Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Transformasi Karakteristik Ragam Bahasa Tutur dan Tulis pada Era Komunikasi Digital: Kajian Sosiolinguistik Kontemporer Vivi Miftahul Jannah; Ainur Rasidah; Wati Susiawati; Mauidlotun Nisa'
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental batas antara ragam bahasa tutur dan tulis, sehingga memunculkan bentuk komunikasi hybrid yang menggabungkan ciri-ciri oralitas, literasi, dan multimodalitas dalam satu praktik wacana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik ragam bahasa tutur dan tulis digital, menganalisis pola transformasi linguistik yang terjadi, serta menjelaskan bentuk hibriditas tutur–tulis yang muncul dalam berbagai platform media sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis 40 potongan wacana digital dari WhatsApp, Instagram, TikTok, dan X. Data dianalisis secara tematik berdasarkan aspek leksikal, sintaksis, pragmatik, dan multimodal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam tutur digital menampilkan ciri spontanitas, prosodi visual, interjeksi, dan ekspresi emosional yang direalisasikan melalui elongated letters, kapitalisasi, dan emoji. Ragam tulisan digital, sebaliknya, menunjukkan kecenderungan fragmentatif, ringkas, informal, serta mengintegrasikan elemen visual sebagai strategi penyampaian makna. Penelitian ini juga menemukan bentuk hibriditas tutur–tulis yang ditandai oleh pengaburan batas antara suara, teks, dan visual, sehingga praktik komunikasi digital tidak lagi dapat dikategorikan secara tegas sebagai lisan atau tulisan. Temuan ini menegaskan perlunya perluasan teori ragam bahasa dan model analisis wacana yang lebih adaptif terhadap dinamika multimodal dalam komunikasi digital kontemporer.
Fenomena Al-Taraduf dalam Bahasa Arab dan Contohnya Husnaini Muhammad Makhluf; Muammar Qadavi Umasugi; Ahmad Dardiri; Wati Susiawati; Erta Mahyudin
Educational Journal Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/69nw8167

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena al-tarāduf dalam bahasa Arab dari segi pengertian, pandangan ulama, sebab kemunculan, manfaat, serta contohnya. Secara etimologis, al-tarāduf berasal dari akar kata ردف yang berarti mengikuti secara berurutan, sedangkan secara istilah berarti perbedaan lafaz yang memiliki makna sama. Para ulama berbeda pandangan mengenai keberadaannya, sebagian seperti Sibawaih dan Ibnu Sidah menerima adanya al-tarāduf, sedangkan yang lain seperti Ibnu al-A‘rabi dan Abu Hilal al-‘Askari menolaknya karena setiap kata menurut mereka memiliki makna tersendiri. Fenomena al-tarāduf muncul disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain perpaduan dialek, peminjaman bahasa, perkembangan fonetik dan semantik, serta kebiasaan orang Arab menggunakan kunyah. Keberadaan al-tarāduf memberikan manfaat besar, di antaranya memperkaya ekspresi bahasa, membantu kelancaran berbicara, serta memperindah gaya bahasa dalam sastra Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan sumber utama karya Walid Abdul Majid Ibrahim berjudul Al-Tarāduf fī al-Lughah al-‘Arabiyyah serta beberapa artikel jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-tarāduf merupakan fenomena alami yang memperkaya kosa kata dan memperluas keindahan bahasa Arab baik dalam percakapan maupun dalam Al-Qur’an