Claim Missing Document
Check
Articles

Penanganan Nyeri Dismenorea pada Remaja Putri dengan Mengaplikasikan Inovasi Magic-Cool Aromatherapy Lavender: Treatment of Dysmenorrhea Pain in Adolescent Women by Applicing The Innovation of Magic-Cool Aromatherapy Lavender Eka Oktavianto; EndarTimiyatun; Sri Nur Hartiningsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): september
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.566 KB)

Abstract

Abstrak: Dismenorea menjadi salah satu permasalahan yang mengganggu kenyaman anda dalam kehidupan remaja.Sifat dan tingkat rasa nyeri bervariasi, mulai dari  yang ringan hingga yang berat sehingga dapat menggaggu aktivitas sehari-hari. Aktivitas sekolah dan kegiatan pertemanan menjadi terhambat hingga kualitas hidup menjadi menurun. Salah satu tindakanya adalah dengan melakukan kegiatan penanganan nyeri dismenorea dengan menggunakan inovasi magic-cool aromatherapy lavender. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan kepada remaja putri yang mengalami dismenorea inovasi magic-cool aromatherapy lavender sebagai salah satu tindakan penanganan nyeri dismenorea. Metode pelaksanaanya yakni dengan Community Based Research (CBR) yakni dengan melakukan pendidikan kesehatan mengenai dismenorea dan penangananya. Edukasi kesehatan dilakukan dengan metode ceramah Tanya jawab dan menggunakan media lembar balik. Edukasidilakukanselama 30 menit yang sebelum dan sesudahnyadilakukan pretest dan postest. Kegiatan demonstrasi dilakukan selama 30 menit. Terdapat 25 remaja yang mengikuti kegiatan ini. Skala nyeri rata-rata sebelum penggunaan magic-cool aromatherapy lavender adalah 6,30 turunmenjadi 2,25 setelahnya (perubahanyasebesar 4,05). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan. Magic-cool aromatherapy lavender efektif untuk menurunkan nyeri dismenorea. Abstract : Dysmenorrhea is one of the problems that interfere with comfort in the lives of teenagers. The nature and level of pain varies, ranging from mild to severe so that it can interfere with daily activities. School activities and friendship activities are hampered so that the quality of life decreases. One of the actions is to carry out dysmenorrhea pain management activities using the magic-cool lavender aromatherapy innovation. The purpose of this activity is to introduce to young women who experience dysmenorrhea the magic-cool innovation of lavender aromatherapy as one of the measures to treat dysmenorrhea pain. The method of implementation is Community Based Research (CBR). Health education was conducted about dysmenorrhea and its handlers. Health education is carried out using a question and answerlecture method and using flip chart. Education was carried out for 30 minutes before and after the pretest and posttest. Demonstrations were also carried out for 30 minutes. There were 25 youths who participated in this activity. The average pain scale before using magic-cool lavender aromatherapy was 6.30 down to 2.25 after (the change was 4.05). It can be concluded that the application. Magic-cool lavender aromatherapy is effective for reducing dysmenorrhea pain.    
Dukungan Keluarga Berkorelasi Dengan Breastfeeding Self-Efficacy Pada Ibu Menyusui : Family Support Correlated With Breastfeeding Self-Efficacy In Breastfeeding Mothers Endar Timiyatun; Eka Oktavianto
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.094 KB)

Abstract

Latar belakang: kegagalan dalam pemberian ASI masih menjadi permasalahan yang banyak ditemui di berbagai negara. Terdapat beberapa faktor yang diduga berkontribusi pada kegagalan tersebut salah satunya adalah kepercayaan diri ibu dalam menyusui bayi. Dukungan keluarga diduga menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan breastfeeding self-efficacy. Tujuan: mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan breastfeeding self-efficacy pada ibu menyusui. Metode: jenis penelitian ini adalah non-eksperimental dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 40 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mantrijeron Yogyakarta. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan breastfeeding self-efficacy. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kesalahan yang digunakan sebesar 5%. Hasil: mayoritas responden mendapatkan dukungan keluarga dalam kategori baik yakni sebanyak 31 orang (77,5%). Mayoritas responden memiliki breastfeeding self-efficacy dalam kategori tinggi yakni sejumlah 31 orang (77,5%). Ibu menyusui yang mendapatkan dukungan keluarga dalam kategori baik akan cenderung untuk memiliki breastfeeding self-efficacy yang tinggi yakni sebanyak 29 orang (77,5%). Hasil uji korelasi Chi-square diperoleh hasil nilai p = 0,000 (nilai p < 0,05), dan nilai r = 0,621. Kesimpulan: ada hubungan yang kuat dengan arah yang positif antara variabel dukungan keluarga dengan breastfeeding self-efficacy pada ibu menyusui (nilai p<0,05). Background: failure in breastfeeding is still a problem that is often found in many countries. There are several factors that are thought to have contributed to this failure, one of which is the mother's confidence in breastfeeding the baby. Family support is thought to be one of the factors associated with breastfeeding self-efficacy. Objective: to determine the relationship between family support and breastfeeding self-efficacy in breastfeeding mothers. Method: this type of research is non-experimental using a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling with a total of 40 breastfeeding mothers who had babies aged 6-24 months in the work area of ??the Mantrijeron Health Center Yogyakarta. The instrument used was a family support questionnaire and breastfeeding self-efficacy. Data analysis used the Chi-Square test with an error rate of 5%. Results: the majority of respondents received family support in the good category as many as 31 people (77.5%). The majority of respondents have breastfeeding self-efficacy in the high category, which is 31 people (77.5%). Breastfeeding mothers who get family support in the good category will tend to have high breastfeeding self-efficacy as many as 29 people (77.5%). The results of the Chi-square correlation test showed that the value of p = 0.000 (p value <0.05), and the value of r = 0.621. Conclusion: there is a strong relationship with a positive direction between the variables of family support and breastfeeding self-efficacy in breastfeeding mothers (p value <0.05).
PENDIDIKAN KESEHATAN SEKS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI : SEX HEALTH EDUCATION ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF ADOLESCENT GIRLS Endar Timiyatun; Siti Aisyah Humairah; Eka Oktavianto
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.141 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pada saat ini seks bebas adalah salah satu masalah yang melanda remaja di Indonesia. Hal ini terjadi karena pergaulan bebas, pengaruh media, keadaan lingkungan masyarakat, tidak berpegang teguh pada agama dan kurangnya perhatian orang tua. Pentingnya pendidikan seks pada remaja merupakan salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang dialami oleh para remaja saat ini. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman didapatkan hasil bahwa santriwati belum pernah menerima pendidikan kesehatan tentang seks bebas. Tujuan: Diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan seks terhadap tingkat pengetahuan remaja putri di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman. Metode: Penelitian yang digunakan yaitu pre eksperiment dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah santriwati Aliyah Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri kelas III sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara total sampling yaitu maka sampel pada penelitian ini sebanyak 49 orang karena salah satu responden tidak hadir. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan seks pada remaja di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan seks pada remaja putri di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman.   Background: At this time free sex is one of the problems that hit teenagers in Indonesia. This happens because of promiscuity, the influence of the media, the state of the community environment, not adhering to religion and lack of parental attention. The importance of sex education in adolescents is one solution in dealing with the problems experienced by teenagers today. Based on a preliminary study conducted by researchers at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman, it was found that female students had never received health education about free sex. Objective: To know the effect of sex health education on the level of knowledge of adolescent girls at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman. Methods: The research used is a pre eksperiment with a research design of One Group Pretest Posttest. The population used in this study was 50 students of Aliyah Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri in class III. Sampling in this study by means of total sampling, namely the sample in this study as many as 49 people because one of respondent is not present. This research instrument uses a questionnaire. Data analysis using Wilcoxon test. Result: The results of the analysis showed that there were differences in the level of knowledge before and after being given sex health education to adolescents at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman with a p value of 0.000 <0.05. Conclusion: There is a significant effect on the level of knowledge before and after being given sex health education to adolescent girls at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman.
Pelatihan bermain pada pengasuh meningkatkan kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah Eka Oktavianto; Sri Nur Hartiningsih; Nadya Wuri Dewastuti; Endar Timiyatun
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.245 KB) | DOI: 10.30644/rik.v7i1.138

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pengasuh adalah penentu utama perkembangan anak. Interaksi dan hubungan dengan pengasuh akan memberikan efek yang kuat pada pertumbuhan dan perkembangan yang sehat bagi anak-anak. Interaksi berkualitas dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Namun, tidak setiap pengasuh mampu merespons secara tepat kebutuhan anak-anak mereka. Memberikan pelatihan bermain bagi pengasuh adalah salah satu solusi yang dibutuhkan. Tujuan: Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan bermain terhadap kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah. Metode: Penelitian ini adalah pra-eksperimental dan menggunakan satu kelompok pre-pos tes tanpa kelompok kontrol. Sembilan belas pasang pengasuh dan anak-anak pra sekolah direkrut dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner demografi dan lembar observasi PICCOLO (Parenting Interaction with Children: Checklist of Observation Linked to Outcome). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terjadi peningkatan skor kualitas interaksi sebelum dan sesudah pelatihan diberikan. Nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 24,95 dan setelah pelatihan bermain adalah 36,74 (pada postest 1) dan 36,89 (pada postest 2). Terjadi kenaikan rata-rata skor kualitas interaksi sebesar 11,79 (pada postest 1), dan 11,94 (pada postest 2). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000 (nilai p < 0,05) Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan bermain terhadap kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah (nilai p < 0,05).
Strategies for Supporting Healthcare Workers’ Resilience and Mental Health During A Pandemic: A Scoping Review Eka Oktavianto; I Made Moh. Yanuar Saifudin; Gani Apriningtyas Budiyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 1 (2023): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i1.2278

Abstract

As a group, health workers are at risk of experiencing stress and mental health problems at work, which may negatively affect their resilience. This study assessed the effectiveness of mental health support strategies for health workers during the COVID-19 pandemic. This scoping review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses guidelines in searching through three journal databases, such as: EBSCO, Scopus, and PubMed. The quality of the studies was assessed with the Crowe Critical Appraisal Tool, and the results of the review emerged from a process of synthesis that identified common themes. The search yielded five main articles. The results of the synthesis process inspired several recommended strategies to support the resilience and mental health of health workers during a pandemic, including personal management, psychoeducational, and counselling approaches. It is important to work in partnership with stakeholders and across sectors to derive the maximum benefit from these interventions. Abstrak Strategi untuk Mendukung Resiliensi dan Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan saat Pandemi: Scoping Review. Tenaga kesehatan adalah kelompok dengan risiko mengalami masalah kesehatan mental, seperti stress, di tempat kerja yang dapat berdampak negatif pada ketahanan/resiliensi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menilai efektifitas strategi pendukung kesehatan mental tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Scoping review dilakukan dengan menggunakan PRISMA guidelines dalam melakukan pencarian pada tiga database jurnal, yaitu EBSCO, Scopus dan PubMed. Kualitas studi dinilai dengan Crowe Critical Appraisal Tool. Hasil ulasan diformulasikan melalui proses narasi berulang dari hasil sintesis untuk mengidentifikasi tema umum. Pencarian pada tiga database menghasilkan lima artikel utama. Melalui proses sintesis, didapatkan beberapa strategi yang diketahui efektif dalam meningkatkan kesehatan mental tenaga kesehatan. Strategi yang dimaksud dapat berupa manajemen pribadi, kegiatan konseling bersama ahli, dan pelatihan/pendidikan terkait manajemen stres. dukungan stakeholder dan lintas sektor menjadi hal yang penting untuk memaksimalkan manfaat intervensi. Kata Kunci: tenaga kesehatan, kesehatan mental, pandemi, resiliensi
SEDENTARY LIFESTYLE DAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA SELAMA PANDEMI COVID-19 Endar Timiyatun Oktavianto; Supriyadin, Eka Oktavianto
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4 No 1 (2023): Nursing Science Journal (NSJ)
Publisher : STIKES Pemkab Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53510/nsj.v4i1.167

Abstract

Latar belakang: Kondisi pandemi covid-19 berdampak pada aktifitas remaja, dimana banyak remaja yang mengalami sedentary lifestyle. Selain itu, permasalahan emosional juga banyak dialami oleh remaja pada saat pandemi. Diduga terdapat hubungan antara sedentary lifestyle dengan kecerdasan emosional pada remaja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sedentary lifestyle dengan kecerdasan emosional pada remaja selama masa pandemi Covid-19. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental. Rancangan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA N I Imogiri Yogyakarta yang terdaftar aktif sebagai siswa/siswi, dengan jumlah 118 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen dalam penelitian ini mengunakan kuesioner aktivitas sedentary remaja dan kuesioner kecerdasan emosional. Analisis data mengunakan uji Kendall’s tau. Hasil penelitian: Mayoritas remaja mengalami sedentary lifestyle dalam kategori yang tinggi yaitu sebanyak 77 orang (65,3%). Mayoritas remaja memliki kecerdasan emosional dalam kategori rendah yaitu sebanyak 82 orang (69,5%). Remaja yang memiliki sedentary lifestyle yang tinggi akan cederung untuk memiliki kecerdasan emosional yang rendah yaitu sebanyak 73 orang (61,8%). Hasil uji korelasi mengunakan uji Kendall tau didapatkan nilai r = 0,734 dengan nilai p value = 0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary lifestyle dengan kecerdasan emosional pada remaja selama masa pandemi Covid-19.
Pelatihan Bermain Pada Pengasuh Meningkatkan Parenting Self-Efficacy Eka Oktavianto; Tri Wahyu Intan Lesmana; Endar Timiyatun; Atik Badi'ah
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i1.294

Abstract

Masih banyak pengasuh yang masih belum optimal dalam melakukan pengasuhan anaknya. Parenting self-efficacy yang dimiliki pengasuh menentukan kualitas pengasuhan. Masih banyak pengasuh yang merasa tidak mampu untuk merawat anaknya dengan baik. Hal tersebut perlu untuk diatasi. Salah satunya dengan melakukan pelatihan bermain pada pengasuh. Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan bermain pada pengasuh terhadap parenting self-efficacy. Penelitian ini berjenis pre-eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yakni 19 pengasuh. Uji analisis menggunakan paired sample t-test. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner  parenting self-efficacy yang dimodifikasi dari Tools to Measure Parenting Sef-Efficacy (TOPSE). Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan skor parenting self-efficacy antara sebelum dan sesudah pelatihan. Nilai rata-rata parenting self-efficacy sebelum pelatihan adalah 239,26 dan setelah pelatihan (post-test 1) menjadi 288,53 (perbedaan rata-rata sebesar 49,27) dan pada post-test 2 menjadi 399,16 (perbedaan rata-rata 159,90). Hasil uji komparasi antara sebelum dan sesudah pelatihan bermain didapatkan nilai p=0,000 (nilai p< 0,05). Kesimpulanya adalah pelatihan bermain pada pengasuh meningkatkan parenting self-efficacy.
Pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 3-10 bulan di Desa Tamanan wilayah kerja Puskesmas Banguntapan II Suryati Suryati; Naelatur Rizqiyah; Eka Oktavianto
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v8i1.215

Abstract

Background: every parent wants a child who can grow and develop optimally according to its age category. One of the factors that can influence growth and development is the quality of sleep, due to 75% growth hormone produced when the baby sleeps. Sleep quality of babies can be stimulated through the act of giving massage baby. Objective: this study aims to determine the effect of infant massage on improvement the quality of sleep for infants aged 3-10 months in a village of Banguntapan Public Health Center II. Research method: this research is a pre-experiment research with an approach in one group (one-group pre-post test design without control). Data analysis used is the Wilcoxon test. This research was carried out in the Working Area Village Banguntapan II Health Center, with a population of 64 infants aged 3-10 months. Technique sampling using purposive sampling, which is the number of 15 babies aged 3-10 month. Providing education and demonstration of baby massage is done once, then massage done by parents of babies every day within 3 weeks, and observed by researchers every 2 days. Sleep quality was measured using the A Brief Screening Questionnaire For Infant Sleep Problems (BISQ). Results: Before being given massage the majority of the quality of bad baby sleep was 14 respondents (93.3%), then after being given massage for 3 weeks there was an increase in quality sleep where all babies have good sleep quality of 15 respondents (100%). Comparative test results infant massage between before and after massage is p value 0.000 (p value <0.005). Conclusion: there is the effect of infant massage on improving the quality of sleep for infants aged 3-10 months at Village of Bangutapan II Health Center.
Self-concept among Indonesian adolescents in coastal areas: A cross-sectional study Rika Sarfika; I Made Moh. Yanuar Saifudin; Eka Oktavianto
Belitung Nursing Journal Vol. 9 No. 3 (2023): May - June
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.2622

Abstract

Background: Adolescence is a transitional phase from childhood to adulthood, characterized by various biological, psychological, and social changes. Adolescents living in coastal regions are exposed to social-environmental risk factors that can affect their emotional wellbeing, primarily due to the demanding and unpredictable nature of coastal communities. These challenging and volatile circumstances can have a negative impact on adolescents’ emotions, making them more vulnerable to mental and emotional disorders. Objective: This study aimed to examine the self-concept and its differences according to sociodemographic factors among adolescents residing in coastal areas of Indonesia. Methods: A cross-sectional design was employed for this study, which involved 644 adolescents living in coastal regions of Indonesia, specifically in the West Sumatra and Bali provinces. The Tennessee Self Concept Scale (TSCS) 2nd Edition Short Form was used to assess self-concept from August to September 2022. Descriptive statistics, Independent-t-test, and One-way ANOVA were utilized for data analysis. Results: The findings revealed that adolescents in coastal areas had a high level of self-concept. A statistically significant difference was discovered in the overall self-concept according to gender (p = 0.002). Similarly, a significant difference was observed in the physical domain based on class level (p = 0.019). Regarding the personal domain, significant differences were identified according to age (p = 0.030), class level (p = 0.030), parent's marital status (p = 0.030), father's education (p = 0.05), and family income (p = 0.01). Furthermore, in the family domain, significant differences were found based on parents’ marital status (p <0.001) and adolescents’ residence status (p = 0.002). Additionally, a significant difference in the academic domain was observed with respect to gender (p = 0.001). However, no significant differences were noted in the moral ethics and social domains across all sociodemographic variables (p >0.05). Conclusion: This study emphasizes the need for attention from various stakeholders, including mental health nurses, to prioritize interventions to promote positive self-concept among adolescents, consider sociodemographic factors that influence self-concept, and address areas of dissatisfaction such as moral behavior and academic/work efficiency. Incorporating family support and nurturing positive parent-child relationships are also important for fostering a healthy self-concept in adolescents.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PREMENSTRUAL SYNDROME DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA PUTRI DI SD NEGERI KAUMAN DAN SD NEGERI PUNGKURAN PLERET BANTUL YOGYAKARTA Endar Timiyatun; I Made Moh. Yanuar Saifudin; Ibna Dzakia Rahmayanti; Eka Oktavianto
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 2 No. 1, Februari 2021
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety is a nonspecific symptom that is often found and often is a normal emotion. Teenagers who experience puberty will be more depressed, worried, anxious, angry, and crying just because of very little incitement. The aim of this studi was to determine the relationship of knowledge of premenstrual syndrome (PMS) with anxiety levels in adolescent girls. This study used quantitative research methods, the number of samples as many as 30 people who have experienced menstruation and who have experienced premenstrual syndrome total sampling technique. Testing data uses kendall’s know. This study was conducted in Kauman State Elementary School and Pungkuran Pleret State Elementary School in Yogyakarta totaling 30 respondents, the majority of them were 12 years old with 15 respondents (50.0%) and had never received information, as many as 16 respondents (53.3%), and the majority less knowledgeable respondents as many as 15 respondents (53.3%), and experienced severe anxiety as many as 12 respondents (40.0%). Respondents who experienced less knowledge and experienced severe anxiety were 12 respondents (75%). From the result of Kendall's analysis test, it is found that the value of p = 0,000 with a correlation value of 0.800 which means that Ha is accepted and H0 is rejected. There is a relationship between premenstrual syndrome (PMS) knowledge and anxiety levels in adolescent girls.
Co-Authors Alfi’atul Mubasyiroh Amaliah, Fikrotul Ulya Nur Angger Rais Rahayan Windi Ardhian Indra Darmawan Aris Setyawan Aris Setyawan Atik Badi&#039;ah Atik Badi&#039;ah Atik Badi'ah Atik Suryati Badi'ah, Atik Budiyati, Gani Apriningtyas Debby Yulianthi Maria Dewastuti, Nadya Wuri Dian Nur Adkhanasari Dina Wahyu Melinda Ersandi Mustakim Fikrotul Ulya Nur Amaliah Finky Yunita Pratiwi Fitri Dian Kurniati Fivin Maria Ulfa Gani Apriningtyas Budiyati Gani Apriningtyas Budiyati Gani Apriningtyas Budiyati Budiyati Halimatus Sadiyah Handayani, sri Hendrawati, Ni Putu Opi Hesti Setyaningrum Hikmawati, Anna Nur Ibna Dzakia Rahmayanti Isma Nur Hikmah Ismawati, Vinny Izzati, Shifani Nazah Karimah, Karimah Karimah, Karimah Kurniati, Fitri Dian Lesmana, Tri Wahyu Intan Maria Angelina Bengu Murti, Fatimah Chandra Mutawaqqil Mutawaqqil Nadya Wuri Dewastuti Naelatur Rizqiyah Nur Adkhana Sari, Dian Nurfadhilah, Kinasih Nurhabibah Nurhabibah Nurhalisah, Nurhalisah Nurhayati, Pipin Pipin Nurhayati Pipin Nurhayati Radha Idfit Istiqomah Rahayu, Bety Agustina Rahmayanti, Ibna Dzakia Rahmiati, Mira Rika Sarfika Ririn Zuleha Riza Yulina Amry Rizki Yulia Purwitaningtyas, Rizki Yulia Rizqiyah, Naelatur SADIYAH, HALIMATUS Saifudin, I Made Moh. Yanuar SARI, DIAN NUR ADKHANA Sarjiyah Setyaningrum, Niken Setyorini, Andri Siti Aisyah Humairah Sri Nur Hartiningsih Suniarti Sunny Sunny, Suniarti Sunny, Suniarty Supriyadi Supriyadi Suryati Suryati . Suryati Suryati Suryati Suryati Taufiq Kariyadi Timiyatun, Endar Tri Wahyu Intan Lesmana Utari Utari Uut Dewi Asrifah Wiwin Noviana Kapota Yeni Isnaeni Zuyyina Lutfah, Fitria