Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Transformasi Karakteristik Ragam Bahasa Tutur dan Tulis pada Era Komunikasi Digital: Kajian Sosiolinguistik Kontemporer Vivi Miftahul Jannah; Ainur Rasidah; Wati Susiawati; Mauidlotun Nisa'
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental batas antara ragam bahasa tutur dan tulis, sehingga memunculkan bentuk komunikasi hybrid yang menggabungkan ciri-ciri oralitas, literasi, dan multimodalitas dalam satu praktik wacana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik ragam bahasa tutur dan tulis digital, menganalisis pola transformasi linguistik yang terjadi, serta menjelaskan bentuk hibriditas tutur–tulis yang muncul dalam berbagai platform media sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis 40 potongan wacana digital dari WhatsApp, Instagram, TikTok, dan X. Data dianalisis secara tematik berdasarkan aspek leksikal, sintaksis, pragmatik, dan multimodal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam tutur digital menampilkan ciri spontanitas, prosodi visual, interjeksi, dan ekspresi emosional yang direalisasikan melalui elongated letters, kapitalisasi, dan emoji. Ragam tulisan digital, sebaliknya, menunjukkan kecenderungan fragmentatif, ringkas, informal, serta mengintegrasikan elemen visual sebagai strategi penyampaian makna. Penelitian ini juga menemukan bentuk hibriditas tutur–tulis yang ditandai oleh pengaburan batas antara suara, teks, dan visual, sehingga praktik komunikasi digital tidak lagi dapat dikategorikan secara tegas sebagai lisan atau tulisan. Temuan ini menegaskan perlunya perluasan teori ragam bahasa dan model analisis wacana yang lebih adaptif terhadap dinamika multimodal dalam komunikasi digital kontemporer.
Fenomena Al-Taraduf dalam Bahasa Arab dan Contohnya Husnaini Muhammad Makhluf; Muammar Qadavi Umasugi; Ahmad Dardiri; Wati Susiawati; Erta Mahyudin
Educational Journal Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/69nw8167

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena al-tarāduf dalam bahasa Arab dari segi pengertian, pandangan ulama, sebab kemunculan, manfaat, serta contohnya. Secara etimologis, al-tarāduf berasal dari akar kata ردف yang berarti mengikuti secara berurutan, sedangkan secara istilah berarti perbedaan lafaz yang memiliki makna sama. Para ulama berbeda pandangan mengenai keberadaannya, sebagian seperti Sibawaih dan Ibnu Sidah menerima adanya al-tarāduf, sedangkan yang lain seperti Ibnu al-A‘rabi dan Abu Hilal al-‘Askari menolaknya karena setiap kata menurut mereka memiliki makna tersendiri. Fenomena al-tarāduf muncul disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain perpaduan dialek, peminjaman bahasa, perkembangan fonetik dan semantik, serta kebiasaan orang Arab menggunakan kunyah. Keberadaan al-tarāduf memberikan manfaat besar, di antaranya memperkaya ekspresi bahasa, membantu kelancaran berbicara, serta memperindah gaya bahasa dalam sastra Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan sumber utama karya Walid Abdul Majid Ibrahim berjudul Al-Tarāduf fī al-Lughah al-‘Arabiyyah serta beberapa artikel jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-tarāduf merupakan fenomena alami yang memperkaya kosa kata dan memperluas keindahan bahasa Arab baik dalam percakapan maupun dalam Al-Qur’an
Kolokasi dan Efektivitas Bahasa Study Teks Iklan Arab Dalam Video Youtube Putri Humairoh; Zaki Muhammad Fathullah; Wati Susiawati; Mauidlotun Nisa'
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi linguistik kolokasi (al-talāzum al-lafẓī) dalam membangun makna persuasif pada teks iklan digital berbahasa Arab Baku Modern (Modern Standard Arabic). Penelitian-penelitian sebelumnya telah membahas kolokasi dalam kajian leksikologi secara umum, namun kajian yang secara khusus menyoroti peran retoris kolokasi dalam iklan digital berbahasa Arab masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menelaah bagaimana pola-pola kolokasi berkontribusi terhadap kejelasan pesan, pembentukan identitas merek, resonansi budaya, serta daya tarik emosional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis empat iklan digital berbahasa Arab yang dipilih secara purposif, berdasarkan teori kolokasi Sinclair serta teori kohesi leksikal Halliday dan Hasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolokasi memiliki tiga fungsi utama, yaitu: (1) memperkuat citra merek melalui makna asosiatif yang positif, (2) meningkatkan kohesi dan koherensi teks, serta (3) memperkuat daya persuasif melalui pemilihan leksikal yang konotatif dan efektivitas bahasa dalam teks iklan digital berbahasa Arab. Kolokasi dipahami sebagai gabungan kata-kata yang sering muncul secara berdampingan dan membentuk makna konvensional yang kuat, sehingga mampu memengaruhi persepsi khalayak. Sampel penelitian terdiri atas empat iklan digital berbahasa Arab Baku (fuṣḥā) yang dipilih secara purposif karena menampilkan penggunaan kolokasi secara jelas dalam membangun citra merek. Data dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan linguistik deskriptif untuk mengungkap peran kolokasi dalam meningkatkan pesan persuasif dalam iklan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolokasi berkontribusi signifikan terhadap efektivitas bahasa dengan memperkuat citra merek, membangun keterlibatan emosional, serta meningkatkan kredibilitas pesan iklan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kolokasi memainkan peran penting dalam meningkatkan daya persuasif iklan digital berbahasa Arab sehingga menjadi lebih menarik dan berdampak bagi audiens.
Aliran Perkamusan Suwandi Suwandi; Vivi Miftahul Jannah; Ainur Rasyidah; Ahmad Dardiri; Wati Susiawati
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu dalālah memiliki peran sentral dalam kajian kebahasaan Arab karena berkaitan langsung dengan pemahaman makna kata dan teks. Seiring perkembangan linguistik modern dan kebutuhan pengguna bahasa Arab yang semakin beragam, metode penyusunan kamus (perkamusan) turut mengalami perubahan paradigma. Perbedaan pendekatan antara kamus klasik dan modern menimbulkan kebutuhan untuk mengkaji kembali aliran-aliran perkamusan dalam perspektif ilmu dalālah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep aliran perkamusan dalam bahasa Arab, menguraikan perkembangan serta karakteristik masing-masing aliran, dan menganalisis relevansi ilmu dalālah terhadap pendekatan-pendekatan perkamusan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka. Data diperoleh dari kitab-kitab kamus Arab klasik dan modern, buku linguistik Arab, serta artikel ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan sumber data sesuai fokus penelitian, kemudian dianalisis secara konseptual dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran perkamusan Arab berkembang dari pendekatan klasik seperti aliran akar dan fonetik menuju pendekatan yang lebih praktis dan kontekstual seperti aliran alfabetis, tematik, frekuensi, dan digital. Setiap aliran memiliki kelebihan dan keterbatasan sesuai dengan tujuan, konteks penggunaan, dan kebutuhan pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa perkamusan tidak bersifat statis, melainkan dinamis mengikuti perkembangan teori semantik, teknologi, dan kebutuhan pembelajaran bahasa. Kesimpulannya, kajian aliran perkamusan dalam perspektif ilmu dalālah memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang relasi antara makna, metode penyusunan kamus, dan konteks penggunaan bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan perkamusan Arab yang lebih integratif serta mendorong penelitian lanjutan terkait inovasi kamus berbasis semantik dan teknologi digital.