Articles
Analisis Pengaruh Jumlah Sudu Turbin Penggerak Microhydro Terhadap Daya Output Yang Dihasilkan Generator Permanen
Nur Syaifudin Assyary;
Achmad Rijanto;
Atika Isnaining Dyah
Majamecha Vol. 4 No. 2 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36815/majamecha.v4i2.1322
Turbin Pelton adalah jenis turbin impuls yang terdiri dari sudu berbentuk dua buah mangkok sebagai awal penerima pancaran air dari nozel dengan memanfaatkan gerak jatuh air (head) yang tinggi walaupun debit airnya kecil. Pada penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh jumlah sudu terhadap putaran yang dihasilkan oleh turbin Pelton sehingga dapat diketahui tegangan, arus, daya dan efisiensi yang dihasilkan generator pada prototype PLTMH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi turbin (runner) dengan jumlah sudu yang divariasikan terhadap daya output. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Penelitian ini menggunakan turbin pelton dengan jumlah sudu yang divariasikan jumlahnya yaitu 4 sudu, 6 sudu dan 8 sudu. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan jumlah sudu menyebabkan kinerja PLTMH semakin meningkat, daya output tertinggi diketahui menggunakan turbin (runner) yang bersudu 8 yang tercatat kuat arus (I) sebesar 0,28 Ampere dan tegangan (V) sebesar 16,7 Volt. Sehingga, diketahui daya output nya sebesar ± 5 Watt (P out). Nilai efisiensi kinerja turbin (runner) yaitu 33,9 %.
Analisis Perbandingan Temperatur Permukaan Pada Mesin Berbahan Bakar Bensin Dan Gas
Achmad Rijanto;
Suesthi Rahayuningsih
Majamecha Vol. 5 No. 1 (2023): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36815/majamecha.v5i1.2732
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan temperatur permukaan yang dihasilkan oleh mesin pompa air sawah dengan dua bahan bakar yang berbeda yaitu bensin dan gas. Bensin yang digunakan berupa pertalite dan gas yang digunakan LPG (Liquified Petroleum Gas). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental. Pengukuran temperatur pada permukaan mesin diukur dengan menggunakan alat pengukur temperatur pada putaran mesin 2000 rpm, selama 30 menit, dengan menggunakan bahan bakar pertalite dan LPG. Dari hasil penelitian diperoleh, bahwa temperatur permukaan pada mesin berbahan bakar pertalite sebesar 85,93 oC, sedangkan pada mesin berbahan bakar LPG sebesar 88,02 oC. Temperatur permukaan pada mesin berbahan bakar pertalite lebih kecil dibandingkan dengan mesin berbahan bakar LPG, yaitu sebesar 4,19 oC.
Analisis Debit Air Pada Mesin Pompa Air Sawah Berbahan Bakar Gas
Rijanto, Achmad;
Rahayuningsih, Suesthi
Majamecha Vol. 3 No. 1 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36815/majamecha.v3i1.1122
Pengukuran debit air pada mesin pompa air sawah berbahan bakar gas hasil modifikasi perlu diketahui. Hal ini dilakukan untuk mengetahui banyaknya air yang mengalir per satuan waktu pada mesin tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis laju aliran volume atau debit air pada mesin pompa air sawah berbahan bakar gas. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan melakukan pengukuran terhadap banyaknya air yang mengalir per satuan waktu pada putaran mesin 2000 rpm. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pada putaran mesin 2000 rpm, debit air yang diperoleh sebesar 626 – 652 liter/ menit.
Modifikasi Mesin Motor Honda C70 100cc Menjadi 187cc Menggunakan Blok Kop Yamaha Jupiter
Kurniawan, Mochamad Oky Tri;
Rijanto, Achmad;
Hakim, Luthfi
Majamecha Vol. 3 No. 1 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36815/majamecha.v3i1.1123
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan performa pada mesin pada daya motor dan torsi. Metode yang kami gunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan pada metode penelitian ini dilakukan dengan metode alat dynotest dan perhitungan menggunakan rumus dengan dua kondisi mesin motor yaitu kondisi mesin motor c70 standart dan mesin motor yang sudah dimodifikasi. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa daya dan torsi pada motor yang dimodifikasi lebih besar dari pada daya, torsi mesin motor standart. Daya rata-rata motor modifikasi naik menjadi 11,07 sedangkan daya pada motor mesin standart adalah 10,96 , dan untuk torsi motor standart 8,78 N.m sedangkan hasil torsi motor yang sudah dimodifikasi adalah 9,99 N.m.
Analisis Perbandingan Proses Pembubutan Pada Baja Carbon Rendah Dan Tinggi UPTBalai Latihan Kerja Mojokerto, Jawa Timur
Pulawidana, Irdani;
Rijanto, Achmad;
Arum, Lutfia Puspa Indah
Majamecha Vol. 3 No. 1 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36815/majamecha.v3i1.1131
Proses pembubutan pada penelitian ini menggunakan baja karbon tinggi dan rendah. Dalam proses pembubutan yang akan dikaji ialah waktu pembubutan, kecepatan pemakanan dan besar pemakanan pada tiap bahan baja sehingga dapat diperoleh hasil penggunaan bahan baja yang efektif. Fase awal dalam melakukan pembubutan ialah studi pendahuluan dan penentuan alat dan bahan yang digunakan. Identifikasi jenis pembubutan dan jenis bahan dilakukan dengan menggunakan pembubutan silinder pada bahan baja karbon tinggi dan rendah. Putaran mesin yang digunakan dalam penelitian ini adalah 500 rpm. Bahan baja tinggi dan rendah yang berdiameter awal 40 mm akan dibubut menjadi 30 mm dengan Panjang bahan pembubutan rata-rata 65 mm dan jarak star pahat 4 mm. Waktu pembubutan pada baja karbon tinggi dan rendah memiliki perbedaan yang tidak terlalu signifikan. Waktu pemrosesan yang lebih lama yaitu sebesar 5.3 menit diperoleh saat menggunakan baja karbon tinggi karena tingkat kekerasannya yang berbeda dari baja karbon rendah yaitu sebesar 4.7 menit. Sedangkan kecepatan pemakanan dan besar pemakanan pada baja karbon tinggi sebesar 11.32 mm/menit dan 0.0226 mm/putaran sedangkan untuk baja karbon rendah sebesar 12.76 mm/menit dan 0.0255 mm/putaran.
Perencanaan Upgrade Pompa Diafragma ke Pompa Sentrifugal untuk Memindahkan NaOH 48 % dari Kempu ke Storage Tank
Dewantara, Prana;
Hakim, Luthfi;
Rijanto, Achmad
Majamecha Vol. 3 No. 1 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36815/majamecha.v3i1.1152
Perencanaan upgrade pompa ini didasari oleh lamanya waktu untuk memindahkan fluida NaOH dari kempu ke storage tank yang dapat merugian bagi perusahaan karena waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mempersingkat waktu operasional dan mempermudah untuk melakukan perawatan pompa. Untuk langkah penyelesaiannya akan mencari debit aktual pompa diafragma, dan dilakukannya upgrade debit 50%, perhitungan mencari kapasitas, daya, dan head pompa sentrifugal yang akan dicari spesifikasinnya menggunakan rumus dari darcy weishbach dan persamaan bernaulli. Hasil yang dicapai dari perencanaan ini adalah spesifikasi pompa sentrifugal merk HMS type ECV 4-1.5-40 dengan rincian spesifikasi kapasitas maksimal 1.5 m3/h, head maksimal 5 m, daya maksimal 0.3 kW.
Analisis Produksi Tisu Toilet Roll Jumbo Dengan Metode Statistical Proses Control Dalam Upaya Meminimalisir Kecacatan Pada Hasil Tisu
Kurniawan, Mochammad Sofyan;
Rijanto, Achmad;
Arum, Lutfia Puspa Indah
Majamecha Vol. 3 No. 1 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36815/majamecha.v3i1.1175
Serat alami (virgin pulp) didefinisikan sebagai bahan mentah yang mengandung serat yang telah mengalami proses pemasakan secara mekanis dan kimia yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan tisu toilet. Uji daya Tarik tisu (MDT dan CDT) sudah memenuhi standar spesifikasi untuk tisu 150, 200 dan 300 wsr dengan MDT sebesar 210,393 dan 432 dab CDT sebesar 105,166 dan 173. Tekanan temperatur dan kecepatan yanke pada 8.71 bar dengan speed 1130.2 m/min menghasilkan tisu keriput sedangkan pada 7.55 bar dengan speed 1409.9 m/min menghasilkan tisu putus-putus. Statistical Process Control (SPC) digunakan sebagai pendekatan untuk menganalisis jumlah cacat tisu yang diperoleh. Dari grafik average dan range, tidak ditemukan data yang melewati UCL atau LCL. Hal ini membuktikan bahwa cacat yang masih dalam kondisi stabil dengan pola cacat random yang berada pada garis mean.
Analisis Pengaruh Pembakaran Single Firing Dan Double Firing Terhadap Kualitas Pada Keramik Listello CV. Sumber Mandiri Mojokerto-Jawa Timur
Anam, Saiful;
Zulfika, Dicki Nizar;
Rijanto, Achmad
Majamecha Vol. 3 No. 1 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36815/majamecha.v3i1.1182
Single firing adalah suatu proses pembakaran tunggal, untuk hasil tile yang sudah melalui proses pembakaran ini biasa disebut greentile. Double firing adalah suatu proses pembakaran ganda, untuk hasil tile yang sudah melalui proses pembakaran ini biasa disebut biscuit. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh pembakaran terhadap kualitas pada keramik listello dan dengan metode pembakaran single firing dan double firing dan mendeskripsikan cara menentukan kualitas keramik list pada pembakaran dengan metode single firing dan double firing. Hasil dalam penelitian ini dapat mengetahui tentang kekurangan dan kelebihan single firing dan double firing dalam perbandingan kualitas pembakaran dari mulai : kehalusan dan cacat. Dari alat ukur roughness tester bahwa tingkat kekasaran rata-rata pembakaran single firing / tunggal 2.299 pm, sedangkan pembakaran double firing / ganda jauh lebih rendah yaitu 1.197 pm. Bisa disimpulkan semakin kecil nilai kekasaran, semakin tinggi pula tingkat kehalusan.
Hubungan Kemiringan Sudut Pahat Terhadap Kerataan Baja ST 42 Pada Bubut Konvensional
Zacharia, Masdhuki;
Zulfika, Dicki Nizar;
Rijanto, Achmad
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1304
Di dunia industri, kita mengenal proses machining, yaitu suatu proses manufaktur yang menggunakan gerakan relatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan sudut kemiringan suatu pahat rata muka (45 ) terhadap tingkat kerataan hasil benda kerja baja ST 42 pada mesin bubut konvensional. Metode analisis data ini menggunakan metode penelitihan deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitihan ini didapat dengan hasil pengujian tinggkat kerataan dengan pemilihan sudut 45 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 2.809 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasilkan 2.434 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasilkan 1.871 ?m) sedangkan sudut 55 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 1.419 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasil 2.652 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasil 3.507 ?m) sedangkan sudut 60 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 2.725 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasilkan 3.746 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasilkan 3.853 ?m). Dari penelitihan diatas dapat kita buat perbandingan suatu pahat dengan pemilihan sudut kemiringan 55 mempengaruhi tingkat dan hasil kerataan yang bagus pada baja ST 42.
Analisis Perbandingan Bahan Bakar Jenis Pertalite Dan Pertamax Terhadap Kinerja Motor 4 Langkah
Sutrisno, Miftahul Zamroni Dwi;
Rijanto, Achmad;
Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1307
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggunaan bahan bakar jenis pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 langkah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan pada metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat dynotest. Dalam penelitian ini ada tiga parameter yang akan diuji yaitu daya, torsi dan konsumsi bahan bakar pada motor Honda Megapro tahun 2010 dengan menggunakan bahan bakar jenis pertalite dan pertamax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya maksimum yang diperoleh dari pengujian bahan bakar pertalite 15,62 Hp pada putaran mesin 9000 rpm sedangkan pada putaran mesin yang sama bahan bakar pertamax memperoleh daya maksimum 15,44 Hp. Torsi tertinggi yang dihasilkan dari pengujian menggunakan dynotest yaitu pada bahan bakar pertalite 18,77 N.m pada putaran mesin 4659 rpm sedangkan pada penggunaan bahan bakar pertamax torsi tertinggi yang didapat yaitu 12,64 pada putaran mesin 4330 rpm. Pada pengujian konsumsi bahan bakar dapat diketahui bahwa bahan bakar jenis pertamax cenderung lebih irit dibandingkan dengan bahan bakar jenis pertalite.