was able to set aside BOD5 levels of 97.14% while the efficiency of COD levels was 95.43%. At Bambu Air (Equisetum hyemale) it is able to set aside BOD5 levels by 90.34% while efficiency for COD is 89.67%. When viewed from the ability of the two types of plants to absorb pollutants in domestic wastewater, the Bintang Air (Cyperus papyrus) plant is superior in absorbing pollutants than the Bambu Air (Equisetum hyemale) plant.
Pengaruh Elektrokoagulasi pada Penurunan Kadar BOD, COD, dan Amonia untuk Mengolah Limbah Cair Industri Pembekuan Udang (Cold Storage) Sugito Sugito; Muhammad Al Kholif; Yolanda Ayu Ning Tyas; Joko Sutrisno
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v13i1.20691

Abstract

Elektrokoagulasi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif penanganan air limbah pada industri pembekuan udang. Limbah cair pada industri udang berasal dari proses berbahan dasar udang dimana dalam limbah cair tersebut mengandung zat organik yang berbahaya diantaranya mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan sulfur (S). Proses eletrokoagulasi merupakan adaptasi dari proses elektrokimia dan proses koagulasi - flokulasi yang digabungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak plat elektroda, besarnya tegangan dan waktu kontak dalam menurunkan kadar BOD, COD, dan amonia sebelum dan sesudah diolah dengan proses elektrokoagulasi. Variabel penelitian ini menggunakan yaitu variasi tegangan 15, 18, dan 24 volt, variasi waktu proses adalah 90, 120 dan 180 menit dan perbedaan jarak plat elektroda yaitu 2 cm dan 4 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa elektrokoagulasi mampu menurunkan kadar BOD, COD dan amonia pada limbah cold storage dengan hasil terbaik diperoleh pada variabel tegangan 24 volt dan waktu proses 180 menit menggunakan jarak elektroda 2 cm. Variasi besarnya tegangan dan perbedaan waktu proses berpengaruh terhadap penurunan kadar BOD, COD dan amonia sedangkan jarak elektroda berpengaruh pada kecepatan transfer elektron selama proses elektrokoagulasi.
PENGARUH MEDIA FILTER MANGANESEGREENSAND, KARBON AKTIF, PASIR SILIKA DAN KERIKIL DALAM MENURUNKAN KADAR MANGAN, KEKERUHAN DAN BAU PADA AIR SUMUR Muhammad Lutfi Riansyah; Muhammad Al Kholif
WAKTU Vol 19 No 02 (2021): Jurnal WAKTU
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v20i01.5151

Abstract

Air sumur dalam penelitian ini mengandung bahan pencemar atau terkontaminasi dari aktivitas manusia. akan berdampak besar bagi Kesehatan lingkungan maupun sosisal. Kandungan yang terdapat pada air sumur ini memiliki kondisi air yang berbau tidak enak serta berwarna kuning di bak kamar mandi dan menimbulkan bercak kotoran pada pakaian. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan mengkaji efektivitas dalam menurunkan kadar Mangan, Kekeruhan dan Bau pada air sumur, media yang digunakan terdiri dari Manganese greensand, karbon aktif, pasir silika dan kerikil. Metode dalam penelitian ini reactor yang digunakan terdiri dari 2 buah reactor yang masing-masing reactornya berbeda. Reactor pertama dengan ketinggian media filter Manganese Greensand 40cm, Karbon Aktif 20cm, Pasir silika 15cm dan Kerikil 15cm, Untuk Reactor kedua dengan memiliki ketinggian media filter Manganese greensand 30cm, Karbon aktif 20cm, pasir silika 25cm dan kerikil 15cm. Filter yang digunakan dalam penelitian ini adalah pipa pvc yang berukurann memiliki ukuran 4 dim serta tinggi 100cm. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan rata rata efektivitas penurunan kadar Mangan dari hari 1-5. Pada filter 1 dan 2 secara berturut-turut sebesar 1.091 mg/L dan 1.779 mg/L. Sedangkan rata rata efektivitas kadar Kekeruhan dari hari 1-5. Pada filter 1 dan 2 secara berurut-urut sebesar 36.07 NTU dan 35.75 NTU. Ketinggian filter yang terbaik dalam menurunkan kadar Mangan, Kekeruhan dan Bau yang terdiri dari media manganesegreensand, Karbon aktif, Pasir silika dan Kerikil terjadi pada filter ke 2.
PEMBUATAN KARBOL ORGANIK SEREH RAMAH LINGKUNGAN DI KELURAHAN DUKUH MENANGGAL KECAMATAN GAYUNGAN KOTA SURABAYA Sri Widyastuti; Rhenny Ratnawati; Indah Nurhayati; Muhammad Al Kholif; Pungut Pungut
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 3, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.212 KB) | DOI: 10.25105/juara.v3i2.13886

Abstract

The Residents of Dukuh Menanggal Village have planted family medicinal plants, including lemongrass. But people do not understand the use of lemongrass plants into environmentally friendly organic carbolic acid. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to optimally use lemongrass as an organic carbolic acid in order to increase economic value and make people aware of the importance of disinfectants during a pandemic condition like the current one. The method used to achieve the objectives of this activity is community empowerment regarding the use of yard land for family medicine gardens and empowerment of optimal land use to preserve the environment and prevent environmental pollution and climate change. The implementation of the PkM program includes: site surveys, preparation of facilities and infrastructure, coordination with the sub-district government, procurement of tools and materials, counseling and training, monitoring and evaluation. The target group is PKK women. The results obtained before the community service activities were that the residents did not know how to make carbolic acid as much as 57.1 and did not know the function of carbolic acid as a natural disinfectant as many as 71.4. While the results obtained after the service was carried out, residents knew how to make carbolic acid as much as 71.4 and knew the function of carbolic lemongrass as much as 80.9. The response from residents regarding this service is very good. Residents of Dukuh Menanggal Village, Gayungan District, Surabaya have started to feel the results of environmentally friendly organic carbolic products that can be used daily.