Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

INTEGRATION OF PESANTREN-BASED ARABIC LANGUAGE EDUCATION CURRICULUM IN STRENGTHENING THE CHARACTER DEVELOPMENT OF MAHASANTRI Zakiyatul Abidah; Septiani Fatikhatus Sholikha
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 25 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v25i1.14736

Abstract

Islamic higher education is required to produce graduates who combine academic competence with strong Islamic character. This study examines the integration of a pesantren-based Arabic Language Education (PBA) curriculum in strengthening mahasantri character in line with the vision of Universitas Sunan Drajat Lamongan: developing santri-oriented leaders, entrepreneurs grounded in rahmatan lil-‘alamin, graduates with a global outlook, and individuals with akhlaq al-karimah. Using a qualitative case study design, data were collected through interviews, classroom observations, and document analysis involving curriculum administrators, Arabic language lecturers, and mahasantri. Data were analyzed using an interactive model of data condensation, display, and conclusion drawing. The findings reveal that pesantren values are systematically integrated through the alignment of institutional vision, learning outcomes, contextual teaching materials, and lecturers’ role modeling. This integration strengthens santri leadership through maharah al-kalam, fosters an entrepreneurial mindset oriented toward maslahah, enhances global awareness through academic Arabic proficiency, and internalizes akhlaq al-karimah through ethical learning practices. The study confirms that a pesantren-based Arabic Language Education (PBA) curriculum serves as a strategic instrument for holistic character formation in Islamic higher education
Assistance in the Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) through the Leaf Painting Method at SDN 01 Balongrejo Elementary School Zakiyatul Abidah; M. Fathor Rohman; Ahmad Maujuhan Syah; Rahmat Adi Firmansyah; Fitroh Aji
Keris: Journal of Community Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): KERIS: Journal of Community Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/keris.v6i1.3068

Abstract

The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is an innovative program introduced through the Merdeka Curriculum to develop students’ character based on the values of Pancasila. The Pancasila Student Profile comprises six key dimensions: faith and piety, noble character, global diversity, collaboration, independence, creativity, and critical thinking. This community service activity employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The asset mapping process identified human resources at SDN 01 Balongrejo as a potential asset requiring further development. To address this need, the leafpaint method, a painting activity using leaves as the primary medium, was implemented. This program aimed to introduce P5 learning through the leafpaint method, provide teachers with innovative instructional practices, enhance students’ creativity and teamwork, and increase awareness of the educational value of local environmental resources. The implementation process consisted of five stages: planning, socialization, execution, mentoring, and evaluation. The participants were fourth- and fifth-grade students of SDN 01 Balongrejo. The results indicate that the activity generated positive outcomes for both students and teachers. Students gained a better understanding of P5 activities, developed creative skills, and learned to utilize natural materials in producing artwork. Teachers acquired an alternative learning innovation that can be integrated into P5 implementation. Overall, the leafpaint method proved effective in supporting P5 activities and contributed positively to the development of students’ creativity, collaboration, and environmental awareness at SDN 01 Balongrejo.
Pendampingan Kelompok Asman Wija Pendampingan Kelompok Asman Wijaya Kusuma PKK dalam Pengolahan Lidah Buaya sebagai Cemilan Tradisional untuk Peningkatan Ekonomi Keluarga di Desa Kranji Paciran Lamongan Erly Juliyani; Zakiyatul Abidah
Semar: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Semar: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/semarjpkm.v1i2.3

Abstract

Pendampingan yang diberikan kepada kelompok PKK Asman Wijaya Kusuma dalam mengolah lidah buaya menjadi camilan tradisional merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga di Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan anggota kelompok PKK dalam mengolah lidah buaya menjadi camilan tradisional seperti dawet, memperdalam pemahaman mereka tentang manajemen produksi dan pemasaran, serta mendorong ketahanan ekonomi rumah tangga yang mandiri. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan tatap muka, pelatihan praktis dalam produksi, dan bimbingan berkelanjutan mengenai strategi pemasaran dan manajemen usaha mikro. Pelaksanaan dilakukan melalui serangkaian tahap, mulai dari sosialisasi program, pelatihan teknis dalam pengolahan bahan baku, bantuan proses produksi, hingga penilaian hasil kegiatan usaha. Hasil kegiatan ini menunjukkan kemajuan dalam keterampilan teknis anggota kelompok dalam pengolahan lidah buaya, munculnya inovasi dalam pengembangan produk, dan peningkatan pendapatan keluarga melalui penjualan camilan tersebut. Selain itu, bantuan ini juga memperkuat solidaritas di antara anggota kelompok dan meningkatkan antusiasme mereka untuk memasuki dunia kewirausahaan. Temuan ini menegaskan bahwa upaya pemberdayaan berbasis keterampilan produksi lokal dapat menjadi pendekatan efektif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga di tingkat desa.
تأثير تطبيق نظرية التعلم البنائية في تحسين مخرجات تعلم اللغة العربية Zakiyatul Abidah; M.Fathor Rohman
Kilmatuna: Journal Of Arabic Education Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober : KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/pba.v5i2.1662

Abstract

Bahasa arab merupakan salah satu bahasa asing yang didapatkan anak di lembaga pendidikan dengan tujuan sebagai alat komunikasi dan ilmu pengetahuan diluar dari bahasa ibu. Namun kenyataan dilapangan belajar bahasa asing seperti bahasa arab (bagi orang non arab) masih kurang memiliki daya tarik sehingga hasil belajar yang dicapai kurang maksimal. Hal tersebut terlihat dari kurang maksimalnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa arab pada siswa kelas VII MTs di Desa Pambon. Hasil belajar siswa rata-rata belum mencapai nilai standar minimal yang ditentukan oleh Kementrian Agama dan Kepala Sekolah. Dari permasalahan tersebut, peneliti memberikan satu tawaran solusi dalam mengatasi permasalahan hasil belajar bahasa arab siswa dengan mengangkat pendekatan teori kontruktivisme. Menurut teori kontruktivisme prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah guru tidak dapat hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa diberikan kesempatan dalam membangun pola pikir secara mandiri serta peran Guru dalam pendekatan teori kontruktivisme lebih mudah, dengan memberi kesempatan untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar siswa menjadi sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan dengan desain penelitian eksperimental, yang bertujuan untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif dengan melakukan uji coba teori Kontrukvitisme terhadap peningkatkan hasil belajar bahasa Arab siswa. Adapun instrumen penelitian yang dipakai adalah tes, wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil 9,34 dan d.b yaitu N-1= 16-1 = 15. Sedangkan tabel t-tes yang menggunakan satu kelompok mengacu pada tingkat angka signifikan 0,05 yaitu 1,729 dan 0,01 yaitu 2,539 karena t tes > t tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan teori belajar kontrukvitisme membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya serta pembelajaran menjadi menarik dan tidak membosankan serta mempermudah penunjangan keberhasilan pembelajaran siswa khususnya dalam mengingkatkan hasil belajar.
Development of Arabic Learning Design Based on Higher Order Thinking Skill With Discovery Learning Model / Pengembangan Desain Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Higher Order Thinking Skill Dengan Model Discovery Learning Pada Siswa Kelas X SMKM 8 Paciran Arif Widodo; Zakiyatul Abidah; Nurul Fahmi; Hana Chebaiki
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/almahara.2021.071-02

Abstract

The implementation of the 2013 curriculum demands the ability of teachers to train students to improve high-level thinking skills or higher-order thinking skills (HOTS), where students are required to be critical, creative, and innovative students in exploring complex experiences. To help students have high-level thinking skills, or HOTS needs to be supported by various learning models and expected to make the learning atmosphere enjoyable and change the learning conditions to be active and creative. This development research aims to: 1) Produce the design of learning Arabic based on Higher Order Thinking Skills with the Discovery Learning Skill; 2) Analyzing the effectiveness of the design. This research uses the research and development (R & D) method. The results of the study are as follows: 1) Discovery learning model on fiqh subjects based on cognitive learning theory through three stages: sensory representation (enactive), concrete representation (iconic), abstract (symbolic) representation, and constructivist theory with the student-centered learning approach. 2) The study results indicate that the discovery learning model meets the effective criteria seen from the point of view of achieving academic competencies. The results of the t-test showed significant differences between the pretest and posttest values of 12,05. As for the average of all validation instruments, 3,57 good categories and the average score of the observations in the first meeting of 3,48 were practical.