Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Qualitative Traits and Body Condition Score (BCS) of Buffaloes in Mount Sangiang Wandira, Ica Ayu; Sadia, I Nyoman; Dohi, Muhammad; Karni, Ine; Aminurrahman, Aminurrahman; Pertiwi, Eva Amalia; Nurjanah, Luluk lailatun
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9636

Abstract

Buffaloes in different regions of Indonesia exhibit unique physical characteristics influenced by genetics and environment, making them an important subject for morphological and condition assessments. This study aims to determine the qualitative traits and body condition score buffaloes in Mount Sangiang. This research is a descriptive observational study that involves both qualitative and/or quantitative sampling in the field, with a descriptive explanation using purposive sampling method. The study material includes 30 buffaloes, consisting of 15 males and 15 females, each of which was previously marked with identification tags. The results show that buffaloes in Mount Sangiang exhibit qualitative traits such as gray, black, and blonde hair colors; horn shapes of 'kerung' and 'baplang'; tail colors of black and brown; lower leg colors of white and pink; the presence of 1, 2, 3, and 4 whorls; flat and curved dorsal lines; and 2 white collar lines. The BCS for buffaloes in Mount Sangiang is 3 for male buffalo calf, young males, adult males, female buffalo calf, and heifers, while adult females have a BCS of 4.
Indigenous Dairy Product (Palopo): The Potential Utilization as A Carrier for Probiotics in The Development of Functional Foods is A Plausible Prospect Sari, Sri Mutia; Wulandani, Baiq Rani Dewi; Kisworo, Djoko; Pertiwi, Eva Amalia
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9672

Abstract

Palopo is a traditional food typical of West Sumbawa, West Nusa Tenggara Province, made from pure buffalo milk with a characteristic soft texture with the addition of eggplant (Solanum virgianium L) in the coagulation process. The use of probiotics and microorganisms in the milk fermentation process is part of the development of milk-based functional foods. This study aims to determine the microbiological properties of Palopo added with lactic acid bacteria as a functional food to determine the role and impact of microorganisms on the quality of Palopo. LAB viability data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) using SAS software. If the treatment had a significant effect, then we continued with Duncan's difference test. The results of analysis of variance showed significant differences in LAB viability in Palopo. The highest number of LAB was found in Palopo, added with Streptococcus thermophilus (ST), with a total of 10,172 Log CFU/ml. Based on Duncan's further test, there was no significant difference in LAB viability in ST against LB and LP. Palopo without the addition of LAB was found to have viable LAB with a total of 2, 623 Log CFU/ml. So that LAB is concluded to be able to significantly improve the quality of Palopo products.
Peningkatan Pemeliharaan Kambing Peranakan Etawa (PE) sebagai Ternak Kambing Perah di Kelompok Ternak Tunas Maju Desa Setanggor Karni, Ine; Septian, I Gede Nano; Wandira, Ica Ayu; Saedi, M. Ridwan; Aminurrahman; Amalyadi, Rezki; Anwar, Khairil; Putra, Ryan Aryadin; Gifari, Zaid Al; Nurjanah, Luluk Lailatun; Pertiwi, Eva Amalia; Firhamsah, Ikhwan; Suryadi, Muh. Aidil Fitriyan Fadjar; Dohi, Muhammad; Sadia, I Nyoman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12756

Abstract

Peranakan Etawa (PE) goats have significant potential as dairy livestock producing high-quality milk, yet their management in the Tunas Maju Livestock Group, Setanggor Village, remains focused on meat production. The main issues include limited knowledge of dairy goat management, efficient feeding, and livestock health practices. This community service aimed to improve farmers’ skills through socialization, training on feed formulation, and livestock health management. The approach combined lectures, discussions, and practical demonstrations to strengthen applied understanding. The results indicated that farmers gained greater awareness of the potential of PE goats as milk producers, improved their knowledge of balanced feeding, and recognized the importance of animal health practices. Despite challenges in inadequate housing facilities, the program positively impacted farmers’ capacity in dairy goat management, thereby supporting community welfare and strengthening the local economy
Identifikasi SNP pada Gen CAPN1, MSTN Dan FREM2 sebagai Marka Genetik dalam Peningkatan Kualitas Daging Sapi Bali (Article Review) Pertiwi, Eva Amalia; Suryadi, Muh. Aidil Fitriyan Fadjar; Firhamsah, Ikhwan; Wandira, Ica Ayu; Karni, Ine; Muharram, Fadhil
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1434

Abstract

Sapi Bali merupakan sapi potong asli Indonesia yang memiliki potensi genetik tinggi dalam menghasilkan daging berkualitas dengan persentase karkas lebih besar dibandingkan sapi lokal lainnya. Kualitas daging ditentukan oleh beberapa indikator penting seperti kelembutan, marbling, rasa, dan warna, yang sangat memengaruhi preferensi konsumen dan nilai ekonomi. Seiring kemajuan teknologi molekuler, identifikasi penanda genetik berbasis single nucleotide polymorphism (SNP) menjadi strategi efektif dalam seleksi genetik untuk peningkatan kualitas daging sapi Bali. Penelitian ini merupakan studi deskriptif berbasis tinjauan pustaka dengan data sekunder yang diperoleh dari berbagai publikasi ilmiah yang diakses melalui PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “Bali cattle”, “meat quality”, dan “meat quality genes”. Artikel yang dikaji dipilih berdasarkan relevansi, tahun terbit 2010-2024, serta kesesuaian dengan topik genetik sapi Bali. Hasil telaah menunjukkan bahwa gen CAPN1 dan MSTN memiliki beberapa SNP signifikan yang berhubungan dengan kelembutan dan komposisi otot, sedangkan gen FREM2 memiliki satu SNP yang terkait dengan pembentukan jaringan ikat yang memengaruhi tekstur daging. Temuan ini memperkuat potensi penggunaan ketiga gen tersebut sebagai marka seleksi dalam program pemuliaan sapi Bali untuk peningkatan kualitas daging secara genetik.
Identifikasi Keragaman Kerbau Lokal Berdasarkan Mikrosatelit Lokus CSSM038 di Kabupaten Dompu Pertiwi, Eva Amalia; Nurjannah, Luluk Lailatun; Firhamsyah, Ikhwan; Wandira, Ica Ayu; Karni, Ine; Saedi, M Ridwan; Muharram, Fadhil; Yunitasari, Fitri
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.993

Abstract

Kerbau lokal Dompu di kawasan Doroncanga, Nusa Tenggara Barat, merupakan sumber daya genetik penting yang berperan dalam sistem pertanian tradisional dan ekonomi masyarakat setempat. Namun, informasi mengenai keragaman genetiknya masih terbatas, padahal data tersebut sangat diperlukan untuk mendukung program pemuliaan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keragaman genetik kerbau lokal berdasarkan analisis mikrosatelit lokus CSSM038 menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR). Sebanyak empat puluh sampel darah kerbau lokal yang sehat secara klinis diambil secara purposive sampling dari peternakan rakyat di Doroncanga, Kabupaten Dompu. DNA hasil ekstraksi diamplifikasi menggunakan primer spesifik CSSM038 dan divisualisasikan melalui elektroforesis gel agarosa 1,5 persen. Analisis frekuensi alel dan genotipe dilakukan untuk menentukan tingkat variasi genetik antar individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki genotipe homozigot AA dengan frekuensi alel A sebesar seratus persen, yang menandakan lokus CSSM038 bersifat monomorfik pada populasi kerbau lokal Dompu. Kondisi ini mengindikasikan rendahnya keragaman genetik yang diduga dipengaruhi oleh ukuran populasi efektif yang kecil, isolasi geografis, serta pola perkawinan tidak terarah di tingkat peternakan rakyat. Kesimpulannya, populasi kerbau lokal Doroncanga menunjukkan homogenitas genetik pada lokus CSSM038, sehingga diperlukan penelitian lanjutan menggunakan penanda genetik lain dan cakupan wilayah yang lebih luas untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai struktur genetik kerbau lokal di Nusa Tenggara Barat serta sebagai dasar penyusunan strategi konservasi genetik yang berkelanjutan.