Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of animal research and applied science

LIGHT EXPOSURE AND ITS IMPACT ON GROWTH AND PRODUCTIVITY IN BEEF CATTLE: A REVIEW: LIGHT EXPOSURE AND ITS IMPACT ON GROWTH AND PRODUCTIVITY IN BEEF CATTLE: A REVIEW Gifari, Zaid Al; Firhamsah, Ikhwan; Nurjanah, Luluk Lailatun
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v6i2.42513

Abstract

Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi peran paparan cahaya terhadap produktivitas sapi potong melalui sintesis literatur ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2010 hingga 2025. Data dikumpulkan dari basis data internasional (Elsevier, SpringerLink, Wiley, PubMed, Google Scholar) serta jurnal terakreditasi Indonesia yang terindeks SINTA dan Scopus dengan kata kunci terkait cahaya, ritme sirkadian (circadian rhythm), efisiensi pakan, reproduksi, dan produktivitas sapi potong. Analisis menunjukkan bahwa cahaya berperan penting dalam mengatur fisiologi sapi potong melalui sinkronisasi ritme sirkadian yang dimediasi oleh melatonin dan insulin-like growth factor 1 (IGF-1), yang berpengaruh terhadap pertumbuhan, metabolisme, dan fungsi reproduksi. Fotoperiode panjang (16–18 jam pencahayaan) terbukti mempercepat pubertas, meningkatkan fertilitas, serta memperbaiki efisiensi konsumsi pakan, sedangkan paparan ultraviolet-B (UV-B) yang terkontrol meningkatkan sintesis vitamin D, sistem imun, dan produktivitas keseluruhan. Manajemen pencahayaan meliputi sinar matahari alami, penerangan buatan, dan penaungan juga berperan dalam mendukung fungsi metabolik, mengurangi stres panas (heat stress), dan menstabilkan perilaku melalui pengaturan ritme sirkadian. Namun, ditemukan kesenjangan signifikan di Indonesia berupa ketiadaan standar nasional terkait intensitas, durasi, dan paparan UV-B dalam sistem kandang sapi potong. Kesimpulannya, pengelolaan pencahayaan yang strategis merupakan intervensi multifaset berbiaya rendah yang berpotensi meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan, reproduksi, dan kesehatan sapi potong. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan pedoman teknis yang sesuai dengan kondisi iklim tropis dan keragaman genetik sapi guna mendukung produktivitas dan kesejahteraan hewan secara berkelanjutan
EFEKTIFITAS FEED ADDITIVE HERBAL TERHADAP KINERJA PRODUKSI DAN EFISIENSI BIAYA PADA USAHA AYAM PEDAGING DI ERA TANPA AGP: THE EFFECTIVENESS OF HERBAL FEED ADDITIVES ON PRODUCTION PERFORMANCE AND COST EFFICIENCY IN BROILER CHICKEN FARMING IN THE POST-AGP ERA Nurjanah, Luluk Lailatun; Adi Sutanto; Aris Winaya
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v6i2.42757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian aditif pakan berbahan herbal terhadap kinerja produksi dan efisiensi biaya pada ayam pedaging di era tanpa penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yaitu P0 (pakan komersial tanpa aditif herbal), P1 (pakan + 1% jamu herbal), P2 (pakan + 2% jamu herbal), dan P3 (pakan + 3% jamu herbal), masing-masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), konversi pakan (FCR), indeks produksi, dan biaya produksi. Hasil penelitian dianalisis statistik deskriptif dengan menghitung data kemudian dijadikan data rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aditif pakan herbal berpengaruh terhadap peningkatan kinerja produksi ayam pedaging. Dosis 2% (P2) menghasilkan performa terbaik dengan rata-rata PBBH 61,61 g/ekor/hari, FCR 1,30, dan indeks produksi 401,6. Secara ekonomi, meskipun biaya pakan meningkat akibat penambahan bahan herbal, efisiensi produksi juga meningkat sehingga biaya per ekor menurun sekitar 7–8% dibanding kontrol. Hasil ini membuktikan bahwa aditif pakan herbal dapat dijadikan alternatif yang efektif dan berkelanjutan untuk menggantikan AGP dalam usaha ayam pedaging modern