Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Penanganan Nyeri Dismenorea dengan Aromaterapi Lemon dan Murattal Al-Quran pada Remaja di Dusun Guyangan Wonolelo Pleret Bantul: Training for Dysmenorrhore Pain Management with Lemon Aromatherapy and Murattal Al-Quran for Adolescents in Guyangan Wonolelo Village Pleret Bantul Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Suniarti Sunny
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah dalam kesehatan reproduksi remaja adalah dismenorea. Dismenorea dapat menyebabkan aktivitas mereka disekolah terganggu dan tidak jarang mereka tidak masuk sekolah. Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakanya adalah dengan mengenalkan terapi nonfarmakologi islami dengan menggunakan terapi murattal dan aromaterapi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan menerapkan terapi nonfarmakologi murattal surat Ar-Rahman dan aromaterapi lemon untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan prinsip community-based research. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan mempraktekanya secara langsung terapi nonfarmakologi murattal surat Ar-Rahman dan aromaterapi lemon (metode ceramah, diskusi, demonstrasi & redemonstrasi). Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah remaja yang mengalami dismenorea skala ringan-sedang di Dusun Guyangan Wonolelo. Jumlah pesertanya sebanya 20 remaja. Instrumen yang digunakan antara lain: LCD, Soundsistem, PPT dan aromaterapi lemon. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan postest. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “cukup” menjadi kategori “baik” selain itu juga saat dipraktekan terjadi penurunan rata-rata skor nyeri dismenorea dari 4,35 menjadi 1,65. Kesimpulanya adalah kegiatan pengabdian yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan remaja dalam menangani nyeri dismenorea.   Abstract: One of the problems in adolescent reproductive health is dysmenorrhoea. Dysmenorrhea can cause their activities at school to be disrupted and it is not uncommon for them to miss school. This problem needs to be addressed so that it does not disrupt teenagers' activities. One of the actions is to introduce Islamic non-pharmacological therapy using murattal therapy and aromatherapy. The aim of this activity was to introduce and apply the non-pharmacological therapy of Murattal Surat Ar-Rahman and lemon aromatherapy to treat dysmenorrhoea. This community service activity was carried out using community-based research principles. The service activities carried out were by providing counseling and practicing directly (lecture, discussion, demonstration & re-demonstration methods). The targets of this service activity were teenagers who experience mild-moderate dysmenorrhoea. The number of participants was 20 teenagers. The evaluation results showed an increase in the knowledge category from initially the majority in the "sufficient" category to the "good" category. Apart from that, when put into practice there was a decrease in the average dysmenorrhoea pain score from 4.35 to 1.65. The conclusion was that the service activities carried out are effective in increasing teenagers' knowledge and abilities in dealing with dysmenorrhoea pain.
UPAYA PENURUNAN KECEMASAN DENGAN TERAPI MUROTTAL PADA IBU PRIMIPARA Endar Timiyatun; Eka Oktavianto; Andri Setyorini; Dian Nur Adkhanasari; Yeni Isnaeni; Pipin Nurhayati
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i2.386

Abstract

Menjadi ibu untuk pertama kalinya membuat perubahan besar pada peran dan kondisi psikologis saat mejalani periode postpartum. Kecemasan pada ibu primipara seringkali diabaikan karena kurangnya pengetahuan, kesadaran akan dampak dari kecemasan yang dialaminya yang nantinya akan menjadi beban psikologis bagi ibu primipara. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu pada masa nifas banyak yang mengalami kecemasan baik pada level ringan, sedang dan berat. Kecemasan pada ibu primipara perlu diwaspadai apabila kecemasan itu berlanjut akan menjadi depresi pada ibu post partum yang bisa berdampak bagi bayi ataupun keluarganya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menurunkan tingkat kecemasan pada ibu primipara dengan metode terapi Murottal. Metode pengabdian ini menerapkan metode pendampingan terapi murottal surah Ar Rahman, untuk menurunkan kecemasan pada ibu primipara. Terapi murottal ini dilaksanakan selama 1 jam murottal surat Ar Rahman dengan menggunakan head set sehingga ibu lebih fokus dalam mendengarkan. Lokasi pengabdian ini berada diarea posyandu Melati dengan jumlah peserta sebanyak 1 6 ibu primipara, untuk waktu pelaksanaan bulan Februaru sampai Maret 2023. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada ibu primipara dengan terapi murottal Al Quran surah AR Rahman.
Deteksi Dini Tindakan Kekerasan Pada Remaja Suryati; Oktavianto, Eka
Jurnal Indonesia Sehat Vol. 4 No. 1 (2025): JURINSE: April 2025
Publisher : SAMODRA ILMU: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jurinse.v4i1.253

Abstract

Background: Violence experienced by children often occurs in the child's immediate environment and it is not uncommon for the perpetrator to be someone close to them or someone the child knows. Violence against children can also be carried out by other children. There are many reasons given, but most of them stem from the perpetrator's inability to manage/control his emotions or anger, as well as a lack of understanding of the impact of these acts of violence on the quality of the child's development in the long term. Objective: The aim of this research is to detect early as a first step in screening for incidents of sexual violence that have occurred among teenagers, especially at the Al-Ihsan Baleendah Modern Islamic Boarding School, Bandung. Method: This type of research is quantitative descriptive with a sampling technique using simple random sampling. The sample in this study was 45 teenagers. The instrument used was the Child Abuse Screening Tool- Children Instrument (ICAST-C). The data analysis used was univariate with descriptive analysis. Results: The results of the study stated that of the 45 teenagers, 29 respondents experienced psychological violence, 18 respondents experienced physical violence and 15 respondents experienced neglect. Conclusion: The conclusion from this research is that there are still incidents of violence against children, be it psychological violence, physical violence or neglect.
Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Stunting Pada Ibu Balita : Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Stunting Pada Ibu Balita Supriyadi; Oktavianto, Eka; Nur Adkhana Sari, Dian; Nurhabibah, Nurhabibah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/4q9t8t83

Abstract

Abstrak                                                                                Stunting merupakan suatu masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupakn gizi pada anak dalam jangka panjang, sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan (tumbang) pada anak seperti tinggi badan anak lebih pendek dari standar seusianya . Dalam hal ini stunting merupakan suatu ancaman yang utama terhadap kualitas manusia serta kemampuan terhadap daya saing bangsa indonesia. Peningkatan pengetahuan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting pada ibu yang mempunyai balita 0-5 tahun. Salah satu upaya dalam pencegahan terjadinya stunting adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan dan pemahaman kepada individu maupun masyarakat khususnya bagi para calon ibu dan ibu balita sejak 1000 hari kehidupan. Kegiatan abdimas ini dilakukan secara offline, dengan metode ceramah dan tanya jawab, sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan dilakukan pretes dan dilakukan postes diakahir kegiatan Pendidikan Kesehatan. Terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan antara sebelum diberikan edukasi dengan mean 21,2963 dan setelah diedukasi dengan mean 26,1481 dengan p-value 0.000 (ρ˂0,001). Kegiatan abdimas yang dilakukan dengan Pendidikan Kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting pada ibu balita. Orang tua asuh maupun calon ibu sebaiknya sudah mempersiapkan pengetahuan bagi  masa depan keluarga terutama  kesiapan untuk  menjadi seorang ibu yang bisa memantau tumbuh kembang anak dengan rajin datang ke posyandu, memperhatikan asupan nutrisi dan kandungan gizi yang dikonsumsi balitanya kelak, memperhatikan sanitasi /kebersihan lingkungan, rajin mencuci tangan serta mematuhi program pemerintah  dengan melengkapi  imunisasi dasar lengkap balitanya dan vaksinasi.
PENGARUH TERAPI DZIKIR ASMAUL HUSNA DISERTAI TARIK NAPAS DALAM TERHADAP SKOR NYERI DISMENOREA PADA REMAJA Suniarti Sunny; Eka Oktavianto; Ersandi Mustakim; Endar Timiyatun
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i2.454

Abstract

Nyeri haid (dismenorea) banyak dialami oleh remaja putri. Nyeri yang dirasakan dapat menganggu aktivitas sehari-hari juga kegiatan bersekolah pada remaja tersebut. Perlu dilakukan tindakan untuk mengatasi dan mengurangi nyeri dismenorea, salah satunya secara non-farmakologis dengan menggunakan terapi dzikir Asmaul Husna disertai tarik napas dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian terapi dzikir Asmaul Husna disertai tarik napas dalam terhadap skor nyeri dismenorea. Penelitian ini berjenis pra-eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one-group pre-post test design. Responden pada penelitian ini yaitu remaja yang berusia 12-17 tahun yang mengalami dismenorea dengan skala nyeri ringan dan sedang. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Padukuhan Guyangan yang mengalami dismenorea yang berjumlah 20 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian terapi dzikir dengan memperdengarkan dan melantunkan Asma Allah dengan teratur selama 10-15 menit sebanyak 2 kali pemberian berturutturut dan disertai tarik napas dalam. Penilaian skor nyeri dilakukan sebelum dan juga segera setelah pemberian intervensi. Instrumen yang digunakan untuk menilai skor nyeri dismenorea adalah kuesioner numeric rating scale. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor nyeri haid pada remaja sebelum diberikan terapi Dzikir Asmaul Husna disertai tarik napas dalam adalah sebesar 4,35 dan setelahnya sebesar 1,65. Terjadi penurunan skor nyeri sebesar 2,70. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000 (nilai p < 0,005). Kesimpulanya adalah terapi dzikir Asmaul Husna disertai tarik napas dalam berpengaruh terhadap penurunan skor nyeri dismenorea.
Faktor Determinan Depresi Post Partum Sari, Dian Nur Adkhana; Purwitaningtyas, Rizki Yulia; Utari, Utari; Oktavianto, Eka; Timiyatun, Endar; Suryati, Suryati
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 1 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i1.5741

Abstract

Postpartum blues merupakan sindroma gangguan efek yang ringan sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan. Apabila kejadian postpartum blues ini tidak ditangani dengan benar maka akan berlanjut menjadi penyakit/gangguan mental postpartum depression atau postpartum psychosis. Faktor-faktor yang mempengaruhi postpartum blues diantaranya pendidikan, status ekonomi, bounding attachment, jenis persalinan, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, usia dan paritas dan dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan, status ekonomi, bounding attachment, jenis persalinan, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, usia dan paritas dan dukungan tenaga kesehatan dengan kejadian postpartum blues di wilayah rumah sakit Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling atau tidak sengaja atau insidental sampling sebanyak 147 responden. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah valid. Tehnik analisa menggunakan uji kendall tau dan Chi Square. Hasil penelitian ini menujukkan ada hubungan mengetahui pendidikan, status ekonomi, bounding attachment, jenis persalinan, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, usia dan paritas dan dukungan tenaga kesehatan dengan kejadian postpartum blues di Rumah Sakit wilayah Sleman Yogyakarta dengan nilai p-value=0,000 (<0,05). Faktor determinan depresi post partum antara lain mengetahui pendidikan, status ekonomi, bounding attachment, jenis persalinan, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, usia dan paritas dan dukungan tenaga kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PREMENSTRUAL SYNDROME DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA PUTRI DI SD NEGERI KAUMAN DAN SD NEGERI PUNGKURAN PLERET BANTUL YOGYAKARTA Timiyatun, Endar; Saifudin, I Made Moh. Yanuar; Rahmayanti, Ibna Dzakia; Oktavianto, Eka
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 2 No. 1, Februari 2021
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety is a nonspecific symptom that is often found and often is a normal emotion. Teenagers who experience puberty will be more depressed, worried, anxious, angry, and crying just because of very little incitement. The aim of this studi was to determine the relationship of knowledge of premenstrual syndrome (PMS) with anxiety levels in adolescent girls. This study used quantitative research methods, the number of samples as many as 30 people who have experienced menstruation and who have experienced premenstrual syndrome total sampling technique. Testing data uses kendall’s know. This study was conducted in Kauman State Elementary School and Pungkuran Pleret State Elementary School in Yogyakarta totaling 30 respondents, the majority of them were 12 years old with 15 respondents (50.0%) and had never received information, as many as 16 respondents (53.3%), and the majority less knowledgeable respondents as many as 15 respondents (53.3%), and experienced severe anxiety as many as 12 respondents (40.0%). Respondents who experienced less knowledge and experienced severe anxiety were 12 respondents (75%). From the result of Kendall's analysis test, it is found that the value of p = 0,000 with a correlation value of 0.800 which means that Ha is accepted and H0 is rejected. There is a relationship between premenstrual syndrome (PMS) knowledge and anxiety levels in adolescent girls.
The Effective Small Group Discussion to Improve Adolescent Knowledge on HIV/AIDS Prevention Timiyatun, Endar; I Made Moh. Yanuar; Uut Dewi Asrifah; Eka Oktavianto
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 3 No. 1 (2021): Caring: Indonesian Journal of Nursing Science
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v3i1.6006

Abstract

The incidence number of HIV/AIDS is the most worrying case globally, and the number keeps increasing. The highest risk factor affecting adolescents to have HIV/AIDS is lack of information. Thus, it is necessary to provide proper health education on HIV/AIDS using the small group discussion method. This study aims to determine the effect of HIV/AIDS education using the small group discussion method on teenagers' HIV/AIDS prevention knowledge. This research used a pre-experimental design, no control one-group pretest-posttest design. There were 55 respondents as samples obtained by using simple random sampling. They were divided into five small groups. Each group was provided the identical material, namely HIV and its prevention, for three hours with two sessions. The first session lasted for two hours consisted of knowledge sharing based on trigger cases. The second session lasted for one hour consisted of continuing and reviewing the material given in the first session. A questionnaire was handed out to collect adolescent knowledge about HIV/AIDS and analyzed the data using paired t-test. The result showed that adolescent knowledge scores on HIV/AIDS increased after being provided with health education on HIV/AIDS. The paired t-test value of a knowledge is p = 0.000 (p-value<0.05). The implication in this study is that providing health education on HIV/AIDS using the small group discussion method has proven to be effective in expanding adolescent knowledge on HIV/AIDS prevention.  
Spirituality Correlates with The Self- Confidence of Teenagers as Bullying Victim Eka Oktavianto; Radha Idfit Istiqomah; Sri Nur Hartiningsih
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 4 No. 1 (2022): Caring: Indonesian Journal of Nursing Science
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v4i1.8925

Abstract

Teenagers still encounter bullying, which affects their self-confidence lacking confidence. It is presumed that an internal factor, spirituality, coincides with the self- confidence of bullied teenagers. This research aims to analyze the relationship between spirituality and bullied teenagers' self-confidence. This is descriptive research using a cross- sectional design. The population is 47 teenagers who are bullied at SMP Islam Al-Irsyad Tawangmangu. Total sampling was used as the sample acquiring technique. The research use questionnaire of the Daily Spiritual Experience Scale and self-confidence. Kendall's Tau was used as a correlational test with a confidence level of 95% (α value = 0,05). The research shows that 31 respondents (66%) have a high spirituality and 26 respondents (53.3%) have an average level of self-confidence. Bullied teenagers have a high spiritualty and tend to have an average level of self-confidence, with 26 respondents (55.3%). Statistical test shows Kendall's Tau correlation coefficient (r-value) is 0.373 and p-value = 0.006 (p-value < 0.05). An R-value 0.373 means that the relationship between spirituality and anxiety of bullied teenagers is feeble. There is a correlation between spirituality and the self-confidence of the bullied teenager. The researcher suggested that parents and schools should provide more extracurricular activities to improve teenagers' self-confidence.
Nurse Caring and Mother Stress Level on Baby Hospitalization During the COVID-19 Pandemic Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Sri Nur Hartiningsih; Sarjiyah
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 4 No. 2 (2022): Caring: Indonesian Journal of Nursing Science
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v4i2.9985

Abstract

Parents, mainly mothers, will be stressed when their children undergo hospitalization. Especially during the Covid-19 pandemic, the stress level goes higher. Nurse caring and nurse attitudes are treatments to lower mother stress levels. This research aims to see the correlation between nurse caring and mother stress levels on baby hospitalization during the Covid-19 pandemic. This research is observational and uses a cross-sectional design and accidental sampling technique. The samples are 95 mothers whose babies are being cared for in the neonatal intensive care unit at one of Yogyakarta's hospitals from December 2020 – January 2021. The instrument is the Caring Assessment Toll (CAT) questionnaire and the Parental Stress Scale (PSS). The Chi-square test was used as the statistical test. The result showed that 50 people (52.6%) said nurse caring was good. Then, 86 people (90.5%) have low to mid-stress levels. Thirty-eight people (40%) are the ones who categorized nurse caring as a good which affects their low-stress level. The p-value is 0.000 (p-value < 0.05). It can be concluded that there is a correlation between nurse caring and a mother's stress level during baby hospitalization in a perinatology room. Hopefully, the perinatology room nurses should improve their care, especially during the pandemic.  
Co-Authors Alfi’atul Mubasyiroh Amaliah, Fikrotul Ulya Nur Angger Rais Rahayan Windi Ardhian Indra Darmawan Aris Setyawan Aris Setyawan Atik Badi&#039;ah Atik Badi&#039;ah Atik Badi'ah Atik Suryati Badi'ah, Atik Budiyati, Gani Apriningtyas Debby Yulianthi Maria Dewastuti, Nadya Wuri Dian Nur Adkhanasari Dina Wahyu Melinda Ersandi Mustakim Fikrotul Ulya Nur Amaliah Finky Yunita Pratiwi Fitri Dian Kurniati Fivin Maria Ulfa Gani Apriningtyas Budiyati Gani Apriningtyas Budiyati Gani Apriningtyas Budiyati Budiyati Halimatus Sadiyah Handayani, sri Hendrawati, Ni Putu Opi Hesti Setyaningrum Hikmawati, Anna Nur Ibna Dzakia Rahmayanti Isma Nur Hikmah Ismawati, Vinny Izzati, Shifani Nazah Karimah, Karimah Karimah, Karimah Kurniati, Fitri Dian Lesmana, Tri Wahyu Intan Maria Angelina Bengu Murti, Fatimah Chandra Mutawaqqil Mutawaqqil Nadya Wuri Dewastuti Naelatur Rizqiyah Nur Adkhana Sari, Dian Nurfadhilah, Kinasih Nurhabibah Nurhabibah Nurhalisah, Nurhalisah Nurhayati, Pipin Pipin Nurhayati Pipin Nurhayati Radha Idfit Istiqomah Rahayu, Bety Agustina Rahmayanti, Ibna Dzakia Rahmiati, Mira Rika Sarfika Ririn Zuleha Riza Yulina Amry Rizki Yulia Purwitaningtyas, Rizki Yulia Rizqiyah, Naelatur SADIYAH, HALIMATUS Saifudin, I Made Moh. Yanuar SARI, DIAN NUR ADKHANA Sarjiyah Setyaningrum, Niken Setyorini, Andri Siti Aisyah Humairah Sri Nur Hartiningsih Suniarti Sunny Sunny, Suniarti Sunny, Suniarty Supriyadi Supriyadi Suryati Suryati . Suryati Suryati Suryati Suryati Taufiq Kariyadi Timiyatun, Endar Tri Wahyu Intan Lesmana Utari Utari Uut Dewi Asrifah Wiwin Noviana Kapota Yeni Isnaeni Zuyyina Lutfah, Fitria