Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya dalam Mereduksi Kecemasan Mahasiswa pada Penyusunan Skripsi: Analisis Berbasis Dukungan Sosial Bayu Sang Aji Pangestu; Muhammad Luthfie; Nadia Amalia
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan akademik pada mahasiswa tingkat akhir merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individual dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana komunikasi interpersonal antar teman sebaya berperan dalam mereduksi kecemasan mahasiswa selama proses penyusunan skripsi. Fokus utama penelitian terletak pada jenis dukungan sosial yang muncul dalam interaksi tersebut serta dampaknya terhadap kondisi psikologis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengacu pada kerangka teori dukungan sosial dan komunikasi interpersonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar teman sebaya berfungsi sebagai mekanisme penyangga (buffering) terhadap kecemasan melalui empat bentuk dukungan utama, yaitu emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan. Dukungan emosional muncul sebagai bentuk paling dominan dan berperan dalam menurunkan tekanan psikologis melalui proses katarsis. Sementara itu, dukungan informasional membantu mengurangi ketidakpastian kognitif, dan dukungan instrumental serta penghargaan memperkuat motivasi serta keyakinan diri mahasiswa. Namun demikian, efektivitas komunikasi interpersonal sangat bergantung pada kualitas hubungan dan tidak mampu sepenuhnya mengatasi faktor struktural yang menjadi sumber kecemasan. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi teman sebaya merupakan faktor penting dalam pengelolaan kecemasan akademik, meskipun bersifat komplementer terhadap faktor lain.
Dampak Efektivitas Brand Ambassador terhadap Keputusan Pembelian Produk Tiebymin di Kalangan Mahasiswa Gladys Marshanda; Agustina Multi Purnomo; Muhammad Luthfie
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.23776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas brand ambassador terhadap minat beli mahasiswa Universitas Djuanda terhadap produk hijab Tiebymin. Brand ambassador dinilai berdasarkan empat dimensi: visibility, credibility, attraction, dan power. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei menggunakan kuesioner skala Likert. Responden berjumlah 216 mahasiswa yang dipilih secara purposive. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa seluruh dimensi brand ambassador secara signifikan berpengaruh terhadap minat beli. Dimensi attraction memiliki pengaruh paling dominan dengan nilai koefisien 1,065. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,574 menunjukkan bahwa 57,4% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh efektivitas brand ambassador. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan brand ambassador yang sesuai dengan citra merek dan karakteristik audiens. Hasil penelitian ini tidak hanya menekankan pentingnya pemilihan figur publik yang sesuai, tetapi juga menunjukkan bahwa persepsi terhadap brand ambassador dapat membentuk sikap dan keputusan konsumen, terutama dalam konteks mahasiswa sebagai segmen pasar yang aktif dan terhubung secara digital. Selain itu, penelitian ini memperkuat relevansi pendekatan VisCAP dalam mengukur efektivitas komunikasi pemasaran berbasis endorsement.
Representamen, Objek, dan Interpretant dalam Lirik Lagu “Tabola Bale”: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Muhamad Fajar; Muhammad Luthfie; Ruhimat Ruhimat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tanda dalam lirik lagu “Tabola Bale” menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus penelitian terletak pada hubungan triadik antara representamen, objek, dan interpretant dalam setiap bait lirik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis semiotika. Data utama berupa lirik lagu, sedangkan data pendukung diperoleh melalui wawancara dengan informan ahli dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda dalam lirik lagu didominasi oleh representasi kondisi emosional seperti ketertarikan, kekaguman, kegelisahan, serta harapan dalam hubungan interpersonal. Objek yang dirujuk mengarah pada pengalaman emosional yang berkembang secara bertahap, sementara interpretant menunjukkan bahwa makna bersifat dinamis dan terus berkembang. Penelitian ini menegaskan bahwa makna dalam lirik lagu terbentuk melalui proses semiosis yang berkelanjutan serta dipengaruhi oleh konteks emosional dan sosial.
Pola Komunikasi Organisasi dalam Pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim) di Kampung Sadanta Muhammad Luthfie; Koesworo Setiawan; Febriansyah Febriansyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian dalam bidang komunikasi organisasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola komunikasi organisasi dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kampung Sadanta, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten. Sebagai program berbasis komunitas, keberhasilan ProKlim sangat ditentukan oleh efektivitas komunikasi organisasi dalam mendukung koordinasi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap empat informan kunci, serta dokumentasi, dan divalidasi menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi terbentuk melalui tiga alur utama, yaitu komunikasi ke bawah, ke atas, dan horizontal. Komunikasi ke bawah berlangsung secara multilapis dengan memadukan saluran digital dan non-digital untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Komunikasi ke atas berjalan secara terbuka dan partisipatif melalui forum komunitas, sehingga aspirasi warga dapat terserap dengan baik. Sementara itu, komunikasi horizontal berkembang secara organik melalui interaksi sosial yang kuat dan budaya gotong royong. Ketiga pola komunikasi tersebut saling melengkapi dan membentuk sistem komunikasi yang adaptif dalam mendukung efektivitas pelaksanaan ProKlim.
Analisis Simbolisme Topeng Phantom Thieves dalam Game Persona 5 Melalui Semiotika Charles Sanders Peirce Hanan Halim Abdullah; Ali Alamsyah Kusumadinata; Muhammad Luthfie
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media interaktif masa kini menempatkan video game sebagai medium ekspresif untuk menyampaikan kritik sosial yang sarat makna. Persona 5 merupakan sajian hiburan populer yang secara gamblang memproyeksikan perlawanan ideologis sekumpulan remaja yang tergabung dalam Phantom Thieves terhadap otoritas yang korup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud representamen, mengidentifikasi object, serta menganalisis interpretant terkait pesan simbolis pemberontakan pada desain topeng karakter. Studi ini mengaplikasikan metode kualitatif deskriptif melalui observasi pasif serta pendokumentasian visual. Analisis data menggunakan model semiotika triadik Charles Sanders Peirce, sementara triangulasi teori digunakan sebagai penguji keabsahan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa wujud visual topeng (representamen) dan acuan rujukannya (object) berpadu membentuk makna (interpretant) perlawanan yang mendalam. Dengan didukung oleh integrasi psikologi warna, arketipe Pearson, dan psikoanalisis Carl Jung, sinergi visual kelompok ini secara kolektif menyampaikan pesan moral bahwa perlawanan terhadap penindasan sistemik dapat dieksekusi secara taktis, terstruktur, dan estetis
Komunikasi Verbal Humas dalam Meningkatkan Persepsi dan Kepuasan Pelanggan pada Pelayanan PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang Fifqi Irhamsyah Rizqullah; Sukarelawati; Muhammad Luthfie
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.25147

Abstract

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   gaya   komunikasi   verbal   Humas   dalam membangun persepsi dan kepuasan pelanggan, faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas gaya komunikasi verbal Humas, serta upaya yang dilakukan Humas dalam meningkatkan kualitas  komunikasi  verbal  pada  pelayanan  di  PDAM  Tirta  Kerta  Raharja  Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik  pengumpulan  data  dilakukan  melalui  wawancara  mendalam,  observasi,  dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 7 orang yang terdiri dari 5 pelanggan sebagai informan utama, 1 petugas Humas sebagai informan kunci, dan 1 pegawai pelayanan sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi verbal Humas dalam pelayanan pelanggan sudah cukup baik yang ditunjukkan melalui kejelasan komunikasi, empati dalam pelayanan, keterbukaan informasi, dan sikap komunikator yang ramah serta profesional. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi verbal Humas meliputi kejelasan informasi, empati petugas, keterbukaan informasi, sikap komunikator, kondisi pelayanan, dan kemampuan petugas menyesuaikan komunikasi dengan karakter pelanggan. Adapun upaya  yang  dilakukan  Humas  dalam  meningkatkan  kualitas  komunikasi  verbal  yaitu menggunakan bahasa yang mudah dipahami, memberikan pelayanan yang empatik, menjaga transparansi informasi, serta mempertahankan sikap profesional dalam melayani pelanggan. Komunikasi   verbal   yang   baik   terbukti   mampu   membangun   persepsi   positif   dan meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan.
Pengaruh Kampanye Calon Kepala Desa Perempuan terhadap Perilaku Pemilih pada Pemilihan Kepala Desa di Desa Sukamanah Mochamad Fajar Maulana; Muhammad Luthfie; Koesworo Setiawan
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pesan politik, narasi kampanye, dan strategi komunikasi dalam kampanye politik terhadap perilaku dan partisipasi pemilih serta hasil pemilu. Melalui uji T, penelitian ini menganalisis data yang diperoleh untuk menentukan signifikansi pengaruh variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku dan partisipasi pemilih, serta hasil pemilu. Pertama, hasil uji T menunjukkan bahwa pesan politik yang disampaikan oleh kandidat berpengaruh signifikan terhadap persepsi pemilih. Pesan politik yang jelas, konsisten, dan mencerminkan kepedulian terhadap isu-isu lokal mampu meningkatkan persepsi positif pemilih. Kedua, narasi kampanye yang efektif berpengaruh signifikan dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Narasi yang inspiratif dan relevan dengan isu-isu penting bagi pemilih dapat memotivasi mereka untuk berpartisipasi dalam pemilu. Ketiga, strategi komunikasi yang diterapkan dalam kampanye politik berpengaruh signifikan terhadap hasil pemilu. Strategi komunikasi yang konsisten, jelas, dan kreatif mampu meningkatkan jumlah pemilih yang mendukung kandidat. Penelitian ini menyarankan agar kandidat dan tim kampanye lebih fokus pada pengembangan pesan politik yang personal dan relevan, penggunaan narasi kampanye yang menggugah emosi, serta penerapan strategi komunikasi yang kreatif dan multi-platform. Penggunaan media sosial, iklan kampanye, dan kampanye tatap muka juga disarankan untuk meningkatkan jangkauan dan efektivitas kampanye. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika komunikasi politik dan memberikan panduan praktis bagi kandidat dan tim kampanye untuk meningkatkan efektivitas kampanye mereka dalam mempengaruhi persepsi, partisipasi, dan hasil pemilu.