Claim Missing Document
Check
Articles

Memahamkan Remaja Putri Tentang Dismenorea serta Penanganannya Secara Nonfarmakologis: Understanding Adolescent Girls About Dysmenorrhea and Its Nonpharmacological Treatment Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Sri Nur Hartiningsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:  Permasalahan nyeri haid atau dismenorea banyak dialami oleh para remaja putri. Sifat dan tingkat rasa nyeri dismenorea bervariasi, mulai dari  yang ringan hingga yang berat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakannya adalah dengan melakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada remaja mengenai dismenorea dan penanganan nyeri dismenore secara nonfarmakologi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja putri yang mengalami dismenore mengenai terapi nonfarmakologi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja dalam mengatasi nyeri dismenorea. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan prinsip community-based research. Tindakan pengabdian yang dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah tanya jawab. Media pengabdian yang digunakan adalah buku modul. Sasaran dari kegiatan ini adalah remaja putri di Dukuh Wijilan, Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo. Jumlah peserta sebanyak 17 remaja. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan postest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “kurang” menjadi kategori “baik”. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat, semua remaja (100%) memiliki pengetahuan dalam kategori “baik”. Hasil uji komparasi pengetahuan sebelum dan sesudah dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulannya adalah kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan modul efektif meningkatkan pengetahuan remaja.   Abstract: The problem of menstrual pain or dysmenorrhea is experienced by many young women. The nature and level of dysmenorrhea pain varies, ranging from mild to severe which can interfere with daily activities. These problems need to be addressed so that they do not disrupt adolescent activities, especially activities while studying. One of the actions is to carry out health education activities for teenagers regarding dysmenorrhea and non-pharmacological treatment of dysmenorrhea pain. The purpose of this activity is to provide health education to young women who experience dysmenorrhea regarding non-pharmacological therapy as an effort to increase adolescents' knowledge in dealing with dysmenorrhoea pain. The community-based research concept was applied in the execution of this community service project. The health education was delivered via a question-and-answer lecture format as part of the act of service. A module book was used as media in this activity. The target of this activity was young women in Wijilan Hamlet, Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo. The number of participants was 17 teenagers. Evaluation method using pre and posttest. The evaluation results show an increase in the category of knowledge from the initial majority category of "less" to the category of "good". After the community service activities were carried out, all youth (100%) had knowledge in the "good" category. The results of the comparative test of knowledge before and after using the Wilcoxon test obtained a value of p = 0.000 (p value <0.05). The conclusion is that community service activities by conducting health education using modules effective to increasing adolescent knowledge.
PENGARUH TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PRIMIPARA: THE EFFECT OF MUROTTAL THERAPY ON REDUCING ANXIETY IN PRIMIPARA Endar Timiyatun; Eka Oktavianto; Sunny, Suniarti
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanda-tanda kecemasan primipara sering diabaikan karena kurangnya kesadaran akan dampak di masa depan bagi ibu, suami, dan anggota keluarga lainnya yang akan menjadi beban psikologis bagi primipara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al Quran terhadap penuruan kecemasan pada primipara. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan pendekatan dalam suatu kelompok (one group pre-post test design without control).Analisis data yang digunakan adalah uji paired t test. Teknik pengambilan sampel menggunakan acidental sampling, dengan jumlah 16 responden. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan kuisioner HARS. Sebelum pemberian terapi dilakukan pre-test lalu diberikan terapi murottal Al Quran selama 20menit, kemudian dilakukan post test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal Al Quran. Nilai rata-rata sebelum pemberian terapi murottal Al Quran. Nilai rat-rata sebelum pemberian terapi murottal AL Quran 27,37  setelah pemberian terapi murottal Al Quran nilai rata-rata menjadi 8,87. Nilai p = 0,000 (nilai p<0,05) sehingga ada pengaruh pemberian terapi murottal Al Quran terhadap penuruna kecemasan pada ibu primipara. Kesimpulannya adalah ada pengaruh pemberian terapi murottal Al Quran terhadap kecemasan pada ibu primipara (nilai p<0,05) Signs of anxiety in primiparas are often ignored because awareness will have an impact on the future for mothers, husbands and other family members which will be a psychological burden for primiparas. This study aims to determine the effect of Al-Quran murottal therapy in reducing anxiety in primiparous mothers. This research is pre-experimental research with a group approach (one group pre-post test design without control). The data analysis used was the paired t test. The sampling technique used incidental sampling, with a total of 16 respondents. Pain intensity was measured using the HARS questionnaire. Before administering the therapy, a pre-test was carried out, then Al-Quran murottal therapy was given for 20 minutes, then a post-test was carried out. The results of the study showed that there was a decrease in anxiety before and after being given murottal Al-Quran therapy. Average value before giving Al Quran murottal therapy. The average value before being given Al Quran murottal therapy was 27.37. After being given Al Quran murottal therapy the average value was 8.87. The p value = 0.000 (p value <0.05) so there is an effect of providing Al-Quran murottal therapy on reducing anxiety in primiparous mothers. The conclusion is that there is an effect of providing Al-Quran murottal therapy on anxiety in primiparous mothers (p value<0.05)
EFEKTIFITAS TERAPI MUROTTAL SURAT AR-RAHMAN TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA: EFFECTIVENESS OF SURAT AR-RAHMAN'S MUROTTAL THERAPY TO REDUCE DYSMENORHORE PAIN Eka Oktavianto; Timiyatun, Endar; Sunny, Suniarty; Zuyyina Lutfah, Fitria
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nyeri haid (dismenorea) banyak dialami oleh remja putri. Nyeri yang dirasakan sering menganggu aktivitas sehari-hari pada remaja tersebut. Perlu dilakukan tindakan untuk mengatasi dan mengurangi nyeri dismenorea salah satunya secara non-farmakologis dengan menggunakan terapi murottal. Tujuan: Mengetahui efektifitas pemberian terapi murottal surat Ar-Rahman terhadap penurunan skor nyeri dismenorea. Metode: Jenis penelitian ini adalah praeksperimental dengan menggunakan rancangan one-group pre-posttest design. Responden pada penelitian ini yaitu siswi yang usia 13-15 tahun di SMP BIAS Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMP BIAS Yogyakarta yang mengalami dismenorea. Jumlah populasi tidak diketahui.  Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 siswi yang sedang mengalami dismenorea hari pertama, kedua, atau ketiga dengan skor nyeri pada rentang 1-7. Nyeri berat dengan skor 8-10 tidak dijadikan sebagai responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus tahun 2023. Intervensi yang dilakukan adalah terapi murotal surat Ar-Rahman selama 15 menit. Sebelum dan sesudah pemberian intervensi dilakukan pre dan postest. Instrumen yag digunakan adalah Numeric Rating Scale. Hasil: Rata-rata skor nyeri dismenorea pada siswi SMP BIAS Yogyakarta sebelum diberikan terapi murottal adalah 4,35. Rata-rata skor nyeri dismenorea setelah diberikan terapi menurun menjadi sebesar 1.65. Terjadi penurunan skor nyeri sebesar 2.70 setelah diberikan terapi murottal. Hasil uji wicoxon didapatkan nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Kesimpulan: Terapi murottal Surat Ar-Rahman efektif menurunkan skor nyeri dismenorea pada siswi SMP BIAS Yogyakarta.    
STATUS ASI EKSKLUSIF DAN KEJADIAN BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UMBULHARJO I: STUDI KORELASIONAL: EXCLUSIVE BREASTFEEDING STATUS AND THE INCIDENT OF STUNTING TODDLERS IN THE WORKING AREA OF UMBULHARJO I HEALTH CENTER: CORRELATIONAL STUDY Eka Oktavianto; Izzati, Shifani Nazah; Timiyatun, Endar; Sunny, Suniarti
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pada masa balita, masalah stunting dapat menjadi masalah fatal jika tidak diatasi dengan baik. Stunting adalah masalah kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya. Tidak hanya sekedar permasalahan tinggi badan yang terhambat, stunting juga berdampak pada kecerdasan anak. Status ASI yang tidak eksklusif diduga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status ASI eksklusif dengan kejadian balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I. Penelitian ini berjenis observasional, menggunakan rancangan case control. Penelitian ini dilakukan di ruang rekam medis Puskesmas Umbulharjo I. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah 116 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 116 balita tidak stunting sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian ini menggunakan daftar tilik. Data balita didapatkan dari rekam medis. Uji statistik menggukan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari 116 balita stunting 39 balita (33,6%) mendapatkan ASI eksklusif dan 77 balita (66,4%) tidak mendapatkan ASI eksklusif. Dari 116 balita tidak stunting 106 balita (91,4%) mendapatkan ASI eksklusif dan 10 balita (8,6%) tidak mendapatkan ASI eksklusif. Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif cenderung mengalami stunting yakni sejumlah 77 balita (66,4%) dan yang mendapatkan ASI eksklusif yakni sejumlah 106 balita (91,4%). Hasil uji chi square didapatkan nilai p= 0,000 (nilai <0,05). Kesimpulanya: ada hubungan antara status ASI eksklusif dengan kejadian balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I.   Background: During toddlerhood, stunting can become a fatal problem if it is not addressed properly. Stunting is caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in a child's height being shorter than the age standard. It's not just a problem of stunted height, stunting also has an impact on children's intelligence. Non-exclusive breastfeeding status is thought to be one of the factors that can influence the incidence of stunting. Objective: This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding status and the incidence of stunting in toddlers. Method: Observational research with a case control design was used in this research. This research was conducted in the medical records room. The sampling in this study was total sampling with 116 stunted toddlers as the case group and 116 non-stunted toddlers as the control group. This research instrument used a checklist created by researchers to record stunting and breast milk status. Data on toddlers was obtained from medical records. Statistical tests used the chi square test. Results: The results of this study show that toddlers who do not receive exclusive breastfeeding tend to experience stunting, namely 77 toddlers (66.4%) and those who receive exclusive breastfeeding tend not to be stunted, namely 106 toddlers (91.4%). The results of the chi square test obtained a p value = 0.000 (value <0.05). Conclusion: there is a relationship between exclusive breastfeeding status and the incidence of stunting in toddlers. Health workers are expected to be more active in promoting exclusive breastfeeding to prevent stunting.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA SEKS BEBAS PADA REMAJA JALANAN DI YAYASAN RUMAH IMPIAN YOGYAKARTA: THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION ON KNOWLEDGE ABOUT THE DANGER OF FREE SEX IN STREET TEENAGERS AT RUMAH IMPIAN FOUNDATION YOGYAKARTA Endar Timiyatun; Rahmiati, Mira; Oktavianto, Eka; Nurhayati, Pipin
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja jalanan rentan berisiko terhadap berbagai permasalahan karena keterbatasan yang dimiliki. Salah satu permasalahannya ialah kesehatan reproduksi, rata-rata remaja jalanan sudah aktif secara seksual sejak dini, memiliki pasangan seksual lebih dari satu, menganggap kekerasan seksual dan seks komersial adalah hal yang biasa. Selain itu, rasa ingin tahu dan mencoba hal-hal baru terutama dikalangan remaja laki-laki yang diimbangi dengan rasa senang, membuktikan cinta dan kasih sayang kepada pasangannya tetapi dengan pengaruh media massa mereka melakukan hal yang mengarah kepada pornografi. Untuk mencegah dampak negatif dan memberikan dasar yang kuat bagi remaja dalam mengambil keputusan, maka perlu diberikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya seks bebas kepada remaja sejak usia dini dengan media video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya seks bebas pada remaja jalanan di Yayasan Rumah Impian Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain pre experimental (one group pre-posttest design) pada desain ini terdapat satu kelompok yang digunakan untuk penelitian. Teknik Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. kriteria inklusi untuk responden yaitu: remaja yang berusia 14-16 tahun, remaja yang tinggal di jalanan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner pengetahuan mengenai bahaya seks bebas. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p= 0,000 (nilai p<0,05) yang artinya terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya seks bebas. Kesimpulannya adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya seks bebas pada remaja jalanan di Yayasan Rumah Impian Yogyakarta.   Street teenagers are vulnerable to various problems because of their limitations. One of the problems is reproductive health. On average, street teenagers are sexually active from an early age, have more than one sexual partner, and consider sexual violence and commercial sex to be normal. Apart from that, curiosity and trying new things, especially among teenage boys, is balanced with a sense of pleasure, proving love and affection for their partners, but with the influence of mass media, they do things that lead to pornography. To prevent negative impacts and provide a strong basis for teenagers in making decisions, it is necessary to provide health education regarding knowledge about the dangers of free sex to teenagers from an early age using animated video media. This research aims to determine the influence of health education on knowledge about the dangers of free sex among street teenagers at the Rumah Impian Yogyakarta Foundation. This research uses a pre-experimental design (one group pre-posttest design). In this design, there is one group used for research. Data analysis techniques used the Wilcoxon test. Inclusion criteria for respondents were: teenagers aged 14-16 years, teenagers living on the streets. The instrument used in the research was a knowledge questionnaire regarding the dangers of casual sex. The results of this study show a p value = 0.000 (p value <0.05), which means that there is an influence of health education on knowledge about the dangers of free sex. The conclusion is that there is an influence of health education on knowledge about the dangers of free sex among street teenagers at the Rumah Impian Yogyakarta Foundation.
HUBUNGAN KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK PRASEKOLAH DI MASA PANDEMI COVID-19 ., Suryati; Nurfadhilah, Kinasih; Setyaningrum, Niken; Oktavianto, Eka
PRIMA WIYATA HEALTH Vol 2 No 2 (2021): Prima Wiyata Health, Juli 2021
Publisher : LPPM STIKES HUSADA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.546 KB) | DOI: 10.60050/pwh.v2i2.2

Abstract

Latar Belakang : Perkembangan sosial emosional anak prasekolah masih menjadi salah satu masalah di Indonesia apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti ini. Anak terbatas dalam sosialisasi dan mengekspresikan emosinya. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi salah satu faktor perkembangan sosial emosional anak. Di masa pandemi COVID- 19 ini selain mencari nafkah, idealnya ayah juga ikut terlibat dalam pengasuhan. Dengan terlibatnya ayah dalam proses pengasuhan dapat menumbuhkan kasih sayang, kehangatan, dan kelekatan antara ayah dan anak untuk membantu proses perkembangan anak.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan perkembangan sosial emosional anak prasekolah di masa pandemi COVID-19. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional dengan desain cross sectional. Penentuan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 48 pasang ayah dan anak. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Kendall Tau.Hasil : Keterlibatan ayah dalam pengasuhan tergolong baik yaitu sebanyak 26 responden (54,2%). Mayoritas anak tidak beresiko mengalami masalah perkembangan sosial emosional di masa pandemi COVID-19 yaitu sebanyak 29 responden (60,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika keterlibatan ayah dalam pengasuhan baik, mereka akan cenderung memiliki anak yang tidak beresiko mengalami masalah perkembangan sosial emosional di masa pandemi COVID-19. Hasil uji Kendall Tau didapatkan nilai correlation coefficient sebesar 0,498 dengan nilai p= 0,000 (nilai p<0,01). Kesimpulan : Terdapat hubungan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan perkembangan sosial emosional anak prasekolah di masa pandemi COVID-19. Didapatkan nilai correlation coefficient sebesar 0,498 dengan nilai p= 0,000 (nilai p<0,01).
PENGETAHUAN DAN SIKAP PATUH PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA IBU ANAK PRASEKOLAH: CORRELATIONAL STUDY: PENGETAHUAN DAN SIKAP PATUH PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA IBU ANAK PRASEKOLAH: CORRELATIONAL STUDY Eka Oktavianto; Timiyatun , Endar; Sadiyah, Halimatus
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v10i1.153

Abstract

Latar belakang: Tingkat kasus penularan Covid-19 sangatlah tinggi dan berakibat adanya pandemi. Pengetahuan dan sikap patuh dalam penerapan protokol kesehtan Covid-19 diduga sangat berkaitan dengan kejadian tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan sikap patuh penerapan protokol kesehatan Covid-19. Metode: Penelitian ini berjenis non-experimental dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitianya adalah ibu anak prasekolah di PAUD Litle Care STIKes Surya Global Yogyakarta. Jumlah populasinya sebanyak 40 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Uji statistik korelasi yang digunakan adalah uji Kendall’s Tau. Hasil: tingkat pengetahuan ibu tentang protokol kesehatan mayoritas dalam kategori baik yaitu sebanyak 30 responden (75.0%) dan sikap patuh ibu mayoritas dalam kategori baik yakni sebanyak 32 responden (80.0%). Hasil uji statistic Kendall tau didapatkan nilai koefisien korelasi = 0,735 dan nilai p = 0,000 (nilai p < 0,05). Simpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap patuh penerapan protokol kesehatan pada ibu dari anak prasekolah.
Pencegahan Diabetes Melitus dengan Penyuluhan dan Tes Gula Darah Hartiningsih, Sri Nur; Nurhayati, Pipin; Oktavianto, Eka; Setyorini, Andri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1853

Abstract

Diabtes mellitus meningkat dari tahun, ketahun. jumlah di Indonesia berkisar 8,9 juta pada tahun 2000, dan diperkirakan jumlah ini meningkat sekitar 21,3 juta pada tahun 2030, dengan meningkatnya jumlah penderita DM negara juga menanggung kerugian sekitar 10% untuk menanggulangi penyakit DM, program pencegahan DM dapat dilakukan dengan penyuluhan kesehatan. Peningkatan pengetahuan sebagai upaya pencegahan Diabetes di Desa Trimurti RT 08, Srandakan, Bantul. Kegiatan abdimas ini diikuti oleh 23 peserta, masyarakat di Desa Trimurti RT 08, dilakukan secara langsung di rumah Ketua RT 08 dengan metode ceramah dan diskusi sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan dilakukan pemeriksaan gula darah dilanjutkan pretes, pemapana materi, diskusi dan postes. Setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan DM terjadi peningkatan pengetahuan pada masyarakat di Desa Trimurti, Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pencegahan DM dan pemberian leaflet pengetahuan meningkat dalam kategori baik 23 orang (100%). Kegiatan abdimas yang dilakukan dengan Pendidikan Kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan DM.
Pelatihan bermain pada ibu meningkatkan kelekatan anak Oktavianto, Eka; Karimah, Karimah; Timiyatun, Endar; Badi'ah, Atik
MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i3.3630

Abstract

Latar Belakang: Masalah kelekatan antara ibu dan anak masih terjadi pada saat ini. Praktik pengasuhan memainkan peranan penting terjadinya masalah kelekatan ini. Kelekatan bukanlah ikatan yang terjadi secara alamiah, ada serangkaian proses yang harus dilalui untuk membentuknya. Permasalahan kelekatan ini perlu untuk diatasi. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan pelatihan bermain pada ibu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan bermain pada ibu terhadap kelekatan anakMetode: Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimantal dengan menggunakan desain one-grup pre-test & post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 18 responden. Uji statistik menggunakan wilcoxon test. Instrumen yang digunakan adalah Attachment Q-Set (AQS).Hasil: Terdapat peningkatan skor kelekatan sebelum dan sesudah pelatihan bermain pada ibu. Skor rata-rata sebelum pelatihan bermain sebesar 111.83, sesudah pelatihan bermain (post-test 1) sebesar 137.44 (mean difference = 25.61) dan pada post-test 2 sebesar 140.05 (mean difference = 28.22). Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0.000 (nilai p < 0.050).Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan bermain pada ibu terhadap kelekatan anak.
EFEKTIFITAS TERAPI MENDONGENG TERHADAP KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI: EFFECTIVENESS OF STORYTELLING THERAPY ON ANXIETY IN PRESCHOOL AGE CHILDREN UNDERGOING HOSPITALIZATION Eka Oktavianto; Finky Yunita Pratiwi; Endar Timiyatun
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan banyak dialami oleh anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Kecemasan yang terjadi pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi membuat anak menjadi tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan serta menimbulkan gangguan psikologis. Perlu dilakukan tindakan untuk mengatasi dan mengurangi kecemasan pada anak salah satunya secara non-farmakologis dengan menggunakan terapi mendongeng. Tujuan: Mengetahui efektifitas terapi mendongeng terhadap kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RS Nur Hidayah Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah praeksperimental dengan menggunakan rancangan one-group pre-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia prasekolah 3-6 tahun yang menjalani hospitalisasi di ruang perawatan anak. Peneliti menggunakan accidental sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 16 sampel. Intervensi yang diberikan adalah terapi mendongeng dengan menunjukan video youtube kisah Nussa dan Rara episode “Rara sakit”. Terapi ini diberikan sebanyak satu kali dengan durasi video selama 4 menit 40 detik pada saat anak tidak rewel atau tidak kesakitan. Sebelum dan sesudah pemberian intervensi dilakukan pre dan postest. Instrumen yag digunakan adalah kuesioner kecemasan yakni Deppression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Hasil: Rata-rata skor kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi sebelum diberikan terapi mendongeng adalah 16,37. Setelah diberikan terapi mendongeng berubah menjadi 12,31. Terjadi penurunan skor kecemasan sebesar 4.06. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,001 (nilai p<0,05). Kesimpulan: Terapi mendongeng efektif menurunkan kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RS Nur Hidayah Yogyakarta.
Co-Authors Alfi’atul Mubasyiroh Amaliah, Fikrotul Ulya Nur Angger Rais Rahayan Windi Ardhian Indra Darmawan Aris Setyawan Aris Setyawan Atik Badi&#039;ah Atik Badi&#039;ah Atik Badi'ah Atik Suryati Badi'ah, Atik Budiyati, Gani Apriningtyas Debby Yulianthi Maria Dewastuti, Nadya Wuri Dian Nur Adkhanasari Dina Wahyu Melinda Ersandi Mustakim Fikrotul Ulya Nur Amaliah Finky Yunita Pratiwi Fitri Dian Kurniati Fivin Maria Ulfa Gani Apriningtyas Budiyati Gani Apriningtyas Budiyati Gani Apriningtyas Budiyati Budiyati Halimatus Sadiyah Handayani, sri Hendrawati, Ni Putu Opi Hesti Setyaningrum Hikmawati, Anna Nur Ibna Dzakia Rahmayanti Isma Nur Hikmah Ismawati, Vinny Izzati, Shifani Nazah Karimah, Karimah Karimah, Karimah Kurniati, Fitri Dian Lesmana, Tri Wahyu Intan Maria Angelina Bengu Murti, Fatimah Chandra Mutawaqqil Mutawaqqil Nadya Wuri Dewastuti Naelatur Rizqiyah Nur Adkhana Sari, Dian Nurfadhilah, Kinasih Nurhabibah Nurhabibah Nurhalisah, Nurhalisah Nurhayati, Pipin Pipin Nurhayati Pipin Nurhayati Radha Idfit Istiqomah Rahayu, Bety Agustina Rahmayanti, Ibna Dzakia Rahmiati, Mira Rika Sarfika Ririn Zuleha Riza Yulina Amry Rizki Yulia Purwitaningtyas, Rizki Yulia Rizqiyah, Naelatur SADIYAH, HALIMATUS Saifudin, I Made Moh. Yanuar SARI, DIAN NUR ADKHANA Sarjiyah Setyaningrum, Niken Setyorini, Andri Siti Aisyah Humairah Sri Nur Hartiningsih Suniarti Sunny Sunny, Suniarti Sunny, Suniarty Supriyadi Supriyadi Suryati Suryati . Suryati Suryati Suryati Suryati Taufiq Kariyadi Timiyatun, Endar Tri Wahyu Intan Lesmana Utari Utari Uut Dewi Asrifah Wiwin Noviana Kapota Yeni Isnaeni Zuyyina Lutfah, Fitria