Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kesiapan RSUD Dr. H. Moch Anshari Shaleh Banjarmasin Menghadapi Regulasi PP No 47 2021 Tentang Implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) JKN di Tahun 2022 Azura Arisa; Sri Purwanti; Rima Diaty
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.451

Abstract

Kebutuhan dasar manusia diperoleh masyarakat melalui pemanfaatan pemeliharaan kesehatan termaktub di UU No 24 tahun 2004. Orang sakit membutuhkan rawat inap di RS sesuai kelas rawat inap standar roadmap JKN tentang kesamaan dan pemerataan paket layanan medis dan nonmedis bagi peserta JKN di rumah sakit dari tahun 2012-2019, namun fakta di lapangan belum dilaksanakan secara optimal. Rancangan PP Nomor 47 Tahun 2021 tentang Peraturan KRIS JKN akan disahkan 1 Januari 2023. Hasil Self Assessment RSUD 78% RS masih menyesuaikan pelaksanaan implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan RSUD dr. Moch Anshari Saleh Banjarmasin di tahun 2022 dalam merealisasikan KRIS JKN. Metode penelitian menggunakan metode penelitian gabungan (mixed methods) dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Kepala seksi sarana dan prasarana sebagai informan utama, dan informasn triangualasi ialah kepala BPJS serta kepala ruangan instalasi rawat inap RS yang memahami 12 kriteria KRIS JKN. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis univariat, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui hasil wawancara dan observasional berdasarkan pengumpulan, reduksi, dan display data serta verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan 85% RS telah mempersiapkan 12 kriteria KRIS JKN, kesimpulan wawancara pihak RS menyambut baik kebijakan baru ini, dalam pelaksanaannya RS tidak mengalami kendala yang cukup sulit hanya membutuhkan waktu 1-2 tahun lagi untuk merealisasikan. Pihak RS mengharapkan pemerintah dapat melakukan harmonisasi regulasi sebelum kebijakan implementasi KRIS dilaksanakan dimasyarakat. ABSTRAK   Kebutuhan dasar manusia diperoleh masyarakat melalui pemanfaatan pemeliharaan kesehatan termaktub di UU No 24 2004. Orang sakit membutuhkan rawat inap di RS sesuai kelas rawat inap standar roadmap JKN tentang kesamaan dan pemerataan paket layanan medis dan nonmedis bagi peserta JKN di rumah sakit dari tahun 2012-2019, namun fakta di lapangan belum dilaksanakan secara optimal. Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Peraturan KRIS RS (PP Nomor 47 Tahun 2021) akan disahkan 1 Januari 2023. Hasil Self Assessment RSUD 78% RS masih menyesuaikan pelaksanaan implementasi. Penelitian bagaimana kesiapan RSUD dr. Moch Anshari Saleh Banjarmasin tahun 2022 dalam mengimplementasikan KRIS JKN. Penelitian menggunakan metode campuran dengan strategi sekuensial. Informan utama kepala seksi sarana dan prasarana, dan triangualasi kepala bpjs serta kepala ruangan RS yang memahami 12 kriteria KRIS JKN. Data kuantitatif menggunakan analisis univariat, sedangkan data kualitatif melalui hasil wawancara dan observasional berdasarkan pengumpulan, reduksi, dan display data serta verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil didapatkan 85% RS telah mempersiapkan 12 kriteria KRIS JKN, kesimpulan wawancara pihak RS menyambut baik kebijakan baru ini, dalam pelaksanaannya RS tidak mengalami kendala yang cukup sulit hanya membutuhkan waktu 1-2 tahun lagi untuk merealisasikannya. Pihak RS mengharapkan pemerintah dapat melakukan harmonisasi regulasi sebelum kebijakan implementasi KRIS dilaksanakan dimasyarakat.   Kata kunci: Impelemntasi kebijakan, KRIS JKN, dan Teori Van Meter Van Horn   ABSTRACT   Basic human needs are obtained by the community through the use of health care as stipulated in UU No. 24 2004. Sick people require hospitalization according to the standard inpatient class of the JKN roadmap regarding equality and equity of medical and non-medical service packages for JKN participants in hospitals from 2012-2019, but the facts on the ground have not been implemented optimally. The draft Government Regulation concerning Hospital KRIS Regulations (PP Number 47 of 2021) will be ratified January 1, 2023. 78% of Hospital Self Assessment Results of Hospitals are still adjusting implementation. Research on how prepared RSUD dr. Moch Anshari Saleh Banjarmasin in 2022 in implementing KRIS JKN. Research using mixed methods with a sequential strategy. The main informant is the head of the facilities and infrastructure section, and the triangulation of the head of the BPJS and the head of the hospital room who understands the 12 criteria for JKN KRIS. Quantitative data uses univariate analysis, while qualitative data uses interviews and observational results based on data collection, reduction, and display as well as verification and confirmation of conclusions. The results showed that 85% of hospitals had prepared the 12 KRIS criteria for JKN. The conclusion of the interview was that the hospital welcomed this new policy. In practice, the hospital did not encounter any difficult obstacles, it only took another 1-2 years to make it happen. The hospital expects the government to harmonize regulations before the KRIS implementation policy is implemented in the community.   Keywords: Policy implementation, KRIS, and Van Meter Van Horn Theory.
Penilaian Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Berbasis Aplikasi Wilayah Kerja Puskesmas Pemurus Baru Kota Banjarmasin Tahun 2024 AZURA ARISA; Latifah
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i1.2025.745

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi lengkap tentang penilaian penggunaan system informasi manajemen kesehatan berbasis aplikasi yang berfokus pada metode HOT-FIT (sumber daya manusia, organisasi, dan tekhnologi informasi) di Puskesmas Pemurus Baru Kota Banjarmasin. Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan digunakan di Puskesmas Pemurus Baru dalam pelaporan tenaga kesehatan menggunakan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK), sedangkan dalam pelayanan kesehatan pihak puskesmas secara manual dan belum menggunakan aplikasi BAAPIK yang disediakan oleh pemerintah daerah Kota Banjarmasin. Faktor pendukung keberhasilan penggunaan aplikasi tersebut ialah sarana dan prasarana, tenaga kerja merespon baik, support system dari kepala Puskesmas dengan mengirimkan perwakilan untuk megikuti pelatihan hanya beberapa orang saja, dan tersedianya modul sebagai pedoman pengoperasian aplikasi tersebut. Sedangkan factor penghambat ketidaklengkapan data base sebagai fondasi data awal dalam pengoperasian aplikasi BAAPIK, dan maintenance program yang dilakukan secara berkala sehingga membuat pelaporan data menjadi terlambat dalam proses akses pengiriman.  
IMPLEMENTASI ASPEK MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Diaty, Rima; Arisa, Azura; Ari Lestari, Nur Cahyani; Ngalimun, Ngalimun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.743 KB) | DOI: 10.37304/pandohop.v2i2.5244

Abstract

This study discusses the implementation of aspects of school-based management in counseling guidance services that occur in schools. The results are: school-based management in counseling guidance services is a management model that provides wider autonomy to schools including madrasas to manage school resources and encourage schools to increase the participation of school members and the community to achieve school goals within the framework of national education. The implementation of school-based management in counseling guidance in schools requires the cooperation and participation of school stakeholders. Such stakeholder groups are principals and their representatives, teachers, students, counselors, government representatives and representatives of educational organizations. Thus, the preparation of the BK program in schools requires the cooperation and participation of stakeholders and the preparation of the BK program in its implementation also requires openness.
Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS di RS Militer Banjarmasin (Man & Materials) Nur Indriani Rahayu; Azura Arisa; Muhammad Noor Aditya Pratama; Rosihan Adhani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7334

Abstract

RS Militer di Banjarmasin mengalami pending klaim BPJS Kesehatan rawat inap sebanyak 354 berkas pada bulan September 2024 – Maret 2025, yang berisiko mengganggu arus kas dan operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab pending klaim BPJS Kesehatan rawat inap dengan fokus pada dua faktor utama dari teori 5M, yakni Man dan Materials. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima informan utama sebagai triangulasi yang terdiri dari koder, verifikator, kepala casemix, kepala administrasi kesehatan, dan kepala keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Man meliputi kurangnya ketelitian petugas serta hambatan komunikasi antar unit. Faktor Materials meliputi kesalahan koding seperti kombinasi diagnosis, include-exclude, lama rawat, eksisi, dan gagal data. Kesimpulan penelitian pada faktor Man ditemukan kurang telitinya petugas, keterlambatan admin ruang rawat inap dalam melengkapi dokumen, serta belum optimalnya efektivitas komunikasi antar petugas. Pada faktor Materials ditemukan kesalahan koding seperti diagnosis, include-exclude, serta lama rawat, eksisi dan kegagalan dalam tarik data.
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Farmasi di Rumah Sakit Militer Banjarmasin Melly Nadya; Rima Diaty; M. Aditya Pratama; Azura Arisa
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7339

Abstract

Kepuasan pasien menjadi indikator yang penting untuk menilai pelayanan rumah sakit dan berperan dalam membentuk citra serta kepercayaan masyarakat. Kualitas pelayanan berperan sebagai faktor utama dalam mempengaruhi kepuasan pasien karena mencakup aspek kecepatan, ketepatan, sikap petugas, dan kejelasan informasi. Penelitian ini diselenggarakan dengan tujuan memahami hubungan diantara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Militer Banjarmasin. Kemudian dipergunakan metode kuantitatif melalui cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 responden dipilih mempergunakan purposive sampling melalui berupa kriteria pasien yang sudah menerima pelayanan farmasi dan bersedia menjadi responden. Variabel independen yang dipilih yaitu kualitas pelayanan yang diukur melalui 5 dimensi SERVQUAL, sementara untuk variabel dependen berupa kepuasan pasien yang diukur mempergunakan skala Likert 4 poin. Analisis data dilaksanakan dengan cara univariat dan bivariat melalui uji Chi-Square. Hasil yang didapat memperlihatkan kualitas pelayanan ada dalam kategori baik sejumlah 43%, sedangkan kepuasan pasien terbanyak ada dalam kategori kurang puas sejumlah 46%. Uji Chi-Square menghasilkan p-value=0,017 (p<0,05) dimana menjelaskan adanya hubungan secara signifikan diantara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan diantara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, sehingga peningkatan kualitas pelayanan akan memberi dampak positif untuk kepuasan pasien dan citra rumah sakit.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan Honorer di Puskesmas Kota Banjarmasin Ihnadi, Ahmad Zaky; Arisa, Azura; Pratama, Muhammad Noor Aditya; Barkinah, Tut
Jurnal Ilmiah Fokus Ekonomi, Manajemen, Bisnis & Akuntansi (EMBA) Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : STIE PENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34152/emba.v5i1.1594

Abstract

This study aims to examine and analyze the effect of work motivation and work discipline on the performance of honorary employees. The population in this research consists of all honorary employees at Pekauman Health Center, Teluk Tiram Health Center, Cempaka Health Center, Alalak Selatan Health Center, and Terminal Health Center in Banjarmasin City. The sample used in this study consisted of 59 respondents, selected using a total sampling technique. The data were analyzed using multiple linear regression and the coefficient of determination with SPSS 26. The results showed that partially, work motivation had a positive and significant effect on performance (regression coefficient = 0.408; p = 0.001), while work discipline also had a positive and significant effect on performance (regression coefficient = 0.275; p = 0.013). The adjusted R-square value is 0.323, meaning that work motivation and work discipline contribute 32.3% to performance, while the remaining 63.7% is explained by other variables not examined in this research.
Penerapan Metode Rockport Dalam Tes Kebugaran Jasmani Melalui Aplikasi SIPGAR Pada Usia Produktif Arisa, Azura; Diaty, Rima
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/dedikasi.v19i1.12766

Abstract

The physical fitness of productive individuals is a crucial determinant in preventing the rise in non-communicable diseases (NCDs) caused by sedentary behavior. The use of digital health technologies such as the SIPGAR app, combined with the Rockport Fitness Walking Test, offers a practical approach to measuring aerobic capacity (VO₂max). This community service activity aims to test the effectiveness of the app-based Rockport method in improving fitness while promoting digital health literacy. The implementation method was conducted directly in a green open space, involving 15 participants aged 15–50 years through a basic medical check-up, PAR-Q screening, and a 1.6 km Rockport test. The results showed a significant increase in VO₂max from 28.4 to 32.1 ml/kg/min (p=0.001), indicating improved cardiorespiratory capacity. Furthermore, 67% of participants were able to operate the app independently, reflecting a good level of functional digital literacy. In conclusion, the integration of the Rockport method with the SIPGAR app effectively improves physical fitness while strengthening community independence in continuously monitoring digital health.